
Sedangkan di cafe.. Dave sangat terkejut saat melihat kakak laki-lakinya berada di cafe tersebut dan terlihat berjalan menuju meja Billa, dan Dave dapat melihat dengan jelas bahwa sang kakak saling bertegur sapa ramah dengan Billa, baru setelahnya ia sadar bahwa pria yang sejak tadi bersama Billa adalah sahabat dari Haikal kakak laki-lakinya
" Astaga ...gue baru inget, cowok itukan bang Abrar sahabat Abang gue, yang melanjutkan pendidikan nya di Turki" ucap Dave tiba-tiba seraya menepuk kening nya
" Yakin Lo? berarti Lo kenal dong siapa dia?" tanya Zidan penasaran
" Ya kenal banget lah, mereka itu sahabatan dari kelas 7 di ponpes sampai lulus kelas 12, Abang gue lanjut ke Singapura sedangkan bang Abrar ke Turki karena memang dia seorang Tahfiz dan mendapatkan beasiswa,dia putra pertama rektor kampus kita" jawab Dave menceritakan tentang Abrar
" Maksud Lo anak pak Habib Al-fahrizi?" tanya Amar terkejut
" Ia..itu anak pertama beliau dua tahun di atas gue" jawab Dave pasti
" Wah.. ternyata tu bocah emang ga kaleng-kaleng ya..pantes aja dideketin cuek amat, ternyata doi punya pacar yang satu spesies dengan dirinya sendiri, apalah kita ini yang cuma bisa nongkrong doang" ucap Jo mendramatisir
" Lo aja kali ya..gue pembisnis muda ya" jawab Zidan, sedangkan Erick dan Elang diam tanpa menanggapi
" Ya Ela Lo ga ada apa-apanya dibandingkan dengan Earl Abiyasa Alexander, pengusaha muda sang pewaris tunggal keluarga Alexander, milyarder termuda di beberapa negara dan jangan pernah lupakan nama Alexander di belakangnya.. calon pewaris tahta kerajaan di negara bokap nya, tapi coba kita lihat apa yang bakal dia lakuin dalam satu Minggu kedepannya " ucap Jo serius
" Lo bener gue juga penasaran banget,apa yang bakal terjadi seminggu lagi.. pacaran atau one night stand, tapi kalau pilihan kedua gue kurang yakin Aby senekat itu" timpal Zidan sahabat terdekat Aby,ia tau sebrengsek apapun Aby di mata para cewek di luaran sana, tapi Zidan percaya Aby belum pernah melakukan hubungan **** dengan wanita manapun
" Kenapa..? bisa jadi kali ini dia mau coba" jawab Dave santai dan terdengar ambigu, entah mengapa Dave semakin yakin ada yang disembunyikan oleh Aby dan Billa, mereka seperti memiliki hubungan, apapun itu yang pasti keduanya terlibat dalam satu hubungan
" Brengsek Lo.. dipikir itu boleh coba-coba, ketagihan mampus tu tuan muda" jawab Jo frontal, membuat yang lain tertawa terbahak-bahak
" Kita tunggu dan lihat aja apa hasilnya nanti,dan kalian siap-siap untuk patungan Alexander residents" ucap Erick tiba-tiba
" Kalau Aby kalah apa rencana Lo?" tanya Amar menyelidiki
" Gue bakal ajak dia nikah langsung sama gue, dan apapun yang jadi jaminan nya ambil semua untuk kalian" jawab Erick serius, membuat yang lain langsung melongo mendengar jawaban Erick
"Yakin Lo?" tanya Amar terkejut
" Hemm, dia lebih penting daripada itu semua" jawab Erick pasti,tanpa mereka sadari sesil yang tadinya untuk menerima panggilan telepon dari orang tuanya mendengar semua nya,dan tanpa disengaja matanya melihat sosok Billa, gadis cantik yang pernah ia lihat fotonya di layar handphone Aby beberapa hari lalu saat ia minta balikan sama pria tampan tersebut dan dengan tegas Abi menolaknya dengan alasan kedua orang tuanya sudah menjodohkan dirinya dengan seseorang
Sesil tersenyum smirk saat melihat Billa yang ternyata masih anak SMA dan dapat di pastikan gadis seusia Billa pasti masih berfikiran labil sehingga dapat ia singkirkan dengan sangat mudah, walaupun hati kecilnya mengakui kecantikan Billa ga bisa di remehkan, apalagi saat Aby mengatakan meminta waktu satu Minggu, membuat sesil semakin penasaran apa yang akan Aby lakukan
Waktu terus berjalan tanpa bisa dicegah, satu Minggu hampir berlalu, besok adalah hari para siswa kelas 12 melihat pengumuman hasil ujian kelulusan mereka, dan hari Billa akan memberikan jawaban pada Abrar,Billa dan kedua sahabatnya sudah mempersiapkan diri mereka untuk berangkat ke negara tujuan masing-masing, Billa sudah mengambil keputusan untuk lepas dari keduanya,ia hanya ingin fokus dengan tujuan nya saat ini, dengan melepas Abrar dan Aby maka ia akan pergi menjauh dari mereka
Dan rencananya ia juga akan bicara pada Aby secepatnya, karena satu Minggu setelah hasil kelulusan di umumkan maka ia dan kedua sahabatnya harus segera berangkat ke negara tujuan mereka, tapi sudah hampir satu Minggu Aby tidak pulang ke apartemen tersebut,ingin menghubungi nya tapi Billa gak punya no handphone Aby,ia ingin mengatakan keputusan nya yang ingin melanjutkan pendidikan nya ke Paris dan meminta pada Aby agar segera mengakhiri kontrak mereka, mengingat pernikahan mereka hanya pernikahan siri,itu yang Billa tau
Billa sedang bersiap untuk berangkat ke rumah sang mertua,sudah dua Minggu ia tidak menginap di rumah megah tersebut dan tadi pagi bik Atik menelfon nya mengatakan bahwa tuan muda mereka memerintahkan untuk menghubungi Billa dan mengatakan malam ini Billa akan kesana karena kata sang mertua mungkin Minggu depan beliau akan kembali ke Indonesia, karena pekerjaan sang papi mertua sudah hampir rampung
Dan Billa langsung mengiyakan ucapan bik Atik, karena ia berharap semoga Aby juga pulang ke rumah orang tuanya, dengan begitu Billa bisa menyampaikan keinginannya pada Aby
__ADS_1
Setelah merasa cukup dengan segala persiapan nya Billa langsung turun dari apartemen,ia memutuskan untuk menunggu jemputan nya di lobby apartemen tersebut, ia ingin menikmati hari-hari terakhir nya di tempat tersebut dan juga di rumah megah sang mertua
" Maaf non nunggu" ucap sang supir saat berada di depan Billa
" Ngak kok pak, Billa aja yang kecepatan" jawab Billa sambil sedikit bercanda
Sang supir mulai melakukan mobilnya meninggalkan apartemen mewah sang tuan muda dan menuju kediaman keluarga Alexander
" Mau langsung ke rumah atau mau singgah di suatu tempat?" tanya pak Harto sang supir
" Langsung ke rumah aja pak" jawab Billa sopan dan dijawab dengan anggukan kepala oleh sang supir
Hampir tiga puluh menit perjalanan akhirnya mobil yang membawa Billa berhenti di depan pintu mansion mewah nan megah milik keluarga Alexander, Billa langsung turun saat melihat bik Atik sudah menunggunya di depan pintu utama, dengan senyuman ramah Billa langsung menyalami art yang sudah tidak muda lagi itu
" Bibik sehat?" tanya Billa sopan
" Alhamdulillah non.. seperti biasanya" jawab bik Atik tak kalah ramahnya
" Non Billa mau makan apa biar bibi buatkan " tanya bik Atik
" Ga usah bik, Billa udah makan ko,mau langsung istirahat aja,maaf ya bik" jawab Billa sopan
" Oh ia non ga pa pa kok, non langsung ke kamar aja, udah bibik beresin tadi, kalo perlu sesuatu bilang aja ke bibik" jawab bik Atik sopan
" Ia non silahkan " jawab bik Atik
Billa langsung menapaki tangga satu demi satu, hatinya gelisah,ia langsung menuju kamar Aby, perlahan ia membuka pintu dan mulai memasuki kamar tersebut,aroma maskulin khas Aby yang pertama tercium di Indra penciuman nya, Billa ga tau kalau sudah beberapa hari terakhir Aby selalu pulang ke rumah utama
Setelah membersihkan wajah dan gosok gigi, seperti biasanya Billa memakai perawatan nya karena ia sudah shalat sebelum berangkat dari apartemen, seperti biasanya Billa langsung mengambil selimut dan bantal lalu menuju sofa, karena belum bisa tertidur ia menyalakan TV berukuran 40 inc yang terdapat di kamar mewah tersebut
Ceklek..
Suara pintu kamar tersebut terbuka, Billa langsung melihat kearah pintu dan ternyata Aby yang datang, keduanya saling bertatapan mata sesaat dan Billa langsung menundukkan wajahnya ia kembali menatap layar televisi
Sedangkan Aby langsung menuju kamar mandi, beberapa menit kemudian Aby keluar hanya dengan handuk kecil yang melilit sebatas pusat hingga lutut, menampakkan dada bidang dan perut sispax nya, Billa benar-benar tidak berani menatap ke arah nya
Setelah memakai baju kaos putih dan celana selutut Aby langsung menuju ranjang nya dengan memba laptop miliknya,ia duduk bersandar di kepala ranjang seraya memeriksa beberapa email dari asisten pribadi nya yang berada di negara xxxxx dan juga asistennya yang di Jakarta, asisten nya yang di Jakarta adalah asisten sang papi yang dipercaya mengawasi perusahaan pusat di Jakarta saat tuan Lincoln melakukan perjalanan ke negara lain
" Bisa kita bicara sebentar? ada yang ingin saya bicarakan" tanya Billa pelan dengan suara lembut nya, membuat Aby langsung mengangkat wajahnya saat mendengar suara Billa yang ternyata sudah berdiri tak jauh dari ranjang
" Mau bicara apa? tentang kuliah? kamu boleh daftar di universitas manapun yang kamu inginkan dan jurusan apa saja, kecuali satu jurusan modeling" jawab Aby masih melanjutkan pekerjaannya,Ada yang beda yaitu cara Aby berbicara, biasanya ia menggunakan kata Lo gue
" Bukan.. tentang kuliah aku sudah memutuskan nya akan kuliah dimana dan mengambil jurusan apa" jawab Billa
__ADS_1
" Lalu mau bicara apa lagi? biaya? gunakan kartu yang aku kasih ke kamu" jawab Aby lagi tanpa menghentikan kegiatannya
" Bukan..soal biaya aku mendapatkan beasiswa sampai S2, tapi aku ingin bicara tentang hubungan kita...ten.." ucapan Billa langsung terhenti saat melihat Aby mengangkat wajahnya dan menatap intens wajah Billa
" Ada apa dengan hubungan kita? masih seperti biasa kan? atau kamu mau lebih?" tanya Aby ambigu
Dengan cepat Billa menggeleng " Aku- aku mau anda mengakhiri hubungan ini..kare..." ucapan Billa kembali terhenti dengan suara Aby
" Karena kekasih mu udah kembali dan kamu mau nikah sama dia..? segampang itu kamu pikir? " tanya Aby spontan dengan suara tinggi, membuat Billa sangat terkejut dan takut
" Bu-bukan itu..aku ga pernah punya pacar,aku ingin melanjutkan studi ku ke Paris dan aku sudah mengajukan semua persyaratan nya pada pihak sekolah,aku janji aku akan jelaskan sama papi dan mami jadi anda ga perlu khawatir,aku siap jika memang akan disalahkan oleh kedua orang tua anda" jawab Billa dengan wajah ketakutan nya
"kamu mau aku melepaskan kamu ? iya?" tanya Aby dengan senyuman smirk nya
" Iya.. lagi pula hubungan kita tidak seperti pasangan lain,kita berada di pilihan yang berbeda,anda juga memiliki wanita yang anda cintai,maka menikah lah dengan nya, jangan mengorbankan cinta anda hanya karena aku" jawab Billa sedikit merasa tenang,ia kira Aby sudah menyetujui usul nya
" Oke..tapi ada syaratnya " jawab Aby singkat
" Apa .? " tanya Billa semangat
" Berikan hak ku sebagai suami ... malam ini " jawab Aby lantang dan tegas
Billa langsung menggeleng kuat,ia memundurkan langkahnya pelan saat Aby bangun dari duduknya dan mulai melangkah mendekati nya
" I-itu ga mungkin..a-aku ga mau.. pernikahan kita hanya sebatas kontrak dan hanya tinggal tiga bulan lagi, please akhiri saja aku janji ga akan pernah mengganggu kehidupan kakak" mohon Billa lirih dan tanpa disadari ia mengubah panggilan nya pada Aby
" Mengakhiri semuanya? kamu yang memutuskan untuk masuk dalam kehidupan aku..maka jangan pernah berfikir untuk pergi, karena itu ga akan pernah terjadi..aku tau kamu akan pergi bersama kekasih mu kan? pria yang kamu jumpai di cafe xxxxx beberapa hari yang lalu, Muhammad Abrar Habib Al-fahrizi.. putra pertama tuan Habib Al-fahrizi yang menjabat sebagai rektor universitas Alexander,kamu mau aku memecat orang tuanya sekarang juga?" tanya Aby dengan senyuman tipis diwajahnya
" Ja-jangan lakukan itu, jangan libatkan dia dalam hubungan kita, terlebih orang tuanya, semua keputusan yang aku ambil ga ada hubungannya dengan dia" Jawab Billa tegas
" Lalu dengan siapa? Dave? atau mungkin masih ada laki-laki lain yang belum aku tau? " tanya Aby dengan wajah dingin nya
" Ga ada satu orangpun.. laki-laki atau wanita yang menjadi alasan ku, semua ini murni keinginan ku, lagi pula kontrak itu kakak yang buat, hanya saja aku ingin kita lebih cepat mengakhirinya karena aku akan melanjutkan pendidikan ku, please.. ngertiin aku " jawab Billa tegas
" Tolak beasiswa itu,aku masih sanggup membiayai pendidikan kamu sampai kemanapun yang kamu inginkan, tapi tidak dengan bercerai " ucap Aby tegas
" Tapi kenapa..? kakak egois, kakak ingin mengikatku dengan hubungan seperti ini? sedangkan kakak bebas bersama wanita manapun di luaran sana " ucap Billa lirih sambil mulai menangis
" Lalu hubungan seperti apa yang kamu inginkan? seperti ini atau lebih? ok akan aku buat hubungan yang lebih nyata antara kita agar kamu tidak lupa kalau kamu wanita yang sudah bersuami" ucap Aby serius, tangan nya dengan cepat menarik pinggang ramping Billa sehingga membuat tubuh keduanya menempel sempurna
Aby langsung menarik hijab instan Billa dan melepaskan nya, sehingga Aby dapat dengan jelas melihat wajah cantik Billa tanpa hijab, rambut panjang indah nya tergerai indah, membuat Billa langsung menunduk, sedangkan Aby benar-benar terkejut dengan apa yang ia lihat kini, istrinya bak sebuah manakin dengan warna rambut agak kemerahan alami
Aby menelan ludahnya kasar,ini pertama kalinya ia melihat Billa tanpa hijab, sungguh pemandangan yang tidak ia sangka dan begitu menggoda iman nya, gairah nya langsung timbul tanpa bisa dicegah,rasa yang belum pernah ia rasakan saat melihat wanita lain, awalnya Aby hanya ingin membuat Billa takut, tapi ia malah menginginkan sesuatu yang lebih dari wanita cantik tersebut
__ADS_1