
"Mau kamu bawa kemana aku? tanya lea tidak tenang, lea sudah takut dengan raka.
Namun raka tidak menjawab pertanyaan dari lea, malahan raka hanya tersenyum nakal saja, membuat lea bergidik ngeri.
"Raka tolong lepasin aku, aku mau kembali ke Amerika! ujar lea
"Percuma karena pesawat yang akan kamu naiki sudah terbang dari tadi! ujar raka tersenyum licik.
Raka masih melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat lea jadi takut saja, tanpa sengaja lea memegangi tangan raka karena dia takut.
"Please raka aku nggak mau mati di sini! lirih lea ketakutan sambil menutup mata nya, raka tidak memperdulikan ucapan lea itu.
"Kita mati berdua! ujar raka, membuat lea tambah takut saja, dan menggenggam tangan raka kuat-kuat.
"No, I don't want to die in vain! ujar lea
(tidak, aku tidak ingin mati sia-sia!)
"Kalau tidak ingin mati sia-sia kamu diam saja jangan banyak ngomong, kalau tidak ingin mati! ujar raka
Kini raka membawa mobil secara pelan-pelan, membuat lea jadi lega, dan melepaskan genggaman tangan nya dari raka.
"Kamu mau bawa aku kemana raka?, jangan ngada-ngada kamu! ujar lea masih ketakutan dengan sikap raka yang tiba-tiba jadi kasar.
"Kita check in hotel! ujar raka tersenyum licik
Lea membulatkan matanya, lalu ia sedikit menjauh dari raka, "brengsek, emang kamu pikir saya ini apaan? tanya lea
"Kamu milik aku, jadi kamu jangan harap bisa kabur dari aku! ujar raka
"Raka aku mohon jangan lakukan itu ke aku! ujar lea
"Diam! ujar raka membentak lea
"Laki-laki b*ji*gan, turunin aku di sini! ujar lea, tapi raka tetap saja tidak mau menurunkan lea.
Raka melajukan mobilnya, lea sudah takut semobil dengan raka ini, kini raka berhenti di sebuah hotel mewah.
"Aku harus bisa kabur dari sini! batin lea
"Nggak waras kamu raka, brengsek kelakuan kamu brengsek! umpat lea berkali-kali, tetap saja raka tidak menghiraukan lea.
Kini raka menggenggam tangan lea kuat-kuat, mereka sekarang lagi berdiri di meja resepsionis hotel, raka sudah selesai memesan kamar hotel.
"Tidak, aku tidak mau, laki-laki brengsek ini mau merusak aku! tolong siapapun itu tolong aku! batin lea sudah menangis
"Ayo sayang! ujar raka merangkul lea, lalu membawa lea kembali ke mobil, lea bernafas lega karena raka tidak jadi membawanya ke kamar hotel.
"Syukurlah aku selamat! gumam lea
__ADS_1
"Pokoknya aku harus benar-benar lepas dari laki-laki brengsek seperti dia ini! batin lea
Kini raka melanjutkan perjalanan nya, ia menuju ke sebuah apartemen Hexzel
"Mau kemana lagi? tanya lea
Sama seperti tadi raka tidak menjawab pertanyaan dari lea, "kamu tuli, apa gimana sih? tanya lea
"Diam, ikuti semua instruksi dari aku, jangan sampai menolaknya, kalau sampai itu terjadi, kamu akan tau akibat nya! ujar raka mampu membuat lea tambah takut, keringat dingin sudah membanjir tubuh nya.
Setelah sampai di apartemen Hexzel, lalu raka mengangguk kecil ke Hexzel.
"Apa yang anda butuhkan sudah beres tuan! ujar Hexzel
Lea bingung dengan arah pembicaraan dua laki-laki ganteng ini.
"Nyonya lea! ujar Hexzel menyapa lea, sementara lea hanya tersenyum kecil.
Kini mereka bertiga melanjutkan perjalanan nya, kini Hexzel yang membawa mobil lagi, sementara lea dan raka duduk di jok belakang, raka masih menggenggam tangan lea erat-erat, kesempatan untuk kabur hanya sedikit yang tersisa.
"Raka tolong lepasin aku, aku mau sama anak-anak! ujar lea memohon ke raka, namun raka tambah mempererat menggenggam tangan lea.
Hexzel hanya diam seraya tersenyum tipis melihat lea dari spion mobil.
Mereka sudah sampai di KUA, lea menatap raka dan Hexzel, "mau apa kalian? tanya lea
"Nggak mau, buaya darat seperti kamu ini tidak pantas menikah lagi dengan aku! ujar lea memberontak ingin di lepaskan
"Pantas, kata siapa tidak! ujar raka
Kini raka membawa masuk lea ke kantor urusan agama itu, raka sudah mempersiapkan dengan matang dari kemaren-kemaren.
"Nikah kan saya lagi pak! ujar raka
"Jangan pak, saya tidak mau! ujar lea
"Bagaimana ini? salah satu dari kalian tidak mau, jadi saya tidak bisa menikahi kalian! ujar penghulu
"Maaf pak calon istri pak raka sedikit aneh! ujar Hexzel ke penghulu
Di sana sudah ada saksi banyak saksi dan wali nikah lea, semuanya sudah di rencanakan oleh raka jauh-jauh hari.
"Saya masih waras Hexzel! ujar lea menatap tajam Hexzel.
"Bagus Hexzel kamu bisa di bawa kerja sama! batin raka
Kini lea duduk di samping raka, raka sudah menjabat tangan penghulu itu, lea hendak kabur dari sana, tapi raka masih menggenggam tangan nya.
"Tolong siapa pun itu, aku tidak mau menikah dengan buaya darat ini! batin lea
__ADS_1
"Saya terima nikah dan kawinnya lea Michelle binti arka suhanda dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai! ujar raka dengan lantangnya.
Air mata lea mengalir seketika karena raka sudah berhasil mengucapkan janji suci itu lagi, sementara raka sangat senang sekali karena lea sudah menjadi milik dia kembali.
"Ayah, bunda maafkan lea, lea tidak bisa menjaga amanah kalian, laki-laki brengsek ini telah berhasil mengucapkan janji suci itu lagi! batin lea
"Jangan nangis sayang! ujar raka menghapus air mata lea, lea menepis tangan raka.
Setelah berdo'a semua saksi dan penghulu tadi memberi mereka selamat atas pernikahan nya.
"Terima dengan ikhlas sayang, kalau kamu tidak menerima nya berarti sama saja pernikahan kita yang kedua ini sia-sia! ujar raka
"Aku berjanji akan menyayangi kamu dan anak-anak kita, aku tidak akan menyakiti hati kamu lagi! ujar raka, lea masih menangis terisak-isak.
"Sudah ya, kita sudah sah menjadi suami istri, aku tidak suka liat kamu nangis seperti ini! ujar raka menghapus air mata lea
"Hiks...hiks...hiks...aku akan memberi kamu kesempatan, jika kamu mengulangi lagi, jangan harap bisa bertemu dengan aku lagi! ujar lea
Lalu raka mengangguk senang karena lea mau memberikan kesempatan untuk diri nya lagi, lalu raka membawa lea ke dalam pelukannya.
"Bersikaplah dengan baik, jangan menyia-nyiakan kesempatan ketiga ini, jadi pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya! ujar lea menghapus air mata nya.
"Ayah bunda, maafin lea, lea tidak bisa beri tahu ayah sama bunda kalau lea sudah rujuk kembali! batin lea
"Sekarang tuan sama nyonya mau saya antar kemana? tanya Hexzel
"Hotel! ujar raka
"Pulang! ujar lea
"Ke hotel tadi dulu, besok baru kita pulang! ujar raka
"Tidak ada penolakan! ujar raka
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1