Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 73. Ayah Arka Mau Memberikan Izin


__ADS_3

Pagi harinya lea lagi sarapan bareng dengan keluarga nya itu, lea melihat ayah nya.


Lea takut-takut bicara dengan ayah nya itu, kalau besok dia akan ke Indonesia bersama kedua anaknya.


Ya walaupun dia ke sana untuk urusan pekerjaan, yang lea takut kan itu ayah nya tidak mengizinkan lea untuk balik ke Indonesia lagi.


Selesai sarapan, kini di meja makan hanya tersisa ayah dan bunda nya saja.


"Ayah, bunda, aku perlu bicara! ujar lea


"Bicara apa? tanya bunda inka


"Ngomong saja! ujar ayah arka


"Besok aku akan ke Indonesia, untuk urus--!


"Tidak, kamu tidak boleh ke Indonesia! ujar ayah arka memotong ucapan lea


"Ayah tolong dengerin ucapan lea dulu! ujar lea


"Mau dengerin kalau kamu balik ke Indonesia untuk melihat raka itu! ujar ayah arka marah


"Tidak yah! ujar lea


"Ayah tidak mengizinkan kamu untuk kembali lagi ke Indonesia! ujar ayah arka lalu pergi dari meja makan itu.


"Ayah, yah, lea belum selesai bicara! ujar lea, namun itu sia-sia saja, ayah arka tidak mendengarkan ucapan lea.


"Kamu ke Indonesia mau ngapain? tanya bunda inka


"Ada urusan pekerjaan yang harus lea selesaikan bunda! ujar lea


"Benar urusan pekerjaan? tanya bunda inka menatap lea dengan tatapan menyelidik


Lea tidak bisa berbohong ke bunda nya itu, lea diam sesaat lalu ia menggelengkan kepalanya.


"Ini juga ada urusan nya dengan mas raka bun! ujar lea


"Urusan apa lagi?, sampai harus kamu bela-belain datang ke sana? tanya bunda inka


"Mas raka depresi bunda! ujar lea


Bunda inka menautkan kedua alisnya, "depresi apa maksud kamu? tanya bunda inka


"Iya bun, mas raka depresi gara-gara aku menceraikan nya sama aku membawa anak-anak tanpa sepengetahuan nya! ujar lea


"Berat juga penderitaan nya! ujar bunda inka


"Terus kamu ke sana untuk urusan pekerjaan atau urusan raka? tanya bunda inka


"Dua-duanya nya bunda, perusahaan kakek berkerjasama dengan perusahaan mahendra company! ujar lea


"Bunda izinkan lea untuk ke sana! ujar lea


"Bunda terserah kamu saja, tapi ayah kamu sangat susah di bujuk, walaupun kamu ke sana untuk urusan pekerjaan! ujar bunda inka


"Bunda tolong bantu bilang ke ayah, lea tidak punya banyak waktu lagi! ujar lea


"Nanti bunda coba bantu bicara, mudah-mudahan saja ayah mau mendengarkan nya! ujar bunda inka


"Lea juga sekalian bawa anak-anak bun! ujar lea


"Bawalah, sekalian mereka bertemu dengan dadd-nya, mereka sudah hampir 7 bulan terpisah!


"Sama seperti mereka bayi dulu, mereka juga terpisah! ujar bunda inka

__ADS_1


"Iya bun, mereka selalu tanya ke aku, kapan mereka bertemu dengan dadd-nya lagi! ujar lea


"Huuff... bunda izinkan kamu bertemu dengan raka, tapi ingat kamu jangan luluh dengan dia lagi, karena bunda tidak mau kamu tersakiti lagi! ujar bunda inka


Lea mengangguk kecil seraya tersenyum tipis.


"Maaf bunda, lea masih menyimpan perasaan ini untuk laki-laki yang pernah menyakiti lea berkali-kali, tapi entah kenapa hati ini masih mencintai dia! batin lea


"Lea ke kamar dulu bun, lea mau menyiapkan barang-barang yang akan lea bawa! ujar lea


Bunda inka mengangguk, "kini kamu nggak ngantor? tanya bunda inka


"Nggaklah bun, tapi lea mau pergi ke Indonesia, kalau sekarang untuk nyantai sama menyiapkan barang dulu! ujar lea tersenyum


"Ooh, ya udahlah, kakak kamu sudah tau juga kan kalau kamu besok ke Indonesia? tanya bunda inka


"Udah bun, tadi malam lea udah cerita, tapi lea cerita kalau lea cuma ada urusan pekerjaan saja, tidak untuk melihat mas raka juga! ujar lea


"Tidak apalah, kalau kamu bicara jujur takut nya azkara tidak mengizinkan kamu!


"Kakak kamu itu sama seperti ayah kamu, mereka sangat benci dengan raka! ujar bunda inka.


"Iya bunda! ujar lea, lalu ia pergi ke kamarnya


...


Sekarang ini di Indonesia sudah malam, dokter yang biasa menangani raka menghampiri raka kembali.


Dokter tersebut akan memberikan obat untuk raka, lalu dokter itu masuk bersama perawat laki-laki juga.


"Malam raka! ujar dokter itu dengan tersenyum


Raka hanya melihat dokter itu saja tanpa menyahut ucapan dari dokter.


Lalu dokter tersebut memberikan raka obat, raka meminum obat itu tanpa menolak sekali pun.


"Apa istri dan anak saya sudah ke sini? tanya raka.


Dokter itu tersenyum, "nanti pasti mereka akan ke sini, saya dengar dia akan ke sini, jadi anda bersabar dulu ya! ujar dokter itu


"Sampai kapan? tanya raka


"Saya juga kurang tau, yang pasti istri dan anak anda akan ke sini melihat anda! ujar dokter itu


"Apa mereka akan lama ke sini? tanya raka lagi


"Semoga saja tidak, kita sama-sama berdo'a saja supaya istri dan anak anda segera datang! ujar dokter itu


"Apa pendosa seperti saya ini akan di kabulkan do'a nya oleh Allah? tanya raka


Dokter itu tersenyum lagi, "pendosa sekali pun Allah akan kabulkan do'a kita, asalkan kita mau bertaubat kepada-Nya! ujar dokter itu


Raka mengangguk kecil, walaupun dia masih depresi, tapi dia masih ingat yang nama nya dosa itu.


Saat dokter itu mau keluar, raka memanggil dokter itu kembali.


"Dokter! ujar raka


"Iya, apa anda butuh sesuatu? tanya dokter itu


"Saya titip pesan lagi, kalau dokter bertemu dengan istri dan anak saya tolong beritahu mereka kalau saya sangat merindukan nya! ujar raka


Dokter tersebut mengangguk-angguk kecil, "saya akan menyampaikan nya! ujar dokter itu.


Lalu raka tersenyum, "aku akan bertemu istri dan anak ku! ujar raka

__ADS_1


...


Kembali lagi ke tempat lea, kini lea bersama kedua anaknya itu lagi membereskan barang yang akan mereka bawa.


"Mommy beneran kan kita bertemu daddy? tanya zio


"Jadi, kalian bersabar sedikit sebentar lagi kita akan bertemu daddy! ujar lea


"Ye...ye...yeee... adek bisa ketemu daddy! teriak zia sambil berlonjak-onjak gembira


"Iyaa, sekarang kita lanjut siapin barang yang akan kita bawa! ujar lea ke anak-anak nya itu.


...


Di ruang keluarga kini ayah arka mendengar kan penjelasan dari bunda inka.


"Ayah tidak mau mengizinkan lea bunda! ujar ayah arka bersih keras


"Tapi ini urusan pekerjaan yah, bukan yang lain! ujar bunda inka


"Mau urusan pekerjaan sekali pun, ayah tetap tidak akan mengizinkan lea!


"Nanti sampai di sana ujung-ujungnya lea pasti akan bertemu dengan raka! ujar ayah arka


"Kakekkk....! teriak kedua bocah kembar itu menghampiri kakek dan nenek nya, lea juga ikut menghampiri mereka.


"Kakek zio pengen ke Indonesia, zio kangen Indonesia! ujar zio


"Tidak, kalian tidak boleh pergi ke tempat situ! ujar ayah arka


"Kakek gimana sih, kita mau liburan di sana, kami juga ingin ke sana karena di sana tempat tanah kelahiran kami! celoteh zio


"Zia juga ingin ke sana kakek! ujar zia


Ayah arka menghela nafasnya, "boleh, tapi ingat kalian harus kembali lagi ke sini! ujar ayah arka


"Beneran boleh yah? tanya lea


Ayah arka mengangguk kecil, "ingat, setelah urusan pekerjaan kamu selesai segera balik ke sini! ujar ayah arka


Lea mengangguk cepat seraya tersenyum, "terima kasih ayah sudah mengizinkan lea! ujar lea


Ayah arka mengangguk saja.


"Ayah tau kamu berdusta lea, ayah tau kamu ke sana untuk membantu penyembuhan raka, karena dia depresi!


"Ayah mengizinkan kamu karena ayah tidak mau egois dengan cucu ayah, ayah kasihan melihat kedua cucu ayah bersedih karena mereka merindukan dadd-nya!


"Ayah sudah tau semua nya, dari kamu menangis sendirian di kamar karena kamu merindukan raka! batin ayah arka.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2