Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 66. (POV Twins) Ngambek


__ADS_3

Mereka berdua masuk ke ruang psikolog itu, mami yulie menyuruh raka untuk duduk menghadap dokter tersebut.


"Mami mau keluar sebentar kamu boleh ngobrol dengan dokter ini! ujar mami yulie


"Kenapa tidak mami saja, bukanya mami yang mau bertemu! ujar raka


"Sebentar saja, nanti mami ke sini lagi! ujar mami yulie membujuk raka


Raka mengangguk seraya melihat mami nya, kini tinggal raka dan dokter psikiater tersebut.


Raka hanya diam dia melamun lagi dengan ekspresi wajah sedih.


Dokter tersebut tersenyum melihat raka, tapi raka hanya cemberut saja.


"Apa yang ada rasakan sekarang? tanya dokter psikiater itu


"Saya tidak merasakan apa-apa, yang hanya saya rasakan itu kehilangan! ujar raka


"Kalau boleh saya tau anda kehilangan apa? tanya dokter itu


"Saya kehilangan anak dan istri saya? ujar raka


"Kenapa bisa?


"Saya tidak tau saya kehilangan anak dan istri saya, saya mau anak dan istri saya kembali! ujar raka


Dokter tersebut mengangguk-angguk mendengarkan cerita dari raka.


"Anda jangan terlalu banyak sedih dan melamun seperti ini, jika anda melamun bayangan anak dan istri anda pasti akan muncul!


"Menurut saya anda harus banyak mengambil kesibukan!


"Saya sudah coba dok, tapi saya tidak bisa, mereka nampak nyata saya lihat! ujar raka


Banyak hal yang di tanyakan oleh dokter psikiater itu ke raka, mulai dari awal hubungan raka yang harmonis sampai sekarang ini, dokter tersebut menyarankan agar raka tidak banyak melamun.


"Saya mau anak saya kembali! lirih raka


Dokter itu hanya mengangguk kecil seraya tersenyum, lalu dokter psikiater itu menyuruh mami yulie untuk masuk.


Kini raka duduk paling jauh dari dokter itu, ia kembali seperti semula melamun sekali-kali tersenyum sendiri.


"Psikis yang di alami pasien sepertinya memicu karena terjadi kehilangan yang sangat berarti dalam hidupnya!


"Kalau kita biarkan terus menerus saya khawatir kan pasien akan sulit untuk sembuh!


"Gejala yang di alami oleh pasien merupakan gejala awal, ia masih mengingat dirinya dan keluarga di sekitarnya, tapi kalau sikapnya sudah lebih parah lagi, kemungkinan pasien sulit untuk sembuh! ujar dokter itu


"Terus kita harus apa dok?, supaya anak saya bisa sembuh seperti sedia kala lagi? tanya mami yulie


"Saya sarankan pasien mencari kesibukan untuk dirinya, supaya dia tidak terlalu fokus dengan apa yang dia khayal kan!


"Dan kita harus banyak berbicara dengan dia tentang hal-hal yang tidak berhubungan dengan orang yang selalu dia bayangkan!


"Yang saya takutkan jika dia tidak mau menerima keadaan yang dia alamkan sekarang ini! ujar dokter itu


"Saya akan berikan pasien resep obat untuk menghilangkan bayangan itu, pasien harus meminum obat ini dengan rutin, supaya pasien tidak melihat bayang-bayang itu lagi! ujar dokter psikiater itu memberikan sebuah nota resep obat ke mami yulie.


"Baik dok saya akan melaksanakan saran yang dokter berikan!


"Terima kasih dok atas konsul nya! ujar mami yulie.


Kini mami yulie membawa raka ke tempat papi mahendra dan riki.


"Apa yang dokter bilang mi? tanya riki


"Adek kamu mengalami gejala depresi, dokter bilang ini baru awalan nya, tapi kalau perubahan sikap raka yang sangat tidak di harapkan kata dokter raka akan sulit untuk sembuh! ujar mami yulie sedih


"Kalian tunggu di sini dulu mami mau menebus obat raka dulu! ujar mami yulie


"Nggak usah mi, biar riki aja yang ambil mami di sini saja! ujar riki


Mami yulie mengangguk patuh lalu memberikan nota resep obat tadi ke riki.

__ADS_1


...


Di sisi lainnya kedua anak lea sedang cemberut karena dia merasa aneh saja yang di rasakan.


"Akak, zia mau ulang ke lumah kita! ujar zia mengajak bicara dengan zio


"Akak ingin ulang uga tapi omy tidak mau! ujar zio ke adeknya itu


"Zia angen daddy kak! ujar zia


"Akak uga angen daddy, kita apan ulang ya? ujar zio berhenti memainkan mobil-mobilan nya.


"Kita ajak omy ulang yuk kak! ujar zia


"Ide bagus, ayuk! ujar zio berlari memegangi tangan zia, mereka berlari bersama menuju tempat mommy nya.


"Mommyyyy....! teriak mereka berdua, lea tersenyum melihat anaknya itu yang sedang berlarian.


"Udah aja mainnya? tanya lea menghapus keringat anaknya itu menggunakan tissue.


"Udahh...! ujar mereka


"Kalian mau bobok dulu atau mau makan? tanya lea, mereka berdua menggelengkan kepalanya.


"Terus kalian mau apa?, coba bilang ke mommy kalian mau apa? tanya lea


"Mommyyyy...! lirih mereka berdua dengan mata berkaca-kaca.


Lea melihat perubahan ekspresi wajah anaknya, mereka berdua menangis kecil.


"Hikss...hikss...hikss...! tangis mereka berdua


"Lho kok nangis? tanya lea menghapus air mata anaknya itu


"Kalian mau apa?, anak cantik dan ganteng mommy kok cengeng gini sih! ujar lea


"Ulang ke tempat daddy! ujar zio


Lea menghela nafas panjang, dia menggeleng-gelengkan kepalanya juga ikut menangis.


"Permintaan kalian yang kali ini tidak akan mommy kabulkan, maafin mommy kalian ini sayang yang sudah memisahkan kalian dari daddy kalian! batin lea


Lea berusaha tidak menangis di depan anak-anak nya itu, tapi air matanya itu mengalir dengan sendirinya, sebenarnya hati Lea sangat pilu melihat kedua buah hatinya lagi sedih.


"Daddy kalian lagi kerja sayangg...!


"Nanti kalau daddy nggak sibuk lagi, kita pasti akan pulang, tadi kan kalian sudah janji sama aunty kalian kalau zio, sama zia tidak akan menanyakan daddy kalian lagi!


"Tapi kenapa kalian malah mengingkari janji kalian? tanya lea berusaha untuk senyum dan mencolek kedua pipi anaknya itu


"Kita angen daddy mommy, daddy pasti uga angen kita! ujar zio


"Iyaa, tapi daddy lagi sibuk tidak mungkin kita ganggu daddy! ujar Lea memberi penjelasan


"Kita telepon daddy! ujar zio berhenti menangis, dia mengambil hp mommy nya yang terletak di atas meja.


Lea sedikit kaget dengan pemikiran anaknya itu, biasanya mereka berdua tidak mau memegang hp karena raka selalu melarang anaknya untuk tidak memegang hp.


"Jangan nak daddy kalian lagi sibuk! ujar lea meminta hp itu dari zio


"Nggak...! teriak zia


"Mommy ahat kita angen daddy! ujar zia memukul-mukul lea


Lea jongkok untuk menyamai tingginya dengan anaknya itu, lalu lea memeluk zia, zia meronta-ronta dalam pelukan mommy nya itu, sampai-sampai tangan kecil zia itu terus memukul-mukul punggung lea.


"Nanti kita pulang! ujar lea sedikit membentak


"Sekalang! ujar zia


"Zio sini-in handphone mommy! bentak lea


"Huuu....aaaa....huuaaa...! tagis zio semakin keras sambil menyembunyikan hp mommy nya itu.

__ADS_1


"Sini-in! bentak lea sekali lagi.


"Kalian berdua jangan gini dong, mommy pusing sama kalian! ujar lea marah


"Terserah kalian mau cari daddy kalian kemana? ujar lea membentak keduanya.


"Huuaaaa....huuaaa....omy ahat! ujar mereka berdua di sela-sela tangis nya.


"Udah diam jangan nangis lagi! ujar lea


"Astagfirullah alhazim lea! ujar azkara


"Kamu apa-apa sih kok anak sendiri di bentak? mereka masih kecil-kecil lee, kamu jangan gitu! ujar azkara memarahi adiknya itu


"Mereka tidak mau denger kak, aku capek sama mereka, tiap sebentar daddy nya mulu yang di tanya! ujar lea marah juga


"Tapi bisa kan kamu tidak membentak mereka! ujar azkara


"Terserah kakak aku capek, terserah kakak mau apain mereka! ujar lea


"LEA! ujar azkara hendak menampar lea


"Ada apa ini? tanya kakek harto datang tepat waktu.


"Cicit-cicit buyut kenapa? tanya kakek harto menenangkan twins


"Kakek uyut kita angen daddy! ujar zio menghapus air matanya menggunakan tangan kecilnya itu


"Nanti kita telepon ya, sini-in handphone mommy nya! ujar kakek harto meminta hp dari tangan zio


"Kalian diam ya, kakek buyut tidak suka liat kalian nangis! ujar kakek harto menenangkan mereka.


Mereka berdua menuruti perintah kakek harto, "nah gitu dong, ini baru cicit buyut! ujar kakek harto


Lalu kakek harto menatap lea, "jangan ulangi lagi! tegur kakek harto


"Lea capek kek, mereka tanya-tanya mas raka mulu, lama-lama lea bisa stres kek! ujar lea


"Tapi kamu jangan memarahi mereka juga, mereka masih kecil, sekali lagi kamu bentak mereka kakek tidak akan memaafkan kamu! ujar kakek harto


"Maaf kek, lea salah lea tidak akan mengulangi nya lagi! ujar lea


"Sayang mommy minta maaf ya, mommy tidak bermaksud memarahi kalian! ujar lea hendak mendekati anaknya itu, tapi mereka berdua malah lari ke belakang kakek harto


"Mommy ahat, kita benci mommy! ujar keduanya.


"Maafin mommy sayang! ujar lea


"Nggak mau! ujar mereka


"Sudah-sudah, lea nanti pasti mereka memaafkan kamu! ujar kakek harto.


Lalu kakek harto membawa kedua cicitnya ke kamar nya, kini tinggal lea bersama azkara.


"Kamu liat itu sendiri kan, bagaimana anak-anak kamu membenci kamu karena kamu membentaknya tadi! ujar azkara


"Tapi ini gara-gara mas raka kak, kenapa dia selingkuh dari aku, jika dia tidak selingkuh mungkin keluarga kita baik-baik saja dan anak-anak aku tidak akan begini! ujar lea, lalu dia juga ikut pergi.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2