
Pagi ini Raka pamit dengan keluarga nya untuk pergi ke kantor.
Pagi ini dia sangat terburu-buru sekali, entah apa yang membuat nya terburu-buru.
Lea hanya diam saja, dia tidak mau menegur suaminya itu.
"Mami, papi, semuanya aku duluan ya! pamit Raka.
"Kamu nggak ikut sarapan dengan kami dulu? tanya mami
"Nggak usah ma, nanti Raka di kantor aja sarapan nya! ujar Raka
"Lea kamu buatin bekal untuk suamimu! titah mami yulie
Namun di tolak oleh Raka, "tidak usah repot-repot mi, sayang! ujar Raka melihat istrinya itu dengan tersenyum.
Tapi Lea menatap suaminya itu dengan tatapan menyelidik.
"Lagi-lagi kamu menolak mas, sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari aku? batin Lea
"Nggak usah mi, mas Raka kan bisa cari makan sendiri di luar! ujar lea, lalu Lea pergi meninggalkan ruang makan itu.
Semuanya terheran-heran melihat Lea yang sepertinya menyembunyikan sesuatu.
"Seperti nya Lea sudah mengetahuinya! batin Riki
"Udah kalau buru-buru mendingan berangkat sekarang, dari pada telat berduaan nya! sindir Riki
"Maksud kamu apa rik? tanya mami yang mengetahui arah pembicaraan Riki yang melenceng jauh.
"Maksud berduaan sama sarapannya mi! ujar Riki
Sementara Raka sudah tegang dengan ucapan dari kakaknya itu.
"Nggak masuk akal! ujar Humaira
"Udah nggak usah dipikirin, mendingan kita lanjut sarapan! ujar Riki mengalihkan pembicaraan.
Riki menatap Raka dengan sinisnya, "itu aja udah tegang, apa lagi kalau udah kebongkar pasti kamu tidak akan berkutik lagi, bersenang-senang lah dulu dengan sekretaris mu itu dulu, dan pada akhirnya kamu sendiri yang akan menyesal! batin Riki
"Kak aku mau bicara! ujar Raka
"Nanti aja, aku lagi sarapan! ujar Riki
Riki sudah mengetahui kalau kembaran nya itu selingkuh, Riki mengetahuinya dari Hexzel karena Hexzel mengadu ke Riki.
Waktu itu Hexzel tidak tega melihat Lea tersakiti terus, makanya Hexzel meminta bantuan ke Riki untuk menasehati Raka.
Namun Riki tidak mau memberi tahu mami sama papi nya, ia ingin membuat perhitungan untuk Raka karena ia telah menyia-nyiakan istri yang sangat baik seperti Lea.
"Katanya buru-buru! ujar papi Mahendra
"Sebentar Pi, aku mau bicara dulu sama Riki! ujar Raka
"Ngomong aja di sini! ujar Riki
"Di luar aja! ujar Raka
"Riki ini apa-apa sih, seperti nya dia tau sesuatu! batin Raka
Kini mereka berdua sudah di luar rumah, sebelum Raka memulai pembicaraan dia melihat di sekeliling nya.
"Maksud kamu ngomong kayak tadi apa? tanya Raka
"Aku nggak bermaksud apa-apa! ujar Riki
"Kayaknya kamu tau sesuatu tentang aku? tanya Raka lagi
"Tau apa maksud kamu? tanya Riki
Raka tidak dapat melanjutkan ucapannya, dia tidak mungkin membeberkan soal perselingkuhan nya.
"Nggak jadi! ujar Raka
"Tau apa? tanya Riki lagi
"Nggak ada apa-apa! ujar Raka, buru-buru Raka masuk ke mobilnya.
Riki tersenyum sinis melihat kepergian Raka, "mau kamu tutup-tutupi kebusukan kamu itu sampai ujung dunia pun tidak akan bisa Raka, suatu saat akan terbongkar juga! gumam Riki
Kini Lea sedang termenung sendiri di taman belakang, pikiran nya sekarang ini kosong.
__ADS_1
Sekali-kali dia menyeka air matanya yang sempat jatuh dengan sendirinya.
"Hikss...hikss...apa aku sanggup menerima kenyataan itu! gumam Lea terisak
"Apa aku sanggup untuk menerima kenyataan, kalau memang benar dia bermain api di belakang aku! gumam Lea
"Ayah...kenapa hidup Lea tidak pernah bahagia?, kenapa cobaan datang lagi dalam kehidupan Lea yah? Isak Lea memanggil ayahnya
"Yah, Lea tidak sanggup lagi yah, Lea pengen kembali sama kalian!
"Bunda apa kehidupan Lea akan seperti ini terus, Lea tidak sanggup bunda!
"Ayah, bunda Lea tidak sanggup menghadapi masalah hidup seperti ini, kalau memang Kecurigaan Lea benar gimana ayah, bunda? apa Lea bisa sanggup? lirih Lea.
Lea terisak-isak dia tidak bisa menahan sakit yang ia rasakan sekarang.
"Mommyyyy! panggil Zia berlari-lari kecil mengejar mommy nya.
Lea yang mendengar suara panggilan dari anaknya, ia langsung menghapus air matanya, ia berusaha tetap tersenyum walau air mata ini tetap mengalir.
"Mommy, adek mau main ama omy! ujar zia, ia sudah membawa boneka beruang dan boneka berbie di tangan nya.
"Zia mau main apa? tanya Lea dengan suara serek
"Main oneka-oneka! ujar Zia
"Boneka? tanya Lea
"Iya! ujar Zia
"Kakak mana? tanya Lea
"Lagi main ama opa! ujar Zia
Lea mengangguk-angguk, "kita main di sini aja! ujar lea, Zia memberikan boneka beruang ke mommy nya itu.
"Hallo aku boleh kenalan? ujar Zia memainkan boneka berbie itu
Lea tertawa melihat anaknya itu yang sedang bermain, "Hallo perkenalkan aku beruang! ujar Lea menirukan suara anak-anak
"Haha suala mommy kayak Zia! ujar Zia
"Benarkah? tanya Lea
"kamu penyemangat hidup mommy nak, mommy bisa tertawa seperti ini hanya karena kalian! batin Lea
"Lea, siang ini kamu bawakan suamimu makan siang ya! ujar mami yulie
Lea yang baru masuk langsung di suruh oleh mami yulie, jadinya Lea hanya bisa mengangguk, tidak mungkin Lea menolaknya.
"Zia ikut! ujar Zia
"Nggak usah Zia sama Oma aja! ujar mami yulie
"Iya, deh! ujar Zia
Mami yulie sudah menyiapkan makan siang untuk Raka, tapi Lea yang di suruh oleh mami yulie untuk mengantarkan nya.
Kini Lea sudah berada di kantor suaminya itu, ia menginjakkan kakinya tepat di pintu masuk kantor.
"Leeee........! panggil Acha berteriak
Lea yang langsung di sambut oleh sahabat nya jadi langsung bahagia.
"Ya ampun lo apa kabar Lee? tanya Acha
"Gue baik Cha! ujar Lea
"Udah lama gue nggak ketemu sama elo! ujar Acha merangkul pundak Lea.
"Iya! ujar Lea lesu
"Lo kenapa nggak ada semangat nya sih, ini kantor suami lo lho! ujar Acha
"Gue nggak papa cha! ujar Lea
"Duduk dulu yuk, gue mau cerita sama lo! ujar Lea mengajak Acha ke taman belakang kantor, di sana tempat nya juga sepi.
"sekarang kita udah duduk, sekarang lo mau cerita apa sama gue, kayak nya serius banget? ujar Acha
Lea menghembuskan nafas panjang, lalu ia menatap Acha.
__ADS_1
"Cha, gue nggak tau harus apa! ujar lea
Acha bingung dengan ucapan Lea barusan, dia mengaruk-garuk kepalanya, "maksud lo, nggak tau harus apa itu apa le? gue bingung, gue nggak paham! ujar Acha
"Cha, gue curiga kalau suami gue selingkuh Cha! ujar Lea
"Seelingkuh? ujar Acha tidak percaya
"Iya, gue punya firasat cha, gue nggak tau apa gue sanggup menjalankan ini, atau enggak! ujar Lea nangis
"Gue nggak percaya deh kalau pak bos selingkuh, kan elo tau kalau suami lo itu setia! ujar Acha
"Dia nggak setia Cha, gue sendiri yang tau rasanya, rasanya itu gue sama suami gue ada dinding pembatas yang menjauhkan gue sama suami gue! ujar Lea
"Hmmm....kalau gue pikir-pikir pak bos sering makan keluar gitu, terus dia juga sering pulang cepat, gue sendiri lho yang liat! ujar Acha
"Dan waktu itu gue juga pernah liat pak bos sama cewek, tapi gue nggak tau itu pak bos atau bukan! ujar Acha
"Lo serius liat suami gue sama wanita? tanya Lea
"Antara serius dan ragu, tapi kalau itu pak bos gimana? tanya Acha
"Hikss...hiks...hikss...lo kok ngomong gitu sih! ujar Lea nangis
"Gue kan bilang antara serius dan ragu! ujar Acha
"Hikss....tapi kalau itu bener suami gue gimana Cha? ujar Lea
"Wah parah kalau gitu mah! ujar Acha
"Gue harus apa Cha? tanya Lea
"Lebih baik selidiki lebih dulu lee! saran Acha
Lea berhenti menangis lalu ia menghapus air matanya, "Lo mau nggak bantuin selidiki nya! ujar Lea
"Boleh aja, tapi kalau iya suami lo selingkuh, terus apa yang harus lakuin? tanya Acha
"Nggak tau cha, semoga aja kecurigaan gue nggak benar! ujar lea
"Semoga aja enggak deh, gue kasihan sama lo! ujar Acha
"Udah mendingan Lo ke ruangan suami lo aja, keburu dingin itu makanannya! ujar Acha
"Okee, gue ke mas Raka dulu, tapi Lo harus tolongin gue untuk menyelidiki mas Raka! ujar Lea
"Aman itu mah, gue akan bantu Lo! ujar Acha.
Kini Lea menuju ruangan Raka, dia sudah sampai di pintu ruangan itu.
"Kenapa sepi? gumam Lea
"Siska juga nggak ada, biasanya dia selalu di mejanya! lirih Lea
Tapi Lea mendengar sayup-sayup suara orang yang lagi tertawa bahagia, Lea semakin mendekatkan telinganya ke pintu ruangan itu.
"Mas Raka, sama siapa dia di dalam? gumam Lea
Deg
Jantung Lea dag dig dug, ia menitikkan air matanya kembali.
"Ya Allah hamba tidak kuat ya Allah! batin Lea
Lea membuka pintu ruangan itu, kini Lea berdiri di ambang pintu, ia menatap suaminya itu tidak percaya.
...
bersambung...
...----------------...
maaf ya baru bisa update πππ
Dan apa yang terjadi?, besok kita sambung....
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π