
Pagi menjelang menyapa penduduk bumi, menandakan bahwa akan dimulainya aktifitas yang menjadi tanggung jawab mereka,hal yang sama juga terjadi pada keempat gadis cantik yang terlihat tengah bersiap untuk menjalankan kewajiban mereka sebagai dokter koas di Alexander Hospital,semua demi mendapatkan sebuah gelar Dokter dan dapat memperoleh pekerjaan dengan layak sesuai dengan keahlian mereka
"Udah bill..? susu kamu udah mau dingin loh" panggilan Mo pada Billa, gadis cantik itu memang sangat suka minum susu coklat saat pagi hari
" Ia ini udah selesai kok,maaf lama " jawab Billa yang sudah keluar dari kamarnya menuju pantry yang berada di dapur,Billa terlihat sangat cantik dengan one set rajut dan sepatu wedges berwarna putih, sederhana memang tapi justru membuat wajahnya terlihat sangat segar dan terlihat seperti gadis 17 tahunan,membuat ketiga sahabatnya tersenyum penuh makna
" Cantik banget sih sahabat aku ini,mau ketemuan sama suami ya?" ledek Mona pada Billa
" Apaan sih..." jawab Billa singkat
" Mana mungkin mau ketemuan sama suami pake baju gitu,pake lingerie dong" Ledek Kiki fulgar
" Itu kan untuk ketemuan di kamar say..." timpal Mo jahil
" Udah ngeledek nya? aku pergi duluan ya" ucap Billa geram dengan Ledekan ketiga sahabatnya,Billa meraih jas putih nya dan sebuah tas ransel sedang,ia langsung melangkah menuju pintu, membuat ketiga sahabatnya langsung tertawa terbahak-bahak seraya juga meninggalkan meja makan dan mengikuti Billa
" kok jadi tukang ngambek sih? lagi PMS atau hamil muda sih..?" ledek Mona dan Kiki bersamaan, sedangkan Billa langsung memutar bola matanya jengah dengan Ledekan kedua sahabatnya,sementara Mo hanya tersenyum melihat tingkah ketiga sahabatnya
" Jangan aneh-aneh ya dan ingat kejadian kemaren itu rahasia kita aja dan please jangan cerita ke siapapun" ucap Billa lembut
" Gila aja kita cerita ke orang lain,selain menjadi trending topik maka akan dipastikan akan mengancam keselamatan kamu dan secara otomatis kebebasan kamu akan sangat terbatas,atau bahkan mungkin kamu tidak akan lagi memiliki kebebasan " ucap Mo serius
" Entahlah aku pusing kalau mikirin hal itu, rasanya aku pengen pergi sejauh mungkin agar ga ketemu dia lagi" jawab Billa apa adanya
" Jangan bilang Lo udah berencana mau kabur lagi ya Salsabila " ucap Mona serius
" Dan jangan pernah libatkan kami kalau Lo mau lakuin hal konyol itu, karena gue yakin kak Earl pasti akan terus terusan neror kami" timpal Kiki serius
" Kalian tenang aja, untuk kali ini aku akan hadapi apapun keadaannya dan apapun yang terjadi kedepannya aku ga akan kabur kalau status aku belum jelas,aku janji" jawab Billa serius
__ADS_1
" Nah itu baru sahabat kita-kita,jangan kayak bocil yang selalu lari dari masalah atau kenyataan, walaupun kamu masih bocil tapi coba usaha tunjukkin ke suamikamu kalau kamu itu udah dewasa dan butuh keputusan yang pasti" jawab Mo bijak dengan beberapa saran untuk sahabat terbaik nya yang sudah menjadi sahabatnya selama dua tahun ini dan baru dengan Billa Mo benar-benar merasakan indahnya persahabatan dan arti sebuah kehidupan,cara menghargai waktu,uang dan jerih payah orang lain,walau pada kenyataannya mereka beda keyakinan
Keempat gadis cantik itu meninggalkan apartemen mereka dan langsung menuju Alexander Hospital, ini adalah hari pertama mereka memasuki shift pagi setelah selama satu Minggu menjalani shift malam yang terasa sangat melelahkan dan penuh dengan drama dari para dokter atau perawat
20 Menit mobil yang dikemudikan oleh Mo mulai memasuki gedung rumah sakit dan langsung menuju parkiran yang memang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit dan dikhususkan untuk para dokter dan petinggi rumah sakit tersebut
Billa dan ketiga sahabatnya berjalan beriringan memasuki lobby, kehadiran mereka selalu menjadi pusat perhatian para perawat, sesama dokter koas atau para dokter lainnya dan juga para pengunjung, terlebih untuk Salsabila,ia yang berpenampilan sangat berbeda dengan menggunakan hijab,hal yang sangat jarang ditemui di negara tersebut
" Pagi dok.." sapa beberapa perawat saat mereka bertemu di koridor
" Pagi juga " jawab ketiga sahabat Billa, sedangkan ia hanya tersenyum tipis nyaris tak terlihat
"'Pagi dokter Brayen...,pagi tuan muda hitto" sapa Mona ramah saat mereka berpapasan, sedangkan Billa hanya mengangguk dengan tersenyum lembut pada kedua pria tampan yang sama-sama mengagumi sosok Salsabila
Seperti hari-hari biasanya setiap pagi mereka akan melakukan apel pagi sebelum memulai kegiatan di rumah sakit tersebut, setelah selesai dengan apel keempat gadis cantik beserta para tenaga medis lainnya langsung menuju tempat mereka masing-masing untuk melakukan tanggung jawab mereka
Billa dan ketiga sahabatnya langsung menuju IGD untuk memulai tugas mereka sesuai dengan yang ditugaskan oleh konsulen mereka,sebelum memulai semuanya mereka terlebih dahulu memeriksa beberapa berkas yang menunjukkan berkas tentang beberapa pasien yang masih berada di ruangan Unit gawat darurat tersebut
Tanpa Billa sadari ketiga sahabatnya terus memperhatikan nya, mereka tau bahwa sahabat cantik mereka itu sedang tidak baik-baik saja, walaupun Billa terus berusaha tetap baik-baik saja dihadapan mereka,tapi mereka tau bahwa wanita cantik itu sebenarnya adalah seorang gadis yang sangat manja, tapi walaupun demikian mereka sengaja tidak menanyakan tentang perasaan Billa karena mereka tau bahwa gadis cantik itu pasti bisa menghadapi semua nya dengan hati dingin
" Kantin yuk...udah waktunya makan siang nih, mumpung lagi sepi biar bisa gantian dengan yang lain" ajak Mo pada ketiga sahabatnya
" Coba tanya dulu ke yang lain, mereka duluan yang ke kantin atau kita" ucap Billa seraya tangan nya masih terus menulis tentang keterangan beberapa pasien yang baru datang
" Oh ok.. sebentar biar aku aja yang tanya" ucap Mona yang langsung berdiri dari duduknya menuju teman yang lain
Setelah beberapa menit Mona kembali dan langsung mengajak ketiga sahabatnya menuju kantin untuk mengisi perut mereka
" Yuk.. mereka nanti katanya" ucap Mona pada ketiga sahabatnya yang memang sedang menunggu jawaban dari nya
" Ya udah yok cepetan, takutnya ada pasien darurat yang tiba-tiba muncul" ucap Kiki seraya melangkah keluar dari ruangan khusus Unit Gawat Darurat itu
__ADS_1
Keempatnya berjalan beriringan menuju kantin seraya saling ngobrol dan bercanda saling meledek kayaknya gadis seusia mereka, mereka memang termasuk koas termuda yang magang di Alexander Hospital
Kiki memilih meja yang sedikit kebelakang agar mereka lebih nyaman karena tidak terlalu terpampang,setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesanan mereka tiba dan keempatnya langsung menikmati menu pesanan mereka masing-masing diselingi dengan ngobrol ringan sekedar untuk mencairkan suasana
" Lo udah ada keputusan Billa tentang hubungan Lo dengan kak Earl?" tanya Mona tiba-tiba di sela-sela makan mereka
" Belum... pikiran aku serasa buntu dan jujur aku masih belum siap untuk ketemu dengan dia lagi,terlebih mami dan papi" jawab Billa jujur
" Sorry sebelum nya Billa.. bukannya kamu pernah bilang kalau pernikahan kalian itu hanya pernikahan siri ya? berarti gampang banget dong kalau pun kamu mau minta pisah, ngapain juga kamu harus pusing, walaupun sebaiknya coba kamu pertahankan aja dulu dan lihat gimana kedepannya baru nanti kamu putuskan harus seperti apa hubungan kalian" nasehat Mo bijak
" Gue juga setuju dengan pendapat Mo..Lo jangan gegabah dalam memutuskan masalah ini,ini bukan hanya masalah pribadi untuk Lo doang tapi juga melibatkan keluarga dan agama" jawab Kiki menimpali
" Aku ga tau harus gimana...selain aku ga tau apa mau dia,aku juga ga tau apapun tentang dia atau karakter dia yang sebenarnya,dia itu terlalu dingin untuk sikap dan terlalu tinggi derajatnya dari aku... jujur aku minder berada dalam kehidupan dia" jawab Billa lirih seraya menundukkan kepalanya
" Kamu ga perlu minder Salsabila..kamu itu cantik,pintar dan berpendidikan,dia dan keluarganya itu udah cukup tajir kalau kamu lupa jadi ga perlu mereka harus memilki pasangan yang kaya raya, kekayaan mereka aja mungkin ga akan ada habisnya dan aku yakin mereka ga akan biarin gitu aja bila ada orang yang rendahin kamu" ucap Mo lagi meyakinkan sang sahabat
" Akan aku pikirin semua nya " jawab Billa singkat dan kembali melanjutkan makannya karena mereka harus segera kembali ke ruang instalasi gawat darurat
" Jangan cuma di pikirin tapi juga di rasakan apa yang ada dalam hati Lo kedia,ingat waktu malam pertama kalian,gimana indahnya menghabiskan malam bareng orang tampan plus tajir " ucap Mona dengan sedikit menggoda Billa
" Mona... apaan sih...mesum banget" geram Billa dengan godaan Mona, sedangkan Kiki dan Mo langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Mona dan melihat wajah merah Billa karena malu
" Kok mesum...? emang kalian pernah tidur bareng layaknya suami istri kan? atau mungkin juga udah beberapa kali mel-...." ucapan Mona langsung terhenti oleh bekapan tangan Billa pada mulut sicantik Mona
" Mona..." ucap Billa geram dengan Ledekan Mona, sedangkan Mona berusaha berontak untuk melepas tangan mungil Billa yang masih membekap mulutnya
" Pfffff....ummm" berontak Mona dengan tatapan memohon seraya mengangkat kedua tangannya menandakan bahwa dirinya menyerah
" Hufff....." gila Lo ya bill...mau ngebunuh gue Lo?" ucap Mona mendramatisir
" Lebay" Ledek Billa dan kedua sahabatnya yang lain,saat bersama terkadang mereka memang sangat kekanakan dan bahkan sering tidak perduli dengan keadaan sekitar mereka, seperti saat ini mereka tidak menyadari bahwa sejak tadi sepasang mata sedang memperhatikan mereka dengan intens walaupun orang itu ga tau apa yang sedang mereka bicarakan
__ADS_1