
Waktu berjalan begitu cepat, tanpa Terasa sudah waktunya Billa dan Mona mendampingi Brayen melakukan visit bersama beberapa perawat dan asisten nya,Billa dan Mona sudah bersiap menunggu Brayen di depan ruangan nya dan tak lupa keduanya menyiapkan sebuah notes untuk mencatat beberapa point penting sebagai tambahan ilmu untuk mereka dan juga sebagai bahan untuk mengikuti berbagai ujian yang akan mereka hadapi kedepan nya
Brayen keluar dari ruangan nya dengan jas kebesarannya,tak lupa sneling bertengger indah di lehernya,ciri khas setiap dokter, karena benda itu memang salah satu senjata andalan mereka selain pisau bedah dan alat medis lainnya
Jika biasanya semua mata menatap kagum setiap Brayen sang dokter atau hitto sang Dirut menyusuri koridor dan lorong rumah sakit itu, khususnya para kaum hawa,kini tatapan kagum itu terbagi menjadi dua dan juga menjadi pemandangan baru untuk para dokter dan perawat pria, mereka bagaikan mendapatkan angin segar saat melihat wajah cantik dan teduh Salsabila
" Sungguh kecantikan alami"
" benar-benar wujud nyata bidadari dunia"
" Seakan aku bermimpi melihat wanita secantik dan se anggun itu"
Begitulah kira-kira kata-kata yang keluar dari mulut orang - orang yang melihat Billa,tak hanya para pekerja rumah sakit saja,tapi juga para pengunjung dan bahkan pasien yang melihatnya, semua itu membuat Billa sedikit merasa tidak nyaman, walaupun itu sudah sangat sering terjadi padanya
" Sebaiknya mulai besok gunakan masker setiap kamu bertugas di sini" ucap Brayen dingin seraya terus melangkah
" Hah" tanya Billa terdengar bingung, sedangkan Mona terkikik geli, berbeda lagi dengan para perawat dan asisten Brayen yang mengangguk setuju dengan ucapan Brayen
" Apa kamu ga menyadari hampir semua mata tertuju pada mu? bisa-bisa mereka tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaan mereka " tambah Brayen santai
" Dokter terlalu berlebih-lebihan, mungkin mereka hanya merasa aneh karena hanya aku yang menggunakan hijab disini" jawab Billa sopan yang baru mulai paham arah pembicaraan Brayen
" Semoga saja seperti itu, karena saya pusing mendengar mo yang akan melakukan protes pada saya karena tidak mengingatkan mu untuk menggunakan masker " jawab Brayen singkat
Pembicaraan mereka terhenti saat mereka sampai di ruangan para pasien dan akan memulai visit,satu demi satu Brayen memeriksa pasien nya dan menanyakan serta mendengar kan keluhan mereka hingga akhirnya mereka menuju ruangan terakhir yaitu kelas VVIP yang pastinya dihuni oleh orang-orang tertentu dari kalangan atas dan bukan orang sembarangan
Hampir semua pasien menatap kagum Billa, membuat Brayen sangat jengah, mereka sangat bahagia karena dikunjungi oleh dokter yang sangat muda, cantik, lembut,pintar dan sopan pastinya
" Anda benar-benar sangat cantik dokter, sungguh seperti sedang melihat bidadari" ucap salah satu pasien yang berada di ruang VVIP
" Anda bisa saja nyonya... setiap wanita pastinya cantik... seperti juga anda" jawab Billa sopan dengan senyuman manis
__ADS_1
" Jangan panggil saya nyonya...saya lebih suka di panggil Mommy..jika Anda tidak keberatan, karena saya sangat mengimpikan memiliki seorang putri" jawab wanita paruh baya itu
" Tentu saja saya tidak akan keberatan.. bahkan saya akan sangat bahagia..Mom-my" jawab Billa dengan sedikit gugup, tapi ia tetap berusaha untuk tetap tersenyum
" Terimakasih nak.. bolehkah mommy selalu meminta agar kamu yang selalu mendampingi dokter saat melakukan visit untuk ku..? apakah kamu bersedia?" tanya wanita itu pada Billa
" Tentu saja aku sangat mau dan suatu kehormatan untuk ku bisa ngobrol dengan mommy, tapi jika itu diizinkan oleh dokter tentunya " jawab Billa sopan dengan senyuman ramah
" Tentu.. akan saya usahakan nyonya... karena sangat tidak mungkin juga jika dia terus mendapatkan dinas pagi, karena anda tau sendiri kan nyonya.. untuk para perawat, dokter muda dan koas akan mendapatkan jadwal yang ber ubah -ubah" jelas Brayen pada sang pasien, karena ia juga tidak mungkin tega melihat Billa terlalu lelah,dan itu adalah salah satu dari banyaknya cara Brayen menjaga dan melindungi Salsabila
" Dokter Brayen benar,maaf saya sampai melupakan itu" jawab wanita yang minta di panggil Mommy itu
" Anda tidak perlu minta maaf nyonya... karena itu bukan suatu masalah, baiklah kami permisi " jawab Brayen lembut ala dirinya
" Mommy...aku harus melanjutkan tugas ku lagi ya...saat ada waktu luang aku pasti akan datang lagi" ucap Billa lembut seraya mengusap lembut lengan wanita paruh baya itu
" Ya silahkan nak, selamat bertugas ya" jawab wanita itu sama lembutnya dengan Billa dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Billa
Semuanya melangkah meninggalkan ruangan itu dan kembali ke pekerjaan masing-masing, sebelumnya mereka akan istirahat dan makan siang, karena bertepatan dengan waktunya istirahat
" Kalian cari tempat duduk ya,biar aku yang pesankan...mau menu apa?" tanya Kiki pada ketiga sahabat nya
" Aku Rice friend chicken" jawab mo semangat, karena gadis cantik dengan rambut kemerahan itu sangat suka ayam krispi
" Aku samain ya" jawab Mona yang memang memiliki selera yang hampir sama dengan mo yang bahkan nama mereka pun hampir sama
" Ok ..Lo bill..?" tanya Kiki setelah menjawab dan mengetahui menu yang di inginkan oleh mo dan Mona
" Aku belum lapar.. boleh ga aku pesan Burger dan susu coklat panas aja" jawab Billa dengan tersenyum canggung dan wajah memohonnya pada yang lain, karena ia tau ketiga sahabat nya itu termasuk sangat protektif pada nya, terlebih tentang makanan
" Lo dari pagi belum makan nasi Billa...dan ingat kedepannya kegiatan kita makin padat dan tentunya membutuhkan tenaga ekstra,Lo jangan cari penyakit ya" omel Kiki dengan wajah garang nya bak ibu tiri
__ADS_1
" Kiki bener bill,Lo harus jaga kesehatan dan Lo tau sendiri kita tu disini sampai sore" tambah mo yang juga khawatir dengan kesehatan Billa
" Tapi aku beneran lagi ga berselera makan, mungkin karena belum laper juga,janji deh begitu nanti terasa laper aku akan langsung makan nasi" jawab Billa sedikit memohon
" Lo lupa sekarang kita bukan di kampus atau klinik si dokter tampan Lo itu,kita lagi koas di rumah sakit terbaik di negara ini yang pastinya memiliki peraturan yang super ketat" omel kiki lagi,dan lagi-lagi Billa hanya tersenyum santai, membuat ketiga sahabat nya itu memutarkan bola mata jengah
" Dari beberapa bulan yang lalu gue udah bilang ya Billa, nikmati hidup Lo dan lupakan semua yang terjadi di Indonesia,jika memang harus..gue bersedia untuk menetap di sini bareng Lo dan kita ga usah balik ke Indonesia sampai hati Lo siap,mana Salsabila kita yang tegar dan semangat..?,Lo berubah banget tau ga sih bill?" ucap Mona tiba-tiba saja
" Ga ada yang berubah dari aku Mon... hanya aja aku beneran lagi ga berselera makan sayang..." jawab Billa menyangkal Omelan Mona
" Udah- udah pesan aja dulu, nanti kalau kamu lapar telfon aku aja ya,biar mama yang minta ke asistennya untuk belikan nasi untuk kamu " ucap Mo menengahi ketiga sahabat nya yang sedang sedikit berdebat,Mo memang tidak pernah bisa melihat wajah memelas billa
Senyum kebahagiaan langsung terpancar dari wajah cantik Billa,ia juga langsung mengangguk patuh dengan ucapan Mo, sehingga ia terlihat begitu lucu dan menggemaskan , membuat gemas ketiga sahabat nya melihat Billa yang bertingkah seperti anak kecil
" Pria mana yang begitu tega melukai perasaan nya.,..? aku yang wanita saja sangat mengagumi nya, apakah pria itu tidak sedikitpun tertarik atau sayang pada nya?" monolog Mona dalam hati dan ternyata hal yang sama juga terpikirkan dalam hati Kiki dan Mo
" Ok...gue setuju, tapi Lo harus janji akan makan nasi" jawab Kiki final
" Siap komandan"jawab Billa semangat seraya meletakkan tangan nya di keningnya sebagai tanda hormat, membuat yang lain menggeleng melihat tingkah laku gadis cantik itu
Tanpa mereka sadari..Semua interaksi mereka tak luput dari perhatian sepasang mata tajam yang seakan sangat sulit untuk mengalihkan pandangannya dari keempat gadis cantik itu, terutama Billa
Kiki meninggalkan meja yang ketiga sahabat nya pilih,ia langsung menuju stan makanan yang tersedia di kantin tersebut,tak lupa ia juga memesan minuman sesuai yang mereka inginkan, selesai dengan pesanannya Kiki kembali ke meja ketiga sahabat nya dan makanan pesanan nya serta minuman akan di antar oleh para pramusaji di kantin itu
Keempat nya kembali melanjutkan ngobrol mereka yang saling bercerita tentang pengalaman perdana mereka sejak pagi hingga siang itu,dan rencananya sore nanti mereka akan nonton bareng di salah satu bioskop yang terdapat di salah satu mall besar di pusat kota negara tersebut, karena Brayen dan sang mama memberikan mereka izin libur untuk dua hari karena mereka baru menjadi dokter koas, yang dapat di pastikan akan sedikit lebih lelah dan menguras waktu
" Gimana jadikan kita nonton..? " tanya Mo pada Billa dan kedua sahabatnya lagi
" Jadi dong, mumpung kita dapat libur tiga hari" jawab Kiki semangat, sedangkan Billa dan Mona hanya mengangguk tanda setuju
" Ok..kita langsung nonton aja,ga perlu ganti baju dulu,kita paje mobil aku dan aku akan pulang ke apartemen malam ini " ucap Mo semangat
__ADS_1
" Setuju ....Lo bener mo, kalau kita pulang terlebih dahulu,ntar kemalaman lagi kita nonton nya,dan besok kita harus bangun lebih pagi karena untuk Minggu ini kita akan sip pagi terus" jawab Mona setuju dan Billa lagi-lagi hanya mengangguk tanda setuju
Billa memang terbilang cukup jarang ikut ketiga sahabat nya itu keluar atau nongkrong, bahkan sekedar untuk jalan bareng di mall atau ke tempat - tempat liburan,ia merasa lebih nyaman berada di apartemen atau di sebuah perpustakaan yang terdapat di pusat kota besar negara tersebut