Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 98. (POV Lea) Kebobolan Gara-gara Kamu!


__ADS_3

Lagi-lagi lea tersentak ia merasa mual saat tidur bareng dengan raka, kini jam menujukkan pukul dua dini hari.


Lea dari tadi bolak-balik kamar mandi hanya memuntahkan isi perutnya, "nggak ini nggak bisa harus gini, lebih baik aku pindah aja, dari pada tersiksa tidur bareng dengan nya! lirih lea


Kini lea menuju ke tempat kamar yang biasa ia gunakan dulu, ia membuka pintu kamar itu tapi sangat di sayangkan pintu itu terkunci.


"Ck, pintunya di kunci lagi! decak lea


Ia mencari kunci di laci-laci meja yang ada di dekat sana, tapi lea tidak menemukan kuncinya.


"Kunci nya pasti mami yang pegang!


"Nggak mungkin aku minta kunci itu ke mami tengah malam gini kan! gumam lea


Kini ia kembali lagi ke dalam kamarnya, lea berkacak pinggang sambil mengetuk-ngetuk dagunya, "aku harus tidur dimana? supaya bau parfum itu tidak terbau oleh ku? lirih lea


Lea menuju sofa ia menidurkan sofa itu, "lebih baik tidur di sini saja! ujar lea.


"Oh calon bayi ku dan mas raka, tolong jangan siksa mommy! gumam lea mengelus perutnya


Matanya mulai tertutup kembali, kini lea bisa tidur karena dia tidak mencium bau parfum raka lagi.


Kini gantian raka yang terbangun, ia meraba-raba di sebelah nya, ia tidak menemukan apa yang ia cari, lalu raka membuka matanya.


"Lea mana? lirih raka dengan suara serek


Lalu raka mengangkat kepalanya sedikit ia melihat ke arah pintu kamar mandi, lalu raka mencari-cari lea mengunakan matanya


Ia menemukan lea yang meringkuk kedinginan tidur di atas sofa.


Buru-buru raka menghampiri lea, "sayang kenapa kamu tidur di sini? gumam raka mengendong tubuh lea ala bridal style


Raka meletakkan pelan-pelan tubuh lea di atas kasur, lalu ia menyelimuti tubuh lea sampai lehernya.


"Heran bukanya lea tidur dengan ku tadi? terus kenapa dia bisa pindah di sofa? gumam raka mengelus pipi lea.


Kini raka tidur di samping lea tangan nya di letakkan di perut lea, "sayang...! gumam raka mencium pipi lea lalu ia menutup matanya kembali.


...


Lea kembali terbangun saat azan subuh berkumandang, ia merasakan ada sesuatu yang berat di pinggang nya.


Ia menoleh ternyata tangan raka yang melingkar di pinggang nya, lea menghela nafas.


"Pasti mas raka yang pindahin aku! gumam lea


Lea kembali menutup hidungnya, ia berlari ke kamar mandi, "huek..huek...huek...!


"Tersiksa lagi aku! gumam lea


Kini ia mandi dan berwudhu, selesai berwudhu lea kembali ke luar, ia melihat raka yang sudah duduk sambil memicingkan matanya.


"Mandi terus wudhu aku tunggu! ujar lea


Raka membuka matanya sebelah, lalu ia mengacungkan ibu jarinya, kini lea sedang menyiapkan baju ganti raka.

__ADS_1


Selesai mandi dan berwudhu raka memakai baju yang di ambilkan oleh lea tadi.


"Cemberut aja? tanya raka


"Nggak mungkin kamu kali yang cemberut! jawab lea


Raka menaikan bahunya kini mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah dua rakaat, selesai sholat ia mengakhiri dengan berdo'a.


Raka menyodorkan tangannya ke lea, lea menyalami punggung tangan suaminya itu.


"Kamu ke kantor? tanya lea


"Iya, emang kenapa? kalau kamu masih sakit lebih baik istirahat di rumah saja! ujar raka


"Aku nggak sakit! ujar lea


Raka menaikan sebelah alisnya, "masa? ujar raka


Kini lea sedang menyisir rambut suaminya itu, sementara raka sedang menyemprotkan parfum miliknya ke baju nya.


Seketika lea meletakkan sisir itu ke meja rias, ia buru-buru menutup mulutnya dengan tangan.


Raka menyadari itu kalau tingkah lea saat ini sangat aneh, "kenapa? tanya raka


"Mual! ujar lea tidak terlalu jelas di dengar oleh raka, karena mulutnya di tutup dengan tangan nya


Lea langsung berlari ke kamar mandi, ia memuntahkan isi perutnya, raka dari tadi sudah berdiri di ambang pintu kamar mandi.


Ia tersenyum lalu mendekati lea, "roman-romanya akan punya bayi lagi nih! ujar raka memijit tengkuk lea


Lalu lea mengambil sebuah benda panjang kecil yang di sembunyikan nya di balik sabun mandi.


"Ini liat aja sendiri! ujar lea memberikan benda panjang kecil itu, raka menerimanya.


"Dua garis merah! lirih raka seraya melihat lea


"Kamu hamil? tanya raka


Mata lea berembun melihat raka, raka mengerutkan keningnya, "huuaaa....huuu...aaa! tangis lea


Raka tambah bingung lalu ia mengendong lea ala bridal style lea masih menangis dalam gendongan raka.


"Hiks...hiks...hiks...! isak lea


"Kebobolan gara-gara kamu, aku pengennya satu tahun lagi eh malah sekarang! ujar lea berhenti menangis


Raka hanya tertawa kecil sambil mencubit pipi lea, "rezeki jangan di tolak! ujar raka


"Iya tau, tapi anak-anak masih kecil mas, di tambah lagi sama ini! ujar lea menunjuk perutnya


Raka mengelus perut lea seraya berkata, "aku akan membantu mengurus anak-anak kita kelak, jangan khawatir suami siap siaga kamu akan selalu ada! ujar raka


Raka membantu menghapus air mata lea, air matanya itu mengalir lagi, "hiks..hiks...hiks..!


"Kamu yang salah seandainya aku tidak mengiyakan kemauan kamu, mungkin ini tidak akan terjadi! ujar lea

__ADS_1


"Jadi kamu menolaknya waktu itu? tanya raka


"Huuaaa...huuuaa...aaa..huuu..., bukan menolak nya tapi...! ujar lea tidak melanjutkan ucapan nya


"Udah dong jangan nangis, nanti mami dikirain aku nyakitin kamu lagi! ujar raka membawa lea dalam pelukan nya.


"Maa-a-ss...!


"Apa?


"Kebobolan gara-gara kamu! ujar lea memukul-mukul dada raka, raka hanya tertawa saja melihat tingkah kekanak-kanakan lea.


"Rezeki ini sayang! ujar raka menenangkan lea


Lea menghapus air mata nya, lalu merapikan baju raka yang sempat berantakan oleh lea, walau isak kecil masih terdengar darinya, tapi ia tetap membenarkan dasi raka.


Sempat-sempatnya raka menertawakan lea yang sedang menangis itu.


"Hahaha, jelek kamu kayak itu! tawa raka


Lea menabok mulut raka seraya mencubit perut raka.


"Aaakh...sakit...! ringis raka menyingkirkan tangan lea yang masih mencubit perutnya itu


"Pantesan aja tadi malam kamu menghindar dari aku ya, malah tidur di sofa lagi, kan kasihan sama anak aku! ujar raka


"Kasihan nya sama calon anak kamu aja? sama aku nggak? tanya lea


Raka senyum memperlihatkan lesung pipi nya, seraya mencubit hidung lea.


"Sama kamu apa lagi, aku kasihan liat istri aku tidur meringkuk kedinginan di sofa, maka nya aku pindahin kamu! ujar raka


Lea tersenyum kecil, lalu ia cemberut melihat raka, "mas... kebobolan gara-gara kamu! ujar lea


Raka menepuk jidatnya sendiri, "rezeki sayang bukan kebobolan! ujar raka menutup mulut lea saat lea ingin protes lagi.


"Udah ya jangan protes ke aku, calon anak ini anak kita juga, jadi kamu nggak boleh mengumpat nya! ujar raka


Lea mengangguk samar masih cemberut dengan raka.


...


bersambung...


...----------------...


Ayo dong mampir di cerita baru author yang berjudul "pulanglah mas" yuk para readers mampir di cerita receh author, siapa tau kalian suka!!!πŸ™πŸ™πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2