
Minggu berganti bulan, ini sudah bulan ke enam lea tidak kembali ke Indonesia, dia sudah bertahan di Amerika selama enam bulan belakangan ini.
Ia tidak pernah memberi kabar siapa pun ke keluarga mantan suaminya itu.
Lea cuma sering telepon an dengan acha sahabat nya dulu.
Kini lea sedang di kantor tempat kakak nya berkerja, lea di angkat menjadi manajer di kantor kakaknya itu, kantor ini merupakan kantor kakek nya.
Kakek harto tidak sanggup lagi berkerja jadinya kantor ini yang menjalankan azkara dan juga yana.
Sudah tiga bulan ini lea di sibukkan dengan pekerjaan nya.
"Lee istirahat dulu! ujar yana
"Ya kak sebentar lagi, nanggung banget kerjaan aku! ujar lea
"Nanti kamu sakit lho! ujar yana lagi
"Hmm....iya deh! ujar lea
Kini lea lagi duduk berdua sama kakak nya itu di sofa ruang kerjanya, mereka berdua lagi menyantap makanan yang di bawa nya dari rumah.
"Kamu nggak telepon anak-anak kamu dulu, nanti seperti kemaren lagi lho mereka ngambek gara-gara nggak kamu telepon! ujar yana sedang menyantap makanan nya.
"Untung kakak ingetin aku, tadi nya aku lupa! ujar lea, lalu ia mengambil hp nya yang terletak di meja kerjanya.
Lea menghubungi nomor telepon bundanya, tidak lama terdengarlah suara si kembar yang memanggil mommy nya.
*Mommyyyy....! teriak keduanya di ujung sana
"Iya, kalian sudah makan? tanya lea
*Sudah mommy, kita lagi main sama nenek! ujar zio
"Ooh, berarti mommy gangguin kalian main dong! ujar lea
*Mommy tidak gangguin sama sekali kok! ujar zia
*Mommy kapan balik? tanya zio
"Nanti mommy akan balik, ini pekerjaan mommy masih banyak! ujar lea
*Jangan lama-lama mommy! ujar zia
"Iya nggak akan! ujar lea
Sudah lama mereka mengobrol menggunakan hp, kini lea melanjutkan makannya bersama kakaknya itu.
Umur anak lea sekarang ini sudah memasuki 4 tahun mereka sudah lancar berbicara dan juga jelas juga.
Selesai makan lea kini melanjutkan pekerjaan nya, yana tadi sudah balik ke ruangan nya.
Kini lea sedang membaca map berisikan sebuah tanda tangan kontrak keja sama, ternyata kontak kerja sama itu merupakan milik perusahaan mahendra company, perusahaan itu berkerjasama dengan perusahaan lea sekarang ini.
"Bukanya ini perusahaan papa! gumam lea membaca lebih teliti lagi.
"Benar ini perusahaan papa yang di kelola oleh mas raka! gumam lea
"Tapi kenapa tanda tangan dan nama nya berbeda?, apa mas raka tidak memegang perusahaan ini lagi?
"Di sini tertulis nama riki putra mahendra!, berarti kak riki yang memegang perusahaan ini! gumam lea
__ADS_1
Lea meletakkan map itu ia melamun setelah membaca tanda tangan kontrak kerja sama itu.
"Kenapa aku terpikir sama mas raka?, apa dia baik-baik saja di sana? gumam lea
"Aaahh... sudahlah ngapain juga aku memikirkan mantan! gumam lea.
...
Sudah enam bulan ini raka di rawat di RSJ, keadaan nya akhir-akhir ini sangat menghawatirkan.
Mami yulie dan papi mahendra tidak sanggup dengan perubahan sikap raka yang temperamental, bahkan raka pernah melempar sebuah pisau ke keluarga nya sendiri.
Itulah mami yulie yang tidak sanggup lagi menghadapi sikap raka.
Dia lebih sering murung, suka marah-marah sendiri dan dia kadang juga tertawa sendiri.
Kini malam harinya mami yulie bersama papi mahendra menjenguk raka di RSJ itu.
Raka di letakkan di ruangan PICU (Psikiatri Intensive Care Unit )ย raka di letakkan di ruangan khusus ini karena dia harus mendapatkan penanganan khusus dari dokter psikiater.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?, apa raka masih seperti kemaren lagi? tanya papi mahendra
"Pasien masih sama keadaan nya, malahan ia lebih sering berbicara sendiri, yang ia bicarakan itu tentang istri dan anak-anaknya! ujar dokter yang biasa menangani raka
"Apa dari kalian berdua tau dimana keberadaan anak dan istrinya? tanya dokter itu.
Papi mahendra dan mami yulie menggelengkan kepalanya.
"Kami tidak mengetahui dimana mereka sekarang! ujar papi mahendra
"Kemungkinan besar pasien bisa pulih kembali dengan cara mempertemukan mereka kembali! ujar dokter itu
"Kami sudah melakukan pengobatan yang lain, namun tidak bisa juga, mungkin pengobatan yang harus kita lakukan itu, ya itu, mempertemukan mereka kembali! ujar dokter itu
"Apa saya bisa melihat raka dok? tanya papi mahendra
"Bisa, bapak langsung saja ke ruangan PICU! ujar dokter itu mempersilahkan mereka untuk menuju ruangan itu.
Kini mereka sudah berada di depan ruangan PICU itu, mami yulie dan papi mahendra melihat putra nya itu yang lagi duduk melamun.
Badan yang dulu kekar kini sudah kurus, mami yulie menangis melihat putranya itu.
"Papi apa kita harus cari lea dan cucu-cucu kita? tanya mami yulie tidak tega melihat raka yang menderita gitu.
"Anak-anak ku kembali lah! lirih raka meneteskan air matanya.
Itulah yang raka ingat dan ia bicarakan, kandang kala ia juga menangis sendiri sambil menjabak-jambak rambutnya.
"Lea aku sangat mencintai kamu, tolong kembali bawa anak-anak kita kembali! teriak raka di dalam ruangan PICU itu.
"Itulah yang pasien bilang terus-menerus! ujar dokter psikiater itu.
"Apa lea itu istri dari pasien? tanya dokter
"Iya dok lea itu istri dari raka, tapi sekarang mereka bukan suami istri lagi, lea mengugat cerai raka karena ulah putra kami itu! ujar mami yulie
Dokter itu mengangguk-angguk kecil, "berarti pasien sangat mencintai mantan istri nya itu! ujar dokter
"Iya dok putra kami sangat mencintai mantan istri nya itu! ujar papi mahendra
"Lebih baik pertemukan mereka kembali, saya melihat pasien seperti itu juga tidak tega juga! ujar dokter itu
__ADS_1
"Kami akan usahakan dok, kami akan mencari keberadaan mereka! ujar papi mahendra.
...
Kembali lagi ke Amerika, kini seperti biasa zio dan zia melamun lagi.
Mereka selalu mengingat daddy nya itu, kadang malam-malam mereka merengek-rengek meminta untuk menelepon dadd-nya itu.
Tapi lea sering beralasan kalau dadd-nya itu sibuk.
"Mommy pulang! ujar lea mencari kedua anaknya
Lea tidak melihat keberadaan anaknya itu, ia hanya melihat bunda dan ayahnya yang lagi bicara di sofa dekat tv.
"Ayah bunda! ujar lea menyalami punggung tangan orang tuanya.
"Ke kamar si kembar gih, mereka dari tadi nungguin kamu! ujar bunda inka
"Hmm...oke bun! ujar lea, menyusul anaknya itu, sampai di pintu kamar lea mendengar anaknya itu lagi berbicara tentang dadd-nya.
"Kak, zia kangen sama daddy! ujar zia
"Kakak juga dek, kapan ya kita bisa ketemu sama daddy lagi? ujar zio
"Nggak tau kak, mommy selalu melarang kita untuk tidak menelepon daddy! ujar zia
"Kira-kira daddy sekarang lagi apa ya?, apa daddy juga kangen sama kita? tanya zio
"Nggak tau kak, kalau kangen mungkin iya! ujar zia.
Lea membuka pintu kamar itu, membuat mereka berdua langsung berhenti bicara tentang dadd-nya itu.
Lea memandang anaknya itu dengan tersenyum.
"Kok nggak lanjutin bicara lagi? tanya lea
Mereka berdua menggelengkan kepalanya, "mommy pulangnya kok nggak bilang sama kita? tanya zio
"Mommy sengaja aja mau bikin kejutan untuk kalian! ujar lea
"Kenapa nggak lanjutin cerita tentang daddy? tanya lea lalu ia duduk lesehan bersama kedua anaknya itu.
"Mommy sebenarnya kangen sama daddy kalian! lirih lea dengan ekspresi wajah sedih, semenjak membaca kontak kerjasama dengan perusahaan mahendra company tadi, lea jadi teringat dengan raka lagi.
"Kenapa aku teringat lagi dengan kamu mas, sebenarnya ada apa dengan kamu? batin lea
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya ๐)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini๐
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian ๐
__ADS_1