Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 78. (POV Twins) Bertemu Daddy Bagian 1


__ADS_3

Besok harinya lea berencana pergi ke RSJ lagi, namun langkah nya di halangi oleh kedua anaknya, mereka memegangi kaki lea karena mereka tidak mau mommy nya pergi.


Lea telah membujuk kedua anaknya itu, tetapi mereka tambah mempererat pegangan nya di kaki mommy nya itu.


"Mommy tidak boleh pergi! rengek kedua nya


"Mommy ada urusan sebentar sayang! ujar lea lembut, lalu lea jongkok menyamai tingginya dengan kedua anaknya itu


Lea mencium pipi anak-anak nya, lalu menghapus jejak air mata anak-anak nya itu


Dari tadi mami yulie juga membujuk kedua cucunya itu, tetap saja mereka tidak bisa di bujuk


"Mami gimana ini? ujar lea


"Kita bawa saja mungkin hari ini mereka akan bertemu dengan daddy nya! ujar mami yulie


"Kalau raka histeris lagi bagaimana mi! ujar papi mahendra


"Iya mi, yang di bilang papi benar juga, nanti mas raka histeris lagi gimana! ujar lea


"Mudah-mudahan tidak, mungkin dengan mempertemukan mereka dengan raka, raka bisa lebih membaik lagi! ujar mami yulie


"Kalau begitu kata mami, papi setuju saja! ujar papi mahendra


Lea masih tidak tenang, bagaimana nantinya raka histeris lagi, itu yang di khawatir oleh lea.


"Huff... baik lah mami, lea juga setuju! ujar lea


"Kalian mau ikut juga dengan mommy, sama oma dan opa juga? tanya lea


"Mauuu...! ujar mereka berdua menghapus air mata nya menggunakan tangan kecil nya itu.


Lea mengangguk, lalu mengandeng kedua anaknya itu, "nanti kalian di sana jangan nakal ya! ujar mami yulie


"Iya oma! ujar mereka


"Air mata nya di hapus dulu! ujar mami yulie lagi


"Iyaaa...! ujar mereka masih cemberut sesudah menangis tadi


"Ingat ya pesan oma jangan nakal di sana! ujar lea


"Iyaa mommy! ujar mereka


Lea belum mengasih tau ke anak-anak nya itu, bahwa mereka akan menemui daddy nya.


Di perjalanan menuju RSJ mereka berdua hanya cemberut saja, lea memperhatikan anaknya itu dengan tatapan sedih.


Setengah jam menuju RSJ itu akhirnya mereka sampai juga, kedua anaknya itu tidak banyak tanya soal rumah sakit jiwa ini


Kini mereka menuju ruangan PICU tempat raka di rawat.


"Mommy ini tempat apa? tanya zio menarik ujung jilbab lea


"Tempat orang di rawat! ujar lea


"Mommy kenapa orang di sini aneh sekali? tanya zia takut lalu memegang erat tangan mommy nya


"Iya, karena di sini tempat orang di rawat! ujar lea


"Tapi mereka kenapa tertawa, dan menangis begitu mommy? tanya zio


"Mereka lagi sakit sayang! ujar lea


"Mommy, mommy, liat orang itu main boneka seperti zia juga! ujar zia


"Iya itu mereka lagi main-main sayang, mereka itu tidak normal, dan mereka juga sakit! ujar lea

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam rumah sakit jiwa ini, anak-anak lea langsung berceloteh karena mereka melihat orang-orang di sini aneh menurut mereka.


"Kita mau kemana sebenarnya mommy? tanya zio


"Ke tempat rahasia! ujar lea


"Ahh, mommy main rahasia-rahasian! ujar zio


"Mommy nggak asik, masa main rahasian sama kita! ujar zia


"Nanti kalian bakalan tau sendiri! ujar lea


Dari tadi mami yulie dan papi mahendra tersenyum melihat kedua cucunya itu berceloteh.


"Ayok kita lanjut lagi, ngapain juga kita berlama-lama di sini! ujar mami yulie


"Iya oma, adek juga takut di sini! ujar zia


"iya, ayo kita ke tempat rahasia itu! ajak lea


Mereka semua nya melanjutkan perjalanan nya ke ruangan PICU itu, seperti biasa di depan pintu ruangan itu sudah ada dokter dan perawat laki-laki yang selalu menemani dokter itu.


"Mommy kenapa makin aneh saja tempat rahasia nya? tanya zio


"Benar kata kakak, kenapa tempat rahasia nya seperti ini? tanya zia


"Nama nya juga tempat rahasia! ujar lea


Kini mereka sudah sampai di depan pintu ruangan itu, dokter yang biasa menangani raka tersenyum melihat kedatangan keluarga raka.


"Selamat pagi menjelang siang! sapa dokter itu


"Iya dok! ujar mereka


Dokter itu memperhatikan kedua bocah yang di gandeng oleh lea.


"Iya ini tempat nya! ujar lea


Dokter itu langsung paham ternyata yang di gandeng oleh lea anak-anak yang di maksud oleh raka selama ini.


"Apa ini anak-anak yang dimaksud? tanya dokter ke papi mahendra


"Iya dok ini mereka, anak-anak dari raka, apa mereka bisa melihat daddy nya? tanya papi mahendra


"Boleh tapi dalam pengawasan saya! ujar dokter itu


"Tidak masalah dok, yang terpenting mereka bisa bertemu langsung dengan daddy nya! ujar papi mahendra


Kini mereka di ajak masuk oleh dokter ke dalam ruangan itu, dokter tersebut membuka pintu bilik tengah itu.


Kedua bocah itu belum melihat daddy nya


"Silahkan masuk! titah dokter itu


Lalu lea mengajak kedua anaknya masuk ke bilik itu.


"Mommy ini tempat apa? tanya zio


"Tempat nya begitu kecil! ujar zia


"Kalian akan melihat nya sendiri, ini tempat apa, dan kalian akan bertemu dengan orang yang selama ini kalian tanyakan! ujar mommy nya itu.


"Daddy! ujar mereka berdua


Lalu lea mengangguk-anggukkan kepalanya, "daddy kalian ada di sini! lirih lea karena ia sudah menangis.


Kedua bocah itu melihat seseorang yang lagi menyudut di dinding sambil memeluk lututnya dan menyembunyikan wajahnya.

__ADS_1


"Mommy itu siapa? tanya zia


"Daddy! ujar zio langsung berlari ke tempat raka, sementara zia malah menangis sambil memeluk kaki lea.


"Hiks...hiks... mommy...! tangis lea minta di gendong oleh lea.


Lalu lea mengendong zia dan menenangkan zia, ia masih menangis di gendongan mommy nya itu.


Sementara zio sudah dekat dengan dadd-nya itu, dokter itu menemani zio yang lagi mendekati raka.


"Daddy! ujar zio memegang tangan raka menggunakan tangan kecil nya itu, lalu raka melepaskan pelukan lututnya itu.


"Daddyyy...! ujar zio berlonjak-onjak gembira karena ia bisa melihat langsung daddy nya itu


"Anak kecil ini...! lirih raka


"Zio!


"Iya zio!


"Zio anakku! ujar raka langsung membawa zio dalam pelukan nya


"Daddy... zio kangen sama daddy! ujar zio


Raka tidak mau bicara, ia memeluk erat-erat zio dan mencium pipi zio terus-menerus.


"Daddy, zio sesak! ujar zio, karena raka terlalu erat memeluk zio


Sementara zia masih menangis di gendongan lea, "hiks...hiks...hiks... mommy, adek takut! ujar zia tersedu-sedu


"Itu daddy nak, kenapa harus takut?


"Tapi adek kangen sama daddy, kini kan kita sudah bertemu, sesuai janji mommy waktu itu, mommy akan mempertemukan kalian dengan daddy!


"Sekarang kita sudah bertemu! ujar lea


"Tidak mau, daddy adek tidak seperti itu! ujar zia


"Terus daddy zia seperti apa? tanya lea


"Daddy zia, kuat! ujar zia


"Emang nya sekarang daddy tidak kuat? tanya lea


"Dia bukan daddy adek, daddy adek kuat, tidak seperti itu! ujar zia


Kini raka melepaskan pelukan dari zio, "zia mana? tanya raka


"Anak ku yang satu lagi mana? tanya raka ke dokter itu, lalu dokter itu menunjukkan ke arah lea yang masih menenangkan zia.


Raka menatap putri kecilnya itu yang sedang menangis di gendongan lea.


...


bersambung...


...----------------...


penasaran nggak tuh?πŸ€£πŸ˜πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2