
Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari pertama Billa dan ketiga sahabat nya menjadi dokter koas di Alexander Hospital,dan pagi ini mereka akan menemui konsulen mereka masing-masing,Billa dan Mona dibawah asuhan Brayen, sedangkan Kiki dan Moana akan berada di bawah asuhan dokter spesialis kecantikan yang tak lain adalah Mama Moana sendiri
Hufff...
Terdengar helaan nafas panjang Billa, sehingga membuat beberapa mata langsung menatap kearahnya,membuat Billa langsung tersenyum kikuk dan menjadi sedikit salah tingkah,ia baru menyadari bahwa ternyata dirinya menjadi pusat perhatian beberapa orang yang berada di dalam ruangan Unit Gawat Darurat,ya karena hari ini adalah hari pertama keempat gadis cantik itu menulai koas mereka dan sialnya Billa malah hampir terlambat, untungnya ia masih bisa tepat waktu walaupun pada akhirnya ia menjadi pusat perhatian karena kemunculan nya yang tiba-tiba dengan wajah panik dan nafas yang memburu
" Kamu hampir saja terlambat nona" tegur suara dingin seorang pria yang Billa yakini adalah pemimpin apel pagi saat itu
" Maaf Tuan..." jawab Billa sopan dengan suara lembut khas dirinya dan hal itu membuat pria yang tadi menegurnya sedikit mengangkat wajahnya dan sesaat terpaku menatap wajah teduh dan cantik Salsabila
Ya pria itu tadi memang tidak melihat wajah Billa, kalau ditanya dari mana ia tau kalau yang baru datang adalah salah satu calon koas di rumah sakit tersebut, itu karena ia sudah melihat profil para dokter muda tersebut sebelum meeting pagi ini dan dari yang ia tau tiga dari mereka sudah datang
" Untuk hari pertama mu saya maafkan dan pastikan kedepannya tidak akan terulang lagi" jawab tegas sang pimpinan apel pagi
" Siap tuan.. akan saya usahakan semaksimal mungkin" jawab Billa sopan tanpa menatap wajah lawan bicaranya karena ia tau seorang laki-laki
Hitto tidak menjawab, ia hanya mengangguk pelan dan langsung memulai membuka apel pagi, hitto memang terbilang sangat jarang menjadi pemimpin apel pagi,itu karena ia sering datang di jam yang tidak menentu dan lebih sering datang setelah urusannya di kampus selesai, walaupun demikian setiap satu Minggu sekali ia akan berusaha memimpin apel pagi, karena biar bagaimanapun ia di percaya oleh sang Opa menjadi direktur utama rumah sakit milik keluarga Alexander yang berada di negara tersebut, tapi karena ia juga masih melanjutkan pendidikan S2 nya, sehingga membuat ia tidak rutin berkunjung ke rumah sakit, hitto lebih tua dua tahun dari Aby
Apel pagi selesai dengan semua para karyawan wanita yang berwajah ceria, bagaimana tidak,hari sepagi ini mereka sudah disuguhkan dengan pemandangan dua wajah tampan yaitu dokter spesialis bedah yang tak lain adalah Brayen dan hitto sang manajer utama yang tak lain adalah sahabat sang dokter,ya hitto, Brayen dan Aby adalah sahabat sejak mereka kecil, walaupun Aby sempat pindah dan tinggal di Indonesia selama enam tahun,tapi persahabatan mereka tetap baik,dan Aby yang termuda di antara mereka
" Bill yok kita ke ruangan konsulen" ajak Mona saat mereka baru selesai apel dan sudah berada di ruang istirahat para dokter dan perawat
" Ya udah yok deh, kira-kira tugas apa ya yang dokter Brayen akan berikan untuk kita?" tanya Billa seraya melangkah mensejajarkan langkah nya dengan Mona sang sahabat, sedangkan mo dan Kiki sudah berada di ruangan mama nya moana yaitu nyonya Cleo, wanita yang masih terlihat sangat cantik dengan usia yang sudah melewati 50 tahun itu
" Kalo Lo sih udah pasti yang ringan donk,secara Lo itu kan belahan jiwa nya"Jawab Mona bercanda seraya mengedipkan sebelah matanya, membuat Billa langsung menatapnya dengan tatapan horor
" Jangan buat gosip ya disini,awas aja kalau sampai ada yang marah sama aku gara-gara dengerin gosip receh kamu" jawab Billa dengan mata melotot,membuat Mona sedikit tertawa dan menunjukkan sebuah tanda damai dengan mengacungkan jari tengah dan telunjuknya yang menandakan dirinya menawarkan perdamaian
" Sorry...." ucap Mona dengan tersenyum jahil
Billa menggeleng melihat tingkah laku sang sahabat yang semakin hari semakin bertambah tingkat keisengan nya, keduanya melangkah dengan anggun menuju ruangan Brayen, jangan lupakan pandangan kagum orang-orang yang melihat kedua gadis cantik itu menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan sang konsulen, terlebih saat melihat wajah cantik dan anggun Billa, karena mungkin hanya dia yang menggunakan hijab di tempat tersebut
__ADS_1
Mona dan Billa berusaha sesopan dan semaksimal mungkin, walaupun mereka tau Brayen tidak akan mempersulit mereka selama menjalani koas di rumah sakit tersebut, walaupun mereka terbilang sangat dekat dengan pria tampan tersebut tapi mereka tetap ingin berlaku secara profesional dan tidak menyangkutkan dengan masalah pribadi yang pada kenyataannya Brayen hampir seperti seorang kakak laki-laki untuk mereka, terlebih Salsabila
Tok tok tok
"Masuk" jawab sebuah suara bariton seseorang yang dipastikan sang pemilik ruangan yang tadi Billa ketuk, Brayen mempersilahkan masuk dengan suara tegas dan terdengar dingin,ciri khas dokter tampan tersebut yang sudah sangat terkenal di rumah sakit tersebut
Kreeekkkkk
Billa meraih gagang pintu dan membukanya secara perlahan, ia melangkah memasuki ruangan yang terlihat lumayan besar dan nyaman, diikuti oleh Mona dibelakangnya, yang pertama terhirup oleh Indra penciuman kedua gadis cantik ini adalah aroma maskulin yang sangat segar dan berbaur dengan sedikit aroma kopi yang berasal dari pengharum ruangan tersebut
" Pagi dok...maaf mengganggu,kami dokter koas yang berada dibawah tanggung jawab Anda" ucap Billa lembut dan sopan, kedua gadis cantik itu berdiri tepat di depan meja kerja Brayen
Brayen langsung mengangkat wajahnya dari berkas yang sedang ia baca saat mendengar suara lembut Billa,ia langsung tersenyum lucu saat melihat gadis cantik yang sangat ia kagumi itu berdiri di hadapannya dengan jas putih khas Dokter dan berbicara dengan nada yang sangat formal padanya
" Duduk Dear ..Mona...kalian tidak perlu terlalu formal begitu jika saat tidak ada orang lain bersama kita, bertingkah laku seperti biasanya saja,itu lebih membuat ku senang" ucap Brayen pada kedua gadis cantik itu
"Baik brother "
Jawab Billa dan Mona sopan dengan senyuman dan Anggukan kepala " kami cuma berusaha agar terbiasa aja bersikap profesional saat sedang menjalani tugas di rumah sakit ini,agar tidak menimbulkan persepsi buruk dari teman yang lain atau para dokter dan perawat lainnya dan mengira kami tidak sopan pada konsulen" tambah Billa menjelaskan pada Brayen agar dokter tampan itu tidak salah paham dengan kelakuan nya dan Mona
" Ok... terserah kamu aja dan saya terima alasan kamu selama itu tidak merugikan siapapun, tapi ingat jangan pernah sungkan untuk bertanya atau meminta apapun yang kalian butuhkan" jawab Brayen final
" Baik.. brother"
" Siap kak"
Jawab Billa dan Mona kompak, membuat Brayen menggeleng melihat tingkah kedua gadis cantik yang masih berdiri anggun di depannya
" Ok... silahkan kalian keliling dulu agar kalian tau detail gedung ini, pukul 10 nanti saya ada visit dan kalian harus ikut,satu lagi..saya ga terima alasan apapun,ingat jangan telat" ucap Brayen tegas sebagaimana saat ia berbicara dengan para perawat atau asistennya
" Siap Dok" jawab Billa dan Mona kompak
__ADS_1
" Mari..akan saya panggilkan salah satu perawat untuk menjadi tour guide kalian" jawab Brayen tegas dan langsung di angguki oleh Billa dan Mona
keduanya melangkah di belakang Brayen,mengikuti pria tampan itu yang berjalan dengan langkah tegapnya dan jangan lupakan wajah datarnya yang hampir tanpa ekspresi,dan sialnya walaupun begitu...ia tetap menjadi pujaan para dokter dan perawat wanita, bahkan ada yang tidak segan-segan menunjukkan dan mengakui kekaguman mereka padanya,tapi sayang pria tampan tersebut sudah memutuskan mengakhiri petualangan nya tentang wanita, hatinya sudah dipenuhi dengan wajah cantik, anggun dan kelembutan Salsabila, tapi sayang wanita yang sangat ia kagumi itu seakan memiliki tembok yang sangat tinggi untuk yang namanya pria
" Catherine... antarkan mereka mengelilingi tempat ini, agar mereka sedikit mengenal lokasi disini dan sedikit memudahkan mereka saat akan menuju tempat yang dituju" Ucap Brayn memerintahkan salah satu perawat wanita
" Baik Dok.." jawab perawat tersebut seraya menunduk hormat pada Brayen
" Mari..nona...permisi Dok..saya akan memperkenalkan tempat ini pada nona-nona ini" ucap perawat itu mengajak Billa dan Mona serta meminta izin pada Brayen
" HM.." jawab Brayen singkat dengan wajah dingin,ia langsung membalikkan tubuhnya dan melangkah meninggalkan ketiga gadis cantik yang sedikit melongo melihat tingkah Brayen, mungkin bagi Caterina sang perawat itu sudah hal biasa,tapi untuk Mona ...ia sedikit terkejut, terlebih Billa yang benar-benar tidak menyangka bahwa gosip tentang Brayen ternyata benar adanya
" Mon..itu beneran kak brayn...?kok aku jadi ragu ya" ucap Billa spontan pada Mona
" Ya itu brother Lo...Lo pikir siapa? cuma sa.a Lo dia berubah 180 derajat" jawab Mona pada Billa, kedua gadis itu berbicara menggunakan bahasa Indonesia, sehingga membuat Caterina tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh kedua dokter koas itu
Billa dan Mona melangkah mengikuti Caterina yang melangkah anggun membimbing Billa dan Mona menyusuri lorong -lorong yang terdapat di rumah sakit megah nan mewah milik keluarga Alexander itu, tanpa ada yang tau bahwa wanita cantik yang mereka kira hanya calon dokter itu adalah istri dari seorang Earl Abiyasa Alexander sang pewaris tahta kerajaan negara tersebut
Caterina dengan sangat ramah dan sopan menunjukkan beberapa tempat penting di rumah sakit tersebut dan juga menunjukkan latak-letak kelas ruangan yang tersedia di rumah sakit terbaik itu,tak lupa juga ruangan para petinggi rumah sakit itu sampai ke beberapa lantai hingga lantai tertinggi yang hanya terdapat ruangan direktur utama serta ruangan perawatan khusus keluarga Alexander
Billa dan Mona terus mengikuti langkah Caterina dan sesekali kedua gadis cantik itu bertanya tentang tempat yang mungkin lupa disebutkan atau di jelaskan oleh perawat cantik itu, sehingga tanpa mereka sadari sejak tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka,terutama si cantik Salsabila, terlebih hanya dia yang menggunakan hijab dari semua para dokter koas yang mendapatkan kesempatan untuk menjadi dokter koas di rumah sakit super elite itu
Billa merasa ada yang sedang memperhatikan nya, sehingga membuat ia memalingkan wajahnya melihat suatu ruangan yang dibatasi oleh kaca gelap dan jelas tertulis DIREKTUR UTAMA di pintu bagian atasnya
" Maaf miss apakah di lantai ini tidak ada ruangan lain selain, ruangan-ruangan khusus ini?" tanya Billa sopan
" Yes nona.. untuk lantai ini, memang hanya ruangan direktur utama dan ruangan perawatan khusus keluarga kerajaan saja atau untuk orang-orang yang mendapatkan rekomendasi dari keluarga kerajaan saja,dan di lantai teratas gedung ini adalah roof top yang terdapat taman dan landasan untuk jet pribadi dan tidak semua orang diperbolehkan untuk naik ke lantai teratas itu" ucap Caterina menjelaskan
" Pasti cantik banget ya Miss..jadi penasaran" ucap Mona dengan tersenyum tipis dan juga di angguki oleh Caterina, sedangkan Billa hanya tersenyum tipis seraya terus mengedarkan pandangannya kearah dinding kaca yang terdapat hampir di seluruh lantai itu,dan Billa juga dapat melihat langsung kota besar di negara itu serta kesibukan dan kepadatan jalanan nya
" Mari kita turun nona...kita tidak bisa terlalu lama di lantai ini jika tidak ada kepentingan atau bukan atas perintah petinggi disini, terlebih kabarnya sore ini ibu ratu akan melakukan berbagai rangkaian kesehatan,jadi dapat di pastikan tempat ini akan di sterilkan terlebih dahulu, karena biasanya ibu ratu akan menginap sekitar satu sampai tiga hari disini" jelas Caterina dan langsung di angguki oleh Billa dan Mona
__ADS_1