
" Ada apa Lo pada ngajakin ketemu di sini? gue sibuk " tanya Aby to the point, karena memang ia sedang sangat sibuk,sampai -sampai rencananya yang ingin mencari keterangan tentang Billa pada pihak universitas di Paris, harus ia tunda beberapa hari atau bahkan mungkin beberapa bulan kedepan,Aby juga harus megunjungi sang Oma yang kabarnya sedang kurang sehat
" Sibuk banget sih Lo? kayak udah punya bini plus anak aja Lo, lahir dari keluarga tajir, masak ia masih harus sibuk sampai ga sempet menikmati masa muda" jawab Jo frontal membuat yang lain imut mengangguk setuju
Aby samasekali tidak merespon ucapan mereka,ia lebih fokus pada layar ponselnya dan bermain game, sedangkan para teman dan sahabatnya menggeleng melihat tingkah laku pemuda tampan tersebut,* sudah berusia 21 tahun masih saja main game * begitulah kira-kira dengus mereka
" Hai semua" tiba-tiba muncul beberapa teman wanita mereka yang sudah sejak masa junior di AHS sampai sudah senior, bahkan beberapa dari mereka ada yang kuliah di universitas yang sama dengan jurusan yang sama pula
" Hai para gadis cantik..." jawab Jo dan Amar yang memang paling semangat jika berurusan dengan wanita, sedangkan yang lainnya tidak se excited kedua pemuda tampan tersebut, terlebih Aby yang memang benar-benar seperti tidak pernah menganggap keberadaan para wanita tersebut, terlebih dua tahun terakhir ini yang hatinya benar-benar seakan sudah tak lagi menjadi miliknya
Para gadis cantik itu langsung duduk di kursi yang masih kosong, beberapa dari mereka sesekali melirik kearah Aby, terlebih ada dari mereka yang baru mengenal Aby, kekaguman mereka tak dapat mereka hindari, meskipun mereka tidak pernah berani mendekati pria tampan tersebut, jangankan mendekati sekedar menyapa saja mereka harus berfikir ulang
" Gue ke toilet bentar" ucap Niko bangkit dari duduknya, yang lain hanya mengangguk kecil
" Bentar gue angkat telepon dulu ya" ucap salah satu wanita yang bersama mereka, wanita cantik nan seksi itu adalah salah satu teman dari Sisil, lagi-lagi di jawab dengan anggukan oleh yang lain nya
Ternyata pria dan wanita muda tersebut menuju tempat yang sama, keduanya merasa saling tertarik satu sama lain, sehingga membuat keduanya memutuskan untuk kencan ala orang dewasa di salah satu toilet cafe tempat mereka nongkrong, dan hal itu sudah di ketahui oleh para sahabatnya Niko, bukan rahasia lagi bahwa pria tampan tersebut adalah seorang Player
Setelah hampir dua puluh menit, akhirnya Niko keluar dari toilet dengan baju dan rambut yang sedikit berantakan, tapi wajahnya terlihat sangat sumringah, sedangkan sang wanita masih di toilet ia harus membersihkan dirinya sisa percintaannya dengan Niko
" Ceria amat wajah Lo" Ledek Jo, sedangkan yang lain hanya menggeleng pelan melihat tingkah sahabat mereka yang tidak pernah bisa jauh dari yang namanya wanita
" Biasa aja " jawab Niko santai
" Lo ga takut kena penyakit? bahkan kalian juga baru kenal kan" tanya Amar menatap sang teman, yang di tanya malah terlihat tersenyum menyeringai
" Adek gue itu langsung bereaksi kalau liat yang hot, emang Lo pada yang lebih milih main sabun, apalagi noh....gue aja sangsi masih aktif ga tu adek nya, habisnya cuma di pakai buat pipis doang" jawab Niko santai dan terdengar fulgar, membuat yang lain tertawa terbahak-bahak seraya menatap Aby, orang yang tadi Niko maksud
" Adek gue itu tau dan udah kenal yang mana rumahnya,jadi ga akan salah rumah" jawab Aby santai tanpa mengangkat wajahnya dari layar ponselnya
" Ya kali adek Lo bakal lupa sama rumah nya? apalagi sampe salah masuk rumah,secara rumah nya pasti rumah pilihan, sekelas sesil si model papan atas aja masih diputusin,apa kabar dengan yang lain " jawab Zidan dan Dave terdengar ambigu, sedangkan yang lain hanya tersenyum
Aby tidak menjawab, ia mematikan game di handphone nya dan meletakkan handphone nya di atas meja dengan layar yang masih menyala serta menampilkan foto seorang gadis cantik yang ia jadikan sebagai layar depan ponselnya tersebut,dan hal tersebut tidak luput dari pandangan hampir semua mata yang ada di meja tersebut
DEG
Dave, Erick dan Elang terkejut secara bersamaan saat melihat layar depan ponsel Aby, membuat mereka langsung menatap Aby dengan alis sedikit berkerut dan dengan tatapan yang penuh tanda tanya
" Mana Lo?" tanya Zidan saat melihat Aby yang bangun dari duduknya
__ADS_1
" Toilet bentar" jawab Aby singkat dan langsung melangkah meninggalkan meja tempat para teman dan sahabatnya duduk,Aby meninggalkan handphone nya di atas meja tersebut
Sedangkan yang lain saling menatap sesaat setelah kepergian Aby, karena mereka juga ikut terkejut saat handphone Aby berdering menandakan ada yang memanggil dan lagi-lagi layar depan ponselnya menampilkan wajah cantik seorang gadis yang masih membuat para pemuda tampan tersebut resah hingga saat ini, walaupun sudah hampir dua tahun mereka tidak melihat gadis tersebut
" Dave... i-itu foto sahabat tapi cinta Lo kan? kita-kita ga salah liat kan? atau cuma mata gue yang salah liat?" tanya Jo spontan, yang di jawab dengan gelengan kepala dan gidikan bahu oleh Dave, sedangkan Zidan langsung diam membisu, pikiran nya langsung berkelana ke beberapa bulan lalu hingga hari ini,Dave seakan tersadar bahwa perubahan sahabat nya tersebut ada hubungannya dengan sang gadis cantik tersebut
" Lo dan yang lainnya ga salah liat, mata kalian bener, karena gue juga liat,itu foto Salsabila.... tapi jangan tanya ke gue kenapa dan sejak kapan, karena kayak nya Zidan yang paling Deket dengan dia aja ga tau jawabannya, apalagi gue yang sering debat dengan dia " jawab Dave serius seraya menatap wajah para sahabatnya
" Sumpah demi apapun.. walaupun gue Deket banget dan sering bareng dia, tapi gue ga pernah liat atau perhatian ma ponsel dia" jawab Zidan jujur
Tak berselang lama orang yang menjadi topik pembicaraan mereka muncul juga dengan wajah santai tanpa perduli dengan tatapan penuh tanda tanya dari para teman dan sahabatnya,serta para wanita yang duduk semeja dengan mereka
"Bisa tolong dijelaskan Tuan muda Alexander yang terhormat tentang layar ponsel Lo" tanpa menunggu lama Jo langsung bertanya, orang yang paling tidak sanggup menahan rasa penasaran nya
" Maksudnya?" tanya Aby cuek dan cenderung dingin
" Kenapa ada foto Salsabila si bocil meresahkan di layar handphone Lo" tanya Amar menjelaskan maksud dari pertanyaan Jo
" Oh..wajar kan gue pasang foto wanita gue sebagai wallpaper handphone gue" jawab Aby santai di hadapan mereka
" Wih.. sejak kapan Lo ngakuin seorang wanita sebagai wanita Lo" ucap Niko tiba-tiba membuat yang lain ikut mengangguk
" Maksud Lo apa?" tanya Erick penasaran
" Ga da maksud pa pa..gue cuma jawab pertanyaan dari mereka" jawab Aby santai
" Oh ia lupa gue.. maksud Lo wanita milik Lo satu malam ya, lebih tepatnya one night stand,hebat ya Lo...tapi kasian dia... cewek baik-baik dijadikan penghangat ranjang satu malam, seharusnya Lo lepas dia buat gue yang ga akan pernah ngelepasin dia " ucap Erick tiba-tiba sehingga membuat Aby menghentikan langkah nya
"Sayangnya dia udah jadi milik gue... SEUTUHNYA.." jawab Aby singkat,ia sedang tidak ingin berdebat dengan siapapun,tubuh dan pikirannya benar-benar sedang sangat lelah, terlebih hatinya yang seakan menghilang dari raga nya
Erick dan Elang secara bersamaan mengepalkan tangan mereka, menahan emosi saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Aby, jawaban yang membuat berbagai persepsi tentang hubungan Aby dan Billa, sedangkan Dave langsung berdiri dan melangkah meninggalkan meja setelah mengucapkan satu kata
" Gue mau ngomong serius sama Lo" ucap Dave pada Aby saat ia akan menjauh dari meja tersebut,Aby yang tau bahwa ialah yang dimaksud oleh Dave membuat ia langsung melanjutkan langkahnya meninggalkan meja dan mengikuti Dave
" Ada apa? " tanya Aby malas tanpa basa-basi, setelah ia berdiri di samping Dave di parkiran cafe tersebut
" Sekali lagi gue tanya...apa hubungan Lo dengan Salsabila " tanya Dave serius
" Penting buat Lo?" tanya Aby terdengar malas
__ADS_1
"Lebih penting dari proyek besar yang sedang kita jalani,jika itu menyangkut Salsabila Aulia Ahmad " jawab Dave lantang tanpa terlihat keraguan di wajahnya
" Salsabila Aulia Abiyasa Alexander.....itu yang benar... bukan Ahmad " jawab Aby lebih tegas dan terlihat lebih serius dari Dave
" Gue ga sedang bercanda Tuan muda Earl Abiyasa Alexander " jawab Dave sengit
" Dan gue juga ga suka bercanda tuan Dave" jawab Aby serius,Dave terdiam seraya menatap serius wajah Aby
" Salsabila ga akan mungkin mau menyandang nama pria yang hanya menjadikan nya sebagai bahan taruhan, dan gue pernah tanya langsung ke dia tentang hubungan kalian, tapi dengan sangat yakin dia jawab cuma Lo yang bisa jawab tentang hubungan kalian,gue rasa cukup jelas kalau dia ga pernah berharap atau peduli dengan hubungan kalian Tuan muda Alexander" jawab Dave panjang,hati Aby terasa sakit saat mendengar penilaian Dave tentang jawaban yang Billa ucapkan,Sesakit itukah hati wanita cantik itu pada nya?
" Dan barusan gue udah jawab hubungan seperti apa antara kami,gue yakin Lo cukup pinter dan ga perlu gue perjelas lagi jika seorang wanita yang nama belakangnya sudah tersemat marga seseorang, jangankan orang lain, bahkan dirinya sendiri saja ga akan bisa menyangkal tentang status nya " jawab Aby serius
" Berarti Lo tau dimana dia selama ini? atau mungkin Lo yang sembunyiin dia?" tanya Dave
" Gue belum tau pasti tentang keberadaan dia, orang suruhan papi dan gue juga belum bisa memastikan dimana dia, yang mereka yakini dia sedang berada di salah satu negara Eropa" Jawab Aby dingin
" Ok..gue coba untuk percaya sama ucapan Lo, tapi bisa Lo jujur tentang apa yang Lo lakuin ke dia? hari keberangkatan nya ke Paris...gue nganterin dia ke Bandara dan jelas gue liat wajah nya sendu,hati yang sakit dan tatapan matanya menunjukkan rasa luka bercampur kecewa,itu kedua kalinya gue liat dia nangis setelah yang pertama saat kepergian bokapnya " Jawab Dave lirih
" Sebenarnya...dia istri gue,kami nikah tepat beberapa jam sebelum kepergian ayah Ahmad dan tepat hari pertama gue tiba di Indonesia, pernikahan kami terjadi karena keinginan Mami papi gue, karena ayah Ahmad nitipin Billa ke mereka " jawab Aby mencoba untuk jujur
Duarrrr
Bak di sambar petir jantung Dave, terkejut dengan kenyataan yang Aby akui,Dave sampai tergagap menatap wajah Aby, wajahnya pias mendengar satu kenyataan bahwa wanita yang sangat ia cintai nyata sudah milik orang lain
" Ma... maksud Lo? kalian.. kalian udah nikah? dan pernikahan itu terjadi karena keinginan kedua orang tua Lo? itu artinya Lo ga cinta kan sama dia dan pasti Lo bakal akhiri hubungan kalian itu" jawab Dave serius
" Ya.. kami udah nikah hampir dua tahun lalu, sorry..gue ga publish karena dia masih sekolah saat itu dan gue juga belum yakin dengan perasaan gue untuk nya " jawab Aby menjelaskan
" Trus sekarang Lo udah lepasin dia kan?" tanya Dave lagi
" Sampai kapanpun gue ga akan pernah lepasin dia,gue sayang banget sama dia dan...dan gue jatuh cinta sama dia sejak pertama kali gue liat dia, makanya..gue ga pernah peduli dengan taruhan itu, kalau Lo tanya kenapa Gue terima waktu itu...? itu karena gue ga akan rela liat dia dengan pria lain " jawab Aby jujur
" Tapi gue juga ga tega liat dia seakan ga bahagia dengan pernikahan kalian,hati gue sakit liat mata indahnya menangis,gue minta please jangan pernah Lo sakiti dia, kalau memang Lo ga ada rasa...gue mohon...lepasin dia, mungkin bukan cinta yang Lo rasa, tapi kasihan " jawab dave pasti
" Kalau yang gue rasa cuma kasihan bukan cinta,lantas kenapa hati gue hilang bersamaan dengan hilangnya dia? kenapa gue ngerasa separuh dari jiwa gue hilang dan kenapa gue sanggup ga nyentuh dia hampir satu tahun pernikahan kami? padahal setiap satu Minggu sekali kami akan tidur di satu kamar saat kami sedang berada di mansion, walaupun pada akhirnya gue kalah..." jawab Aby pasti dengan suara lirih
" kalau Lo ga pernah nyentuh dia,trus siapa yang nyentuh dia sampai dia hamil? " tanya Dave serius dengan wajah frustasi, sedangkan Aby langsung melotot sempurna saat mendengar ucapan Dave
Duarrr
__ADS_1
Bak di sambar petir di siang bolong, itulah yang Aby rasakan, wajahnya langsung pucat dan kepalanya seakan terasa sangat berat, sampai - sampai ia berpegangan pada mobil di samping nya