Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 23. Berhasil Menemukan Lea


__ADS_3

Siang harinya Raka sudah sampai di desa tujuan nya itu, di gerbang desa itu bertuliskan, "welcome to desa x" Raka memasuki kawasan dengan pemandangan gunung yang sangat indah, betapa senangnya hati Raka karena dia sudah memasuki desa tempat Lea tinggal sekarang, Raka melajukan mobilnya perlahan-lahan karena jalanan di sana masih belum di aspal.


"akhirnya aku sampai juga di tempat tujuan ku! gumam Raka dengan hati sangat senang


namun Raka tidak tau di mana rumah orang tua Lea, Raka memberhentikan mobilnya sesaat sambil merilekskan tubuh nya, setelah itu Raka melajukan mobilnya perlahan-lahan dengan fokus


"Desanya sangat indah! gumam Raka melirik sawah yang ada di sekitaran jalanan itu


walaupun Raka belum menemukan Lea tapi Raka tetap melanjutkan jalannya, sudah lama Raka melajukan mobilnya perlahan-lahan.


Dari dalam mobil Raka melihat seorang wanita berjilbab syar'i berjalan sambil menjinjing kantong kresek.


"seperti kenal! ucap Raka


Raka mengikuti wanita itu dengan mobilnya perlahan-lahan, pada saat Raka mengikuti nya, wanita itu sedang kesusahan mengejar belanjaan nya yang berserakan di jalanan, Raka tetap mengikuti sambil tersenyum lebar


"akhirnya kita bertemu lagi sayangku! lirih Raka sambil tersenyum, Raka membunyikan klakson mobil nya tapi Lea tidak menoleh ke belakang dia hanya lanjut jalan, sekali lagi Raka membunyikan klakson mobil nya tapi tetap Lea melanjutkan jalannya.


"Apan sih, kok mobil ini kayak mengikuti aku dari tadi? tanya Lea heran, Lea tidak mau menoleh ke belakang sambil terus berjalan, Raka melajukan mobilnya dekat dengan Lea, hampir saja Lea jatuh ke selokan untungnya Lea masih bisa menyeimbangkan kakinya


"Dasar OKB jelas-jelas ada orang malah main nyelonong aja bawa mobilnya! kesal lea


"bisa bawa mobil nggak tuh, OKB banget deh! gerutut Lea


Raka masih tersenyum di dalam mobilnya, lalu Raka turun dari mobil, Lea belum melihat raka yang turun dari mobil.


"assalamualaikum sayang kamu apa kabar? ucap Raka dengan mata yang sudah memerah


Lea masih menunduk ke bawah karena kakinya agak sakit kepeleset tadi. "suara itu? lirih Lea melihat ke arah Raka, Lea syok karena Raka sudah berada di dekatnya.


Lea diam seketika melihat raka lalu lea pergi dari hadapan Raka sambil mengeluarkan air matanya, Raka langsung memegang pergelangan tangan lea.


"lepas! ucap Lea lirih


"aku rindu sama kamu? ucap Raka sambil memeluk lea


"lepas mas! ucap Lea, namun Raka menggelengkan kepalanya sambil berkata, "biarkan aku memelukmu sebentar untuk melepaskan rasa rinduku ini!, Lea hanya diam mematung tanpa membalas pelukan dari raka suaminya itu, sebenarnya hati Lea senang karena bisa melihat Raka kembali, namun ego dia masih tinggi untuk mengungkapkan perasaan nya ini.


"mas Lea kangen jangan lepaskan pelukan mu ini dulu, supaya Lea bisa merasakan kehangatan dari tubuh kamu! batin Lea sambil meneteskan air matanya, sudah lama berpelukan Raka pun melepaskan pelukan dari Lea, Lea hanya menangis lalu Raka menghapus air mata Lea.


"jangan pernah tinggalkan mas lagi sayang! ucap raka


namun Lea tetap diam menundukkan kepalanya.


"sayang lihat mas! titah raka


baru Lea mau melihat wajah raka, wajah yang selama ini dia rindukan.


"kamu jahat! ucap Lea masih menangis


"maaf! ucap Raka singkat memegang tangan Lea, Lea malah menepis tangan raka

__ADS_1


"kenapa kamu membohongi ku mas, kenapa waktu itu aku meminta kamu jujur tapi kamu tidak mau katakan sebenarnya kepada aku! ucap Lea menangis


"mas takut kalau kamu marah, mas tidak bermaksud membohongi kamu apa lagi menyakiti perasaan kamu, mas memang salah telah menuduh kakek kamu berbuat jahat ke keluarga aku, mas bodoh tidak menyelidiki kasus ini lebih lanjut, seandainya mas menyelidiki lebih jauh kasus ini mungkin mas tidak menuduh kakek kamu Lea! ucap raka


"aku kecewa sama kamu, bisa-bisanya kamu menuduh kakek ku tanpa bukti, mana Raka putra Mahendra gentala yang aku kenal dulu, biasanya kamu menyelidiki orang harus memiliki bukti yang kuat!, tapi sekarang kamu tidak memiliki bukti yang kuat tapi malah kamu asal tuduh saja! ucap Lea sinis


"waktu itu aku terbawa emosi, aku tidak bisa menahan emosiku karena terbayang betapa terpuruknya keluarga aku dulu Lea! ucap raka


"udah lah mas Lea capek! ucap Lea meninggalkan Raka


"tunggu Lea, mas menyesal sudah menyakiti perasaan kamu! ucap raka


Lea berhenti dan menutup matanya sambil mengeluarkan air mata nya, lalu Raka mendekati Lea perlahan-lahan dan melingkarkan kedua tangannya ke pinggang lea, Lea hanya diam saja.


"maaf kan mas! ucap Raka di telinga Lea


Lea menggeleng kan kepalanya


"maaf mas aku terlanjur kecewa sama kamu! melepaskan tangan Raka dari pinggang nya


lalu Raka bertekuk lutut di hadapan Lea sambil melipat kan kedua tangannya memohon agar Lea memaafkan nya, Lea memegang kedua pundak Raka sambil berkata.


"berdiri mas! titah Lea, aku tidak mau kalau kamu bertekuk lutut di depan ku!


"aku tidak mau berdiri sebelum kamu mau memaafkan aku! ucap Raka


"berdiri mas malu di lihatin orang! ucap Lea, memang benar ada orang yang melihat mereka berdua


merasa tidak enak dengan orang yang berlalu lalang, akhirnya Lea mau memaafkan Raka


"aku akan memaafkan kamu tapi kamu berdiri dulu! ucap Lea


akhirnya Raka berdiri sambil tersenyum dan memeluk lea, "terima kasih kamu sudah mau memaafkan aku! ucap Raka senang


"kamu jangan senang dulu! ucap Lea


"maksud kamu? tanya Raka heran


"aku punya syarat untuk kamu baru aku baru bisa memaafkan kamu! ucap Lea


"syarat? syarat apa yang harus aku lakukan untuk kamu supaya kamu benar-benar memaafkan aku dengan tulus?


"syarat nya cuma satu kalau kamu berhasil baru aku bisa memaafkan kamu


"kamu mau aku apa?, apa pun permintaan kamu pasti akan aku lakukan asalkan kita tidak terpisahkan lagi karena aku tidak ingin berpisah dari kamu!


Lea menggelengkan kepalanya, "ssttt... Lea meletakkan jarinya ke mulut raka menyuruhkan Raka untuk diam


"aku mau kamu bujuk kakek buat baikan sama ayah, kamu tau kan kakek sama ayah dari dulu tidak pernah akur! ucap Lea


Raka tersenyum, "itu hal yang gampang bagi Raka putra Mahendra! ucap Raka

__ADS_1


"oke deal! ucap Lea


Raka mengangguk tersenyum


"Lea anak kita baik-baik saja kan? apa dia sudah besar, maafkan aku yang sudah membuat kamu tersakiti, maafkan aku waktu kamu melahirkan aku tidak ada di samping kamu, aku Deddy yang tidak baik dan tidak bertanggung jawab, gara-gara ulahku kamu yang menanggungnya, maafkan aku sayang! ucap Raka sedih


Lea menatap wajah Raka yang kelihatan begitu serius menanyakan tentang anak yang di kandung Lea dulu, Lea hanya diam, Raka melihat Lea diam jadi takut akan hal yang terjadi pada anak yang di kandung Lea dulu.


"kamu kenapa diam Lea? apa anak yang kamu kandung dulu baik-baik saja? tanya raka


"haruskah aku kasih tau kalau anak-anak kita sehat-sehat saja dan sudah tumbuh menjadi baby yang sangat lucu sekarang! batin Lea


Lea masih diam menatap lurus ke depan, Raka mengguncang-nguncang tubuh Lea, Lea tersentak dan mulai melihat Raka lagi.


Lea menggelengkan kepalanya, Raka menjadi sedih dengan jawaban yang di berikan Lea.


"maksud kamu apa Lea? jangan buat aku panik, jawab sayang! ucap Raka mata yang sudah berkaca-kaca


"ikut aku! titah lea


"kemana? tanya raka


"ikut saja! titah lea


lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil, Raka melajukan mobilnya Lea menunjukkan arah jalan.


"di ujung sana belok kiri mas! ucap Lea tanpa melihat ke arah raka, Raka membelokkan mobilnya, "berhenti disini! titah Lea karena mereka sudah sampai di depan rumah yang tidak terlalu besar itu, Raka heran kenapa Lea suruh berhenti disini.


"rumah siapa ini Lea? tanya raka, namun Lea tak menjawab nya Lea langsung turun dari mobil Raka lalu Raka ikut turun juga, Lea memasuki rumah itu, Lea berlari ke arah bunda inka yang sedang bermain bersama Zio sama Zia dan memeluk bunda inka secara tiba-tiba, membuat bunda inka jadi kaget.


"ada apa Lea? tanya bunda yang melihat Lea menangis dalam pelukannya, Lea tidak bisa berkata dan menangis saja.


"Lea ada apa? kok kamu pulang dari warung nangis seperti ini? ada orang yang jahatin kamu? tanya bunda inka, Lea menggelengkan kepalanya.


"hiks...hiks...hiks...bunda mas Raka bunda! ucap Lea menangis


"Raka? kaget bunda, ada apa dengan dia?


Lea menggelengkan kepalanya karena dia tidak tau harus berkata apa ke bunda inka, bunda inka melirik ke luar rumah ada sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya, lalu bunda inka pergi ke luar bersama ayah arka, betapa terkejutnya bunda melihat Raka yang sudah berdiri di teras rumah.


....


bersambung....


...----------------...


hai kembali lagi di cerita receh author, maaf ya baru up sekarang, kemarin-kemarin author lagi sibuk hehe😁😁


semoga kalian suka sama part ini


terima kasih atas dukungan nya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2