Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 62. (POV Raka) Daddy Menyesal


__ADS_3

Pagi harinya Lea sudah berada di bandara bersama kedua anaknya, Lea di antarkan oleh Acha ke bandara.


Lea masih menunggu jam penerbangan nya ke Amerika.


"Mommy, daddy tidak ikut? tanya Zia


"Tidak sayang, kita pergi jalan-jalan nya hanya bertiga saja! ujar Lea


"Emangnya kita pelgi kemana mommy? tanya Zio


"Kita akan bertemu sama kakek, nenek, dan juga kakek buyut! ujar Lea


"Kalian akan bertemu juga dengan uncle Askara dan aunty Yana! ujar Lea


"Yeyey kita akan ketemu ama uncle dan aunty kita! ujar keduanya.


Lea tersenyum melihat anaknya itu yang lagi bahagia.


"Maafin mommy nak, kita akan menetap disana mungkin kalian tidak akan pernah lagi menemui daddy kalian! batin Lea


Sudah lama Lea menunggu akhirnya mereka akan terbang juga ke Amerika, Lea tidak memberi tahu ayah dan bunda nya kalau dia akan ke sana.


"Jaga diri Lo di negeri orang ya Lee, dan twins juga Lo jaga dengan baik, gue akan kangen berat sama Lo! ujar Acha memeluk Lea yang terakhir kalinya.


"Gue akan menjaga anak gue, Lo juga jaga diri Lo baik-baik ya! ujar Lea.


"Sampai jumpa kembali Lee, dan twins kalian anak baik yang pernah tante kenal! ujar Acha


"Iya tante! ujar Zio


"Tepati janji Lo Cha, jangan pernah beri tau ke siapapun kalau gue nyusul ayah sama bunda gue ke Amerika! ujar Lea


"Gue akan tepati janji gue Lee! ujar Acha


Setelah perpisahan itu, kini Lea sudah memasuki pesawat bersama kedua anaknya itu.


"Selamat tinggal tanah kelahiran ku! gumam Lea melihat dari jendela pesawat.


...


Akhirnya Lea berserta kedua anaknya sudah menginjakkan kakinya di negeri orang.


"Wahh telnyata bagus ya mommy tempat jalan-jalan kita! ocehan Zia


Lea hanya tersenyum kecil, "sekarang kita ke rumah kakek buyut! ujar Lea.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya Lea bersama dengan anaknya sampai juga di ke diaman kakek Harto.


Rumah bercat serba putih itu merupakan rumah kakek Lea.


Lea memasuki pekarangan rumah itu, "ayah bunda Lea kangen! gumam Lea sambil tersenyum.


Lea memencet bel rumah itu, tidak lama kemudian bunda inka membuka pintu itu.


Bunda inka kaget melihat putri bungsu nya itu sudah berdiri di depan pintu.


"How are you mom! ujar Lea


"Bunda baik nak! ujar bunda inka

__ADS_1


"Ooh, cucu-cucu nenek! ujar bunda inka memeluk kedua cucunya itu.


"Ayo kita masuk! ajak bunda inka


Kini mereka sudah berada di ruangan keluarga, kakek Harto juga ikut bergabung.


"Cucu ku! ujar kakek Harto


"Iya kek, kakek apa kabar? tanya Lea


"Alhamdulillah kakek sehat! ujar kakek Harto


Bunda inka dari tadi melirik ke arah luar, "bunda ngapain liat ke luar mulu? tanya Lea


"Suami kamu tidak ikut liburan juga? tanya bunda inka.


Lea terdiam dia tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana.


"Nggak bun, hanya kita bertiga aja! ujar Lea.


"Ayah mana Bun? tanya Lea


"Lagi main golf bersama kakak kamu! ujar bunda inka


Lea mengangguk, mumpung kedua anaknya lagi bermain Lea mau membicarakan masalah nya ke bunda inka dan juga kakek Harto, "bunda, kek! ujar Lea


"Iya! ujar bunda inka


Lea mulai menangis lagi, dia memeluk bundanya itu, "Lea sudah bercerai bunda! ujar Lea


"Apa? ujar bunda inka syok


"Bercerai apa maksud kamu nak, bunda paling tidak suka ada kata perceraian itu! ujar bunda inka


"Astagfirullah alhazim, bunda tidak percaya apa yang kamu katakan itu, sungguh tega dia menghianati kamu nak! ujar bunda inka


"Kalau sudah berkhianat seperti itu, ya memang bercerai jalan satu-satunya! ujar kakek Harto


"Laki-laki bodoh seperti dia itu tidak pantas di pertahankan! ujar kakek Harto, lalu kakek Harto meninggalkan ruang keluarga itu.


"Brengsek kamu Raka, kamu telah menyakiti hati cucu kesayangan saya! geram kakek Harto.


"Kamu akan mendapatkan balasan nya Raka! ujar kakek Harto menghentakkan tongkatnya ke lantai.


Kembali lagi dengan Lea dan bunda inka.


"Lea tidak salah kan bun untuk menceraikan mas Raka? tanya Lea


"Jika itu jalannya kamu tidak salah nak, bunda sangat mendukung keputusan kamu itu! ujar bunda inka.


Dari tadi ayah arka mendengar semua percakapan Lea dan bunda inka.


"Dari dulu ayah sudah bilang, jangan beri dia kesempatan, tapi kini kamu tersakiti lagi kan, kamu tidak pernah mendengarkan ucapan ayah! ujar ayah arka


"Maafin Lea yah! ujar Lea


"Memang pantas laki-laki brengsek seperti dia itu kamu buang! ujar ayah arka


"Maafin Lea yah, Lea pikir mas Raka akan berubah jadi laki-laki yang bertanggung jawab dan setia, tapi nyatanya mas Raka malah menduakan Lea yah! ujar Lea terisak-isak

__ADS_1


"Laki-laki seperti dia itu tidak pantas menerima maaf lagi, coba aja besok-besok ini dia mau minta maaf sama kamu, ayah tidak akan menerimanya lagi, sudah cukup kamu tersakiti yang ke dua kalinya! ujar ayah arka


"Lea tidak akan mau memaafkan dia yah! ujar Lea.


...


Kini Raka mengurung dirinya di dalam kamar, dari pagi hingga siang ini dia tidak keluar kamar.


Mami Yulie sangat mencemaskan Raka, karena dia tidak mau membuka pintu kamarnya untuk maminya itu.


"Raka, tolong buka pintunya nak! ujar mami yulie


Dari tadi mami yulie memanggil Raka, dia tak kunjung juga membukakan pintu itu, malahan dia tidak menyahut sama sekali.


"Kamu dari kemaren belum makan lho, jangan siksa diri kamu sendiri Raka! ujar mami yulie


"Raka! panggil mami yulie


"Raka! panggil mami yulie sekali lagi, tapi Raka tak juga menyahut.


"Kenapa sih mi? tanya papi mahendra yang baru naik ke lantai atas.


"Ini lho Pi, Raka mami panggil-panggil dari tadi tapi dia nggak nyaut-nyaut juga, mami takut terjadi sesuatu lho sama dia! ujar mami yulie


"Mungkin dia lagi merenungi semua kesalahannya! ujar papi mahendra


"Tapi nggak lama juga kan pi, ini udah dari kemaren lho! ujar mami yulie


"Kita dobrak aja pintu kamar ini gimana ya pi? ujar mami yulie


"Nggak usah mi, sayang sama pintunya! ujar papi mahendra


"Iih papi gimana sih, lebih sayang sama pintu ketimbang anaknya sendiri! ujar mami yulie


"Dia udah gede mi nanti bakalan keluar kok, kalau dia udah bosan hidup! ujar papi mahendra


"Papi! ujar mami yulie melototi papi mahendra


"Dari tadi ajak bercanda mulu deh, mami serius lho pi! ujar mami yulie, lalu pergi dari pintu kamar Raka


Di dalam kamar Raka sedang memandangi sebuah album foto dirinya bersama keduanya anaknya.


"Daddy kangen kalian berdua, kalian sekarang lagi dimana? lirih Raka mengusap-usap foto itu.


"Daddy memang salah, seharusnya daddy tidak menduakan mommy kalian, kalau daddy tidak menduakan mommy kalian, mungkin kita masih bersama sekarang! lirih Raka


"Daddy menyesal! lirih Raka.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

__ADS_1


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2