
Akhirnya Billa sampai di rumah nya,Dave memutuskan langsung pulang setelah mengantarkan Billa, karena tidak mungkin ia singgah ke rumah Billa mengingat gadis itu hanya tinggal sendiri sekarang,Dave tidak mau jika nantinya para tetangga Billa akan berfikir miring tentang Billa
Baru saja bila selesai mandi, berganti baju dan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim,ia merebahkan tubuhnya di atas sofa seraya menyalakan TV berukuran sedang yang terdapat di ruang tamu rumah sederhana nya, Billa mengunggah sebuah akun di media sosial miliknya
Billa juga melihat akun sosmed milik Dave yang baru beberapa menit di unggah oleh pria tampan tersebut, Billa tersenyum getir setelah membaca postingan Dave yang seakan mengungkapkan isi hatinya saat ini dan Billa tau bahwa itu tentang mereka
***Bila akhirnya takdir tidak mengizinkanmu bersamaku, aku akan terus berdoa sampai Allah membahagiakanmu, sampai kamu menemukan seseorang yang jauh lebih segalanya dari diriku dan memang diperuntukkan menjadi pendamping hidup mu
Namun.... saat kamu sudah benar-benar bahagia , izinkan lah aku memohon satu hal padamu , sempatkanlah sesekali kamu berdoa untuk ku agar Allah memampukan hatiku untuk bisa melupakanmu dan merelakan mu bersama orang lain***
Berulang kali Billa membaca postingan Dave,ada sudut hatinya yang seakan tercubit dengan ungkapan hati Dave, dan Billa juga teringat akan seseorang yang tiga tahun lalu telah memintanya untuk menunggu, Billa merasa seakan sedang berdiri di sebuah persimpangan jalan yang membuat nya bingung jalan mana yang harus ia pilih, sementara jalan yang kini tengah ia pijak adalah jalan hidupnya saat ini
Tempat ia berdiri sekarang adalah Aby... seorang pria yang kini memiliki hak penuh atas dirinya, tapi pria itu adalah orang asing yang baru saja bertemu, jalan di depan nya adalah masa lalunya yang berjanji akan kembali untuk menjemput nya.. tapi apa yang akan Billa katakan dengan statusnya saat ini, dan saat ini ada seorang sahabat yang menawarkan nya menuju sebuah jalan yang indah, pria yang sudah beberapa tahun bersama nya memberikan rasa nyaman dan aman ...tapi ia merasa hanya persahabatan yang bisa ia janjikan untuk pria tersebut
Saat Billa sedang asyik dengan lamunannya dan dengan segala kegundahannya yang masih belum menemukan sebuah titik terang atau mungkin gelap kah yang akan ia rasakan, tiba-tiba Billa mendengar suara ketukan di pintu rumah nya, yang menandakan ada seseorang di balik pintu tersebut
Dengan segera Billa meraih dan memakai hijab instan nya, Billa melangkah menuju pintu rumah nya dan dengan malas ia meraih handle pintu membuka pintu rumah sederhana milik nya, Billa membukanya secara perlahan dan melihat siapa yang baru saja mengetuk pintu tersebut
DEG....
Untuk sesaat Billa terpaku di tempatnya saat melihat siapa yang sedang berdiri di hadapannya kini, seorang pria tampan dengan pakaian kasual nya, sehingga sedikit menunjukkan tubuh sispax nya, dengan segera Billa menundukkan wajahnya,ia seakan begitu takut untuk bertemu dengan orang tersebut
Sedangkan Aby sedikit tertengun melihat wajah polos nan cantik Billa, satu kata yang muncul di pikiran nya adalah kata * CANTIK* Aby terus menatap Billa intens dengan mata tajam dan wajah dingin nya, membuat Billa benar-benar tidak memiliki keberanian untuk sekedar membalas tatapan dingin seorang aby
" Si- silahkan masuk..." ucap Billa lirih dengan tergagap karena rasa terkejutnya, Billa sedikit menggeser tubuhnya kesamping pintu, menandakan mempersilahkan tamunya masuk
Tanpa menjawab Aby langsung melangkah mesuk dan duduk di salah satu kursi yang terdapat di ruang tamu sederhana rumah Billa,Aby sedikit menelisik ruang tamu tersebut yang tampak bersih dan rapi,berbeda dengan saat beberapa kali ia datang saat ayah Billa meninggal
"Mami udah nelfon kan kalau hari ini dia Suruh gue jemput Lo..?" tanya Aby dingin dengan suara terdengar ketus
" Iya... sebentar saya bersiap dulu dan ambil beberapa barang untuk keperluan sekolah " jawab Billa pelan dengan kepala yang masih tertunduk
" Lo ga perlu bawa semua barang Lo sekarang karena kita ga seterusnya tinggal di mansion keluarga gue,kita akan tinggal sendiri di apartemen" ucap Aby masih dengan suara dingin nya
" Ya" jawab Billa singkat tanpa melihat wajah Aby
" Dan satu lagi..gue mau bilang kalau gue punya pacar jadi gue ga mau ada satu orangpun yang tau tentang pernikahan kita,Lo jangan pernah ikut campur apapun tentang gue,begitu juga dengan Lo yang bebas melakukan apapun karena gue ga perduli, bersikaplah seakan kita ga saling mengenal saat di luar" ucap Aby tegas
" Ya" Lagi-lagi Billa hanya mengangguk dan menjawab singkat tanpa berniat melakukan penawaran, atau meminta penjelasan,apalagi membantah
__ADS_1
" Bagus..Lo memang harus sadar bahwa kehidupan kita jauh berbeda dan Lo sama sekali bukan tipe gue, tapi Lo jangan takut gue akan tetap tangguh jawab untuk semua kebutuhan Lo,tapi jangan pernah mengharapkan atau meminta lebih dari gue" ucap Aby dengan arogan nya, membuat hati Billa terasa begitu sakit, seakan ia sedang mengemis mengharapkan belas kasih dari orang yang berada di hadapannya,ingin Billa menangis tapi ia tahan, Billa ga mau menampakkan kelemahannya dihadapan orang lain, terlebih orang seperti Aby yang seakan memandangnya sangat rendah
Perlahan Billa mengangkat wajahnya dan menatap Aby tegas namun tetap dengan wajah lembut nya dan sedikit senyuman,ia tetap berusaha untuk tersenyum dan ikhlas atas semua ucapan aby
" Saya sadar saya hanya wanita yang anda anggap sebagai penebus rasa bersalah kedua orang tua anda...saya berjanji saya tidak akan mengikat anda dengan pernikahan ini" ucap Billa tegas dan sebuah senyuman
"Dan aku tidak pernah ingin terikat dengan hubungan yang konyol ini, sebagai tanda baktiku kepada kedua orang tuaku aku akan memberikan semua fasilitas untuk mu selama satu tahun, setelah kamu lulus maka pergilah jauh dari hidup ku" Ucap Aby sombong
"Baik.. tapi tolong izinkan saya menganggap kedua orang tua anda sebagai orang tua saya juga setidaknya hanya untuk satu tahun ke depan "pinta Billa lirih
" Ya.. tapi jangan pernah berfikir untuk menjadikan dirimu sebagai menantu sesungguhnya mereka, karena gue akan bawa menantu sesungguhnya untuk mereka " ucap Aby
Billa tidak menjawab ia hanya tersenyum tipis dan bangun dari duduknya melangkah menuju kamar nya untuk mengambil sebuah koper kecil yang berisikan keperluan sekolah dan beberapa helai baju,hijab serta perlengkapan Shalat, Billa menatap kamar sederhana milik nya,kamar yang sangat nyaman untuk nya, Billa meraih satu buah tas sandang yang berisi perlengkapan perawatan tubuh dan wajah,dompet dan ponselnya
Perlahan Billa melangkahkan kakinya meninggalkan kamar ternyaman bagi nya, setetes air mata jatuh di pipi mulusnya, dengan segera Billa menghapus nya dan mengubah ekspresi wajahnya seperti biasa, Billa menuju ruang tamu yang sudah tidak terlihat lagi Aby disana, Billa langsung menuju keluar yang ternyata Aby sudah menunggunya di dalam mobil sport mewah nya
Billa memasukkan koper kecil miliknya kedalam bagasi yang sudah terbuka dan menutupnya kembali dan langsung menuju pintu belakang, Billa membukanya dan langsung masuk, tapi ia langsung terdiam saat terdengar suara dingin Aby yang membuat Billa membatalkan duduk
" Gue bukan sopir Lo... pindah ke depan" ucap Aby dingin
Dengan sangat terpaksa Billa keluar dari mobil dan berpindah duduk di samping kemudi, Billa meremas kuat tali tas sandang miliknya, walaupun ini bukan yang pertama tapi yang kedua kalinya ia semobil dengan Aby, tapi Billa tetap merasakan hal yang berbeda, entah itu takut atau mungkin grogi, sangat berbeda dengan saat ia bersama Dave,apa mungkin karena status mereka yang berbeda
Sepanjang perjalanan yang mereka tempuh sekitar 30 menit, keduanya saling diam dan tidak sama sekali ngobrol, Billa memilih mengotak-atik handphone milik nya untuk menghilangkan rasa jenuh nya, sedangkan Aby terlihat serius dengan kemudinya
Handphone Aby berdering di dashboard mobil nya hingga berulang kali,Aby memasang headset ditelinga nya dan menyambungkan ke handphone miliknya,Billa hanya melirik sekilas
" Ada apa..?" tanya Aby singkat pada sang penelepon
" Beb...kamu dimana? aku udah di bandara Soekarno Hatta Jakarta nih..kamu bisa jemput aku beb?" tanya suara manja seorang wanita dari sebrang telfon
" Kamu di jemput Asisten pribadi aku .. sorry banget aku sedang ada sedikit acara dengan keluarga" jawab Aby santai pada sesil, walaupun sangat kecewa tapi sesil tidak menunjukkan nya pada Aby
" It's okay...aku tunggu asisten kamu datang...dan jangan lupa aku tunggu kamu di apartemen aku nanti malam...aku kangen banget sama kamu...i miss you" ucap sesil terdengar sangat manja dan menggoda
" Share lock alamat apartemen kamu....Miss you too" Jawab Aby membalas ucapan kangen dari sesil,hal yang belum pernah ia lakukan membuat sesil sangat bahagia saat mendengar ucapan Aby
" Okay aku tunggu... love you" ucap sesil terdengar sangat bahagia
" Hemm" jawab Aby singkat dan mematikan panggilan tersebut
Aby melirik sekilas wajah Billa yang ternyata tidak menunjukkan reaksi apapun, Billa masih terlihat asyik dengan ponselnya seakan tidak mendengar apapun disekitarnya,Aby sedikit bertanya dalam hatinya apakah benar Billa tidak tertarik sama sekali pada dirinya?, tapi akhirnya Aby juga teringat jika Billa sudah memiliki Dave,Aby mengira Billa memiliki hubungan khusus dengan Dave
Mobil mewah Aby memasuki gerbang megah kediaman keluarga Alexander, mobil berhenti tepat di depan pintu utama, Billa baru menyadarinya saat merasakan mobil tersebut berhenti,ia mengangkat wajahnya melihat sekeliling yang menunjukkan kemewahan istana sang mertua
__ADS_1
Sesaat Billa terpaku di tempatnya saat melihat betapa indah dan mewahnya bangunan yang ada di hadapannya, Billa merasa bak di negeri dongeng, tapi lamunannya buyar saat terdengar suara berat Aby yang sudah bersiap untuk turun dari mobil tersebut
" kita udah sampai.. ingat jangan katakan apapun sama mami atau papi.. kalau mau hidup Lo tenang maka cukup diam dan ikuti apa kata gue" ucap Aby dingin mengingatkan Billa
" Ya" jawab Billa singkat padat dan jelas tanpa berniat untuk membantah semua nya, Billa hanya ingin tenang menjalankan hari-harinya selama berstatus sebagai istrinya Aby.. itulah doa sederhana dari seorang Salsabila
Perlahan Billa keluar dari mobil Aby setelah melepaskan sabuk pengaman nya, Billa melangkah pelan mengikuti langkah Aby, tampak seorang laki-laki paruh baya yang langsung menghampiri mobil Aby dan mengambil koper kecil milik Billa dan membawanya ke dalam
Tampak beberapa Art yang langsung menunduk hormat saat melihat Aby dan Billa memasuki rumah mewah tersebut
" Assalamualaikum..." ucap Billa lirih berada di belakang Aby
" Waalaikum salam... jawab seorang kepala Art yang langsung menatap wajah cantik Billa, sesaat beliau terpaku melihat wanita cantik yang sang tuan muda bawa, dalam hati bertanya siapa wanita cantik tersebut? karena belum pernah sebelumnya tuan mudanya tersebut membawa seorang wanita kehadapan keluarga nya, apalagi ke kediaman utama keluarga Alexander, terlebih seorang wanita berhijab
sedangkan Aby tidak perduli dengan tatapan penasaran para Art di mansion tersebut,ia terus melangkah dengan gaya tegasnya, Billa tersenyum pada semua art yang melihatnya dan ia terus mengekor di belakang Aby tanpa bertanya satu kata pun
" Mami dimana bik?" tanya Aby pada sang art
" Di ruang keluarga den" jawab bik Atik yang mesih mengikuti pasangan muda tersebut
Aby mengangguk sambil terus melangkah menuju ruangan yang disebutkan oleh sang art dengan Billa yang masih terus mengikutinya dari belakang
Sampai di salah satu ruangan yang terlihat sangat mewah dan elegan membuat nyaman setiap mata yang memandang,tampak seorang wanita paruh baya sedang asyik melihat televisi berlayar lebar nya yang tengah menampilkan sebuah acara fashion show bergengsi di sebuah negara
" Mi..." sapa Aby singkat mengalihkan perhatian wanita paruh baya yang tengah asyik dengan tontonan nya
" Hai sayang... udah sampai ya?" ucap mami Tamara terlihat sangat bahagia
" Assalamualaikum mi.." ucap Billa sopan dengan suara lembut nya, Billa melangkah mendekat dan langsung meraih tangan sang ibu mertua mencium punggung tangan tersebut
" Waalaikum salam sayang... cantiknya anak mami,kok lama banget boy balik nya?" tanya mami Tamara
" Tadi dia ga di rumah " jawab Aby singkat
" Oh itu mi..maaf tadi sebelum zhuhur Billa nganterin beberapa barang yang masih layak ke panti, siapa tau ada manfaatnya untuk mereka " ucap Billa langsung memotong ucapan Aby karena ia baru tau bahwa Aby sudah datang ke rumah nya saat dia sedang pergi ke panti bersama Dave
" Ya udah ga pa pa,kamu pasti capek kan? langsung istirahat aja dulu di kamar Aby,nanti kalau sudah waktunya makan malam akan mami panggil,boy ajak istri kamu ke kamar kalian" ucap nyonya Tamara dengan senyuman tulus nya
" Hemm" jawab Aby dingin dan melangkah menuju tangga,tapi langkah nya terhenti saat mendengar ucapan Billa
" Maaf mi... kalau Billa terlalu lancang dan sangat yg tidak sopan,tapi apakah boleh Billa minta sesuatu sama mami?" tanya Billa ragu
" Boleh dong..mau minta apa sayang.. jangan ragu ..kamu boleh minta apapun ke mami, seandainya bisa mami pasti akan kasih" jawab sang mertua tulus
" Untuk sementara apakah boleh kalau Billa minta untuk ngak satu kamar dengan kak Aby...? tolong beri kami waktu untuk saling mengenal agar tidak terlalu canggung,anggap saja Kemi seperti orang yang sedang pacaran..maaf... tapi Billa benar-benar belum siap " ucap Billa lirih
__ADS_1
Aby sampai melongo mendengar permintaan Billa, apakah ia tidak sedang bermimpi? belum ada satu wanita pun yang sanggup menolak pesonanya,tapi hari ini ia dengan nyata melihat dan mendengar seorang Salsabila yang notabenenya adalah istrinya, dengan tanpa ragu menolak nya,ini sungguh diluar ekspektasi nya
Berbeda dengan nyonya Tamara,beliau malah tersenyum mendengar permintaan Billa, beliau merasa sangat lucu dan gemas dengan kepolosan sang menantu, dan beliau juga tau jika sang putra sangat digilai oleh para kaum hawa, tapi sang menantu kesayangan nya malah secara terang-terangan menolak untuk satu kamar dengan putra semata wayangnya yang memiliki daya tarik yang tak perlu diragukan lagi