
3 bulan kemudian...
Ayah arka bersama bunda inka sudah merestui hubungan raka dengan putrinya itu, waktu itu raka menemui ayah dan bunda lea ke Amerika, ia sudah meminta maaf dengan mertuanya itu.
Ya walaupun raka sempat jatuh bangun saat meminta maaf dari mertua nya itu, sangat sulit raka mendapatkan maaf ayah arka waktu itu, tapi dengan bujuk rayunya raka berserta yang lain membuat hati ayah arka luluh, dan memberikan raka kesempatan yang sangat berharga ini.
Raka dan lea menikah kembali di Amerika pada saat itu, waktu itu ayah arka sendiri yang jadi wali nikah lea, kini mereka sudah benar-benar sah jadi suami istri.
Hari-hari lea di penuhi ocehan raka yang selalu minta maaf akan kesalahannya dulu, lea sangat cuek dengan raka, membuat raka tambah tergila-gila untuk mendapatkan cinta lea kembali.
Raka sangat susah menyentuh lea, kalau ia menyentuh lea sedikit saja, raka akan mendapatkan imbasnya.
Waktu itu ia pernah memegang tangan lea, lea langsung mendorong tubuh raka sampai terjungkal, itu yang membuat raka berkeinginan menganggu lea.
Jahilnya raka membuat lea tambah cuek dan tidak mau banyak bicara.
Kini lea lagi di kamar nya, selama ini lea tidak pernah satu kamar dengan raka, karena ia sengaja menghindar dari raka.
"Sayangg...! panggil raka, seperti biasa raka pasti pagi-pagi teriak memanggil istrinya itu, lea mengertakan gigi karena geram dengan raka.
"Iiih kenapa sih raka bikin aku kesal saja pagi-pagi gini!
"Nggak bisa apa dia ke sini, nggak usah teriak-teriak gitu, apalagi anak mbak aura masih kecil, pasti terganggu dengan suara mas raka! lirih lea mengertakan gigi nya
"Sayang...! teriak raka sekali lagi
Lalu lea membuka pintu kamar nya dengan hati yang sangat jengkel, setelah itu lea pergi ke kamar raka yang bersebelahan dengan kamarnya.
Tok..tok..tok..
Lea mengetuk pintu kamar raka dengan geramnya, kini lea sedang mengepalkan tangannya.
Cklekk
Pintu kamar di buka oleh raka, lea melihat raka dengan tatapan tidak bersahabat, kini raka belum memakai baju sama sekali, ia hanya memakai handuk untuk menutupi separuh badannya dari pusar sampai lututnya.
"Pagi sayang! ujar raka tersenyum lalu raka langsung menyambar pipi lea dengan cepat kilat.
"Iiiiihhh...! ujar lea membersihkan pipinya dari bekas ciuman raka tadi.
"Baju aku belum kamu siapin sayang? tanya raka sambil memangku tangannya ke dada.
"Punya tangan kan? punya mata kan? punya kaki kan? punya semuanya kan? terus kenapa nyuruh aku seenaknya saja?
"Kamu pikir aku nggak sibuk juga ngurusin anak-anak! ujar lea jutek
"Iya aku punya semuanya, tapi untuk apa istri kalau nggak mempersiapkan segala kebutuhan aku? raka balik bertanya
"Terus buat apa punya tangan kalau nggak bisa ambil baju sendiri? tanya lea
__ADS_1
"Udah deh lee mas nggak mau ribut! ujar raka
Lea menghentakkan kakinya sambil mengertakan gigi, lalu lea menatap tajam raka, raka langsung menutup mulutnya, karena dia ada kesalahan sedikit dalam bicara.
"Opss...aku salah sedikit, jangan marah ya saya--nggg...! ujar raka pelan-pelan karena ia takut dengan lea.
Lea tersenyum yang di buat-buat nya, lalu ia menerobos masuk ke dalam kamar itu, sementara raka hanya bisa menatap lea yang makin hari makin menantang saja bagi nya.
Kini lea mengambilkan baju kerja raka, dan ia juga menyiapkan kaus kaki yang sering membuat lea repot tiap pagi.
"Udah kan, aku keluar dulu! ujar lea
"Oopsst...no..no..no...! ujar raka mengunci pintu kamarnya dan kuncinya di masukkan nya ke mulutnya.
Lea melihat raka dengan ekspresi bingung, "mau mati cepat? ya udah mati aja, toh aku juga nggak perduli! ujar lea
Lalu raka mengeluarkan kunci tadi dari dalam mulutnya, "mana mau aku mati cepat, sementara aku belum bisa mendapatkan hati kamu kembali! ujar raka
Lea menaik-turunkan alisnya seraya tersenyum sinis, "udah deh raka, aku ini nggak mau dengar kata-kata omong kosong kamu itu!
"Buaya darat kayak kamu itu tidak pantas mendapatkan cinta aku lagi! ujar lea
Lalu raka tersenyum licik, "prettttt... buaya darat seperti aku ini gampang mendapatkan cinta kamu!
"Kamu liat aja nanti! ujar raka
"Ha-ha-ha nggak peduli, nggak nanya, nggak ingin kamu! ujar lea dengan tertawa cemooh
Kini lea meninggalkan suaminya itu, ia sekarang pergi ke kamar anak-anak nya, ternyata kedua anaknya sudah tidak ada di kamar lagi
"Lah pada kemana zio zia? gumam lea hendak keluar dari kamar anaknya itu, tapi ia di kagetkan oleh raka yang sudah berdiri di belakang nya.
Lea mengucap istighfar tiga kali sambil mengelus-elus dadanya, "buaya darat jadi-jadian! umpat lea
Sementara raka tersenyum, "buaya darat kadal aja sekalian! ujar raka
"iiisss...! ujar lea berlalu meninggalkan raka
...
Kini mereka sudah duduk di meja makan untuk menyantap sarapan paginya.
"Diam-diaman seperti ini aja nih? tanya humaira melihat raka dan lea yang saling diam.
Lea tersenyum kecut, karena dari tadi tangan raka mengelus-elus pahanya dari tadi.
"Kata siapa?
"Iya kan sayang! ujar raka lalu tangannya menggenggam tangan lea, dengan terpaksa lea tersenyum kecil.
__ADS_1
"Dasar buaya darat! umpat lea dalam hati
Setelah makan raka berpamitan dengan mami papi nya untuk berangkat kerja, sementara lea dari tadi sudah berdiri di luar rumah.
"Aku berangkat kerja dulu, jaga anak-anak! ujar raka seperti hal yang pernah ia ucapkan dulu
Lea mengangguk kecil lalu ia mencium punggung tangan suaminya itu, lea langsung menjauh saat raka ingin mencium keningnya.
"Hati-hati! ujar lea jutek, raka mengangguk kecil seraya tersenyum.
"Jangan lirik cewek sana sini lagi mas! batin lea.
Ia hanya bisa mengucapkan dalam hati saja, lalu lea masuk ke dalam rumah, ia tidak melihat kepergian raka terlebih dahulu.
"Mommy! daddy tadi mana? tanya zio
Lea menunjuk ke luar rumah, raka masih belum pergi karena ada hal yang belum ia dapatkan, yaitu ocehan anak-anak nya sebelum ia berangkat.
"Mas raka kenapa belum berangkat juga? apa ada yang ketinggalan? batin lea bertanya-tanya
Lalu lea menghampiri raka kembali, lea menghampiri raka bersama anak-anaknya, barulah raka tersenyum saat melihat anak-anak nya itu.
"Daddy sudah mau berangkat? tanya zia
Lalu raka jongkok menyamai tinggi dengan anak-anak nya, "iya daddy berangkat kerja dulu, jaga mommy ya, jangan bikin mommy kesal karena kalian! ujar raka
"Nggak usah berlebihan gitu mas, mereka nggak akan nakal, udah pergi kerja gih! ujar lea menatap raka
"Bukan berlebihan tapi ini cuma nasehat aku aja untuk anak-anak, supaya kamu tidak repot juga! ujar raka
"Terserah aja deh! ujar lea
Setelah mendengarkan ocehan dari kedua anaknya itu, akhirnya raka berangkat kerja, seperti biasa seharian lea hanya bermain dengan anak-anak nya, karena raka melarang lea untuk bekerja.
...
bersambung...
...----------------...
Benaran nggak mau liat cerita baru author? yang berjudul "Pulanglah Mas"
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π