Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
33


__ADS_3

Elang yang mendengar ucapan Erick langsung mengangkat wajahnya melihat kearah temannya tersebut dan membuat matanya ikut memandang ke arah yang menjadi bahan pembicaraan para teman-teman nya


Deg...


Jantung elang langsung berdetak kencang tanpa bisa dicegah, hatinya mencelos mendengar ucapan kekaguman dan memuja dari bibir Erick * kamu benar-benar melebihi minuman keras yang hanya akan membuat mabuk bila dinikmati, tapi kamu ... hanya dengan melihat mu saja mampu membuat mabuk segelintir orang, termasuk aku...* monolog elang dalam hati nya saat mengetahui Billa lah yang menjadi sumber pembicaraan para teman-teman nya


"Seandainya aja gue bisa jadi astronot.. gue lebih milih terbang ke hati tuh bocil dulu, baru kemudian gue terbang ke bulan..wkwkwk" tambah Jo dengan bahasa fulgar nya, membuat Amar dan Zidan langsung tertawa terbahak-bahak


" Ngayal Lo ketinggian bro..ini nih si Erick aja di kacangin.. apalagi kita-kita yang cuma sempengan gini, yang beruntung itu Dave..tuh bocah diam-diam udah Deket aja ma si bocil cantik,tapi ni ya gue penasaran gimana kalau Aby yang deketin..?, apalagi kayak nya saingan juga nambah" ucap Zidan semangat, membuat yang lain langsung menatapnya


" Lo bener bro...gue juga sedikit ngerasa aneh ma tuh anak.. tumben dia ga ngasih jawaban tentang tawaran taruhan dari kita,ga kayak biasanya" tambah Amar serius


" Mungkin dia udah Bucin ma sesil,si model seksi itu" jawab Jo frontal


" Ga yakin gue.. kayak nya kemaren Aby mutusin tuh cewek..apa udah tobat ya tuh anak " jawab Zidan, mengingat semalam Aby mengajak nya menemui sesil di salah satu club ternama di Jakarta dan ia mengatakan pada Zidan ingin mengakhiri hubungan nya dengan sesil,maka dari itu ia menggunakan kesempatan saat sesil sedang nongkrong bareng beberapa teman lelakinya dan menjadikan hal tersebut sebagai alasannya


" Hah...yakin Lo dia mutusin model seksi itu? Gilak tuh anak..mau cari yang kayak gimana lagi coba?" jawab Jo heboh


" Yang kayak gitu ... mungkin " ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di belakang mereka seraya tangan nya menunjuk ke arah Billa,Dave yang baru datang sedikit terkejut saat melihat Billa ada di cafe tersebut,tapi terkejutnya hilang saat melihat Billa bersama Mona dan dua adik didik mereka, dan Dave langsung menuju meja temannya yang lain yang ternyata sedang membicarakan Aby yang juga tentang Billa


" Yakin Lo bakal baik-baik aja?" tanya Jo spontan


" Selama dia ga disakiti dan dia bahagia..gue akan ikhlas siapa pun yang miliki dia nantinya" jawab Dave serius dan terdengar sangat yakin


" Kalau pun tidak mungkin setidaknya kita pernah berharap


kalaupun harapan tidak sampai


setidaknya ada kenangan yang tersimpan dalam ingatan..


Cuma itu harapan gue saat gue mutusin buat jadi temennya, dari pada gue harus terus berharap lebih " ucap Dave seraya tersenyum melihat ke arah Billa


" Hebat Lo bro..salut gue sama cara berfikir Lo" ucap Amar tulus dan dijawab dengan acungan jempol oleh yang lain, sedangkan Dave hanya mengangguk tanpa menjawab pujian dari mereka


Tanpa yang lain tau dan Dave juga tidak berniat untuk menceritakan pada yang lain, tentang apa yang beberapa kali ia lihat tentang Billa dan Aby, pertama saat pulang dari panti beberapa bulan lalu setelah Dave mengantarkan Billa ia langsung pergi, tapi ada ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Billa membuat ia kembali ke rumah Billa beberapa waktu kemudian dan saat itu dengan jelas ia melihat Billa masuk ke dalam mobil Aby dan saat ia mengikuti mereka ternyata aby membawa Billa ke mansion keluarga nya


Dan beberapa bulan kemudian saat ia datang ke rumah Billa setelah Maghrib, saat itu ia ingin mengantarkan oleh-oleh untuk Billa dari bundanya yang baru pulang dari menjenguk kakak laki-laki Dave di negara xxxxx , tapi rumah Billa kosong dan tengganya mengatakan kalau malam Billa pulang ke rumah saudaranya yang terlihat sangat kaya


Dan esok nya Dave melihat Billa di sekolah diantar dengan mobil mewah milik keluarga Alexander , lagi-lagi Dave semakin penasaran


Terakhir beberapa Minggu lalu,secara tidak sengaja Dave melihat Billa memasuki sebuah apartemen yang sangat mewah,Dave yang baru saja selesai mengerjakan tugas kampus nya melihat Billa dan langsung bertanya pada satpam Billa di kamar berapa dan lantai berapa, satpam menyebutkan apa yang Dave tanya,tapi dengan sangat tegas satpam tersebut mengatakan tidak mengizinkan siapa pun datang ke unit tersebut atas perintah Aby kecuali keluarga Alexander atau orang kepercayaan keluarga mereka, atau orang yang sudah ada izin dari Aby

__ADS_1


Disitu Dave semakin penasaran dan ingin bertanya pada Billa, tapi ia belum memiliki waktu yang tepat untuk bisa mengajak gadis cantik tersebut bicara empat mata dengan nya, terlebih dalam bulan ini Dave juga sibuk dengan kuliah nya dan juga kakak laki-lakinya akan kembali dari study nya di luar negeri


Saat semua dari mereka sedang asyik dengan lamunannya masing-masing, tanpa mereka sadari gadis cantik yang menjadi topik menarik perbincangan mereka barusan telah berada di hadapan mereka


" Permisi... boleh kah saya meminta waktunya sebentar...saya dan teman-teman ingin menawarkan beberapa jenis bunga ini.. mungkin diantara tuan-tuan ada yang berminat.." ucap Billa sopan dengan senyuman dibalik masker nya,ia menyapa mereka dengan bahasa formal, walaupun ia sudah mengenal mereka, tapi karena Billa sangat tau siapa Dave dan teman-temannya, membuat Billa sedikit merasa canggung, walaupun dimeja tersebut terdapat beberapa teman wanita mereka, yang Billa juga sudah mengenal mereka beberapa tahun lalu


" Oh tentu... untuk wanita secantik Lo..mana mungkin kita bisa nolak, terutama gue.. hehehe,bunga nya cantik tapi masih kalah sama yang jual " jawab Jo dengan gombalan maut nya, Billa hanya tersenyum tipis mendengar candaan Jo, sedangkan Mona berusaha untuk menahan tawanya, karena ia tau bahwa Billa tidak terlalu suka berurusan dengan para anak Sultan tersebut, entah mengapa Mona tak tahu, karena Billa tidak pernah menjawab pertanyaan Mona tentang Aby and the gank


" Anda bisa aja tuan.. cantik itu relatif,saya hanya patung Tuhan.. dan mungkin juga ada beberapa oknum menganggap saya seperti sebuah barang atau patung yang akan menjadi mainan yang menarik untuk orang -orang tersebut.. bagaimana tuan apakah berminat dengan bunga-bunga ini? tanya Billa setelah menjawab gombalan dari Jo, Billa sengaja menyindir para anak Sultan tersebut karena pernah menjadikan dirinya sebagai objek taruhan mereka


Glek..


Erick langsung menelan kasar ludahnya, pasalnya ia yang membuat taruhan tersebut dan parah nya masih berlaku sampai detik itu,sama halnya dengan yang lainnya yang sangat terkejut dengan ucapan Billa yang memang penuh dengan teka-teki tersebut, mereka saling menatap satu sama lainnya


" Gue mau semuanya... berapa?" tanya elang tiba-tiba


" Oh boleh... sebentar ya saya hitung dulu..." jawab Billa yang tetap terlihat sopan dan ramah,tanpa menunjukkan reaksi terkejut karena elang membeli semua bunga nya,elang mengangguk


" Kok Lo borong semua si bro..? gue juga mau kali.." omel Amar pada elang, pasalnya ia ingin memberikan bunga untuk salah satu teman wanita mereka yang ada di meja tersebut


" Gue mau kasih buat seseorang" jawab elang santai, tanpa perduli dengan wajah cemberut nya Amar


"Kalau mau masih banyak kok di toko,saya bisa ambilkan setelah ini" potong Billa ditengah Omelan Amar


" Ini tuan.. totalnya 650 Ribu rupiah dan tolong menggunakan uang cash " ucap Billa setelah selesai menghitung jumlah tangkai bunga di keranjang nya


" Ya...ini uang nya dan kembaliannya buat kamu aja" ucap elang lembut sambil meraih tersebut dari tangan Billa


" Terimakasih banyak tuan,tapi maaf sisanya akan saya masukkan dalam jumlah penyumbang dana untuk acara penggalangan dana yang kami adakan ini, semoga Tuhan membalas kebaikan anda" ucap Billa sopan


" Lo jadi buat acara penggalangan dana bareng adek-adek? kok nggak ngajakin gue?" tanya Dave tiba-tiba dengan wajah sedikit kecewa


" Alhamdulillah jadi kak... sorry bukan nya ga mau ngajakin kakak,tapi kami tau akhir -akhir ini kayak nya kakak tuh sibuk banget,dan kami putuskan untuk ga akan ganggu kesibukan kakak" jawab Billa pada Dave


" Untuk tuan..." pertanyaan Billa terpotong oleh Amar


" Amar... panggil aja Amar..gue tunggu bunganya" ucap Amar pada Billa


" Oh Amar ya..saya panggil kakak aja ya..mau bunga yang seperti apa? mau yang pertangkai atau buket?" tanya Billa sopan


" Buket aja..lili putih dicampur dengan mawar merah di tengahnya ya" pesan Amar

__ADS_1


" Oh ok akan saya antar segera..permisi" ucap Billa sopan dan langsung membalikkan badannya


DEG...


Jantung Billa seakan berhenti berdetak, tubuhnya kaku saat secara tidak sengaja matanya melihat ke arah ruangan VVIP yang berdinding kaca transparan,ia melihat Aby yang duduk dengan seorang wanita cantik dengan penampilan elegan, keduanya terlihat sedang berbicara serius, dan secara bersamaan Aby juga menatap ke arah Billa, dengan segera Billa menundukkan wajahnya, ia langsung melangkah meninggalkan tempat tersebut


* Ternyata itu yang dikatakan rekan bisnis oleh nya, kenapa harus bohong sih ? termasuk sama mami* batin Billa, hatinya mencelos melihat pemandangan itu, entah mengapa hati kecilnya seakan kecewa saat melihat Aby dengan wanita lain dan ia merasa dibohongi oleh pria yang berstatus suami nya tersebut


Tanpa Billa tau bahwa Aby benar-benar sedang melakukan meeting bersama klien nya, sesuai dengan yang ia katakan pagi tadi,tapi saat Billa melihat nya tadi, kebetulan sekali asistennya sedang ke toilet dan klien nya sedang mengangkat telepon jadi menggeser duduknya sedikit menjauh dari Aby, sehingga yang tinggal di meja tersebut Aby dan sekretaris kliennya tersebut yang memang seorang wanita, dan pada saat itu mereka sudah selesai meeting hanya menunggu Aby yang harus menandatangani kontrak kerja sama mereka


Billa langsung meninggalkan cafe dan menuju Dona florist untuk mengambil pesanan Amar dan beberapa bunga lagi karena keranjang nya sudah kosong, Mona dan kedua adik didik mereka ia minta untuk menunggu dicafe tersebut


Setelah mendapatkan bunga pesanan Amar dan keranjangnya juga sudah terisi penuh dengan berbagai jenis bunga lainnya, Billa langsung kembali menuju cafe dimana yang lain menunggunya, walaupun sebenarnya hatinya merasa berat untuk kembali ke tempat tersebut setelah melihat keberadaan aby disana


Dengan berusaha tetap semangat Billa langsung memasuki cafe dan melangkah menuju meja yang terdapat Amar and the gank.. tapi tiba-tiba langkah nya terhenti saat melihat Aby berada di meja yang sama dengan Amar dan yang lainnya, cepat-cepat Billa menormalkan ekspresi wajahnya agar terlihat biasa saja, untungnya ia mengenakan masker, dan semua itu tidak luput dari perhatian Dave


Perlahan Billa mendekati meja tersebut dengan jantung yang berdetak kencang,ada rasa takut kalau tiba-tiba Aby marah melihat nya ditempat itu, tapi ia kembali mengingat perjanjian mereka yang tidak akan ikut campur urusan pribadi masing-masing dan tidak saling mengenal saat diluar


"I- ini pesanan nya kak...250 ribu" ucap Billa gugup


Aby yang sedang sibuk dengan ponselnya dan tidak menyadari kehadiran Billa di meja tersebut langsung mengangkat wajahnya saat mendengar suara Billa yang berdiri tepat di hadapannya, mereka hanya terhalang oleh meja,Aby menatap intens wajah Billa yang terus menunduk, sedangkan Dave diam-diam terus memperhatikan gerak gerik keduanya dengan ekor matanya


" Oh Ok..ini uang nya dan sisanya Lo gabung aja dengan punya elang tadi untuk penggalangan dana yang Lo maksud " ucap Amar seraya menyerahkan tiga lembar uang seratus ribuan


" Ia kak terimakasih banyak atas donasi nya, semoga bermanfaat untuk mereka,saya permisi " ucap Billa sopan dan hendak membalikkan badannya


" Tunggu.." ucap elang pelan dengan suara dingin


" Ia tuan..ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Billa sopan


" Ini untuk kamu" ucap elang santai seraya menyerahkan bunga yang tadi ia beli dari Billa


" Eh.. untuk?" tanya Billa bingung


" Ya untuk kamu dari saya" ucap elang santai


" Maksudnya?" tanya Billa yang masih bingung dengan kelakuan elang, gadis cantik itu beberapa kali mengerjabkan matanya, sehingga membuat gemas yang melihat nya


" Bunga ini sengaja saya beli buat kamu, bukan kah kamu sangat menyukai bunga? jadi ambillah" ucap elang lembut


Tangan Billa terulur untuk meraih bunga yang elang berikan pada nya, tanpa sengaja matanya melihat ke arah Aby yang sedang menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan, tanpa Billa tau Aby sudah menggenggam erat handphone ditangan nya dan hatinya bergemuruh emosi, entah mengapa ingin rasanya Aby menarik tangan Billa dan membawanya pulang

__ADS_1


" Terimakasih" ucap Billa singkat saat sudah menerima bunga dari elang, dan di jawab dengan anggukan kepala serta sebuah senyuman tipis oleh elang, sedangkan Erick terdiam tanpa kata,ia masih mengingat ucapan Billa saat mengatakan bahwa ada beberapa orang yang menganggap nya sebagai barang,hal itu membuat nyali Erick seakan menciut


__ADS_2