Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 39. Menagih Janji


__ADS_3

Ia begitu antusias untuk bisa berjalan lagi tapi di saat ia mencoba untuk berdiri sendiri lagi-lagi dia terjatuh tersungkur, namun ia tak patah semangat begitu saja.


Ya selama ini Raka belajar sendiri di dalam kamarnya ia belajar berjalan tanpa bantuan dari istrinya, dengan alasan ia tidak mau istrinya merepotkan dirinya.


Pada saat ia ingin berdiri lagi tapi tiba-tiba saja istrinya itu masuk ke kamar dengan senang hati Lea membantu suaminya itu untuk berdiri secara pelan-pelan.


"kenapa tidak panggil aku mas? tanya Lea membantu suaminya itu berdiri


"aku kan sudah bilang aku tidak mau merepotkan siapa pun! ucap Raka


"ssuutt...Lea meletakkan jari telunjuk nya ke mulut suaminya itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, "tidak merepotkan sama sekali, bagi aku ini adalah tanda bakti aku ke suamiku sendiri"


Raka tersenyum dan mencubit hidung istrinya, "aku tanamkan dalam diri ku, aku tidak akan pernah putus asa lagi, aku akan semangat untuk sembuh! ucap Raka semangat


"ini baru suamiku yang aku kenal, tidak ada kata putus asa dalam kamus suamiku! ucap Lea membelai rambut suaminya itu


kini mereka berdua masih di dalam kamarnya, nampak sekarang ini Raka yang sedang belajar berdiri di pegangi oleh istrinya


sekarang Raka sedang berjalan sedikit demi sedikit, kakinya sekarang sudah mulai bisa dirasakan dan di gerakkan walaupun hanya sedikit.


kata pepatah sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi bukti, usaha kecil yang terus-menerus pasti akhirnya akan memberikan hasil.


Begitu semangat ia ingin berjalan seperti semula lagi.


"mas, bagaimana kalau kita keluar sebentar menghirup udara segar, kan selama ini kamu mengurung diri kamu di dalam kamar! ucap Lea membujuk suaminya itu.


Ya selama ia mengalami kelumpuhan ia lebih sering mengurung dirinya di dalam kamar ketimbang ia ke luar, katanya udara luar sangat-sangat kotor baginya, segitunya ia membenci udara luar.


"aku benci udara luar yang sangat kotor itu! ucap Raka dengan senyuman sinis


Selama satu bulan ia mengurung dirinya karena ia tidak mau berurusan dengan udara luar.


"coba aja dulu mas siapa tau udara kali ini sangat bagus untuk kamu, mumpung hari masih pagi sekalian kita berjemur matahari pagi pasti baik untuk tubuh kita! bujuk rayunya lea


Raka menggelengkan kepalanya


"bujuk dengan apa lagi ya? gumam Lea dalam hati.


seakan-akan ide yang sangat ia benci terlintas di benak nya, "mungkin dengan ide ini mas Raka mau ke luar! lirih lea


"beneran nggak mau nih? tanya Lea sengaja memancing Raka untuk bicara


Raka menggelengkan kepalanya


"yah tadinya kalau kamu keluar aku akan kasih kamu ciuman percuma! sengaja menggoda suaminya itu

__ADS_1


"ide terkonyol, kenapa harus ide gila gini sih? gerutu lea di dalam hati


Hanya jalan satu-satu ini yang harus di tempuh lea supaya suaminya itu bisa keluar


Seakan telinga Raka berdiri mendengar kata ciuman, ia melihat istrinya itu dengan senyuman termanis nya sampai-sampai membuat Lea terpaku melihat ketampanan suaminya itu.


"Nggak mau, nggak peduli, nggak usah ya aku tidak mau ciuman dari kamu! ucap Raka pura-pura padahal hatinya sudah meronta-ronta untuk di cium oleh istrinya


"nyebelin banget sih padahal aku udah merendahkan harga diri aku loh demi dia, eh malah di tolak mentah-mentah mau tarok dimana muka aku saking malunya sama suami sendiri! gerutu lea dalam hati


Raka melihat perubahan wajah Lea menjadi merah padam karena malu


"beneran nggak mau nih? ciuman percuma loh! rayu lea


"siapa juga yang tidak mau ciuman percuma lagi kan! gumam lea dalam hati


"sebentar aja ya di luarnya! ucap Raka


"nah kan akhirnya iman nya goyah juga, masa iya seorang Raka tidak mau ciuman, nggak ada ceritanya seorang Raka menyia-nyiakan kesempatan ini! gumam lea


"akhirnya pertahanan kamu jebol juga ya mas sayang! goda lea


"Apan sih! aku keluar pengen jemur pagi aja ya! sewot raka wajah nya sudah memerah karena ketahuan


Lea mendorong kursi roda itu ke taman belakang, di taman itu sudah ada Zio, Zia dan bik iin dan ada juga bunda inka dan ayah arka.


"selamat pagi nak Raka! sapa ayah arka


Raka mengernyit kan jidatnya lalu melihat istrinya, "kapan ayah sama bunda datang kok mas nggak tau? tanya raka


"ayah sama bunda datang malam tadi mas, kebetulan juga kamu udah tidur! ucap lea


"pagi juga ayah bunda! ucap Raka


"apa kabar kamu nak, maaf ya ayah sama bunda baru bisa lihat kamu sekarang! ucap bunda inka


"ya...gini lah bunda ayah keadaan Raka sekarang, sudah tidak bisa jalan lagi! ucap Raka bersedih


"kamu jangan patah semangat begitu ayah yakin kamu bisa sehat dan jalan seperti biasa lagi! ucap ayah arka menyemangati menantunya itu


Raka menganggukkan kepalanya


"apa lagi lumpuh yang kamu alami itu bersifat sementara, kalau ada kemauan dari dalam hati kamu untuk sembuh, kamu pasti bisa jalan lagi! timpal bunda inka


"iya ayah bunda! ucap Raka

__ADS_1


sedangkan bocah kembar itu lagi bermain kejar-kejaran bersama bik iin, "tuan nona udah dulu main nya ya bibik capek! keluh bik iin nafasnya sudah tersengal-sengal


"anak-anak udah dulu mainnya kasihan bik iin capek gitu! ucap lea ke anak-anaknya


"ya beyum agi mommy ita elum uas mainnya! ucap Zio dengan wajah masam nya


"bibik nggak acik Balu itu aja udah apek! celoteh Zia


"aduh non bibik kan udah tua ya nggak bisa lari-lari seperti kalian! ucap bik iin


semua orang yang memperhatikan tingkah si kembar hanya tertawa.


Setelah puas bermain mereka sudah masuk ke rumah, Lea sama Raka masih duduk di kursi taman belakang.


"ayo masuk mas kata kamu udara ini kotor bagi kamu! ledek lea


"sebentar aku masih mau di sini! cegah raka


Raka melihat sekeliling nya ternyata sangat sepi, Lea hanya heran saja melihat tingkah suaminya itu yang melihat-lihat di sekitaran tempat mereka duduk.


"hehem...


Dehem Raka menaik-turunkan alisnya melihat istrinya itu, "kata kamu tadi kalau aku mau keluar kamu akan beri aku hehem... ucap Raka meminta hadiah yang di janjikan Lea tadi


"hehem...apa mas? tanya Lea pura-pura polos padahal ia tau maksud dari ucapan suaminya itu


"yang tadi itu loh! ucap Raka


"yang mana sih? tanya lea


Raka mulai jengkel dengan istrinya itu, "auah gelap! ucap Raka kesal


cup!


cup!


cup!


Lea mencium pipi raka tiga kali, Raka yang di serang secara mendadak langsung melihat ke arah istrinya itu dan Raka mencium istrinya juga.


...


bersambung...


...----------------...

__ADS_1


terima kasih sudah mampir di cerita author dan terima kasih atas dukungan nya 🙏


btw sepi juga ya cerita author?🙄


__ADS_2