Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
17


__ADS_3

Di belahan dunia yang berbeda dan dinegara yang berbeda pula,dua muda mudi tengah sibuk mengejar waktu menuju bandara, keduanya bertujuan kembali ke negara yang sama yaitu Indonesia


Billa dengan perasaan yang tidak tenang dan penuh tanda tanya karena tiba-tiba ia di pulangkan secara mendadak,ia menaiki pesawat dengan perasaan gelisah dan berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk di Indonesia dan ia juga berharap agar cepat sampai,agar bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi


Sedangkan di salah satu negara Eropa,Aby si pengusaha muda sang pewaris tahta dan kerajaan bisnis keluarga Alexander didampingi oleh beberapa pengawal pribadi keluarga sang ayah tengah menuju bandara,menaiki pesawat pribadi milik keluarga nya,ia sangat khawatir setelah mendengar kejadian yang melibatkan kedua orang tuanya


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang,kini di Bandara Soekarno Hatta telah tiba seorang gadis cantik dengan penampilan sederhana nya,sebuah kemeja putih lengan panjang dipadukan dengan rok berwarna cream dan hijab senada,sebuah tas sandang sederha



Sedangkan di jalur khusus pesawat pribadi, seorang pemuda tampan juga baru saja menuruni pesawat pribadi milik keluarga nya, Aby yang masih memakai kemeja lengkap dengan jas dan celana bahan nya,ia langsung melakukan penerbangan setelah selesai meeting dengan beberapa klien nya,tak lupa kaca mata hitam bertengger indah di hidung mancung nya, membuat kadar ketampanan nya berkali lipat



Aby memang sudah mulai memegang salah satu perusahaan milik keluarga Alexander yang di negara asal sang ayah sejak ia lulus sekolah dan melanjutkan pendidikan nya di negara tersebut


Billa berjalan dengan sedikit tergesa, baru saja ia mendapat telepon dari pihak sekolah bahwa dirinya sudah di tunggu oleh mobil jemputan yang akan mengantarkan nya, hingga ia tidak menyadari di depan nya ada seseorang yang sedang berjalan dengan pengawalan yang cukup ketat


Brakkk


Auh..keluh Billa saat merasakan tubuhnya menabrak sesuatu, dan betapa terkejutnya ia saat mengangkat wajahnya ternyata yang ia tabrak adalah seorang pria yang kini tengah menatapnya dengan wajah dingin,angkuh dan mengintimidasi, dibalik kacamata hitam nya midengan cepat Billa memundurkan tubuhnya dan menunduk


" Ma- maaf tuan...saya tidak sengaja,saya sedikit terburu-buru ..." ucap Billa sopan


" Kalau jalan pakai mata kamu.. bukan hanya kamu yang buru-buru di sini, orang lain juga dan waktu saya lebih berharga " jawab pedas pemuda tersebut dan langsung melanjutkan langkahnya meninggalkan Billa yang masih terkejut dengan ucapan arogan pria tersebut


Salsabila tidak menjawab sepatah kata pun lagi,ia juga kembali melajukan langkahnya, mencari orang yang menjemputnya, tanpa Billa sadari dibalik kacamata hitam nya Aby sedikit terkejut saat melihat siapa yang menabraknya, wanita yang pernah menolak ajakan kerjasama yang ia tawarkan, tanpa disadari sebuah senyuman smirk tampil di wajahnya,entah apa yang ada dalam pikiran nya


* Ternyata semesta mendukung ku untuk membuat mu menarik kembali keangkuhan mu hampir tiga tahun lalu* batin Abi saat melihat wajah Billa, baru saja ia menginjakkan kakinya di negara asal sang mami,ternyata orang pertama yang ia lihat adalah Billa, wanita yang pernah menolak penawaran dari nya


Tiba di lobby bandara keduanya menuju mobil jemputan masing-masing, Billa yang memang cuek langsung memasuki mobil yang berlogo AHS, sedangkan Aby sempat melihat mobil yang menjemput Billa, sedikit timbul pertanyaan mengapa Billa dijemput oleh mobil yang ia tau berlogo sekolah milik keluarga nya tersebut, tapi kembali ia berfikir masa bodo dengan urusan orang


Billa langsung dibawa menuju rumah sakit,sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mobil yang membawa Billa berhenti di depan lobby rumah sakit, Billa bingung, jantung nya langsung berdebar, segala hal buruk langsung terbayang di benak nya,ia tersedar saat seseorang membuka pintu mobil tersebut dan mengatakan bahwa Billa diminta untuk mengikuti orang tersebut, sedangkan barang nya tetap di mobil


Walaupun ragu Billa tetap turun dari mobil tersebut dan melangkah mengikuti orang yang menjemputnya tersebut, sedangkan yang menjemputnya sedikit terkejut saat melihat wajah Billa, orang tersebut adalah max asisten pribadi keluarga Alexander, orang yang bertemu dengan Billa saat Aby mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu dan di tolong oleh billa


Kini Billa sudah sampai di depan sebuah ruangan yang ia tau adalah ruangan ICU,ia melihat sepasang suami istri yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, walaupun ragu dan sedikit bingung Billa melangkah lebih dekat dan tersenyum saat wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik itu tersenyum padanya


" Kamu Salsabila Aulia?" tanya wanita paruh baya tersebut dengan senyuman hangat nya, sedangkan pria paruh baya yang berdiri di sampingnya wanita tersebut terlihat memperhatikan Billa

__ADS_1


" I- ia nyonya..saya Salsabila Aulia" jawab Billa sopan dan gugup


" Sini sayang..saya Tamara Suseno dan ini suami saya Lincoln Alexander, panggil kami mami dan papi " ucap wanita paruh baya tersebut yang tak lain adalah nyonya Tamara dan sang suami


Billa mengangguk patuh walaupun merasa


heran dan sangat canggung ia meraih tangan pasangan suami istri tersebut dan mencium punggung tangan keduanya, membuat tuan Lincoln dan sang istri sangat terharu dan kagum akan kesopanan dan kelembutan Billa


" Billa sayang...bisa kita bicara sebentar? ada yang ingin mami dan papi sampaikan sama kamu" ucap nyonya Tamara lembut dan di jawab anggukan kepala oleh Billa


Ketiga orang tersebut melangkah menuju kursi tunggu yang terdapat di depan ruang ICU tersebut,max dengan sigap berdiri di depan pintu setelah mendapat isyarat dari tuan besarnya untuk menjaga ruangan tersebut


Billa duduk di samping nyonya Tamara, sedangkan tuan Lincoln berdiri bersandar di salah satu tiang, dengan lembut nyonya Tamara meraih dan menggenggam tangan Billa seakan memberikan nya kekuatan


" Billa sayang... sebelumnya kami minta maaf karena telah meminta pada pihak sekolah untuk memulangkan kamu lebih cepat dibandingkan dengan yang lain,itu karena ada sesuatu hal.." ucap nyonya Tamara dengan wajah sendu


" Billa ga apa kok m-mi, acaranya juga sudah selesai, hanya tinggal menunggu hasil nya saja, jadi ma- mami tidak perlu minta maaf,tapi apakah Billa boleh tau hal apakah itu?dan kenapa Billa di bawa ke sini bukan di antarkan kerumah? Billa takut nanti ayah cemas" jawab Billa sopan


" Sayang..ayah kamu ada di sini nak, ayah kamu kecelakaan dan sekarang sedang dirawat di ruang ICU " jawab nyonya Tamara lirih


Salsabila tidak menjawab, ia diam seribu bahasa, tubuhnya lunglai tak berdaya, lidah nya kelu, hati nya seakan hancur mendengar bahwa sang ayah sedang dirawat di ruang ICU, rasanya nafasnya terhenti, wajahnya penuh dengan air mata


" I'm fine mom( Billa baik mi), tapi apa boleh Billa jenguk ayah? Billa kangen banget sama ayah" jawab Billa tersenyum tipis seraya mengusap air matanya


" Tentu sayang... sejak kemarin ayah kamu tanya kamu,mari mami antar " ucap nyonya Tamara lembut seraya mengecup puncak kepala Billa yang tertutup hijab dan meraih tangan Billa membantu nya berdiri


Kedua wanita cantik beda generasi itu melangkah memasuki ruangan ICU tempat tuan Ahmad di rawat,tampak tubuh tak berdaya tuan Ahmad yang terbaring di atas ranjang rumah sakit, dilengkapi dengan peralatan medis yang menempel di tubuh nya


Tubuh Billa lemah seakan tak berdaya saat melihat keadaan sang ayah,air matanya kembali membasahi pipi mulusnya,sekuat tenaga ia tahan agar tampak tegar didepan sang ayah, hanya dialah penyemangat bagi pria paruh baya tersebut


" Sayang..kamu kuat, tunjukkan senyum terbaik mu pada ayah mu,ingat kamulah penyemangat nya" bisik nyonya Tamara di telinga Billa, dengan cepat Billa menghapus air matanya dan mengangguk,ia kembali melangkah mendekati sang ayah


" Assalamualaikum ayah..." ucap Billa lembut seraya meraih pelan tangan sang ayah dan mencium punggung tangan nya


" Waalaikum salam nak..kamu sudah datang? ayah rindu kamu" jawab tuan Ahmad pelan dengan suara bergetar, perlahan tangan nya mengusap lembut kepala putri kesayangannya


" Ia yah Billa udah pulang, ayah cepat sembuh ya..ingat Billa ga ada yang jagain kalau ayah sakit nya lama" ucap Billa lirih,tuan Ahmad tersenyum tipis mendengar ucapan sang putri, sedangkan nyonya Tamara tidak sanggup menahan air matanya melihat interaksi ayah dan anak tersebut


" Kamu jangan takut sayang.. sekarang kamu sudah ada orang lain yang juga akan menjaga kamu,tuan Lincoln dan nyonya Tamara akan menjagamu, pesan ayah Hormati lah mereka sebagaimana kamu menghormati ayah, patuhilah mereka sebagaimana kamu patuh pada ayah dan sayangilah mereka seperti kamu menyayangi ayah, anggaplah mereka keluarga mu, berjanjilah pada ayah kamu akan lakukan itu" ucap tuan Ahmad dengan senyuman diwajah nya

__ADS_1


" Apapun perintah ayah akan Billa lakukan sebisa mungkin, ayah segalanya untuk Billa dan Billa milik ayah.. ucapan ayah sesuatu yang tidak pernah bisa Billa bantah" jawab Billa lembut


" Billa sayang udah dulu ya ngobrol nya, biarkan ayah kamu istirahat,kita tunggu di luar ya" bujuk nyonya Tamara dan diangguki patuh oleh Billa,ia bangun dari duduknya, sebelum keluar ia kembali meraih dan mencium punggung tangan ayah nya


" Ayah istirahat ya, Billa tunggu di depan" ucap Billa lembut dan di angguki kepala oleh ayahnya


Akhirnya Billa keluar dan duduk di kursi tunggu dengan di dampingi oleh tuan Lincoln dan nyonya Tamara,serta max yang selalu sigap menjalankan tugas nya sesuai dengan perintah


" Sayang..mami sama papi mau bicara sebentar,kamu ga pa pa kan kami tinggal sebentar? ada paman max disini.. kalau butuh apapun katakan pada nya jangan sungkan" ucap nyonya Tamara


" Ia mami ga pa pa Billa ok kok, kalau pun mami mau pulang ke rumah ga pa pa,biar Billa yang disini,mami sama papi juga butuh istirahat, terimakasih atas semua kebaikan mami dan papi dan maaf sudah sangat merepotkan" ucap Billa sopan dan tetap berusaha untuk tersenyum


Nyonya Tamara dan tuan Lincoln hanya tersenyum mendengar ucapan dari Billa, keduanya salut dengan sikap tenang dan dewasa yang Billa tunjukkan pada orang, padahal dalam hati nya ia mungkin sedang sangat sedih


Nyonya Tamara dan tuan Lincoln meninggalkan Billa dan menuju ruangan khusus pemilik rumah sakit tersebut,kini keduanya sudah berada dalam ruangan khusus tersebut dan duduk berhadapan


" mami mau ngomong apa? kok kayaknya serius banget" tanya tuan Lincoln


" mami galau Pi, baru beberapa jam mami ketemu Billa tapi kok rasanya mami takut banget ya kehilangan dia,mami takut kalau terjadi sesuatu dengan ayah nya dia akan membenci kita dan akan menjauh dari kita, dan kalau ayahnya selamat dia akan bersama keluarga nya" ungkap nyonya Tamara dengan wajah gelisah


" Trus kita harus bagaimana?kita udah bilang kalau dia akan jadi anak kita apapun yang terjadi dan sepertinya dia anak yang patuh" jawab tuan Lincoln


" Pi...Dimata mami .Billa itu sosok yang sangat sempurna ,..untuk jadi menantu idaman banget Pi.. kayaknya cocok deh sama anak papi yang dingin dan keras kepala itu" ucap nyonya Tamara


" Anak mami juga itu..lupa kalau kita berjuang nya sama-sama?" jawab tuan Lincoln dengan wajah genit nya,membuat wajah yang cantik sang istri bersemu merah


"Papi ih...mami serius ini" ucap nyonya Tamara geram


" Papi juga serius honey... atau mungkin mami udah lupa bagaimana cara kita kerja sama untuk menghadirkan sigunung es itu kedunia ini? Ok..mari papi ingatkan lagi" goda tuan Lincoln dengan wajah mesum nya,membuat nyonya Tamara benar-benar geram


"PAPI......" teriak nyonya Tamara dengan wajah garang dan mata melotot sempurna, membuat tuan Lincoln langsung ke mode serius


" Ok papi serius, apa mami udah yakin dengan keinginan mami barusan? ingat mi pernikahan itu bukan hal yang main-main,itu menyangkut masa depan anak kita dan gadis itu, mereka sama-sama masih sangat muda, terlebih Billa masih sekolah,papi takut nantinya ia tidak mampu menghadapi prilaku putra kita sehingga ia akan tersakiti, bukan kebahagiaan yang akan kita berikan tapi justru kesakitan, coba mami pikirkan lagi" ucapan bijak tuan Lincoln


" Tapi mami udah terlanjur jatuh cinta Pi sejak pertama lihat profil dia, terlebih setelah bertemu tadi,mami seakan takut ia akan dipinang orang lain dan akan meninggalkan kita dan hati mami bilang dia yang terbaik untuk putra kita,kita hanya perlu bersabar dan sedikit menunggu untuk mereka saling mengenal dan mencintai " jawab nyonya Tamara yakin


" Terserah mami aja, papi akan setuju apapun keputusan yang mami ambil, karena papi tau dan percaya kalau insting mami kuat , terlebih mami seorang psikolog hebat, jadi mami sudah tau karakter mereka " jawab tuan Lincoln pasrah


" Terimakasih papi selalu percaya sama mami,belum pernah mami seyakin ini memilih wanita untuk putra kita,mami percaya Billa adalah wanita yang sangat bijak,penyabar,lembut dan memilik hati yang pemaaf dan yang paling penting ia juga tipe wanita yang tegas dalam mengambil keputusan, Aby pasti akan kalah dengan apa yang ada pada gadis itu,terlebih lagi paras nya juga sangat mendukung " jawab nyonya Tamara yakin

__ADS_1


Tuan Lincoln mengangguk menyatujui apa yang sang istri katakan, dalam hati beliau juga sependapat dengan sang istri, hanya saja beliau takut pernikahan tersebut akan gagal pada akhirnya dan akan melukai keduanya, mengingat usia keduanya masih sangat muda untuk menyandang status tersebut, tapi beliau juga berdoa dan memohon kepada Tuhan agar apapun yang terjadi kedepannya nanti adalah yang terbaik untuk semuanya dan pernikahan tersebut menjadi pernikahan sekali seumur hidup untuk putranya dan Salsabila


__ADS_2