
Hari-hari terus berlalu tidak terasa sudah hampir satu minggu Lea bersama anak-anaknya di luar negeri.
Di sana Lea hanya banyak termenung dan sekali-kali dia juga menangis.
Kini Lea lagi duduk sendiri di balkon kamar nya, pandangan nya hanya tertuju lurus.
"Kenapa aku masih memikirkan pria yang telah menghancurkan aku, dan kenapa aku tidak bisa melupakan nya, apa masih ada rasa cinta brengsek ini yang menyangkut di hati aku ini?
"Ya Allah hilangkan lah rasa cinta ini untuk mantan terburuk hamba ya Allah! batin Lea
"still thinking about it? ujar yana memegang pundak Lea.
Lea tersentak kaget lalu dia tersenyum ke kakaknya itu.
"Susah untuk melupakan nya kak, apa lagi dulu aku sangat mencintai nya! ujar Lea
"Kakak tau itu, tapi kamu harus berusaha melupakan nya supaya batin kamu tidak tersiksa lagi, karena masih ada rasa cinta itu! ujar yana
"Aku akan berusaha kak, butuh proses untuk melupakan nya! ujar Lea.
"Gimana dengan twins, apa dia tanya soal daddy nya lagi? tanya yana
"Kalau untuk sekarang belum kak, kalau untuk yang selanjutnya aku nggak tau! ujar Lea
Dua hari yang lalu anak-anak Lea menanyakan daddy nya, tapi Lea hanya menjawab kalau Raka sedang sibuk dan dia tidak bisa datang ke sini.
"Semoga mereka bisa lupa dengan daddy nya!ujar yana
"Menurut aku tidak mungkin kak, mereka punya ikatan batin yang sangat kuat! ujar Lea
"Benar yang kamu katakan lea, mungkin mereka tidak bisa melupakan daddy nya, walau bagaimanapun caranya kita memisahkan nya! ujar yana
...
Sudah tiga hari keluarga besar mahendra pindah ke rumah utama.
Raka juga ikut pindah ke sana, dia tidak mau tinggal di rumahnya sendiri.
Di kediaman rumah besar mahendra, Raka seperti biasa dia hanya termenung, tatapan nya kosong, pikiran nya ntah kemana
Setiap kali mami yulie bertanya dia hanya mengangguk dan menggeleng kan kepalanya untuk menjawab pertanyaan mami nya itu.
Kini mami yulie menemani Raka yang lagi duduk di kursi taman belakang rumahnya itu.
Dari tadi mereka berdua hanya diam, mami yulie hanya bisa menatap putra nya itu, ada raut wajah sedih yang di perlihatkan oleh mami yulie ke anaknya itu.
"Mami anak-anak aku kemana dan istri aku juga kemana? tanya Raka
Mami yulie tidak dapat menjawabnya, ada rasa sedih di hati mami yulie.
"Mami tidak tau nak, mungkin mereka sudah bahagia! ujar mami yulie
"Kenapa dia tega mi meninggalkan Raka sendirian? tanya Raka.
"Mereka meninggalkan kamu karena ulah kamu sendiri! ujar mami yulie
__ADS_1
"Tapi Raka sudah minta maaf mi! ujar Raka
"Maaf saja tidak cukup untuk menyembuhkan luka itu nak! ujar mami yulie
"Terus Raka harus apa mi, Raka ingin anak dan istri Raka kembali! ujar Raka
"Mami juga tidak tau! ujar mami yulie
Air matanya mengalir begitu saja, mami yulie juga ikut bersedih melihat keterpurukan Raka saat ini.
"Salah kamu sendiri nak, keluarga kecil yang harmonis dulu dengan mudahnya kamu hancurkan! batin mami yulie.
...
Di sisi lainnya kini Siska lagi mencari kerja ke sana kemari sudah semua tempat yang ia datangi tapi dia tidak juga mendapat pekerjaan.
"Semoga di perusahaan ini menerima sekretaris baru! ujar Siska, lalu dia masuk ke kantor itu.
Dia keluar dari kantor itu dengan tampang kesal, "kenapa sih nggak ada yang buka lowongan pekerjaan! kesal Siska
"Ini semua gara-gara Lea! ujar Siska meremas surat lamaran pekerjaan nya.
"Awas aja kalian! ujar Siska
Kini dia melanjutkan perjalanan nya mencari perusahaan baru yang ingin dia masukkan surat lamaran pekerjaan nya.
Ini kantor yang ke 5 yang Siska datangi, dia memasuki kantor itu, pada saat dia mau masuk tapi langsung di hadang oleh satpam kantor itu.
"Maaf nona tidak boleh masuk! ujar satpam itu
"Tapi saya mau melamar kerja pak! ujar Siska
"Kalau tidak menerima karyawan baru, lalu kenapa kantor ini memasang iklan kalau mereka mencari sekretaris baru? ujar Siska
"Maaf nona saya hanya di perintahkan saja! ujar satpam itu
"Siapa yang memerintah kan bapak?, saya mau melamar kerja lho pak, apa bapak tega dengan saya? ujar Siska memasang tampang sedih yang di buat-buat nya.
"Saya yang memerintah kan nya, saya tidak mau menerima karyawan yang licik seperti anda terlebih lagi menggoda suami orang! ujar CEO perusahaan itu
Siska menatap tidak percaya, bahkan tentang dirinya semua orang sudah mengetahui nya.
"Jaga mulut anda! ujar Siska
"Saya bicara sesuai dengan fakta, anda perempuan yang tidak punya hati, anda sangat tega melukai hati orang lain!
"Hati nurani anda sudah tertutup oleh hawa nafsu anda sendiri! ujar CEO perusahaan itu.
"Diam anda, kalau anda tidak tau urusan orang jangan ikut campur, dasar perempuan gak jelas! ujar Siska menunjukan CEO perusahaan itu.
"kelakuan anda sudah mencerminkan sikap asli anda! ujar CEO itu.
Karena sudah terlalu banyak mendapatkan nasihat yang menusuk hati busuk nya itu, lalu Siska meninggalkan perusahaan itu dengan hati sangat panas.
"S*al banget hidup gue! gerutu Siska.
__ADS_1
CEO perusahaan tadi merupakan teman lea, maka nya CEO tadi sangat mengenal Siska dan kebusukan nya itu.
...
Setelah lama duduk berdua dengan kakaknya, kini Lea lebih memilih untuk bermain dengan kedua anaknya.
"Mommy mau ikut main boleh? tanya Lea ke anaknya itu
"Boleh mommy! ujar zia memberi Lea boneka yang ada di tangannya itu.
Lea melihat zio yang lagi cemberut sambil memegang mobil mainannya itu, lalu Lea mendekati putranya itu.
"Ada apa sayang?, kok cemberut gitu? tanya Lea
"Zio kangen daddy mom, kenapa daddy nggak mau ke sini? tanya zio
Lea tidak dapat menjawabnya, mulutnya langsung tertutup rapat saat anaknya itu menanyakan daddy nya.
"Padahal baru tadi aku bahas tentang ini dengan kak yana, tapi anak-anak ku sudah menanyakan daddy nya lagi, aku harus jawab apa lagi, terpaksa aku harus berbohong lagi demi menutupi nya dari anak-anak! batin Lea
"Mommy kan sudah bilang kalau daddy sangat sibuk, kita nikmati saja masa libur kita tanpa ada daddy kamu! ujar Lea
"Zio mau sama daddy! ujar zio
"Zio kan mommy sudah bilang daddy sibuk sayang, nanti kalau daddy sudah tidak sibuk lagi kita akan kembali! ujar Lea
"Mommy zio maunya sekarang, hiks...hiks..! ujar zio mulai menangis
"Mommy, zia juga pengen sama daddy! zia juga ikut merengek
"Nanti ya, kalau sekarang kita nikmati aja masa liburan kita dulu! bujuk lea
"Sekalang! ujar zio menghentak-hentakkan kakinya
"Sekarang nggak bisa sayang, tolong ya mengerti! ujar Lea
"Hikss....hikss.... daddy! tangis zio
Zio terus saja manggil daddy nya itu, zia juga ikut menangis memangil daddy nya.
"Sekalang, mommy zia pengen sama daddy! ujar zia
"Sekarang aku harus apa?, tidak mungkin aku beritahu sebenarnya ke mereka, apa lagi mereka belum tentu masalah orang dewasa! batin Lea.
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π