Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 85. (POV Lea) Mau Kamu Bawa Kemana Aku


__ADS_3

Kini lea mengejar kedua anaknya yang di bawa oleh raka ke dalam, lea memukul punggung raka dengan tangannya.


Dukk


"Kamu pikir kamu itu tidak tega dengan anak-anak kamu, kamu juga tega dengan aku, sok-sokan di sini kamu yang paling tersakiti dan teraniaya! ujar lea


Lalu raka menurunkan anak-anak nya itu dari gendongan nya, kini raka membawa lea jauh dari anaknya itu, "aku berhak atas anak aku! ujar raka


"Buaya darat seperti kamu itu tidak pantas menjadi ayah buat anak-anak aku! ujar lea


"Kalau kamu tidak mau berpisah dengan anak-anak kita, aku harap kamu terima rujukan aku! ujar raka


Lea mengertakan gigi, tangan nya sudah di kepalkan nya, lalu lea menatap tajam raka.


"Kamu pikir enak punya suami buaya darat seperti kamu itu, kalau aku rujuk dengan kamu, yang ada aku bisa mati berdiri! ujar lea


Raka juga mengepalkan tangannya, "berarti kamu mau berpisah dengan anak-anak! ujar raka menaik-turunkan alisnya.


"Coba aku pakai cara seperti dulu lagi, mudah-mudahan dia luluh, dia paling tidak bisa melihat air mataku! batin lea


Air mata lea keluar dengan sendirinya, lalu lea menghapus air mata itu.


"Tukan dia sudah mulai gelisah, yap kek nya tangan dia udah gatal mau menghapus air mata ku! batin lea


"Kemakan juga jebakan air mata buaya ini! batin lea


Lea masih memperhatikan gerak-gerik raka, air mata nya masih mengalir.


"Kamu kira aku akan bisa termakan sama jebakan lama kamu itu?


"Oke, aku akan ikuti dulu permainan kamu! batin raka


"Hiks...mas aku mohon izinkan aku membawa anak-anak! ujar lea


Raka masih menatap lea, ia melihat lea dengan gelisah nya, tangan nya sudah mau menghapus air mata lea, tapi ia urungkan karena dia tidak mau menyentuh lea.


"Mas...hiks... please mas, aku tidak ingin berpisah dengan mereka, apa kamu mau aku gila seperti kamu dulu! ujar lea


Raka menggeleng-nggelengkan kepalanya, ia tidak tega melihat lea mengeluarkan air matanya itu.


"Apa aku harus merelakan anak-anak aku untuk ikut dengan mommy nya, tapi aku tidak ingin mereka pergi termasuk kamu Lea, batin raka


"Aku juga tidak ingin berpisah dengan kalian! ujar raka, lalu lea berhenti menangis


"Aku janji akan mempertemukan kalian kembali, kalau waktu aku ada! ujar lea


"Apa kamu tidak berbohong? tanya raka

__ADS_1


Lalu lea mengangguk kecil, "aku tidak berbohong mas, izinkan aku pergi ya! mohon lea ke raka


"Tapi aku tidak ingin berpisah sama kalian, tolong ngertiin aku sedikit! batin raka


Lalu raka mengangguk kecil, sebenarnya hati nya sangat berat melepaskan mereka pergi ke luar negeri, lalu lea tersenyum licik.


"Bodoh, mau-mau aja termakan sama jebakan aku, makan tuh cinta, emang enak cinta itu di makan? ya enggak lah! batin lea


Lea tersenyum merasa menang dari raka, sementara raka dari tadi sudah mengetahui trik licik lea itu, maka nya ia berpura-pura sedih di hadapan lea.


Lalu raka tersenyum sinis ke arah lea, lea yang mengetahui senyum sinis raka itu jadi panik.


"Kamu pikir aku bodoh? nggak lea, trik lama kamu itu sudah sering kamu lakukan ke aku! ujar raka tersenyum menang


Lea menghentakkan kakinya karena kesal, "mas tolong jangan egois gini! ujar lea


"Sudah berkali-kali aku bilang kalau aku ini tidak egois, kamu yang terlalu egois lea! ujar raka


"Kamu tidak akan pernah saya beri izin untuk ke luar negeri! ujar raka


"Kamu tidak berhak menahan aku di sini, kamu hanyalah mantan, jadi mantan tidak perlu ikut campur dengan urusan aku! ujar lea


"Ha ha! lalu raka tertawa kecil sambil memegang kedua bahu lea, lea berusaha melepaskan cengkraman tangan raka itu dari bahunya.


"Aku bisa berbuat yang tidak-tidak sama kamu Lea! ujar raka dengan senyum smirk, memperlihatkan pipi berlubang nya itu, alias lesung pipi nya.


"Aku tidak akan bersikap macam-macam kalau bukan kamu sendiri yang minta! ujar raka


Lea menepis kuat cengkeraman tangan raka dari bahunya, lalu lea mendorong tubuh raka, lea hendak pergi namun raka mencengkeram tangan lea.


"Kamu tidak akan bisa pergi lea! ujar raka berbisik di telinga lea.


"Apa-apa kamu ini raka, aku bukan siapa-siapa kamu lagi! ujar lea berusaha melepaskan cengkraman raka itu.


Lalu raka menyeret lea, "raka brengsek lepasin tangan aku! ujar lea marah memukul-mukul tangan raka, tapi raka tetap saja tidak melepaskan cengkraman tangan nya itu.


"Raka kamu apain lea? tanya mami yulie melihat raka membawa lea ke luar rumah, lalu mami yulie mengikuti raka yang lagi menyeret lea ke luar.


"Raka apa-apa kamu! ujar mami yulie


"Maaf mami diam dulu! ujar raka dengan eskpresi dingin


Kini raka memasukkan lea ke dalam mobil miliknya, lea tidak mau masuk, dia lari dari mobil itu, tapi raka bisa mencengkeram tangan lea kembali.


"Brengsek lepasin aku! ujar lea memukul-mukul tangan raka


Raka masih saja tetap diam, ia lebih kasar lagi dengan lea, "raka brengsek tangan aku sakit! ujar lea

__ADS_1


"Diam! ujar raka, kini mereka sudah masuk ke dalam mobil, raka masih memegangi tangan lea supaya dia tidak keluar lagi.


"Turunin aku raka, aku mau pergi! ujar lea, mengigit tangan raka, lalu raka mengibas-gibaskan tangannya karena sakit di gigit oleh lea.


Lalu ia kembali lagi mencengkeram tangan lea, "raka, kamu udah gila lagi ya? ujar lea, namun raka tidak menghiraukan ucapan lea.


"Diam atau aku bisa membuat kamu lebih dari ini lagi! ujar raka mengertakan gigi nya.


Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, lea masih ingat dengan kemarahan raka dulu.


"Bawa mobil nya nggak usah kencang-kencang juga! ujar lea


"Kalau mau mati duluan jangan ajak-ajak aku! ujar lea cemas dengan raka yang sudah berubah, sikapnya tidak seperti dia lagi.


"Budek atau gimana sih!


"Bawa mobil nya pelan-pelan dong! ujar lea sewot


"Diam kata aku! ujar raka masih fokus menyetir


Saat lampu merah raka berhenti, ini kesempatan lea untuk bisa kabur, lalu lea pelan-pelan membuka pintu mobil, tapi usahanya itu sia-sia saja, raka sudah mengunci pintu mobil itu terlebih dahulu.


"Sialan kalah cepat aku! gumam lea melihat raka yang sudah tersenyum licik.


"Lebih baik diam, dari pada kamu akan menyesal! ujar raka, lalu ia melanjutkan perjalanan nya lagi, karena sudah lampu hijau.


"Mau kamu bawa kemana aku? tanya lea tidak tenang, lea sudah takut dengan raka.


Namun raka tidak menjawab pertanyaan dari lea.


...


bersambung...


...----------------...


Rekomendasi cerita baru author yang berjudul "Pulanglah Mas" jangan lupa mampir ya!!!!


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2