
Kini lea di dalam kamarnya ia sekarang lagi memainkan game yang berada di hp nya, ini merupakan cara dia untuk tidak terlalu stres, maka nya dia memainkan game di hp nya.
Tok...tok...tok...
"Lea, ini mami! ujar mami yulie memanggil lea dari luar kamar.
"Iya mami, sebentar! ujar lea, lalu ia mematikan game yang ia mainkan barusan, setelah itu lea membukkan pintu untuk mami yulie
"Kamu sibuk? tanya mami yulie
Lea menggelengkan kepalanya, "ada apa mi? tanya lea
"Kita ke bawah dulu, ada hal penting yang mami dan yang lain sampaikan ke kamu! ujar mami yulie
"Hal penting apa mami? tanya lea
Mami yulie tersenyum penuh harap sambil memegang tangan lea, "nanti kamu akan tau sendiri! ujar mami yulie
Lalu mereka berdua pergi ke bawah, mami yulie dari tadi memegang tangan lea, seakan mami yulie takut kehilangan lea kembali.
Kini mereka duduk berdampingan, sementara yang lain sudah duduk juga di sana, dengan heran lea melihat mami yulie.
"Ada apa sebenarnya mami? tanya lea
"Lea! ujar papi mahendra, lalu lea melihat papi mahendra.
"Iya ada apa papi? tanya lea
"Mungkin ini tidak enak di dengar untuk kamu, ya barangkali kamu juga akan menolaknya, tapi papi harap kamu mau menerima nya! ujar papi mahendra membuat lea tambah bingung saja.
"Maksud papi? tanya lea, lalu mami yulie mengelus-elus lembut punggung lea.
"Apa kamu mau rujuk lagi dengan raka? tanya papi mahendra, lalu lea tercengang dengan ucapan papi mahendra barusan, dan lea melihat raka yang juga melihat nya.
Lea diam saja ia tidak menjawabnya, ia melamun.
"Lea, ayo jawab, apa kamu mau? tanya mami yulie yang masih memegang tangan lea.
"Ini demi kebaikan kamu dan anak-anak kamu Lea! ujar riki
Lea tetap saja diam, ia menatap raka dengan tatapan sulit diartikan, lalu lea melihat orang-orang di sekeliling nya.
Tidak lama lea melepas genggaman tangan dari mami yulie, dan ia berdiri, lea menghela nafas panjang.
"Tidak! ujar lea dengan lantang nya, semua orang yang ada di sana jadi kaget dengan sikap lea yang sedikit berubah.
__ADS_1
"Lea, ini semua kebaikan kamu dan anak-anak kamu, anak kamu pasti tidak mau orang tua nya berpisah! ujar mami yulie
"Yang di bilang mami itu benar lea! ujar papi mahendra
Lea mengangkat tangannya untuk diam, ia melihat papi mahendra dan mami yulie.
"Maaf mami, papi! ujar lea
"Lea memilih tidak ingin rujuk dengan mas raka, lea masih sakit hati dengan perbuatan mas raka dulu! ujar lea
"Tapi ini demi anak-anak kalian! ujar riki
"Maaf kak aku tidak bisa, dalam hidup aku tidak ada kesempatan ketiga, dulu aku sudah memberikan mas raka kesempatan, tapi dia malah menyia-nyiakan kesempatan itu! ujar lea
"Tapi aku sudah minta maaf lea, aku menyesal! ujar raka
Lea tersenyum sinis, lalu ia mendekati raka, "aku bukan wanita bodoh! ujar lea menunjuk raka
"Kamu pikir aku bodoh?, tidak!, kamu itu bodoh raka, kesempatan dulu yang pernah aku berikan kamu sia-siakan begitu saja! ujar lea
"Aku bukan wanita lemah yang kamu bayangkan, aku bisa hidup tanpa kamu, untuk apa aku rujuk dengan kamu, sementara virus itu masih ada dalam diri kamu, kamu pikir virus selingkuh itu tidak akan bisa berkembang lagi?
"Bisa raka bisa! ujar lea
Raka menatap lea dengan murka nya, sementara lea hanya tersenyum sinis menatap lea, pertengkaran di antara mereka akan di mulai.
Lea tertawa cemooh, sambil bertepuk tangan di depan raka, "maaf kamu tidak ada gunanya bagi aku! ujar lea, lalu ia hendak pergi namun di tahan oleh raka.
"Jika kamu tidak ingin rujuk dengan aku, asalkan anak-anak aku yang urus! ujar raka
"Tidak, aku tidak akan memberikan hak asuh anak ke kamu! ujar lea
"Kamu egois dengan aku, kamu hanya memikirkan kehendak kamu saja tanpa memikirkan aku! ujar raka.
Dengan geramnya lea mengertakan gigi nya, tangan kanannya langsung saja menampar pipi bagian kanan raka.
Plakk
Semua orang yang ada di sana tercengang dengan sikap kasar lea.
"Kamu lebih egois raka, kalau kamu tidak ingin berpisah dengan anak-anak kamu, lalu ngapain kamu bermain api di belakang aku?
"Kamu yang egois bukan aku, kamu seenaknya selingkuh di belakang aku, apa dulu itu kamu tidak pernah memikirkan konsekuensi?, kamu pikir aku ini wanita apaan? ujar lea dengan marah nya
Raka tidak bisa berkata apa-apa lagi, termasuk semua orang yang menyaksikan pertengkaran itu.
__ADS_1
"Maaf mami papi, aku seperti ini karena ulah raka, aku tidak ingin memberi kesempatan untuk dia lagi, kesempatan itu hanya ada dua kali bukan tiga kali! ujar lea
Mami yulie sudah menangis saja melihat pertengkaran antara raka dan lea.
"Lea, apa kamu tidak kasihan dengan anak-anak kamu nanti nya? tanya mami yulie menggenggam tangan lea lagi.
Lea menggeleng-gelengkan kepalanya, "hati lea sudah hancur mami, tidak bisa pulih seperti dulu lagi! ujar lea
Kini papi mahendra yang memohon kepada lea.
"Papi mohon lea, papi ingin kalian bersama-sama lagi! ujar papi mahendra menatap lea penuh permohonan.
Lea tetap menggeleng-gelengkan kepalanya, "maaf papi! ujar lea
Lalu raka bertekuk lutut di hadapan lea, sama seperti yang pernah ia lakukan dulu, ia rela merendah harga dirinya di depan mantan istri nya itu.
Tidak ada rasa iba lagi yang di perlihatkan oleh lea ke raka, malahan lea tersenyum sinis.
Air mata raka mengalir begitu saja, lalu ia memegang tangan lea, lea menepis tangan itu.
"Maafin aku Lea, aku salah sepatutnya aku tidak selingkuh dari kamu, aku menyesal lea sangat menyesal dengan perbuatan ku itu! ujar raka menangis di hadapan lea.
Hati lea tidak luluh sama sekali dengan ucapan raka itu, malahan ia hanya mengabaikan ucapan raka itu.
"Maaf sekali lagi Lea, aku ingin kembali dengan kamu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, kamu sudah melihat sendiri kan, dengan kamu tinggalkan aku, aku depresi gara-gara itu, aku sangat mencintai kamu! ujar raka
"Itu derita kamu mas, kesempatan dulu sudah tidak ada lagi, aku tidak ingin masuk ke lubang yang sama mas! ujar lea
"Aku janji lea, aku tidak akan selingkuh lagi setelah kembali dengan kamu! ujar raka
Tapi tetap saja lea menggeleng-gelengkan kepalanya, "aku tidak mau mas! ujar lea
Lalu lea hendak pergi ke kamar nya, namun lea berhenti saat ia melihat putra dan putri nya yang sudah berdiri di dekat sana.
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π