
Jika di tempat kediaman sang penguasa seorang pangeran tampan sedang merebahkan tubuhnya yang lelah dengan perasaan yang tak menentu
Berbeda lagi dengan di sebuah klinik milik keluarga Brayen, seorang gadis cantik sedang menjadi pusat perhatian hampir seluruh tamu di acara anniversary tempat tersebut,ya gadis cantik itu Salsabila Aulia...ia menghadiri anniversary klinik milik keluarga Brayen yang tak lain adalah konsulen nya di rumah sakit tempat ia magang dan juga kakak laki-laki sahabat nya yang juga sudah seperti kakak laki-lakinya dan keluarga itu sudah menganggap ia seperti putri mereka
Salsabila hadir dengan setelan kebaya resmi lengkap dengan hijab nya, seakan ia ingin menunjukkan bahwa dirinya asli wanita Indonesia,salah satu negara di Asia tenggara, kehadiran Billa menjadi trending dan perbincangan hampir semua pengunjung
Billa berjalan anggun memasuki gedung mewah di sebuah hotel ternama,sebuah Aula yang memang disediakan oleh pihak hotel untuk disewakan,Billa dan kedua sahabatnya langsung tersenyum saat melihat Mo sahabat cantik mereka yang tampil begitu cantik dan anggun dengan gaun berwarna merah berlengan panjang dan pas di tubuh idealnya, membuat kulit putih Mo terlihat sangat kontras dengan gaun yang ia gunakan,Mo menggulung rapi rambutnya sehingga menampakkan leher jenjangnya,dan gaun yang hampir sama yang digunakan oleh Mona dan Kiki
Penampilan Billa yang terlihat paling berbeda membuat ia benar-benar menjadi pusat perhatian, sampai - sampai ia hampir merasa tidak percaya diri, tapi semua itu langsung menghilang saat banyak nya pengunjung mengatakan kata pujian untuk nya, bahkan ada yang mengatakan nya secara terang-terangan pada Billa, membuat rasa percaya dirinya kembali lagi
Dua pasang mata menatapnya tanpa berkedip, seakan mereka baru Pertama kalinya bertemu, hitto dan Brayen... kedua pria tampan tersebut begitu terpana melihat kecantikan Billa, gadis cantik itu tidak menggunakan make up tebal seperti tamu wanita lainnya,Billa hanya memoles wajah nya dengan makeup flowless dan natural, tapi kecantikan nya mampu menghipnotis hampir semua pengunjung dan ternyata acara itu juga disiarkan langsung di beberapa stasiun televisi lokal negara tersebut
" Lo tau bro... seandainya gue dikasih dua pilihan,antara saham dan jabatan di rumah sakit atau Dia ..gue yakin dia yang akan gue pilih seandainya dia mau hidup dengan pria yang ga memiliki apapun lagi kecuali kasih sayang yang tulus untuk nya, karena harta masih bisa gue cari, tapi wanita seperti dia... belum tentu bisa gue dapatkan untuk kedua kalinya, gue yakin itu seandainya dia mau ngasih gue kesempatan untuk menjadi pemilik hatinya" ucap hitto serius tanpa melihat teman bicara nya, matanya terus menatap kearah Salsabila yang menjadi topik pembicaraan nya
" Dan hal yang sama juga akan gue pilih seandainya dia... bersedia ngasih gue kesempatan seperti yang Lo bilang, bukan hanya kecantikan fisik dia yang gue kagumi, tapi kecantikan hatinya serta sikap lemah lembut nya yang bikin gue ga pernah bisa berkutik di depan dia, sungguh hati gue terlalu sulit untuk melupakan dia dan jika suatu saat dia milih Lo,gue mohon bawa dia pergi sejauh nya dari gue, karena gue yakin hati gue ga akan sanggup liat dia dimiliki orang lain" ucap Brayen serius
Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing, namun kediaman mereka berakhir saat empat gadis cantik datang menghampiri kedua pria tampan tersebut, keempat gadis cantik itu adalah Mo,Kiki,Mona dan Billa
Happy anniversary ya brother..." ucap Billa tulus dan hal yang sama juga dilakukan oleh yang lain, sedangkan Brayen hanya mengangguk dengan senyuman tipis di wajah datarnya,berbeda dengan Hitto yang tampak antusias menjawab sapaan tamu lainnya, bagaimana mereka ga menyapa dia , hampir seluruh negeri itu mengenal dia salah satu cucu dari keluarga Alexander
__ADS_1
" Your beautiful Dear" puji Brayen pada Billa tanpa ragu,ia tidak ingin menyembunyikan rasa kagumnya akan gadis cantik tersebut
" Thanks you brother...." jawab Billa dengan tersenyum lembut
" Jadi cuma Billa aja nih yang cantik? kita-kita ga...?" tanya Mo menggoda Brayen sang kska laki-laki nya dengan wajah yang ia buat cemberut
" Kalian semua beautiful" potong hitto membuat yang lain tertawa, sedangkan Brayen terlihat santai dan hanya menggidikkan bahunya
" Apa kabar Nona?" sapa Hitto ramah pada Billa,ia sengaja memanggil gadis cantik itu dengan sebutan Nona, karena semenjak mereka lumayan dekat Billa akan protes jika di panggil Nona oleh hitto,ia merasa seakan mereka adalah orang asing yang baru kenal
" Sangat Baik Tuan Dirut...?" jawab Billa membalas Ledekan hitto
" Maaf Billa tidak bermaksud mengganggu waktu mu,tapi ini pesan dari Oma, beliau meminta kamu untuk datang ke kediaman nya untuk memeriksa kesehatan beliau,sudah hampir dua bulan ini kamu tidak datang ke klinik kerajaan dan semuanya digantikan oleh dokter lain " ucap Brayen menyampaikan pesan sang nenek pada Billa, gadis cantik yang sangat diidolakan oleh sang ratu negara tersebut
Tanpa yang lain tau, sebenarnya itu hanya Billa jadikan sebagai alasan untuk ia menghindari ratu negara tersebut,Billa masih sangat ingat saat wanita yang ia panggil Oma itu memintanya agar bersedia diperkenalkan dengan cucu laki-laki nya yang tak lain adalah hitto,Billa tidak ingin mengecewakan wanita yang sudah sangat baik padanya itu, sehingga ia lebih memilih untuk menghindar, karena sejujurnya hatinya masih belum siap untuk menerima laki-laki dalam hidupnya saat ini,Billa masih sangat menikmati kesendirian nya,ia ingin menata hatinya yang tak lagi utuh
" Tapi please.. satu kali aja, luangkan waktu kamu untuk mengunjungi Oma ratu dan aku akan minta izin langsung pada aunty untuk mengizinkan kamu libur satu hari" pinta hitto, sedangkan Brayen hanya diam mendengarkan pembicaraan keduanya
" Maaf.. tapi aku janji jika ada waktu aku akan berusaha untuk mengunjungi Oma,ga perlu kakak jemput,aku akan ajak Mo, bukankah dia sudah terbiasa masuk ke istana,ia kan Mo?" ucap Billa lembut seraya memastikan Mo agar mau mengantar nya ke kediaman Oma ratu
Hitto terdiam tidak menjawab sepatah katapun, ia hanya mengangguk lemah seraya berusaha tersenyum tipis, untuk menutupi rasa kecewanya, bagaimana pun ia sadar ia tidak berhak memaksa Billa untuk memenuhi permintaan sang Oma, walaupun mereka adalah keluarga paling berkuasa di negara tersebut, tapi Billa bukan lah warga negara itu,ia hanya pengunjung yang menempuh pendidikannya di negara tersebut, tidak diwajibkan untuk Billa mematuhi semua perintah mereka, yang terpenting Billa tidak melanggar hukum dan peraturan negara tersebut, terlebih permintaan sang Oma adalah permintaan secara pribadi
__ADS_1
Sedangkan Brayen terlihat diam tanpa ingin ikut campur, walaupun mungkin nantinya ia akan mencoba membujuk Billa agar bersedia meluangkan waktunya untuk menemui wanita nomor satu negara tersebut, terlebih Brayen tau bahwa keadaan sang ratu sedang kurang sehat dan Brayen juga tau bahwa sang ratu sangat mengidolakan sosok Salsabila, yang entah mengapa seakan ada suatu ikatan antara mereka
Acara demi acara berlangsung begitu megah dan sukses, hingga tanpa terasa akhirnya acara puncak pun tiba, seperti biasa papa dari Brayen memberikan beberapa kata sambutan dan ucapan terimakasih atas kehadiran semua tamu,dan beliau juga mengucapkan terimakasih kepada semua tenaga medis yang bekerja di klinik keluarga nya tersebut, hingga akhirnya acara puncak pun tiba,yaitu pemotongan kue dan jamuan makan
Billa dan kedua sahabatnya langsung meminta izin untuk pulang pada keluarga Brayen, waktu menunjukkan pukul 23.30 waktu setempat, yang menandakan bahwa malam sudah larut dan besok pagi mereka harus dinas pagi, sehingga ketiga gadis cantik itu memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen
" Bill...Lo kenapa sih kok kayak ngehindar gitu dari keluarga tuan Dirut?" tanya Mona saat mereka sedang dalam perjalanan, ketiga gadis cantik itu pulang menggunakan taksi dan mereka menolak saat hitto menawarkan mengantar mereka pulang dan hal yang sama juga mereka lakukan saat mama dan papa hitto memerintahkan sang supir untuk keamanan,tapi ketiganya beralasan ingin menikmati angin malam terlebih dahulu
" Ga ada pa pa kok, beneran aku cuma mau jaga jarak aja sama keluarga mereka,Oma ratu minta supaya aku bisa mencoba untuk lebih dekat lagi dengan cucunya " Jawab Billa apa adanya
" Sebenarnya Lo itu Kenapa sih Bill? kenapa sih ga coba buka hati Lo dan kasih kesempatan untuk mereka yang coba dekati Lo,kita yakin pasti Lo bisa lupain masa lalu Lo dan Lo berhak bahagia Billa,tapi kalau Lo terus kayak sekarang....Lo ga akan pernah bisa lupain mantan Lo itu,kecuai kalau memang Lo masih mengharapkan dia" ucap Mona bijak pada Billa
" Yang Mona bilang barusan bener bill, cobalah untuk menata kembali hidup Lo yang Lo anggap pernah berantakan dan gue yakin Lo pasti bisa, please demi kita-kita...Ok" tambah Kiki membenarkan ucapan Mona
" Akan aku coba aku janji..tapi tidak untuk sekarang, bahkan hampir tiap malam aku masih mimpi dia yang datang di sepertiga malam ku,aku lelah...tapi aku juga ga tau kenapa terlalu sulit untuk aku hapus semua bayangan dia, padahal diantara kami tidak memiliki hubungan baik seperti pasangan suami istri lainnya" jawab Billa sendu seraya mengusap lembut pipinya yang dibasahi oleh air mata
" Sorry kalau ucapan kami bikin Lo sedih ...tapi percayalah kami peduli sama Lo,kami sayang banget sama Lo dan kami akan terus dukung apapun keputusan Lo,selama itu ga merugikan Lo atau berpengaruh negatif untuk Lo,maka kami akan selalu dukung Lo" ucap Mona dan juga di angguki oleh Kiki, keduanya mengusap lembut punggung Billa yang terlihat bergetar karena menahan tangisnya
" Thanks...aku bersyukur banget Tuhan kasih kalian di hidup aku saat ini,aku ga tau seberapa kuat aku bertahan jika ga ada kalian disamping aku dan maaf aku masih belum siap untuk kasih tau kalian siapa dia, sungguh aku belum siap" jawab Billa sendu di sela Isak tangis nya
" No problem...kami janji kami ga akan pernah tanya lagi siapa dia, sampai Lo sendiri yang akan bilang ke kami tentang dia,dan saat hari itu tiba berarti Lo udah bisa bangkit dari keterpurukan Lo sekarang " jawab Kiki bijak
__ADS_1
" Kiki bener bill,kami ga akan tanya lagi, yang terpenting Lo baik-baik aja,umur kita juga masih muda banget, apalagi Lo belum juga genap 20 tahun,jadi masih panjang banget waktu Lo untuk merubah segalanya, yang penting Lo masih tetap Salsabila kami yang cantik,baik,pintar dan Ustadzah setia kami" timpal Mona sedikit bercanda dan langsung di balas tawa ceria oleh Billa dan Kiki
Tanpa terasa akhirnya taksi yang membawa mereka berhenti tepat di depan lobby apartemen sederhana tempat tinggal mereka, ketiganya langsung turun setelah membayar ongkos taksi tersebut dan ketiganya langsung menuju unit apartemen mereka, ketiganya ingin istirahat secepatnya,tubuh mereka terasa sangat lelah