Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
51


__ADS_3

Aby terbangun dari tidurnya, tubuh dan pikirannya terasa lebih baik, untuk sesaat ia terpaku melihat kertas yang berserakan di lantai kamarnya, membuatnya kembali teringat akan kertas tersebut yang tak lain adalah surat yang Billa tinggalkan untuk nya, sepucuk surat yang mengatakan tentang kepergian nya


Aby menurunkan kakinya melangkah menuju kamar mandi,ia ingin merilekskan tubuhnya dengan air hangat sebelum berangkat ke kampusnya dan ia ingin menemui para teman dan sahabatnya untuk menanyakan tentang kebenaran yang Billa ketahui


Hampir 20 menit kemudian Aby keluar dari kamar mandi nya,ia langsung menuju walk in closet untuk berpakaian,Aby memilih sepasang jas berwarna abu-abu yang ia padukan dengan kemeja berwarna putih,tak lupa salah satu jam dengan merek terkenal melingkar di pergelangan tangan nya,Aby mematut dirinya sesaat di depan cermin , Setelah merasa cukup ia langsung meraih handphone dan sebuah tas berukuran sedang yang berisikan sebuah notebook


Aby langsung turun dari apartemen nya menuju lobby setelah menghubungi asisten pribadi nya,Aby berjalan dengan langkah tegap tanpa menghiraukan tatapan memuja dari para lawan jenisnya serta beberapa tatapan yang penuh dengan tanda tanya dari orang-orang yang sudah mulai mengenal siapa Aby, sedangkan yang menjadi pusat perhatian terlihat biasa saja,Aby berjalan seraya menenteng jas nya


Saat kekampus Aby memang hampir tidak pernah memakai pakaian formal,ia lebih sering menggunakan pakaian santai layaknya mahasiswa lainnya, hanya saat ia sedang banyak meeting barulah ia menggunakan baju formal namun tanpa jas, karena Aby termasuk dalam kategori orang - orang yang tidak terlalu suka repot jika harus berganti baju terlebih saat terburu-buru, kecuali dalam keadaaan yang sangat mendesak, sedangkan pakaian yang ia pakai tidak pantas untuk berada di tempat tersebut atau mengikutinya acara tersebut


" Kekampus dulu ya,saya harus menjumpai dosen dijam pagi" perintah Aby pada sang asisten pribadi, Aby memang memutuskan untuk menggunakan supir karena pikirannya benar-benar sedang sangat kacau,jika memungkinkan ia hanya ingin tidur dan menyendiri di apartemennya


" Baik tuan muda" jawab sang asisten, karena hanya kata itu yang bisa ia ucapkan saat mendengar perintah sang tuan muda, terlebih jika ia perhatikan mood sang tuan muda sepertinya sedang tidak baik-baik saja, walaupun belum genap satu tahun ia menjadi asisten pribadi seorang Aby tapi sang asisten sudah sedikit mengerti tentang kepribadian Aby


Sekitar tiga puluh menit kemudian mobil yang membawa Aby akhirnya tiba di lobby kampus yang cukup besar dan elit, kampus yang juga satu yayasan dengan sekolah milik keluarga Alexander,Aby langsung turun dari mobil nya,ia melangkah menuju ruangan dosen yang ingin ia temui,ia harus menyelesaikan beberapa tugas magister nya karena sudah libur selama hampir dua bulan


Setelah selesai dengan sang dosen,Aby langsung menuju ke ruangan nya untuk mengikuti beberapa ujian yang sang dosen berikan pada seluruh mahasiswa/wi didikannya tersebut


Sepanjang koridor menuju ruangan tempat Aby mengikuti program magister nya,ia terus menjadi pusat perhatian para kaum hawa, tatapan memuja mereka nyata mereka tunjukkan tanpa menyembunyikan nya, terkadang membuat Aby merasa sedikit risih akan tatapan lapar para wanita yang kebanyakan berasal dari kalangan atas tersebut, hanya satu wanita yang tidak pernah memberikan tatapan memuja pada Aby, wanita cantik yang berstatus sosial dibawah nya, bahkan sangat jauh berbeda,ya dia adalah Salsabila Aulia wanita yang kini telah menjadi istrinya, istri yang sudah ia nikahi hampir satu tahun yang lalu dan itu sah secara hukum dan agama


* Cakep banget ya... siapa sih sebenarnya dia? ke kampus juga jarang banget " ucap salah satu wanita yang sedang duduk bareng temen-temen nya di koridor kampus


* Gila ya ternyata emang beneran ada ya cowok sesempurna itu,tapi katanya sih sombong banget" tambah temannya lagi


* Gue rela walaupun cuma one night stand nya doang,secara luar nya aja gitu...gimana kalau....OMG " ucap genit seorang wanita yang berpenampilan sangat seksi


Begitulah kira-kira kata-kata memuja yang keluar dari mulut para wanita yang kebanyakan berasal dari keluarga terpandang, membuat Aby terkadang sedikit merasa jijik dengan para wanita yang terkesan tidak tahu malu tersebut, karena kampus milik keluarga Alexander memang berstandar internasional, sehingga hanya orang dengan ekonomi diatas yang sanggup mengantarkan putra putri mereka untuk menuntut ilmu di universitas tersebut,jika ada yang dari kalangan bawah maka mereka adalah siswa pintar yang mendapatkan beasiswa


Aby langsung masuk ke ruangan yang ia tuju,tampak Erick and the gank, elang,Niko dan Zidan, mereka semua memang mengambil jurusan yang sama yaitu Management bisnis, awalnya Zidan juga melanjutkan kuliahnya ke luar negeri seperti Aby yang melanjutkan pendidikan nya ke negara sang papi,tapi karena permintaan kedua orang tuanya akhirnya Zidan melanjutkan program magister nya di Indonesia,hal yang sama juga terjadi pada Aby


"Kapan Lo balik indo?" tanya Zidan saat Aby sudah mendudukkan bokongnya di kursi tepat di samping Niko, sedangkan Zidan duduk di samping elang


" Ia kapan balik Lo tuan muda?" tanya Jo ikut penasaran

__ADS_1


" Kemaren siang" jawab Aby santai


" Cewek taruhan Lo kemana? udah Lo buang?" tanya Erick tiba-tiba, membuat Aby langsung menatap Erick dengan mata melotot sempurna


" Maksud Lo apa?" tanya Aby dingin


" Salsa... kita-kita udah ngakuin Lo pemenangnya... pastinya udah Lo lepas dong tuh bocil, secara doi kan bukan tipe Lo banget" jawab Erick masih terlihat santai, sedangkan Aby entah mengapa hatinya merasa begitu panas saat mendengar ucapan Erick


" Kalau bukan tipe gue, berarti tipe lo..? Dia bukan bahan taruhan dan Gue ga pernah perduli ya dengan taruhan itu.. kalau Lo lupa.." jawab Aby dengan suara sedikit tinggi


" Tapi sayangnya terbukti Lo nyimpan dia di pant house apartment termewah milik keluarga Lo" jawab Erick yang memang tidak bisa terima Aby yang mendapatkan Billa, bukan tentang hadiah yang ia janjikan, tapi karena hatinya memang sudah terpaut jauh pada gadis cantik tersebut


" Itu bukan urusan Lo..dan satu lagi..gue mau ngomong penting sama kalian semua nanti malam di cafe biasa" jawab Aby tegas dan perdebatan mereka terhenti saat terlihat seorang dosen wanita yang masuk ke ruangan tersebut


Semuanya terdiam dan mulai sedikit serius dengan apa yang sang dosen sampaikan dan serius dengan berbagai pertanyaan yang sang dosen tanyakan pada mereka semua, termasuk Aby.. walaupun pikiran nya sedang tidak baik-baik saja tapi ia masih tetap berusaha fokus pada kuliahnya


Walaupun semuanya merasa sangat bosan tapi setelah hampir dua jam akhirnya kebosanan itu berakhir juga,Aby langsung bangun dari duduknya dan meninggalkan ruangan tersebut, tanpa memperdulikan yang lainnya termasuk ketiga sahabat nya juga Erick and the gank


" langsung balik Lo.. buru-buru banget?" tanya Niko saat melihat Aby yang akan langsung meninggalkan mereka


Sedangkan yang lain hanya menatapnya dengan tatapan yang penuh tanda tanya tentang ajakan Aby untuk ngomong dengan mereka, yang jelas terlihat penting dan Aby juga menunjukkan wajah yang sangat tidak bersahabat


Aby melangkah dengan langkah tegap dan sedikit tergesa,ia benar-benar tidak menghiraukan tatapan memuja yang kembali para mahasiswi tunjukkan serta tatapan penuh tanda tanya dari para mahasiswa yang belum terlalu mengenal siapa Aby, ia langsung menuju parkiran karena sang supir sudah menunggu untuk mengantarkan dirinya ke perusahaan


" Langsung ke perusahaan ya pak..." perintahnya pada pak Harto yang memang menjabat sebagai supir pribadi nya


" Baik tuan muda" jawab pak Harto patuh


" Papi udah di kantor pak?" tanya Aby lagi,seraya membuka laptop miliknya untuk mempelajari beberapa hal yang akan dibahas dalam meeting besar nanti nya


" Tuan besar baru saja datang bersama Asisten max ..tuan muda " jawab pak Harto singkat


" Mang Asep kemana kok papi dijemput paman max?" tanya Aby ..ia sedikit heran karena sangat jarang papinya menjadikan max sebagai supir, jikapun papinya pergi bersama max maka akan tetap ada supir yang mengendarai mobil yang mereka tumpangi

__ADS_1


" Sepertinya nyonya besar sedang keluar rumah tuan muda" jawab pak Harto sesuai dengan yang ia ketahui


" O. " jawab Aby singkat tanpa berkomentar apapun lagi,ia kembali fokus pada laptop yang berada di pangkuannya


Sekitar 30 menit akhirnya mobil yang membawa Aby berhenti tepat di depan lobby perusahaan besar milik tuan Lincoln sang papi ,Aby langsung turun setelah sang supir membukakan pintu untuk nya


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Aby langsung memasuki lobby menuju lift khusus untuk para petinggi perusahaan,Aby langsung memasuki kotak persegi tersebut dan menekan angka tujuannya yang tak lain adalah lantai teratas gedung mewah nan megah tersebut


Sementara di lobby perusahaan yang bergerak di bidang retail, fashion dan beberapa yang lain nya, hampir semua karyawan wanita masih terpaku melihat ketampanan sang Bos muda tersebut,putra dari pemilik tempat mereka mencari pundi rupiah, mereka seakan terhipnotis oleh sosok pewaris tunggal keluarga Alexander tersebut


sedangkan yang menjadi pusat perhatian malah bersikap dingin dan terkesan arogan,di Jakarta Aby memang lebih terkenal cuek, dingin dan terkesan arogan, berbeda dengan di negara sang papi khususnya di kampus tempat ia menyelesaikan pendidikan strata satu nya, walaupun mereka mengakui Aby sangat dingin tapi ia juga dikenal sebagai seorang playboy karena sering bergonta-ganti pasangan dan parah nya lagi hampir semua mantan nya seorang model, selebriti dan para putri dari pengusaha atau pejabat yang namanya cukup dikenal di negara tersebut


Aby langsung menuju ruangan pribadi miliknya saat lift yang ia naiki berhenti di lantai tujuannya,sesaat ia mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya, menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan, entah mengapa ia merasa sangat emosi dan tidak terima saat Erick mengatakan bahwa Billa adalah wanita taruhan mereka, terlebih saat Erick bertanya tentang hubungannya dengan Billa


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu, pertanda ada seseorang yang ingin menemui nya, membuat Aby langsung tersadar dari lamunannya, Aby mengusap kasar wajahnya dan langsung mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk


" Masuk" ucap Aby singkat setelah menormalkan kembali perasaan nya


" Lima menit lagi meeting akan segera di mulai tuan muda" ucap ziko sang asisten pribadi


" Baik" jawab Aby singkat dan langsung bangun dari duduknya,sesaat ia merapikan jas nya dan melangkah menuju pintu yang sudah di buka oleh ziko,Aby dan ziko langsung menuju ruangan meeting yang berada satu lantai dibawah lantai tempat ruangan nya dan sang papi


Saat sampai di depan ruangan meeting dengan sigap ziko langsung membukakan pintu untuk sang tuan muda,dan keduanya masuk sehingga langsung mendapatkan tatapan memuja dari para peserta wanita dan tatapan bertanya bagi yang belum mengetahui siapa Aby


Didalam semuanya sudah siap termasuk tuan Lincoln dan max sang tangan kanan Bos besar tersebut


" Maaf menunggu " ucap Aby dingin karena merasa ia orang paling terakhir hadir


Aby langsung mengambil posisi di kursi yang berada tepat di samping sang papi,ziko dan tuan max berdiri tepat di samping bos mereka masing-masing


" Silahkan di mulai max" perintah tuan Lincoln tegas, yang langsung di angguki oleh max, memang sudah menjadi kebiasaan setiap meeting max lah yang menjadi pembuka dan penutup,serta max lah yang lebih banyak bicara dibandingkan sang Bos,hal yang sama juga terjadi pada ziko asisten pribadi tuan muda mereka, sikap dingin dan tegas Aby memang mewarisi sifat sang papi,bedanya sang papi lebih lembut dan penyabar dibandingkan dengan Aby

__ADS_1


Meeting berjalan dengan sangat lancar dan sukses, beberapa investor mulai mengenal putra tunggal keluarga Alexander dan cucu tunggal keluarga Adiyasa,* Sang pewaris* itulah kata-kata yang mereka ucapkan untuk Aby, pewaris dua keluarga penguasa di dua negara dan beda benua


__ADS_2