Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
53


__ADS_3

Dijakarta disebuah cafe elite Aby sudah duduk menunggu Erick and the gank serta para sahabatnya,masih sekitar 20 menit lagi waktu yang mereka janjikan,tapi Aby sudah lebih dulu datang, karena rasa tak sabarnya untuk mendapatkan jawaban yang ia inginkan


" Yang lain belum datang?" tanya Niko ya baru datang


" Belum" jawab Aby singkat dan masih fokus pada handphone ditangan nya


" Tumben banget Lo datang paling awal,ga biasanya?" tanya Niko spontan saat melihat Aby yang sudah menghabiskan hampir satu gelas jus yang ada di hadapannya


Aby tidak menjawab ia hanya menggidikkan bahunya cuek, seakan ga perduli dengan ucapan serta tatapan tanda tanya dari Niko, yang kini ada dalam benak nya adalah ingin bertanya pada mereka semua dari mana Billa tau tentang taruhan mereka


Tak berselang lama akhirnya yang lainnya datang juga, walaupun sedikit heran melihat Aby yang sudah datang, karena itu dilusr kebiasaan pria tampan tersebut, tapi tidak satupun dari mereka yang bertanya mengingat sikap Aby saat di kampus pagi tadi yang terlihat sangat tidak bersahabat, hanya Niko tadi yang bertanya sekedar untuk mencairkan suasana


Semuanya masih terdiam setelah memesan beberapa menu cemilan dan minuman segar atau kopi,Aby terlihat beberapa kali mengaduk- aduk gelas yang berisi sisa jus milik nya, sedangkan yang lainnya terlihat lebih banyak diam dan tidak terlalu banyak mengobrol


" Siapa aja yang datang ke apartemen gue saat ketemu dia?" tanya Aby dingin


" Maksud Lo salsa?" tanya Erick


" Ya...salsabilla Aulia" jawab Aby singkat


" kita semua.. emang kenapa? ada yang kurang?" tanya Amar serius,Aby menggeleng mendengar pertanyaan dari Amar


" Siapa yang bilang ke dia tentang taruhan itu?" tanya Aby tegas, membuat yang lain nya terdiam mengingat kembali tentang hari mereka menjumpai Billa di apartemen mewah milik keluarga Alexander


" Seingat gue kita-kita ga ada yang bahas tentang taruhan itu, bahkan ngobrol juga ga sama tuh bocil, apalagi masuk, sumpah tu bocil ga ada basa basi nya dikit pun,untung cantik " jawab Zidan jujur dan langsung di angguki oleh yang lain nya


" Zidan bener...kami ga samasekali ngobrol sama doi, kita-kita cuma ngasih kunci and buku hitam mobil plus sertifikat kepemilikan unit apartemen sesuai dengan perjanjian kita, semua nya kami taruh dalam amplop coklat,kami cuma bilang amplop itu Lo yang suruh kasih ke dia,cuma itu doang ga lebih " jawab Jo menambahkan dan lagi-lagi yang lain hanya mengangguk


" Tapi dia tau tentang taruhan itu " jawab Aby dingin


" Lo ngomong apa Lang sama dia setelah kita ngasi tu amplop?" tanya Erick tiba-tiba, karena ia memang tau saat mereka semua pergi, elang mendekati Billa dan berbicara sesuatu yang terlihat serius, pertanyaan Erick langsung membuat yang lain menatap Elang


" Maksud Lo? Lo mau nuduh gue yang ngomong itu ke dia? gue ga sejahat dan sepicik itu..buat nyakitin hati dia" jawab Elang tegas


" Gue percaya ... karena gue tau Lo suka sama dia " ucap Amar tiba-tiba, membuat wajah elang merah karena malu, sedangkan wajah Aby merah karena menahan emosi saat mendengar sahabatnya menyukai istrinya


" Ya gue memang suka sama dia dan gue ga akan pernah nyakitin hati wanita yang gue cintai" jawab Elang jujur, semakin membuat Aby emosi termasuk Erick, sedangkan Dave ia bisa lebih sedikit Santai


" Trus Lo ngomong apa ke dia?" tanya Erick penasaran


" Yang pasti itu ga ada hubungannya dengan taruhan kita,lagian ngapain juga Lo pusing sih by? toh kita emang taruhan dan Lo juga ga serius kan sama dia? cepat atau lambat bakal Lo putusin juga kan? lagian kata Dave dia udah ngelanjutin kuliahnya ke LN, cukup membantu Lo kan,ga perlu repot-repot cari alasan buat putus" jawab elang santai , sedangkan Aby langsung menatap wajah elang dengan tatapan mematikan


" Lo pikir sesederhana itu? ga perlu gue jelasin kalian pasti tau dalam foto itu dia ada di mana" jawab Aby emosi

__ADS_1


" Ya kami tau di kamar pribadi Lo di mansion utama keluarga Lo" jawab Zidan spontan tanpa menyadari bahwa ucapan nya itu langsung menyulut emosi Erick, Elang dan Dave


" Tunggu... Jangan bilang Lo udah....????" ceplos Jo spontan seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya serta mata yang sudah melotot sempurna


" Earl Lo...Lo ML dia?" Tanya Erick dan Elang bersamaan pada Aby dengan suara lirih, sedangkan Dave langsung mengepalkan tangannya di bawah meja


Aby terdiam,ia tidak ingin menjawab pertanyaan mereka, baginya itu urusan pribadi nya dengan sang istri dan mereka tidak berhak untuk protes


" By...Lo..?" tanya Zidan serius dan Aby masih diam


" JAWAB BRENGXXX" ucap Dave tiba-tiba dengan suara keras seraya menarik keras kerah kemeja Aby


" Lo tau...? gue yang nganterin dia ke Bandara waktu itu.. wajahnya sendu, pas gue tanya tentang status hubungan kalian,Lo tau dia jawab apa? dia suruh gue yang nanya ke Lo tentang hubungan kalian, karena cuma Lo yang bisa jawab apa hubungan kalian dan disitu gue liat mata terluka dia by, mata yang dulu selalu bersinar tapi hilang semenjak ayah nya pergi,tapi kemaren mata itu lebih sakit dari hari kepergian ayahnya,Lo apaain dia ?" tanya Dave bertubi-tubi membuat yang lain terdiam termasuk Aby


" Kenegara mana dia ngambil beasiswa nya?" tanya Aby dingin tanpa menatap wajah Dave


" Untuk apa Lo mau tau? mau nyakitin dia lagi atau mau Lo jadiin pemuas hasrat Lo? kenapa Lo ga cari perempuan yang lain by? dari awal dulu gue udah bilang kalau dia beda" jawab Dave serius


" JAWAB DAVE KE NEGARA MANA DIA PERGI..??" tanya Aby emosi dengan suara keras


" Sampai kapanpun gue ga akan bilang kemana dia pergi, sebelum Lo jujur semua tentang Lo dan dia " jawab Dave santai, sementara yang lain nya masih terdiam menatap perdebatan Aby dan Dave


" Dan kalau sampai gue tau Lo yang sembunyiin dia...Lo akan tau akibatnya karena udah menyembunyikan salah satu dari anggota keluarga Alexander... ingat itu" jawab Aby tegas dan jawaban itu semakin membuat yang lain bertanya tentang hubungan mereka


" Lo mau tau dari siapa dia tau tentang fakta itu? coba Lo cek CCTV di pant house Lo itu" ucap Zidan tiba-tiba, membuat Aby langsung merutuki dirinya yang lupa bahwa di tempat tersebut banyak terpasang CCTV


Aby langsung membuka email tersebut dan mengalihkan laptop miliknya ke arah yang lain juga,dan akhirnya mereka dengan sangat jelas melihat sesil datang sesaat setelah kepergian Erick and the gank, akhirnya mereka tau siapa yang mengatakan tentang taruhan itu pada Billa


Erick,Dave,Elang dan yang lainnya langsung menggenggam tangan mereka karena emosi, sedangkan Aby terdiam tanpa kata, wajahnya memerah dan rahangnya mengeras dengan wajah yang terlihat jelas kalau ia sedang sangat emosi,semua itu tidak luput dari pandangan para teman dan sahabatnya


" Ih ternyata kekasih Lo yang berperan dibalik semua itu,hebat ya dia" ucap Erick sinis


" Gue ga ada hubungan apapun lagi dengan dia" jawab Aby singkat


" Kenapa...? udah bosen? atau mungkin Lo udah ga bisa lupain salsa yang gue yakin masih bersegel " ucap Erick lagi dengan nada sedikit meledek


" Lo pikir gue player.. yang suka celup sana sini? gue memang punya puluhan atau mungkin ratusan mantan tapi ga ada satupun dari mereka yang gue bawa ke atas ranjang" jawab Aby tegas


" Kecuali bocil cantik? " tanya Jo spontan


" Lo bener Jo..gue rasa ga ada cowok normal yang ga tertarik sama doi, liat dia berpakaian tertutup aja udah bikin pikiran gue berfantasi ria, apalagi kalau..." ucapan Niko langsung terpotong oleh aby


" Sekali lagi gue denger Lo ngomong tentang dia..gue patahin leher Lo" potong Aby dengan nada penuh emosi

__ADS_1


" UPS....santai dong bro... lagian juga orangnya udah ga disini... beneran bocil bikin resah deh tu cewek " ucap Niko yang ga peduli dengan wajah emosi Aby


Aby tidak menjawab ia langsung berdiri dan melangkah meninggalkan meja tempat duduk mereka setelah ia meletakkan beberapa lembar uang seratus ribuan, tapi sebelum jauh ia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap meja yang tadi ia tinggalkan


" Dave ...gue tunggu Lo di kantor gue besok pagi,gue perlu ngomong serius sama Lo" ucap Aby dingin,Dave tidak menjawab ia hanya mengangguk pelan,biar bagaimanapun ia harus sedikit bersabar dan mengalah dengan Aby, mengingat bahwa perusahaan orang tuanya masih sangat bergantung pada perusahaan keluarga Alexander,begitu pula dengan teman dan sahabatnya yang lain, termasuk Erick


Aby melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, pikiran nya terus membayangkan ucapan memuja dari para teman dan sahabatnya untuk Salsabila, malam ini Aby memutuskan pulang ke mansion mewah keluarga nya,ia ingin tau apakah orang suruhan papinya sudah memberikan kabar baik, karena orang-orang suruhan nya belum memberikan kabar apapun


Tak butuh waktu lama Aby sudah menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang mewah mansion utama, setelah sang security membukakan gerbang ia langsung melajukan mobilnya dan berhenti tepat di depan pintu utama mansion,Aby menyerahkan kunci pada salah satu supir keluarga nya,ia langsung melangkah memasuki mansion yang terlihat sepi


Beberapa art langsung memberi hormat saat melihat tuan muda mereka pulang,bik Atik yang sedang membereskan meja makan langsung menghampiri sang tuan muda menanyakan apa yang ia butuhkan


" Tuan muda butuh sesuatu?" tanya bik Atik sopan


" Mami sama papi mana buk?" tanya Aby


" Tuan besar dan nyonya ada di ruang keluarga,baru selesai makan malam, tuan muda mau bibik siapin makan malam?" jawab bik Atik lagi seraya bertanya


" Ga usah bik,aku udah makan di luar " jawab Aby singkat dan ia langsung melangkah menaiki tangga menuju kamar miliknya, sampai di kamar ia menatap ranjang nya sesaat membuat ia kembali mengingat malam bersama sang istri yang ternyata itu adalah malam terakhir ia melihat Billa dan meninggalkan kenangan yang mungkin menyakitkan untuk Billa, tapi sangat indah bagi nya


* Aku ga nyangka di balik kepolosan mu..ternyata kamu adalah wanita yang sangat keras kepala,kamu akan tau dengan siapa kamu bermain karena sampai kapanpun aku ga akan lepasin kamu Salsabila Aulia Abiyasa Alexander" batin Aby


Aby memutuskan untuk langsung mandi karena ia berencana akan menemui kedua orang tuanya,tak butuh waktu lama akhirnya Aby selesai dengan urusan mandi dan berpakaian santai,merasa sudah cukup ia langsung turun ke lantai dasar untuk menemui papi dan mami nya


Tanpa bersuara Aby langsung duduk di samping sang mami yang terlihat sedang melamun, sedangkan sang papi sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon


Cup


" Kok mami melamun " Tanya Aby setelah mengecup singkat pipi sang mami, membuat wanita paruh baya tersebut tersadar dari lamunannya


" Kamu sudah pulang boy? tumben pulang ke mansion?" tanya sang mami


Aby tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis seraya menundukkan wajahnya " orang suruhan papi udah ngasih kabar mi?" tanya Aby


" Sepertinya itu papi sedang berbicara dengan mereka, mungkin ada kabar" jawab sang mami lembut, menutupi kegelisahan hatinya


"Gimana Pi" tanya keduanya serentak setelah melihat bahwa tuan Lincoln sudah menutup pembicaraan ya di telfon


" Menurut laporan keberangkatan yang sesuai dengan harinya,ia menuju Paris dan pihak sekolah juga mengatakan bahwa ia mengambil beasiswa nya ke Paris dengan jurusan desainer, tapi menurut orang suruhan papi Billa memang sempat melanjutkan kuliahnya di Paris tapi dengan jurusan kedokteran dan sudah beberapa hari yang lalu ada seseorang yang mengurus ke pindahan ke negara lain " jawab tuan Lincoln sesuai dengan pemberitahuan dari pihak sekolah tentang Billa


"Apa yang terjadi sebenarnya antara kalian boy..?" tanya tuan Lincoln lagi, membuat Aby terdiam dengan wajah sedikit memerah,malu jika harus berkata jujur


" Dia minta agar Aby mengakhiri pernikahan kami Pi..tapi Aby ga mau" jawab Aby tidak sepenuhnya berbohong

__ADS_1


" Kalau cuma itu ga mungkin dia pergi tanpa persetujuan dari kita,tapi mami pikir lagi untuk apa kamu sibuk ingin tau tentang keadaan nya? bukan nya seharusnya kamu lebih senang" ucap nyonya Tamara sedikit menyindir sang putra


Aby tidak menjawab perkataan kedua orang tuanya,ia langsung bangun dan melangkah meninggalkan ruangan tersebut,ia langsung menuju kamar nya untuk istirahat, sedangkan kedua orang tuanya menggeleng melihat sang putra


__ADS_2