Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
29


__ADS_3

Hari demi hari terus berlalu dengan sangat cepat, tapi tidak untuk pasangan muda yang harus terikat karena perjodohan, lima bulan telah berlalu, walaupun demikian keduanya belum pernah terlibat masalah yang rumit, keduanya masih menjalani pernikahan mereka sesuai dengan perjanjian, bahkan pernah beberapa kali keduanya bertemu secara tak sengaja tapi keduanya benar-benar seakan tidak saling kenal, Billa benar-benar mematuhi semua peraturan yang dibuat oleh aby


Billa menjalani hari-hari nya dengan sangat tenang, kegiatannya dengan para sahabatnya memberikan pendidikan untuk anak jalanan masih berjalan sangat lancar dan kini para anak-anak jalanan tersebut juga sudah ada yang berencana untuk kembali sekolah, sedangkan Aby ia sibuk dengan tanggung jawabnya pada perusahaan dan kuliah magister nya,Aby jarang sekali pulang ke apartemen tersebut,ia lebih sering pulang ke apartemen pribadinya dan itu membuat Billa sangat senang sehingga membuat ia merasakan kenyamanan di tempat tersebut


Hari-hari Billa selalu menjalankan tugas nya untuk melakukan bersih-bersih di apartemen tempat tinggalnya tersebut dan Aby juga menepati janjinya memberikan gaji pada Billa setiap bulan nya,Aby akan meletakkan nya di atas meja makan dan setiap malam Minggu pasangan muda tersebut akan berkunjung ke mansion milik keluarga Alexander dan menginap di sana, keduanya sangat jarang berbicara walaupun hanya sekedar bertegur sapa


Seperti sore ini, Billa memasuki kamar utama apartemen tempat tinggalnya tersebut, matanya menelisik tiap sudut ruangan nya,lima bulan sudah dan hampir setiap hari ia membersihkan kamar tersebut tanpa menyentuh barang-barang milik sang pemilik kamar, tapi Billa masih merasa kagum dengan keindahan kamar tersebut



"Kayaknya Minggu ini yang punya gak pulang deh,tapi wanginya kok masih ada ya ...." monolog gadis cantik itu saat setelah membuka pintu dan mulai memasuki kamar tersebut,aroma maskulin khas parfum limited edition milik Aby langsung tercium di Indra penciuman nya dan entah mengapa Billa sangat menyukai aroma tersebut


Billa langsung menyingkap tirai jendela kamar tersebut agar cahaya matahari memasuki kamar,ia mulai membersihkan setiap sudut ruangan,tak membutuhkan waktu lama untuk nya dan ia langsung melanjutkan membersihkan ruang kerja milik Aby, selama mereka tinggal di apartemen itu baru beberapa kali Aby menginap di tempat tersebut,Aby menginap di apartemen tersebut jika ia benar-benar ingin istirahat atau ingin ketenangan tanpa diganggu dan di apartemen tersebut lah Aby bisa tidur atau bekerja dengan tenang karena tidak satupun dari sahabatnya yang mengetahui apartemen tersebut termasuk asisten nya dan juga sesil sang kekasih, sedangkan Billa jika tau ada Aby ia langsung mengurung dirinya dikamar atau ia langsung keluar jika saat siang hari


Billa juga lebih sering menghabiskan waktunya di rumah sederhana peninggalan orang tuanya, yang kini di tempati oleh buk Susi,ia pulang ke apartemen hanya untuk tidur dan membersihkan nya saja, selebihnya waktunya banyak ia habiskan di luar apartemen tersebut


Sore ini Billa akan berkunjung ke kediaman sang mertua, ia sedang bersiap didepan cermin,Billa langsung menuju pintu saat mendengar suara bel dan ia yakin jemputan nya sudah datang,ia di jemput oleh supir keluarga tersebut, Billa tidak merasa keberatan, justru ia lebih menikmati perjalanan nya dibandingkan jika dengan Aby karena mereka tidak pernah mengobrol walaupun berada dalam satu mobil


" Assalamualaikum..non saya disuruh jemput nona muda oleh tuan muda, karena tuan muda sedang sangat sibuk jadi mungkin akan pulang larut malam " jelas sang supir pada Billa


" Oh iya..bisa tolong tunggu sebentar kan pak..? saya sedang bersiap..bapak silahkan duduk aja dulu " ucap Billa lembut pada supir sang mertua seraya mempersilahkan pria paruh baya tersebut duduk di kursi yang tersedia di dekat pintu masuk, Billa melangkah ke dapur,menyeduh secangkir kopi dan memberikan nya untuk pak Harto,tak lupa beberapa potong cake buatan nya


" Ini pak silahkan diminum dulu " ucap Billa sopan seraya meletakkan nampan berisi kopi dan sepiring cake


" Ia non terimakasih banyak" ucap pak Harto sungkan dengan kebaikan Billa, karena tidak seharusnya nona muda nya memberikan pelayanan untuk seorang supir, tapi itulah yang membuat ia sangat mengagumi kebaikan dan kesopanan sang nona muda nya,bagi para supir dan art di kediaman keluarga Alexander Billa adalah sosok gadis yang nyaris sempurna, tidak hanya cantik tapi juga hatinya sangat baik dan mereka sangat mengagumi gadis cantik tersebut


Sekitar 20 menit Billa sudah selesai dengan semua nya,ia langsung menghampiri sang supir dan memindahkan nampan yang isinya hanya tinggal beberapa potong cake,tak lupa Billa mencuci tempat kosong tersebut sebelum pergi


" Ayok pak.." ajak Billa seraya menutup pintu apartemen

__ADS_1


" Mari non" jawab sang supir seraya mengikutinya dari belakang, keduanya meninggalkan apartemen tersebut dan langsung menuju mansion keluarga Alexander


Mobil yang Billa tumpangi berhenti di sebuah persimpangan saat lampu rambu menunjukkan tanda merah,mata Billa melihat -lihat disekitar dari jendela mobil, tanpa sengaja matanya menangkap sosok Aby bersama seorang wanita cantik yang terlihat sedang bergelayut manja di lengan nya, sang wanita terlihat sedang berbicara sesuatu pada Aby yang dibalas dengan anggukan kepala


Billa sedikit menyunggingkan senyumnya, hatinya merasa kurang nyaman dengan pemandangan tersebut, walaupun ia tau pernikahan mereka tidak diinginkan dan mungkin akan berakhir beberapa bulan lagi, tapi sebagai seorang istri entah mengapa dalam hati kecilnya merasa miris saat melihat pria yang berstatus suami nya mesra dengan wanita lain, walaupun ia tidak pernah berharap Aby memperlakukan nya selayaknya seorang istri


Tanpa terasa matanya mengembun ia merasa bagaikan seorang wanita simpanan para pengusaha,ia diberikan segala fasilitas dan sebuah kartu kredit tanpa batas, walaupun selama ini Billa belum pernah menggunakan kartu tersebut , bedanya hanya ia tidak pernah disentuh oleh pria tersebut,bagi Billa menjalin hubungan pertemanan mungkin lebih baik ketimbang hubungan seperti mereka sekarang, buru-buru Billa mengusap matanya agar tidak menangis


" Bodoh kamu Billa.... untuk apa sedih melihat dia dengan wanita lain, mungkin itulah kekasih nya dan wanita yang ia cintai, maka itu kamu harus jaga hati kamu jangan lupa diri, jangan sampai kamu merebut milik orang lain" monolog gadis cantik tersebut dalam hati nya,ini bukan yang pertama kali Billa melihat Aby bersama sesil, sebelumnya mereka juga pernah bertemu di sebuah restoran saat Billa diminta sang pemilik toko bunga tempat ia bekerja paruh waktu nya untuk membelikan beliau nasi untuk makan siang mereka, karena restoran tersebut berada tepat di depan toko bunga tersebut


Pak Harto kembali melajukan mobilnya melanjutkan perjalanan menuju kediaman sang majikan, sekilas ia melirik nona muda nya dari spion mobil, melihat reaksi dari sang nona muda, karena beliau juga melihat keberadaan aby saat di lampu merah tadi, karena mobil mereka bersebelahan yang hanya berbatasan dengan trotoar


Pak Harto sedikit merasa heran kenapa nona muda nya terlihat biasa saja, tidak sedikit pun menunjukkan kesedihan atau mungkin kemarahan saat melihat suaminya bersama wanita lain,pak Harto malah melihat sang nona muda yang tersenyum tipis setelah melihat Aby dengan wanita cantik , walaupun Dimata pak Harto kecantikan Billa jauh di atas wanita tersebut, hanya saja wanita tersebut terlihat lebih matang dan seksi, sedangkan Billa terlihat jelas bahwa dirinya masih sangat muda


Beberapa puluh menit kemudian akhirnya mobil yang dikemudikan oleh pak Harto mulai memasuki gerbang mewah kediaman utama keluarga Alexander, hamparan bunga indah di taman mini yang terdapat di tengah halaman dan dilengkapi dengan air mancur di tengah nya benar-benar mampu memanjakan mata yang memandang, termasuk Billa, hatinya langsung bahagia setiap kali datang ke rumah megah tersebut, bukan karena kemegahan yang disuguhkan tapi kehangatan seorang ibu dan ayah lah yang nyata ia rasakan, dan ia tidak ingin melewatkan kesempatan itu, karena saat waktunya ia untuk pergi maka belum tentu ia akan dapat kembali merasakannya


"Sayang...kamu sudah sampai nak..uh mami kangen banget sama kamu" ungkap mami Tamara


" Ia mi.. assalamualaikum.. Billa juga kangen banget sama mami" ucap Billa lembut membalas ungkap rindu sang mertua, kedua wanita cantik beda generasi itu saling berpelukan melepaskan rindu


Hati Billa selalu menghangat saat berada di sisi kedua orang tua Aby, walaupun jika saat di kediaman sang mertua ia harus menahan rasa canggung dan bedebar karena harus satu kamar dengan Aby,meski mereka tidak pernah tidur satu ranjang, Billa selalu tidur di sofa dan ia juga tidak pernah membuka hijab nya walaupun sedang tidur, tidak nyaman memang tapi ia juga tidak bisa ikhlas menampakkan auratnya pada Aby karena hubungan mereka seakan tidak nyata


" Ayo kita masuk sayang...kamu pasti lelah kan, pulang sekolah langsung lanjut ke sini" ajak mami Tamara


" Gak kok mi... hari ini kan Sabtu.. Billa pulang nya lebih cepat dari hari biasanya " jawab Billa ikut masuk seraya memeluk manja lengan sang mertua


" Mi.. tadi tu Billa iseng belajar resep baru..ngak tau deh enak atau nggak, nanti mami cobain ya.." ucap Billa


" Duh rajin nya anak gadis cantik mami.. pasti akan mami cobain dan mami yakin pasti enak,kue buatan kamu selalu bikin nagih " jawab mami Tamara semangat

__ADS_1


Setelah sampai di dapur Billa meletakkan sebuah paper bag yang berisikan makanan yang ia buat di atas minibar dapur mewah tersebut, beberapa art dan chef langsung menunduk hormat saat melihat nona muda mereka,ya mereka baru tau gadis cantik tersebut adalah nona muda keluarga Alexander karena melihat pasangan muda tersebut tidur dalam satu kamar, yang mereka tanyakan kapan tuan muda mereka menikah?, tapi mereka juga sangat suka karena Billa sangat baik, sopan dan ramah



Setelah membantu sang mertua menata menu makan malam di atas meja makan, akhirnya Billa memutuskan untuk langsung ke kamar utama milik Aby,ia ingin menuntaskan tugas tiga rakaat nya, perlahan Billa menekan handle pintu dan membukanya, matanya masih menatap kagum setiap kali memasuki kamar mewah tersebut



Kamar yang memang sudah diubah menjadi lebih terkesan sedikit feminim, awalnya dinding kamar tersebut berwarna putih abu-abu dengan ranjang senada,kini berubah menjadi putih dan gold,tentu itu semua adalah idenya sang ibu ratu di rumah megah tersebut,dan tak seorang pun berani membantah nya termasuk sang Big Bos


Billa langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu, setelah selesai ia langsung melakukan tugasnya dan selesai setelah beberapa menit kemudian, Billa memakai hijab instan nya dan memberikan sedikit pelembab pada bibir indah nya agar tak terlihat pucat, Billa turun ke lantai dasar dan langsung menuju dapur


Para art yang melihatnya langsung menunduk hormat dan selalu dibalas dengan senyuman ramah Billa,ia memang sangat jarang berinteraksi dengan para pekerja di rumah tersebut,ia sedikit merasa canggung karena datang secara tiba-tiba dan menjadi nona muda keluarga kaya raya tersebut,ia takut dianggap wanita licik yang telah menjebak tuan muda mereka


" Lanjutkan aja bik kerja nya.. Billa cuma mau lihat - lihat aja kok,sambil nunggu mami turun" ucap Billa lembut


Kebetulan tuan Lincoln memang sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis, mereka sedang menjalankan proyek pembangunan sebuah rumah sakit mewah di negara tersebut, keluarga Alexander memang menjalankan beberapa bisnis, yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan juga retail seperti apartemen dan mall


" Sayang..kamu sudah nunggu ya..maaf kalau mami lama, kebetulan tadi papi telfon,disana baru menjelang siang" ucap mami Tamara


" Gak kok mi.. baru juga beberapa menit,oh ya papi apa kabar? kapan pulang?" tanya Billa terdengar perhatian


" Kabar papi baik kok.. kalau balik masih lama sayang.. perkiraan mungkin sekitar satu tahun baru rampung sekitar 80 persen, itulah yang ingin mami bicarakan dengan kamu dan Aby.. kemungkinan beberapa hari lagi mami akan menyusul papi kesana, kasihan papi udah tua juga ga ada yang ngurusin disana" ucap mami Tamara


" Tapi kak Aby nya belum pulang mi... mungkin agak larut karena banyak banget kerjaan nya" jawab Billa


" Kamu benar sayang.. karena papi ga di Indonesia jadi semua tanggung jawab berpindah ke Aby,maaf ya sayang sudah sangat banyak menyita waktu suami kamu, kalian pasti susah ya untuk mee Time bareng, secara kalian kan masih pengantin baru, seharusnya masih hangat-hangatnya " ucap mami Tamara seraya menggoda sang menantu, tanpa ia tau bahwa sang putra belum pernah menyentuh istrinya


Ucapan mami Tamara membuat pipi putih mulus Billa langsung merona merah bak kepiting rebus , membuat mami Tamara sangat gemas melihat nya dan semakin suka menjagili gadis tujuh belas tahun itu

__ADS_1


__ADS_2