Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 57. (POV Lea) Ketahuan


__ADS_3

Tapi Lea mendengar sayup-sayup suara orang yang lagi tertawa bahagia, Lea semakin mendekatkan telinganya ke pintu ruangan itu.


"Mas Raka, sama siapa dia di dalam? gumam Lea


Deg


Jantung Lea dag dig dug, ia menitikkan air matanya kembali.


"Ya Allah hamba tidak kuat ya Allah! batin Lea


Lea membuka pintu ruangan itu, kini Lea berdiri di ambang pintu, ia menatap suaminya itu tidak percaya.


Lea menjatuhkan kotak nasi yang di jinjing nya itu, air matanya bercucuran di pipinya.


Dia melihat Raka bersama Siska yang lagi bermesra-mesraan, Siska yang duduk di atas meja Raka, lalu tangan nya lagi mengusap-usap lembut pipi Raka.


Raka yang kepergok bersama Siska jadi cemas, dia menyingkirkan tangan Siska dari wajahnya, lalu Raka mengancingkan baju bagian atasnya yang terbuka.


"Jadi ini yang kamu lakukan di belakang aku? ujar Lea


"Aku bisa jelasin sayang! ujar Raka


"Tidak perlu jelasin apa-apa lagi sama aku! ujar Lea


"Sayang yang semua kamu liat itu hanya salah paham! ujar Raka


"Tutup mulut kamu Raka putra Mahendra gentala! ujar Lea


Lea menatap Siska tersenyum, lalu Lea mendekati Siska.


"Bagus ya cara kerja kamu! ujar Lea


Siska tidak dapat bicara apa-apa dia hanya tertunduk malu.


"Selama ini saya baik ke kamu, ternyata baik saya kamu bawa lalu, bagus sekali Siska, saya salut sama kamu! ujar Lea sinis


"prokk


"prokk


"prokk


Lea bertepuk-tepuk tangan di hadapan Siska.


"Pelakor ternyata kamu ya! ujar Lea


"Hebat sekali kamu Siska, kamu bisa mengelabui saya, saya lengah lalu kamu masuk dalam kehidupan saya, cara kerja kamu bagus Siska! ujar Lea


"Dan kamu Raka, kamu juga hebat, hebat membohongi saya, saya juga salut sama kamu! ujar Lea menunjuk-nunjuk Raka


"Yang salah bukan aku Lea! ujar Siska


"Kamu bodoh, siapa suruh mengabaikan suami kamu sendiri, sehingga suami kamu bisa tergoda dengan wanita lain! ujar Siska


"Kamu juga salah, siapa suruh meninggalkan suami kamu waktu itu, satu tahun kamu sia-siakan suami kamu begitu saja, kini aku berhasil mendapatkan suami kamu! ujar Siska dia tidak mau kalah dengan Lea.


"plakk


Lea menampar pipi Siska membuat Siska meringis.


"Anda kalau tidak tau masalah saya dulu, jangan pernah ikut campur, anda tidak tau gimana rasa sakit hati saya dulu! ujar Lea menjabak rambut Siska


"Aaawst...lepasin rambut saya! ujar Siska mencakar tangan Lea, lalu Lea melepaskan rambut Siska.


"Plakk


"plakk


"Pelakor tidak tau diri seperti anda itu harus di musnahkan! ujar Lea, emosi nya sudah meluap-luap


"Sayang sudah cukup! ujar Raka


"Diam kamu bilang? ujar Lea


"Belain aja selingkuhan kamu itu! ujar Lea, dia berusaha tetap tegas walau hatinya sangat hancur.


"Plakk


Lea juga menampar pipi Raka, "itu belum seberapa sakit yang aku rasakan sekarang! ujar Lea


"Ternyata kamu suami penghianat, aku kira kamu suami yang baik ternyata tidak! ujar Lea


"Mulai sekarang kamu saya pecat, kamu di pecat secara tidak terhormat Siska! ujar Lea menunjuk Siska


"Silahkan pecat saya, saya tidak takut! ujar Siska

__ADS_1


Semua orang sudah banyak berdiri di depan pintu, melihat pertengkaran bos dengan istrinya, dan juga selingkuh nya itu.


"Silahkan kalian bersenang-senang lagi, saya tidak peduli! ujar Lea, kini Lea meninggalkan suaminya itu.


Lea melewati lorong-lorong kantor itu, ia berjalan dengan langkah lemas, ia memegang dinding lorong itu supaya dia tidak jatuh.


"Hikss.... ayah...bunda...! Isak Lea


"Hiks...hikss....aku tidak kuat!


Lea terduduk lemas di lorong-lorong kantor itu.


"Penghianat kamu mas, penghianat, dasar laki-laki penghianat! Isak Lea.


"Aaaaaa.....! teriak Lea menghilang kan rasa sakit yang dia pendam.


"Ayah.... hikss....bunda....hikss...Lea tidak sanggup hidup yah, bunda...! tangis Lea terisak-isak.


Sementara di ruangan Raka, ia masih terduduk lesu, ia tidak menyangka akan terjadi begini.


"Honey tinggalkan saja dia! ujar Siska, dia masih di dalam ruangan itu bersama Raka.


"Diam kamu Siska, ini semua salah kamu! ujar Raka membentak Siska


"Honey kenapa kamu membentak aku! ujar Siska


"Keluar! bentak Raka


Siska menatap Raka dengan tatapan marah, "kini aku yang kamu salahkan, yang salah itu kamu bukan aku, kamu sendiri yang lemah iman, sampai-sampai kamu mau menerima aku! ujar Siska, lalu Siska pergi dari ruangan itu.


"Aaakh...!


"Kenapa bisa begini sih! umpat Raka


Lalu Raka pergi keluar ia mau mencari keberadaan istrinya itu, Raka mencari Lea di setiap lorong-lorong kantor.


"Sayang kamu dimana? lirih Raka masih mencari Lea


Lea masih terduduk lemas di lorong-lorong kantor itu, Lea masih menangis terisak-isak.


"Hikss....hiks... ternyata ini yang kamu lakukan ke aku mas, kamu jahat, jahat! lirih Lea


"Kenapa mas, kenapa kamu menodai janji suci yang pernah kamu ikrar kan dulu di hadapan semua orang! lirih Lea


"Sayang! ujar Raka mendekati Lea


Lea menoleh ke belakang, lalu dia berdiri ia menatap suaminya itu penuh kebencian.


"Jangan sebut aku sayang sama mulut kotor kamu! bentak Lea, kini Lea berusaha lagi untuk tegar.


"Kamu jahat Raka, aku kecewa sama kamu, andaikan dulu aku tidak menerima maaf kamu mungkin aku tidak akan tersakiti lagi! ujar lea


"Maafin aku sayang,aku salah, aku khilaf! ujar Raka


"Tidak ada kata maaf lagi buat kamu Raka putra Mahendra gentala! ujar Lea, lalu Lea berlari ke luar kantor sambil menangis.


"Sayang tunggu aku!, maafin aku Lea! ujar Raka mengejar Lea.


Sementara karyawan kantor itu sudah heboh dengan pertengkaran antara bos dengan istrinya.


"Gila gue baru tau kalau sekretaris tuan Raka itu pelakor! ujar karyawan kantor ini


"Apa lagi gue! ujar yang lain


"Lagian tuan Raka itu juga salah sih, udah tau istri cantik, baik tidak ada kurang sedikit pun dari ibu Lea, eh malah di sia-siain! ujar yang lain


"Kalau gue jadi tuan Raka nggak bakalan gue selingkuh, istri cantik gitu malah di sia-siain, kan namanya bodoh itu! ujar yang lain


"Eh kalian pada ngomongin apan sih? tanya Acha


"Aduh dari mana aja Lo Cha, Lo nggak liat apa pak bos bertengkar sama istrinya! ujar teman sekantor Acha


"Maksud kalian lea? tanya Acha


Mereka menganggukkan kepalanya, "bertengkar karena apa? tanya Acha


"Selingkuh! ujar yang lain


Acha kaget mendengar berita itu, "astagfirullahaladzim, jadi benar pak bos selingkuh! gumam Acha


"Terus, terus? tanya Acha


"Nggak ada terusan nya Cha, yang ada bertengkar hebat! ujar yang lain.


"Udah kalian nggak usah gibah lagi, lanjut aja kerjaan nya! titah Acha

__ADS_1


"Gue nggak percaya!, aduh terus gimana keadaan lea sekarang?, pasti dia sangat hancur! lirih Acha


Kini Lea sudah naik taksi, ia tidak tau arah dan tujuan, dari tadi Lea hanya nangis saja, membuat supir taksi jadi bingung.


"Maaf nona mau kemana? tanya si supir taksi


"Antar saya pulang pak! ujar Lea


Kini Lea sudah sampai di rumah, dia masih menangis, sampai di pintu masuk Lea menghapus air matanya, dia tidak mau menangis di depan anak dan mertua nya.


"Assalamualaikum...! ucap Lea memasuki rumah


"Wa'alaikumussalam...! jawab mertuanya itu


"Mata sama hidung kamu kenapa merah?, kamu habis nangis? tanya mami yulie


"Ng--nggak mi! ujar Lea dengan suara serek


"Mami tau kamu habis nangis, jangan bohongi mami lea! ujar mami yulie


"Nggak kok mi, Lea ke kamar dulu! ujar Lea


"Mami, Lea nggak sanggup ngomong ke mami kalau mas Raka menyakiti hati Lea lagi, Lea takut mami kenapa-napa! batin Lea


Di kamar Lea langsung menangis lagi, dia tidak bisa menahan rasa sakit dihati ini karena di hianati.


"Hiks....hikss...hiks....!


"Ayah.....bunda....! panggil Lea dalam tangisannya.


"Ayah, mas raka telah mengkhianati Lea yah, Lea nggak sanggup yah, Lea harus gimana ya? lirih Lea di sela-sela tangisannya


"Aaaa....! teriak Lea melempar bantal yang ada di atas kasur


"Aaaa...kenapa kamu menghianati aku?, apa kurangnya aku Raka?, sehingga kamu menduakan cinta aku ini!


"Kamu laki-laki ba**ng** raka, aku tidak akan mau memaafkan kamu lagi Raka, sudah cukup kamu menyakiti aku dengan cara keji ini! lirih Lea


Tidak lama dari itu Raka pun juga pulang dia mencari keberadaan Lea, yang ia takutkan ialah Lea akan pergi lagi tanpa sepengetahuan nya.


Dia takut Lea akan meninggalkan nya seperti dulu lagi.


"Lho kok kamu juga pulang! ujar mami yulie menghadang Raka yang lagi panik


"Mami Lea mana mi? tanya Raka panik


Wajah Raka panik ia tidak menemukan Lea, tadi Raka sudah mencari Lea di kamar nya


"Kenapa panik gitu cari Lea? tanya mami yulie bingung melihat Raka yang panik


"Mami Lea mana? tanya Raka lagi, wajahnya sudah tegang dan pucat ketakutan


"Tadi di kamar! ujar mami yulie


"Nggak ada mi! ujar Raka


"Di kamar si kembar kali, emang kamu udah cari disana? tanya mami yulie


Tanpa banyak pembicaraan lagi Raka langsung berlari ke kamar si kembar, setibanya Raka di kamar itu, Raka melihat istrinya yang lagi memeluk kedua anaknya.


"Mommy sayang kalian nak, jangan tinggalkan mommy ya! ucap Lea ke anak-anak nya itu, Raka mendengarkan ucapan Lea itu.


"Kita nggak akan tinggalin omy! ujar Zio


"Mommy kenapa angis? tanya Zia


"Nggak kok, mata mommy cuma perih aja! ujar Lea


Sekali lagi Lea memeluk erat tubuh anak-anaknya itu.


"Maafin aku Lea, dengan kebodohan aku, aku telah menghancurkan perasaan kamu lagi, maafin aku sayang, daddy salah nak, daddy yang telah membuat mommy kalian menangis gitu, maafin daddy! batin Raka


....


bersambung...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2