Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 50. (POV Lea ) Meminta Maaf


__ADS_3

Raka duduk di sebelah istrinya itu, Lea masih diam walau suaminya itu ada di samping nya.


Raka memegang tangan istrinya itu, tapi di tepis oleh Lea, "Masih marah? tanya Raka ke istrinya itu


Lea tetap saja diam, dia tidak mau bicara sama sekali.


"Kamu mau apa?, apa yang harus aku lakukan untuk kamu? tanya Raka


Lea menatap intens mata suaminya itu, ada raut tidak suka yang di perlihatkan oleh Lea ke suaminya itu.


"Temani aku! ujar Lea


"Kemana? tanya Raka


"Mau temani aku atau nggak? ujar Lea lagi, Raka menganggukkan ajakan istrinya itu.


Kini Lea lagi siap-siap ia membawa tas selempang yang biasa ia bawa kemana-mana.


Raka sudah rapi dengan baju Santai nya, ia tidak tau mau kemana Lea mengajak nya!


Terlebih dahulu Lea menemui anaknya yang lagi asik bermain di taman belakang rumah nya, bersama bik iin yang menjaga mereka berdua.


"twins here! titah Lea melambaikan tangannya, bocah kembar itu menyamperi mommy nya.


"Iya mommy! jawab Zio


"Mommy sama daddy kalian keluar sebentar, kalian di rumah saja! ujar Lea


"Oke mommy! ujar mereka berdua


Sementara Raka melihat interaksi antara ibu dan anak itu, Raka juga mendekati anaknya itu.


"Selama daddy dan mommy tidak ada di rumah, kalian berdua harus akur, tidak ada pertengkaran! pesan Raka ke anak-anaknya itu.


"Mommy pergi dulu! ujar Lea, sambil mencium pipi gembul kedua anaknya itu, hal yang sama di lakukan oleh Raka mencium pipi gembul kedua anaknya.


Lea duduk di kursi belakang mobil, sementara Raka yang mengemudikan mobilnya, Lea tidak mau duduk di dekat suaminya itu.


"Hari ini aku jadi supir untuk nyonya muda lea Michelle! ujar Raka dalam hati.


"Danau! ujar Lea singkat, ia mengintruksikan kepada Raka untuk pergi ke danau.


Dimana danau tersebut tempat Lea sering berkunjung kalau hatinya sedang kacau.


"Oke nona Lea yang sangat manis! gombal Raka ke istrinya itu


Lea memutar bola matanya jengah, sedikit tersentuh hatinya dengan gombalan itu, tapi hatinya masih ada yang mengganjal.


"Nona sayang mau ke danau mau apa? tanya Raka merayu istrinya itu.


"Diam! ujar lea singkat, sekarang ini Lea tidak mau banyak ocehan ia bicara hanya sekedar nya saja.


Sekarang mereka sudah sampai di tempat tujuannya itu, Lea mengelilingi sekitaran danau itu.


kini ia duduk lesehan menghadap luasnya danau itu, Raka juga ikut duduk di samping Lea.


"Masih sama ya!, tidak ada yang berubah! ujar Raka.

__ADS_1


Lea menatap lurus ke depan ia memandangi burung bangau putih yang berterbangan di sekitar danau itu.


"Huuff....! embusan nafas panjang yang di keluarkan oleh Lea, seolah menandakan kalau hatinya itu menanggung beban yang sangat berat.


Angin sepoi-sepoi berembus menerpa wajah mereka berdua, tidak ada yang bicara sama sekali di antara mereka berdua.


Mereka berdua hanyut dalam pikirannya masing-masing.


"Aku ke ujung sana dulu! ujar Lea


"Kamu di sini saja, jangan ikutin aku! titah Lea


"Tapi!, ujar Raka, Lea menggeleng-gelengkan kepalanya, pertanda tidak boleh ikut.


Lea jalan sambil melihat-lihat di sekeliling nya, sekali-kali dia tersenyum kecil, lalu senyuman itu kembali memudar lagi.


Kini lea menghadap ke arah danau yang luas itu, ia menatap kembali danau yang airnya berwarna kehijau-hijauan itu.


"ayah, bunda, anakmu ini lagi sedih! ujar lea


Ia menitikkan air matanya, setelah mengucapkan kata sedih itu.


"Aaaaaa..........!


"Aaaaa.......!


"Hiks...hiks...hiks....ayahhhh....! teriak Lea sekencang-kencangnya di danau tersebut.


"Ayah, bunda, Lea kangen sama kalian! teriak Lea lagi


Ayah dan bunda Lea balik ke Amerika lagi mereka ke sana untuk menemani kakek Lea yang sakit-sakitan.


Ternyata dari tadi Raka mengikuti istrinya itu, ia mendengar kan keluh kesah yang di rasakan oleh istrinya itu.


Raka memegang jantung nya yang tiba-tiba terpompa sangat kencang, ia menyenderkan tubuhnya ke sebuah pohon besar.


"Ya Allah apa yang telah hamba perbuat, hamba tega dengan istri hamba sendiri! lirih Raka, sudut matanya sudah berair.


Raka kembali mengintip istrinya itu dari sebalik pohon besar.


"Hiks... ayahhhh....bundaaa....! teriak Lea lagi.


Tidak kuat melihat istrinya begitu Raka berlari ke arah Lea, dan langsung ia memeluk Lea dari belakang.


"Aaaa....! teriak Lea sekali lagi, terlalu banyak teriak membuat suaranya parau.


"Sudah sayang, nanti suara kamu hilang! ujar Raka pelan membisikkan ke telinga Lea.


"Hiks...hiks...mass...! ujar Lea


"Aku capekkk! ujar Lea lagi terisak-isak


Raka membimbing istrinya itu, ia membawa Lea ke subuh kursi yang sudah ada di situ.


"Gimana?, sudah merasa baikan? tanya Raka, setelah berteriak tadi Lea memutuskan untuk kembali diam.


Lea menganggukkan kepalanya, sambil menghapus sisa-sisa air matanya.

__ADS_1


Lea menatap wajah suaminya itu, lalu memegang tangan Raka.


"Maaf mas, aku diam berarti beban pikiran ku banyak! ujar Lea


"Maafin aku yang mengabaikan kamu, aku tidak bermaksud untuk mengabaikan kamu, tapi hati aku ini rasanya sudah capek! ujar Lea lagi


"Karena pertengkaran kita kemaren, aku jadi hilang kendali, emosi ku naik-turun jadinya!


"Maafin aku mass! ujar Lea menyalami punggung tangan suaminya itu.


Raka mengusap-usap lembut kepala Lea mengunakan tangannya yang satu lagi


"Maafin mas juga, waktu itu mas membentak kamu! ujar Raka


"Mas sudah memaafkan kamu dari lama, mas tidak mempermasalahkan itu! ujar Raka


"Makasih mas! ujar Lea


"Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan aku lagi, kalau aku ada masalah aku akan menceritakan semuanya ke kamu, keluh kesah ku akan aku katakan ke kamu! ujar Lea


"Iya, sekarang kamu sudah lebih baik kan?, atau kamu masih ada yang akan kamu ceritakan? tanya Raka


Lea menggeleng-gelengkan kepalanya, "Aku sudah lebih baik mas! ujar Lea


Sudah lama mereka di danau tersebut dan akhirnya mereka berniat untuk pulang.


"Aku mau pulang mas! ujar Lea


"Iya, kita pulang! ujar Raka


Di perjalanan pulang ini Lea tidak mau lepas dari Raka, Lea merangkul tangan Raka terus.


"Biarkan aku seperti ini! permintaan Lea, Raka hanya tersenyum mengiyakan permintaan istrinya itu


Sesampai nya mereka di rumah, mereka di sambut oleh kedua anaknya, anaknya itu sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"Mommy! ujar Zio berlari mengejar mommy nya, sambil merentangkan kedua tangannya untuk minta di gendong oleh mommy nya, begitu pun zia


"Daddy! ujar Zia, ia juga ikutan merenggangkan kedua tangannya untuk minta di gendong oleh dadd-nya.


Betapa bahagianya hati Lea melihat kedua anaknya yang begitu ceria dan gembira nya saat menantikan kedatangan mommy bersama daddy nya.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2