Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
61


__ADS_3

Billa memasuki pintu unit apartemen nya dengan langkah sedikit gontai,ia sangat lelah dan ingin langsung tidur,mo pulang ke rumah orang tuanya, sedangkan Mona dan Kiki mungkin sudah tertidur karena sudah menunjukkan pukul 23.00, mereka mendapat jadwal pagi di klinik milik keluarga mo karena jadwal kuliah mereka siang, sedangkan Billa harus mengikuti kuliahnya dari pagi hingga hampir sore, sehingga dengan terpaksa ia harus bertugas di klinik saat malam hari, tapi itu semua tidak membuat Billa mengeluh ia tetap berusaha untuk tersenyum dan bahagia


Hari berlalu berganti bulan dan beberapa hari lagi keempat mahasiswi cantik itu akan memulai koas mereka di sebuah rumah sakit terbaik di negara tersebut dan Brayen lah yang akan menjadi konsulen mereka


Huffff


Billa menghela nafasnya berat, tubuhnya sangat lelah dan ingin langsung tidur saat melihat ranjang empuknya, tapi dengan sisa tenaganya ia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian untuk tidur, mengambil jurus cepat, akhirnya gadis cantik itu selesai dengan rutinitas malam nya sebelum tidur setelah 20 menit kemudian


" Alhamdulillah ya Allah... akhirnya bisa tidur juga...hufff capek nya" ucap Billa bermonolog sendiri setelah merebahkan tubuhnya di atas ranjang mini miliknya,ia melihat ranjang di sebelah nya kosong karena mo pulang ke rumah keluarga nya


Billa memejamkan matanya agar langsung tertidur, tapi beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu kamar nya bersamaan dengan suara kedua sahabatnya yang memanggil namanya


Tok tok tok....


" Billa...billl...Lo udah tidur ya" tanya Mona dan Kiki seraya mengetuk pintu


" Masuk aja ga di kunci kok" jawab Billa dari dalam,ia. masih dalam posisi rebahan di kasur mini miliknya, rasanya ia sangat malas untuk bangun


" Lo udah tidur..? kok malem banget pulang nya..? kencan ya sama dokter tampan?" tanya Kiki dan diangguki oleh Mona, mereka tidak pernah menyebutkan nama Brayen saat berbicara tentang pria tampan tersebut, karena di kampus,klinik dan rumah sakit orang-orang menjulukinya sebagai Dokter tampan tapi galak , membuat keempat gadis cantik itu ikutan memanggilnya dengan sebutan itu


" Banyak banget pasien di klinik... biasalah jadwalnya para model dan artis melakukan perawatan kecantikan dan konsultasi dengan mama" jawab Billa singkat dan masih menutup matanya


" Kirain kencan" goda Kiki dan mona


" Hehehe... jangan ngawur deh ya..." jawab Billa santai

__ADS_1


" Kok ngawur sih..? wajar aja kali doi single dan Lo juga sama, terlebih dia tau fakta tentang masa lalu Lo dan dia juga fine-fine aja" jawab Mona seraya mendudukkan dirinya di atas ranjang milik Moana


" Is bill kenapa ga Lo coba aja bill" tambah Kiki


" Emang yang berhubungan dengan hati bisa gitu di coba-coba? aku ga mau kalau pada akhirnya kak Brayen tersakiti" jawab Billa dengan mats yang masih terpejam


" Bill... sebelumnya sorry banget ya.... sebenarnya siapa sih cowok yang Lo bilang pernah nikahin Lo ? kenapa Lo ga pernah cerita ke kita..? sampai semua kejadian di Paris waktu itu, mungkin Lo ga bakal cerita ke kita tentang semua itu, dan kenapa sih lo rahasiain banget identitas dia?" tanya Mona yang memang sudah sangat penasaran


Billa masih memejamkan matanya dan setitik bening mengalir di pelipis matanya,hal itu tidak luput dari perhatian kedua sahabatnya, itulah yang membuat ketiga sahabat nya tidak tega untuk menanyakan tentang kebenaran status billa dan identitas pria yang pernah menjadi suami nya tersebut


" Sorry... kalau memang pertanyaan kami nyakitin hati Lo...ga usah Lo jawab...demi Tuhan kami sebagai sahabat ga suka liat Lo yang sekarang yang seakan ga ada waktu sekedar untuk happy - happy nikmati masa muda Lo, yang ada Lo terus belajar,kerja dan mengurung diri di apartemen ini,mana Salsabila kami yang selalu ceria? itu semua udah hilang dari Lo" ucap Mona serius saat melihat air mata Billa mengalir membasahi pipinya


" Atau mungkin itu kak Dave?" tanya Kiki tiba-tiba karena sejak Billa pindah kuliah ke negara tersebut dan mereka kembali bersama belum pernah sekalipun mereka melihat Billa berkomunikasi dengan Dave, bahkan Billa mengganti nomor ponselnya dan ia juga berpesan agar mereka tidak mengatakan apapun dan pada siapapun tentang keberadaan dirinya di negara tersebut


" Sejak kapan kalian mikir kak Dave yang pernah jadi suami aku?" tanya Billa


" Bukan kak Dave, seandainya dia... mungkin aku ga akan ninggalin Indonesia, walaupun aku ga memiliki rasa untuk nya selain dari teman, tapi dengan sikap baik, lembut, perhatian dan penyayang nya, mungkin ga akan sulit untuk aku mencintai nya" jawab Billa apa adanya


" Itu artinya Lo ga ada rasa apapun ke kak Dave..? kalau para temennya yang lain gimana? secara kan mereka itu semuanya tampan dan tajir,apalagi si tuan muda dingin itu.. sulit deh rasanya untuk ga terpesona dengan ketampanannya " goda Mona


" Ga ada rasa-rasa...genit banget sih... udah ya..stop bahas tentang mereka.. okay..aku capek, ngantuk..mau tidur" jawab Billa singkat dan kembali memejamkan matanya, hatinya masih belum sanggup menceritakan tentang Aby atau tentang hubungan mereka yang sebenarnya


Mona dan Kiki langsung saling pandang, keduanya merasa ada kejanggalan pada Billa, setiap mereka bercerita tentang Erick and the gank atau tentang Aby serta para sahabatnya maka reaksi wajah Billa akan langsung terlihat berubah, bahkan sering terlihat sendu dan selalu berusaha untuk menghindari semua yang menyangkut tentang mereka


" Ya udah deh.. karena Lo udah ngantuk, kami juga mau tidur,Lo tidur yang nyenyak ya,dan ingat... cobalah buka hati Lo untuk orang lain,ga mungkin selamanya Lo akan hidup sendiri terus,kita semua pada akhirnya pasti akan memiliki kehidupan masing-masing dan sebuah keluarga,jadi ... please...lupain semuanya,udah dua tahun kan,Lo juga berhak bahagia,kami sayang banget sama Lo" ucap Kiki seraya mengusap lembut punggung Billa yang tidur dengan posisi miring

__ADS_1


" Thanks" jawab Billa singkat tanpa membuka matanya, rasanya ia tidak akan pernah bisa melupakan semua yang terjadi antara dirinya dan Aby,entah mengapa ia juga benci itu,ia juga ingin bisa menikmati hidupnya tanpa ada bayangan masa lalu bersama Aby


Mona dan Kiki melangkah meninggalkan kamar Billa, menutup pintu kamar tersebut secara perlahan agar tidak menggangu sang pemilik kamar, walaupun mereka tau sang sahabat belum tidur, tapi mereka juga tau bahwa sahabat cantik mereka itu sedang dalam mood yang sangat tidak baik


" Sumpah gue penasaran banget sama cowok yang bikin Billa berubah hampir seratus persen" ucap Mona pada Kiki


" Sama...gue juga penasaran banget,siapasih tu cowok,tapi yang jelas bukan orang sembarangan, karena gue pernah liat Billa di antar sama supir dengan mobil mewah buatan Eropa gitu,pas gue tanya katanya itu mobil kerabatnya" jawab Kiki yang juga sangat penasaran tentang pria masa lalu Billa yang bisa tersimpan begitu rapi


" Rasanya kalau ketemu ma tuh orang pengen langsung gue hajar habis-habisan,biar tau rasa dia udah buat sahabat kita hidup tapi seperti mati" tambah Mona serius


" Yups gue setuju banget dengan rencana Lo" timpal Kiki


Kedua gadis cantik itu masih menggerutu sampai saat mereka berada di dalam kamar tujuan mereka, keduanya memang sangat menyayangi Billa, persahabatan mereka memang tidak hanya sekedar sahabat saja,tapi lebih ke persaudaraan dan mereka menganggap Billa adik mereka, karena Billa yang paling muda di antara mereka


Jika dua gadis cantik Mona dan Kiki masih ngomel dengan orang yang bahkan mereka belum tau siapa dan seperti apa wajah orang yang mereka omeli,entah apa yang akan terjadi saat mereka tau dan melihat atau bertemu dengan orang yang telah membuat sahabat cantik mereka selalu terlihat murung


Berbeda lagi dengan sang topik pembicaraan,Billa mendudukkan tubuhnya bersandar di kepala ranjang,air matanya masih mengalir membasahi pipi mulusnya, sesekali ia mengusap pelan tapi sulit untuk nya menghentikan air matanya, matanya menatap kosong ke arah jendela kamar milik nya,hampa itu yang ia rasakan


" Tuhan bantu hamba untuk melupakan dia...kenapa begitu sakit saat hamba memaksakan hati ini untuk melupakan dia dan menerima nama lain,hamba mohon Bahagiakan lah dia bersama pilihan nya, janganlah Engkau pertemukan kami di saat hati hamba belum siap untuk bertemu dengan nya "


Doa Billa di hampir setiap sepertiga malamnya saat ia terbangun untuk melakukan Shalat malam atau setiap sebelum ia tidur seperti malam ini, karena sampai tengah malam ia masih belum bisa tertidur,jika dulu saat sekolah ia selalu menuliskan isi hatinya dalam buku Diary miliknya,tapi sejak meninggalkan Indonesia dan juga buku diary nya,Billa tidak pernah lagi mau menulis cerita tentang hidupnya dalam sebuah buku, karena itu akan membuat ia kembali mengingat semual saat ia membuka buku tersebut, itulah yang Billa pikirkan,tapi ternyata tetap saja ia belum bisa melupakan semua kenangan tentang masa lalunya


Billa meraih handphone miliknya,mencoba mencari informasi tentang rumah sakit yang akan ia pilih untuk pendidikan koas nya yang hanya tinggal beberapa Minggu lagi,itu ia lakukan untuk mengalihkan perasaannya yang sedang tidak baik-baik saja


Lama Billa tenggelam dalam dunia sosial media dalam handphone nya, akhirnya gadis cantik itu tertidur pulas mengarungi dunia mimpi dan untuk sesaat ia akan melupakan semua beban yang terus berkubang dalam hati nya, sehingga membuat ia seakan terbelenggu oleh semua masa lalu yang ayah nya ciptakan untuk nya, yang katanya akan membuat ia bahagia dengan keputusan para orang tua,tanpa tau bahwa keputusan itu membuat keduanya sangat tersakiti

__ADS_1


Hal yang sama juga terjadi pada dua gadis cantik yang berada di kamar sebelah nya,Mona dan Kiki juga sudah tertidur pulas setelah saling mengeluarkan unek-unek mereka dan mencoba mencari solusi tentang keadaan Salsabila, walaupun akhirnya keduanya tetap saja belum menemukan titik terang untuk masalah sahabat cantik mereka


__ADS_2