Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 97. (POV Lea) Tidak Mungkin!


__ADS_3

1 bulan kemudian...


Hari begitu cepat mereka lalui, kini seperti biasa mereka lagi bekerja di ruangan nya, lea dari tadi tangan nya menari-nari di atas keyboard laptop.


Sementara raka lagi duduk di sofa sambil membaca berkas yang baru di antara oleh hexzel.


"Tuan besok kita ada kunjungan dari perusahaan yang dari Jerman! ujar hexzel


"Mereka akan ke sini, untuk melihat-lihat cara kerja kita dalam beberapa tahun terakhir ini! ujar hexzel


"Iya saya sudah tau, apa semuanya yang di perlukan sudah siap? tanya raka


"Sudah tuan, cuma tinggal sedikit lagi! ujar hexzel


"Kerja bagus, sekarang kamu boleh keluar! ujar hexzel


Hexzel mengangguk seraya ia pergi dari ruangan itu, lea pergi ke tempat raka ia duduk di sebelah raka.


"Kenapa? tanya raka saat lea terduduk lemas di samping nya sambil menyenderkan kepalanya di tangan raka.


Raka menempelkan tangannya di jidat lea, tapi badan nya tidak terasa panas.


"Nggak panas juga! ujar raka


Lea tambah memeluk tangan raka, ia merasakan pusing, "pusing! lirih lea


Raka melihat wajah lea yang pucat pasi itu, raka cemas dengan keadaan lea.


"Kamu sakit? tanya raka


Lea menggeleng-gelengkan kepalanya, "aku nggak sakit! lirih lea


"Tapi pusing? pusing itu apa namanya kalau nggak sakit! ujar raka


"Ck, aku nggak sakit, pusing dikit aja! ujar lea


"Pulang aja ya! ujar raka


Lea menggeleng lagi, ia pergi ke kamar yang ada di dalam ruangan itu, ruangan raka ini memiliki satu kamar tidur.


"Di suruh pulang malah ngeyel nggak mau! gumam raka, kini raka melanjutkan pekerjaan nya.


Di dalam kamar lea langsung merebahkan diri nya ke atas kasur, "aku kenapa ya? ini yang ke tiga harinya badan aku terasa lemas gini! lirih lea


...


Jam sudah menunjukkan pukul setengah lima, lea masih tertidur pulas di kamar itu, sementara raka memperhatikan lea.


"Aku perhatiin sikap lea ada yang berubah! gumam raka mengelus pipi lea


Ia mau membangunkan lea, karena ini sudah jam pulang, lea tersentak saat ia merasa ada orang yang menganggu tidurnya.


"Jam berapa kok kelihatan nya udah sore! ujar lea


"Iya sudah sore, kita pulang yuk, anak-anak pasti udah nungguin kita! ujar raka


Lea mengangguk kini wajah pucat nya sudah tidak nampak lagi, malahan wajahnya kelihatan segar.


"Kamu merasa ada yang aneh nggak sama diri kamu? tanya raka saat mereka menaiki lift.


Jawaban lea menggeleng lagi, ia memeluk tangan raka sampai pintu lift itu terbuka, karyawan yang masih ada di kantor memperhatikan bos nya itu.


"Ciee...bos lagi bermesraan! ujar karyawan


"Cie, cie, pak bos gandengan terus ni ye! ujar acha, raka hanya tersenyum kecil saja, sementara lea tertawa kecil.


"Iri ya? makanya punya suami jangan pisah kerja! ujar lea

__ADS_1


"Biarin, yang penting suami gue setia!


"Oopsst...! acha menutup mulutnya melihat lea sambil tersenyum kikuk.


"Maaf lee gue nggak maksud nyingung lo! ujar acha


"Pak bos saya minta maaf, jangan pecat saya , ya pak, please! ujar acha menautkan kedua tangannya ke dada.


"No problem!


Lalu raka bersama lea pergi dari situ, acha mengelus dada nya sambil bernafas lega.


"Ini mulut nggak bisa ngerem apa ya? umpat acha menabok mulut nya.


Di dalam mobil lea hanya diam saja sambil memegang seatbelt sambil menyenderkan kepalanya ke jendela mobil.


"Kita ke rumah sakit ya! ajak raka, tapi lea menggeleng-nggelengkan kepalanya, ia menatap raka seraya tersenyum.


"Aku malas ke rumah sakit, kita langsung pulang saja! ujar lea


Raka berhenti di sebuah restoran ia mau membeli Spageti pesanan mami yulie dan anak-anak nya.


"Kamu tunggu sebentar di sini aku mau beli spageti pesanan mami! ujar raka


"Hmm...!


Kini lea menyenderkan kepalanya di kuris, ia memijit-mijit pelipis nya, "ck...kenapa sih badan lemas aja! mager aja bawaannya! gumam lea


Raka kembali sambil membawa beberapa bungkus spageti.


"Beneran nggak mau ke rumah sakit? tanya raka sekali lagi.


"Nggak...! ujar lea sedikit ngegas


"Santai aja kali sayang nggak usah ngegas! ujar raka meletakkan tangannya ke jidat lea.


"Nggak tau! ujar lea


Kini raka melanjutkan perjalanan menuju rumah, mereka sampai di rumah sudah azan magrib, lea masuk duluan ke kamar.


Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, raka baru masuk ke kamar ia menggeleng-nggelengkan kepalanya sambil berkacak pinggang.


"Bukanya bersih-bersih sama ambil wudhu, ini malah langsung tidur! ujar raka


"Duluan aja kamu! ujar lea


Kini raka pergi ke kamar mandi, lea kini menyiapkan baju ganti raka, selesai itu ia duduk di sofa sambil menyenderkan kepalanya di kepala sofa.


"Buruan gih mandi terus wudhu! ujar raka


"Hmm...! lalu lea pergi ke kamar mandi, raka menunggu lea untuk sholat berjamaah, lea keluar dari kamar mandi, setelah itu ia memakai mukena nya.


Kini mereka melaksanakan shalat magrib berjamaah, selesai sholat lea langsung menuju kasurnya, ia langsung merebahkan diri nya di atas kasur itu.


"Nggak makan dulu? tanya raka


"Nggak udah kenyang aja, ntahlah aku juga nggak tau! ujar lea


"Tukan kamu di bilangin nggak percayaan, kamu itu sakit! ujar raka


"Ya udah kamu istirahat saja, aku ke bawah dulu! ujar raka


Kini raka sudah duduk di kursi meja makan, semua orang sudah berkumpul, kecuali lea sendiri yang tidak ikut makan malam.


"Istri kamu mana? tanya papi mahendra


"Istirahat pi katanya nggak enak badan! ujar raka

__ADS_1


"Kamu sudah bawa lea ke rumah sakit? tanya mami yulie


Raka menggeleng-nggelengkan kepalanya, "mommy sakit daddy? tanya zio


"Iya mommy lagi sakit! ujar raka


"Kak nanti kita liat mommy ya! ujar zia


Zio mengangguk.


...


Lea termenung sambil memijat-mijat kepalanya, ia menyenderkan kepalanya di kepala ranjang.


"Enggak enak banget badan aku! gumam lea


"Huek...huek..huek...


Lea mual-mual saat ia mencium bau parfum raka, "aduh...kok aku mual saat bau parfum mas raka? gumam lea menutup mulutnya


Lea pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya, "huek...huek...!


Setelah memuntahkan isi perutnya, lea menganga lebar karena ia ingat sesuatu, "tidak, tidak ini tidak mungkin kan? gumam lea menghapus sisa-sisa air di bagian mulutnya


Di sisi lain ia senang tapi di sisi lain ia juga merasa tidak terima, "aku harus bagaimana? gumam lea


Lea kembali tidur ke atas kasur ia melihat tanggal di hp nya, "oh astaga ini benar-benar terjadi! gerutu lea


Raka masuk ke dalam kamar bersama anak-anaknya, lea melihat raka dan juga anak-anaknya itu, lea tersenyum saat zio zia menghampiri nya.


"Kamu masih merasakan pusing? tanya raka


Lea menggeleng-gelengkan kepalanya, "gimana ini? aku merasa mual banget saat tercium bau parfum mas raka, kenapa aku tidak menyukai bau parfum itu lagi? batin lea


"mommy sakit? tanya zio yang juga ikut naik ke atas kasur itu, sementara zia berdiri di sisi ranjang itu.


Zia menempelkan tangan kecilnya itu ke kepala mommy nya itu, "badan mommy tidak panas! ujar zia


Lea tersenyum manis ke anak-anak nya itu, "mommy tidak sakit hanya saja mommy lagi capek aja! ujar lea


"Kalau kamu capek kok kayak sakit gitu dan kenapa dari tadi kamu menghindari aku? tanya raka


Dari tadi memang lea menghindari raka karena bau parfum raka membuat lea mual.


"Mual bau parfum kamu kok beda gitu! ujar lea


Raka mengerutkan keningnya sambil tertawa kecil, "haha ada-ada saja masa sama bau parfum kamu bisa mual! ujar raka


Kini mereka melaksanakan shalat isya berjamaah, bocah kembar itu juga ikut sholat bareng daddy dan mommy nya.


...


bersambung...


...----------------...


Ayo dong mampir di cerita baru author yang berjudul "pulanglah mas" yuk para readers mampir di cerita receh author, siapa tau kalian suka!!!🙏🙏🙏


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

__ADS_1


__ADS_2