Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 38. Putus Asa


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu pagi ini Lea menemani suaminya untuk kontrol ke dokter, Lea begitu semangat menemani suaminya itu.


Hari ini adalah jadwal dimana Raka harus menjalani terapi kaki nya.


Semenjak Raka dinyatakan lumpuh hampir saja dia mengalami putus asa tapi ada istri dan anak-anaknya yang selalu menyemangati nya.


"kamu harus sembuh raka, supaya kamu bisa menjadi orang berguna lagi terutama untuk anak dan istri kamu! gumam Raka menyemangati dirinya


Lea yang mendengar gumaman dari suaminya itu matanya sudah berkaca-kaca


mereka berdua masih duduk di ruang tunggu karena dokter nya masih menangani pasien lain yang datang nya lebih dulu.


Lea menatap suaminya itu sambil menyemangati nya.


"kamu pasti bisa mas! ucap lea


Raka menganggukkan kepalanya, "terima kasih ya! kamu selalu ada di samping aku walaupun keadaan aku seperti ini! ucap Raka


"iya mas, aku akan selalu ada di samping kamu! ucap Lea tersenyum


"maaf ya dulu aku nyia-nyianin kamu! ucap Raka menatap lurus


"aku laki-laki bodoh! bisa-bisanya aku menyia-nyiakan istri sebaik kamu, maafin aku ya sayang! ucap Raka mencium tangan istrinya


"udah tidak usah bahas masa lalu lagi mas, sekarang kita fokus sama penyembuhan kamu! ucap Lea


Akhirnya giliran mereka yang di panggil, "pasien atas nama bapak Raka Putra Mahendra Gentala! panggil salah satu perawat yang membantu dokter tersebut


Lea mendorong kursi roda itu masuk ke ruangan dokter itu.


sekarang dokter itu sedang memeriksa kaki Raka, "apa anda bisa merasakan tangan saya? ucap dokter itu memang kaki raka


Raka menganggukkan kepalanya, "cuma terasa sedikit! ucap Raka


"untuk sekarang coba anda berdiri! pelan-pelan saja dulu! ucap dokter


kini Raka mencoba untuk berdiri perlahan-lahan ia mengangkat tubuhnya lalu tangannya memegang tangan istrinya.


"pelan-pelan aja mas! ucap lea


Ia begitu antusias menemani suaminya itu, lalu Raka mulai berdiri namun kakinya tidak bisa menahan tubuhnya Raka kembali terduduk.


"saya tidak sanggup lagi dok! ucap Raka semangat nya kembali pudar


"sudah untuk sekarang tidak apa-apa, mungkin minggu besok kita akan mencoba nya lagi, saya sarankan anda lebih giat lagi untuk terus mencoba nya, saya yakin anda akan kembali pulih seperti sediakala nya! ucap dokter itu


sekarang mereka berdua sudah kembali ke rumah, semenjak Raka pulang dari rumah sakit ia banyak murung dan tidak banyak bicara, Lea yang menyadari itu hanya bisa bersedih sama perubahan sikap suaminya itu.

__ADS_1


Lea mendekati suaminya itu yang lagi melamun di balik kaca jendela melihat kan kendaraan yang berlalu-lalang.


"mas...! melingkarkan tangannya di leher suaminya itu


Namun Raka tidak menyadari itu kalau istrinya memanggil nya


"mas...ucap Lea berbisik di telinga suaminya itu


Raka kaget dan langsung menepis tangan istrinya itu, Lea tidak mempersalahkan itu malah ia lebih kuat memeluk suaminya dari belakang.


"aku ngerti sama perasaan kamu, aku rapuh melihat kamu patah semangat gini mas! ucap Lea air matanya sudah menitik ke leher suaminya itu


"aku laki-laki tidak ada gunanya lagi, sekarang aku cacat seperti ini, untuk apa aku hidup untuk menyusahkan orang saja!


"kenapa kamu masih mau bertahan sama saya sama pria lumpuh seperti saya!


"carilah laki-laki yang bisa buat kamu bahagia dan tidak cacat seperti saya ini! ucap Raka


"apa maksud mu mas, aku tidak mau pergi dari hidup kamu, aku bahagia bisa bersama kamu mas, bagi aku kamu adalah pria yang terbaik yang pernah aku kenal, kamu tidak menyusahkan siapa pun, aku dan anak-anak masih membutuhkan kamu, anak-anak begitu sayang sama kamu mas! Isak Lea tambah mempererat pelukannya.


"aku tidak pantas bersama kamu lagi, aku hanya pria cacat! ucap Raka


"hiks...hiks...hiks... Dimata aku kamu bukan pria cacat kamu sangat-sangat sempurna dimata aku! ucap Lea


"mana suamiku yang aku kenal dengan sifatnya baik, penyayang, suka menolong orang, pengertian dulu? ucap Lea mengingat kan memori yang telah lenyap begitu saja semenjak ia kecelakaan.


kini Lea sedang membantu suaminya itu untuk naik ke tempat tidur.


"kamu istirahat ya! ucap Lea menyelimuti seluruh tubuh suaminya itu lalu mencium pipi suaminya.


"maaf! ucap Raka


Lea menganggukkan kepalanya, "sekarang kamu istirahat, aku yakin semuanya akan balik seperti semulanya, kita hanya butuh bersabar dan terus bersabar untuk memulihkan keadaan! ucap lea


"dan jangan lupa untuk terus berdo'a! timpal raka, Lea tersenyum


"aku sayang kamu mas, tidak ada laki-laki lain selain kamu dalam hidup ku! lirih Lea air matanya sudah menetes.


"aku juga sangat-sangat menyayangi kamu dan anak-anak! ucap Raka.


lalu Lea pergi keluar sekarang Lea lagi duduk di sofa ruang keluarga menemani kedua anaknya yang lagi bermain.


mami yulie sekarang ini sudah kembali ke Singapura untuk menemani anak bungsunya yang lagi kuliah di sana, sedangkan bunda sama ayah Lea masih di Amerika untuk menjaga kakek Harto yang baru keluar dari rumah sakit.


Di sini Lea sedang merenung begitu banyak cobaan yang datang ke keluarga nya.


"Rasanya aku tidak sanggup menerima cobaan hidup ini!

__ADS_1


"ingin aku berteriak untuk menghilangkan rasa sedih dihati aku ini!


"mommy kenapa menangis? tanya Zio mendekati mommy nya


Lea yang dari tadi melamun ternyata air matanya sudah membasahi pipinya


"ha? tidak sayang mommy baik-baik saja! sana kamu main lagi sama adek kamu, mommy mau liat daddy kamu dulu! ucap Lea mengalihkan perhatian anaknya


Zio mengangguk lalu kembali lagi bermain sama adeknya.


Lea melihat Raka yang lagi kesusahan mengambil minum di atas nakas


"mau aku bantu? tanya lea lalu ia mengambilkan air minum itu


lalu Raka meneguk air minum itu sampai ludes.


"kenapa tidak panggil aku saja mas? tanya lea


"aku tidak mau menyusahkan kamu terus-menerus! ucap Raka


"kamu tidak pernah menyusahkan aku mas, malahan aku senang kalau kamu suruh-suruh aku terus! ucap lea


Raka membuang nafas nya secara kasar, dia begitu frustasi dengan keadaan nya sekarang.


kini Raka hanya bisa memandangi kakinya yang tidak bisa ia gerakan, "aahhkk.... teriak Raka memukul-mukul kakinya berkali-kali karena sangat sulit untuk di gerakkan, Lea yang melihat nya langsung memegang tangan suaminya itu.


"hiks...cukup mas, jangan seperti ini terus! Isak lea


"aku laki-laki tidak ada gunanya! teriak Raka


"udah mas udah, jangan kamu bilang seperti itu lagi! ucap Lea menenangkan suaminya


"kita lewati ini bersama-sama, kalau kamu rapuh aku juga rapuh, kalau kamu sedih aku juga sedih, kalau kamu sakit aku juga merasakan nya mas! ucap lea


sedangkan Raka sekarang ini masih frustasi dengan keadaan nya, semangat nya untuk sembuh sudah pias begitu saja.


Lea meninggalkan suaminya itu sendirian di kamar, ia sangat sedih melihat suaminya itu terus-menerus putus asa.


....


bersambung....


...----------------...


makin hari makin sedikit aja ya yang baca cerita receh author?🥺


terima kasih sudah mampir di cerita author dan terima kasih juga atas dukungan nya 🙏

__ADS_1


__ADS_2