Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 55. (POV Lea) Ada Jarak Diantara Kita


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu, kini Lea masih marah dengan suaminya itu. Dia benar-benar tidak mempercayai suaminya itu lagi.


Hari ini mami yulie berserta papi Mahendra dan yang lainnya akan balik dari Singapura.


Lea yang sudah mengetahui mertua berserta yang lainnya akan pulang, ia sudah bersiap-siap menyambut kedatangan mertua nya itu.


Sementara Raka dari tadi sudah menunggu mami, papi nya di bandara.


Sudah lama menunggu akhirnya yang ditunggu-tunggu kehadirannya sudah datang, Raka mencium punggung tangan kedua orangtuanya dengan takzim.


"Assalamualaikum mami, papi! ujar Raka


"Wa'alaikumussalam...! jawab semuanya


"Mami, papi sehat? tanya Raka


"Alhamdulillah papi, mami sehat! ujar papi Mahendra


"Gimana keadaan cucu kembar dan menantu mami? tanya mami yulie


"Mereka baik-baik saja mi! ujar Raka


"Terus aku di lupain gitu? ujar adik Raka


"Lah Humaira ikut juga mi? tanya Raka ke mami nya.


"Iya, Riki juga ikut! ujar mami yulie


"Kak Riki juga ikut, aku kira dia nggak bisa datang! ujar Raka


Ya, Humaira adalah adik bungsu Raka, sedangkan Riki adalah kembaran dari Raka.


"Terus istri kak Riki juga ikut mi? tanya Raka


"Ikut lah masa nggak, suaminya balik ke sini masa istrinya tinggal di sana! ujar mami yulie.


Raka mengangguk-angguk kepalanya sambil cengengesan.


"Hai kembaran aku, apa kabar kamu? tanya Riki merangkul pundak Raka


"Baik! ujar Raka memutar bola matanya males.


"nggak usah lebay gitu bisa nggak sih! ujar Raka, Riki tambah mempererat rangkulan nya sama Raka.


"Gue nggak lebay! ujar Riki kembali berubah jantan.


"Gue cekik baru tau rasa lo, dasar kembaran nggak tau diri! ujar Riki berbisik di telinga Raka


Raka melihat kembaran nya itu dengan tatapan bingung.


"Apa maksud kak Riki ngomong itu barusan? batin Raka


"Hey udah baru ketemu udah berantem! tegur mami yulie.


"Nggak kok mi, ini cara kami berdua kalau baru ketemu! ujar Raka


"Adik ipar apa kabar nih? tanya istri Riki


"Alhamdulillah baik kak Aura! ujar Raka


Aura merupakan istri dari Riki, kembaran si Raka.

__ADS_1


Kini mereka menuju ke rumah Raka, mami yulie meminta untuk menginap dua hari di rumah Raka, setelah itu mami berserta yang lain akan pindah ke rumah utama.


Raka terlebih dahulu mengirim pesan ke Lea, kalau mereka sudah menuju ke sana.


Kini di rumah itu Lea bersama anak-anaknya sudah menunggu kedatangan mereka semua.


Lea sengaja menunggu di luar rumah untuk menyambut kedatangan mertua nya itu.


Akhirnya mereka sampai juga, Lea tersenyum saat melihat mami yulie turun dari mobil, Lea menyalami punggung tangan mertuanya itu.


"Semakin cantik ya menantu mami! ujar mami yulie


Lea tersenyum kecil, "mami semakin cantik juga! ujar Lea.


"Oma, opa! ujar si kembar berlarian meminta di gendong oleh Oma dan opa nya.


"Cucu opa udah besar ya! ujar papa Mahendra membawa Zio dalam gendongan nya, sedangkan Zia minta di gendong oleh Oma nya.


"Semakin berat aja cucu opa, opa nggak sanggup gendong Zio! ujar papi Mahendra


"Zio nggak belat opa! ujar Zio


Semuanya ikut tertawa dengan tingkah Zio, kini mereka semua sudah masuk ke dalam rumah, dan mereka berkumpul di ruang keluarga.


Lea bersama aura lagi di dapur untuk membuatkan minuman untuk semuanya.


"Kamu nggak kerja lagi le? tanya aura


"Nggak mbak, aku hanya fokus sama anak dan suami aja! ujar Lea


"Ooh, gitu! ujar aura tersenyum


"Oh iya kalau mbak sendiri nggak kerja lagi jadi pramugari? tanya lea


"Mbak juga fokus untuk memiliki keturunan! ujar aura bersedih, Lea yang paham dengan aura langsung mengusap-usap punggung aura, untuk menenangkan aura.


"Mbak yang sabar ya! ujar lea, aura mengangguk kecil


"Yuk kita antar minuman ini, mereka pasti sudah menunggu kita juga! ujar aura


Kini Lea sudah berkumpul dengan keluarga nya itu, Lea duduknya paling jauh dari suaminya itu, ia sengaja menghindar dari Raka.


"Humaira kamu bawa ponakan kamu main dulu! titah mami yulie


"Siap mami! ujar Humaira


"si kembar aunty kita main di kamar aunty yuk! ujar Humaira


Kedua bocah itu mengangguk, lalu berlari duluan ke kamar.


Dari tadi Raka melihat istrinya itu, seperti nya dia takut kalau Lea akan mengadu ke mami nya itu.


"Selama mami tidak ada di sini, Raka menyakiti hati kamu tidak? tanya mami yulie


Raka menatap istrinya itu, Lea juga melihat Raka, lalu Lea tersenyum ke mami yulie.


"Nggak mi, mami tenang saja kalau dia berulah lagi Lea tidak akan memberi ampun! ujar lea, melihat suaminya itu.


"Syukurlah, rumah tangga kalian baik-baik saja! ujar mami yulie


"Kenapa Lea tidak memberi tahu mami, kenapa dia membela aku?

__ADS_1


"Kalau mami tau apa yang aku lakukan ke Lea, mungkin mami tidak akan memaafkan aku! batin Raka


"Kalau Raka menyakiti hati kamu lagi, tinggalin aja dia lagi, sekalian nggak usah balik-balik lagi sama dia! ujar Riki


Raka mengkerutkan jidatnya, dia heran dengan Riki apa maksud nya bilang seperti itu.


"Kenapa Riki selalu bikin aku bingung, apa dia tau tentang aku yang selingkuh dengan sekretaris aku! batin Raka


"Kak Riki tenang saja kalau itu! ujar Lea


"Nggak, aku nggak mau kehilangan Lea lagi! batin Raka


"Sayang ke kamar yuk! ajak Raka ke istrinya itu.


Raka nampak tidak tenang kalau dia berdekatan dengan keluarga nya itu.


"Nggak mau ah, kamu aja ke kamar, aku mau di sini dulu! tolak Lea


"Sayang! ujar Raka lagi


"Mas Raka kenapa sih?, wajahnya tegang gitu, kayak orang ketakutan saja! batin Lea


"Udah kamu temani aja suami kamu, mami sama yang lain juga pengen istirahat! ujar mami yulie.


Lea mengangguk, lalu ia pergi ke kamarnya, di ikuti oleh Raka.


Di dalam kamar Raka mondar-mandir dia menghapus keringat yang bercucuran di lehernya.


"Kenapa? tanya Lea


Raka berhenti mondar-mandir, ia melihat istrinya itu, lalu ia tersenyum yang di buat-buat.


"Ng--nggak kok sayang! ujar Raka gugup


"Jangan panggil aku sayang dengan mulut kamu itu! ujar Lea, hatinya masih sakit soal waktu itu.


"Sayang tolong percaya sama aku, aku beneran ada masalah di kantor! ujar Raka meyakini istrinya itu.


"Aku tidak akan mudah percaya mas!


"Kamu bermain licik aku bermain cantik! batin Lea.


Lea hanya diam saja, dia melihat suaminya itu dengan tatapan tidak mau percaya.


"Kau adalah milikku, belakangan aku sadar, ada orang lain yang berusaha mencurimu dariku!. ujar Lea, kata-kata ini merupakan sindiran keras untuk suaminya itu.


Raka langsung terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia menatap Lea, lea pun juga menatap suaminya itu, sudut matanya sudah berkaca-kaca.


"Aku merasakan ada jarak di antara kita mas! batin Lea.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

__ADS_1


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2