
Sikap lea tidak seperti biasanya dia bersikap cuek dan dingin, sikap cuek di tunjukkan bahwa ia sudah kuat dengan hal permasalahan hidup nya.
Kini lea memasuki ruangan PICU itu, ia masuk ke dalam sana tanpa di temani oleh siapa pun, lea hanya ingin dia sendiri yang melihat nya.
Lea menghela nafas panjang, "apa aku kuat melihat kondisi mas raka sekarang ini! lirih lea.
Kaki lea melangkah pelan-pelan menuju ke tempat raka, ruangan itu banyak bilik-bilik nya, raka di letakkan di bilik tengah.
Lea berhenti sejenak, kaki nya ini terasa lemas untuk berjalan, seakan-akan dia tidak kuat melihat raka.
"Kamu harus kuat, jangan jadi wanita lemah! ujar lea menyemangati dirinya
Lea mulai melangkah lagi, kini ia sampai di depan pintu ruangan itu, lea memegang knop pintu itu, tangan nya membuka pintu itu.
Pintu itu sudah terbuka lebar, lea bisa nampak raka dengan jelas, dia diam di tempat memperhatikan raka.
Lalu dengan sangat hati-hati lea mendekati raka, air matanya mengalir seketika melihat perubahan dari tubuh raka.
Tubuh kekar nya dulu sudah tidak ada lagi, kini raka sudah kurus, badan nya juga tidak terurus.
"Kenapa kamu bisa begini mas! lirih lea di sela-sela tangis nya
Lea lebih mendekati raka dengan perlahan, tangan nya dengan ragu memegang tangan raka, tangan lea tidak jadi memegang tangan mantan suami nya itu.
Kini ia ulurkan tangan nya ke tangan raka dengan ragu-ragu lagi, tidak dapat menahan sedih akhirnya lea memegang tangan raka.
"Kenapa kamu bisa begini mas, maaf aku tidak bermaksud membuat kamu seperti ini, maaf mas!
"Aku tidak bisa mengucapkan kata-kata apa-apa lagi, selain sedih! lirih lea
"Hiks...hiks...hiks...! isak demi isakan terdengar begitu kencang.
"Hiks...hiks...hiks...! lea terus saja menangis di depan raka, ia tidak sanggup melihat raka seperti ini.
Lea membenamkan kepalanya di tepi brankar tempat raka tidur, tangan nya tadi tidak mau ia lepas, lea masih menggenggam erat tangan mantan suami nya itu.
"Hiks...hiks...hiks...! tangis lea semakin menjadi-jadi, ia masih membenamkan kepalanya di tepi brankar itu.
"Mas maafin aku, aku sudah membuat kamu seperti ini! ujar lea di sela-sela tangis nya
"Aku jahat sama kamu mas, gara-gara aku kamu seperti ini! lirih lea
"Sejahat-jahat nya kamu sama aku, lebih jahat lagi aku mas, aku telah membuat kamu depresi seperti ini!
"Kamu jahat ke aku dengan cara selingkuh di belakang aku, tapi jahat aku melebihi dari itu, aku sudah hampir membunuh kamu mas!
"Maafin aku mas...! ujar lea masih menangis
...
Dengan suara gaduh itu membuat raka terbangun dari tidurnya, raka memperhatikan wanita yang berada di samping nya.
Raka tidak marah sedikit pun apa lagi histeris, ia hanya diam melihat wanita di samping nya itu sedang menangis.
__ADS_1
Ia masih belum bisa melihat wajah wanita itu, dengan gerak lambat raka melepaskan genggaman tangan dari lea.
"Apa kamu kenal dengan saya? tanya raka
"Hikss...hikss...hiks...! tangis lea semakin kencang saat mendengar penuturan raka.
"Hey, saya tidak buat kamu menangis ya! ujar raka lalu ia turun dari atas brankar itu.
Raka menjauh dari lea, raka lebih memilih menyudut, ia menyenderkan punggungnya di dinding paling sudut.
"Hey, kamu kenapa tiba-tiba menangis di hadapan saya!
"Saya tidak buat kamu menangis! ujar raka takut dengan orang asing menurut dia.
Lea masih menangis, "hiks...hiks...ini aku mas! ujar lea di sela-sela tangis nya itu
Raka masih belum bisa melihat wajah lea, sementara lea masih membenamkan wajahnya itu.
"Kamu siapa kenapa kamu bisa tersesat di sini! ujar raka lagi dengan takut-takut
"Ini aku, lea mas! ujar lea memperhatikan wajah nya.
Raka masih menyudut, ingatan nya tentang istri nya itu sirna begitu saja, raka melihat lea dengan tatapan dalam-dalam.
"Ini aku mas, lea! ujar lea
"Lea! lirih raka, tapi masih dapat di dengarkan oleh lea, lea mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Istri aku! ujar raka lagi
Kini raka yang menangis lagi, ia mendekati lea, lea juga ikut menangis.
"Kamu kembali, kamu melihat aku! ujar raka semakin mendekati lea, lea hanya mengangguk-angguk saja.
"Ini sungguh kamu? tanya raka memegang pipi lea, lea memegang tangan raka yang ada di pipi nya itu, air mata mereka mengalir begitu saja.
"Iya aku kembali, ini beneran aku mas! ujar lea
"Lea istri...aku...! ujar raka di sela-sela tangis nya, lalu raka memeluk lea, lea hanya bisa diam saja saat di peluk oleh raka.
"Jangan tinggalkan aku! ujar raka membenamkan wajahnya di bahu lea.
"Iya, aku tidak akan meninggalkan kamu! ujar lea meremas punggung raka saking sedih hati nya itu.
"Hiks...hiks...hiks...! tangis raka di pelukan mantan istrinya itu
Perih rasa hati lea saat mendengar suara pilu dari tangis raka itu.
"Jangan tinggalkan aku! ujar raka lagi
"Iya, aku akan di sini menemani kamu! ujar lea.
Kini raka melepaskan pelukan nya dari lea, raka menggenggam tangan lea dan menatap mata lea dalam-dalam.
__ADS_1
"Aku benaran tidak bermimpi, ini asli kamu kan? tanya raka lagi
"Kamu tidak bermimpi, ini benaran aku, aku sungguh ada di depan kamu! ujar lea
Lalu raka melepaskan genggaman tangan nya dari lea, raka mundur selangkah.
"Pergi...pergi...pergi...! teriak raka menunjuk lea
"Mas kamu kenapa? ujar lea kaget dengan teriakan raka.
"Aku jahat...! ujar raka memukul-mukul kepala nya
"Mas kamu tidak jahat! ujar lea mendekati raka, ia berkeinginan untuk menenangkan raka, namun itu sia-sia saja, raka mendorong tubuh lea.
"Tidak... kamu pergi dari sini! ujar raka
Dokter bersama mami yulie dan papi mahendra masih menunggu di luar ruangan itu, dengan suara teriakan itu terdengar sampai keluar dokter tersebut cemas dengan keadaan raka lagi.
"Dok kenapa raka teriak-teriak seperti itu? tanya papi mahendra
Dokter itu langsung berlari masuk ke ruangan itu, dokter bersama yang lain melihat lea yang terduduk di lantai.
"Tenang raka! ujar dokter itu menenangkan raka.
"Dia, dia, dia...! ujar raka menunjuk lea
"Mas ini aku lea! ujar lea
"Pergi...! teriak raka
"Maaf lebih baik anda keluar saja, seperti nya pasien histeris lagi mengingat masa lalu nya yang telah menyakiti anda! ujar dokter itu
"Tapi dok saya mau menenangkan dia! ujar lea
"Maaf sekali lagi, pasien butuh waktu sendiri! ujar dokter itu.
Lea melihat raka yang masih memukul-mukul kepalanya itu, air mata ini tak kuasa menahan nya, lea pergi dari ruangan itu dengan perasaan sangat pilu.
...
bersambung...
...----------------...
Hari ini double up ya hehe
Jangan lupa mampir di lapak baru author, cerita baru yang author buat yang berjudul "AKU JATUH CINTA DENGAN GADIS SMK"
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π