
Selesai cuci piring tadi mereka berdua lagi nyantai di teras belakang rumah.
"Mommy adek tadi makan coklat lagi! ujar zio
Lea menyipitkan matanya melihat zia yang lagi nyengir, lea menggeleng-gelengkan kepalanya, "mommy sudah bilang kan kalau adek nggak boleh makan coklat terus! ujar lea
"Tadi aunty uma yang kasih!
"Kakak juga makan coklat mommy, bukan adek saja! ujar zia menunjuk zio.
Zio melihat mommy dan daddy nya sambil nyengir.
"Ya sudah kali ini tidak masalah, tapi kalian jangan keseringan makan coklat nya! ujar lea
"Iya mommy daddy! ujar mereka berdua
Kini mereka sedang bermain kejar-kejaran di taman belakang rumah itu, lea mengejar anak-anak nya yang sangat lihai berlari menghindari mommy nya.
"Hahahaha... daddy...lari daddy... mommy mengejar kita! ujar zio
"Mommy kejar adek...! ujar zia mengulurkan lidahnya ke mommy nya.
Lea lebih gencar mengejar mereka, "yaa...dapat...! ujar lea mendapat zio
"Yaahh...! ujar zio
"Sekarang bantu mommy kejar zia sama daddy! ujar lea
Zio mengangguk seraya tertawa mengejar zia, "adek, kakak pasti bisa mengejar adek! ujar zio mengejar zia
"Aaaa.... daddy...kakak mengejar adek...! teriak zia
Lea mengejar mereka berdua yang masih lincah menghindar jangkauan lea.
Raka tertawa saat lea tidak bisa mendapatkan dia, "hahha...cemen itu aja nggak bisa! ujar raka
Lea tersenyum terus mengejar raka, sementara zia tadi sudah berhasil di tangkap oleh zio, kini bocah kembar itu juga ikut mengejar daddy nya.
"Tenang mommy kita pasti bisa menangkap daddy! ujar zio
Lea mengangguk ia berhenti karena sudah capek lari-lari terus.
"Udah mommy malas main nya capek! ujar lea terduduk lemas di rumput.
"Tidak apa-apa mommy biar zia aja yang tangkap daddy! ujar zia
"Doar...! zio mengejutkan daddy nya yang bersembunyi di sebalik semak
"Mommy daddy berhasil akak tangkap! ujar zio membawa raka ke tempat lea.
...
Malam harinya lea tidak berniat tidur dengan raka, karena ia masih enggan untuk tidur berdua dengan raka, ya walaupun dia sudah membalas cinta raka.
Tok...tok...tok..
Lea lagi duduk di meja rias sambil berkaca melihat dirinya seraya tersenyum, lalu ia menoleh ke arah pintu kamar.
"Siapa ya? mami nggak mungkin! gumam lea, lalu ia pergi ke pintu kamar dan membuka pintu itu.
Ternyata raka yang sedang berkacak pinggang seraya cemberut, lea menaikan sebelah alisnya, "balik sekarang mommy! titah raka
Lea tambah bingung dengan ucapan raka, ia menatap raka penuh pertanyaan.
"Mulai lagi gaje nya! ujar lea
"Balik lagi ke kamar kita mommy! ujar raka
Lea membulatkan mulutnya seperti huruf o sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Di sini aja aku mager untuk pindah ke sana! ujar lea
Raka tambah cemberut seperti anak-anak yang cemberut, "mommy ayolah aku nggak nyaman tidur di kamar tamu ini! ujar raka merajuk
__ADS_1
Lea tergelak dengan raka yang cemberut itu, lalu lea mengandeng tangan raka ke kamar raka.
"Oke, aku turuti kemauan daddy! ujar lea agak geli menyebut raka dengan sebutan daddy.
Mereka sampai di kamar itu, raka langsung mematikan lampu kamar, "kamu udah sholat isya? tanya lea
"Sudah tadi di masjid bareng riki dan papi juga, zio juga aku ajak! ujar raka
Lea mengangguk kecil seraya berkata, "besok ajak lagi zio ke masjid supaya anak kita bisa lebih mengenal lagi tentang masjid! ujar lea
"Siap mommy! ujar raka langsung tidur.
...
Selesai pulang dari masjid tadi raka melanjutkan tidur nya, pagi ini lea sudah bangun dan sudah selesai melakukan pekerjaan nya.
Kini ia berniat membangunkan raka, tapi ia mengurungkan niatnya dulu, kini lea menuju kamar mami yulie.
tok...tok..tok..
"Mami, lea masuk ya! ujar lea
"Iya lea, nggak mami kunci! ujar mami yulie
Lea membuka pintu kamar itu, mami yulie yang sedang duduk di sofa sambil menjahit sebuah baju berukuran kecil.
Lea duduk di samping mami yulie memperhatikan mami yulie yang lagi menjahit itu.
"Untuk apa itu mami? tanya lea
Mami yulie tersenyum lalu memberikan baju yang telah di jahit itu, lea mengerutkan keningnya, "baju ini punya raka waktu bayi, ya walaupun robek sedikit tapi sudah mami jahit! jawab mami yulie
Lea mengangguk kecil, "baju ini kenang-kenangan dari nenek raka, mami sengaja menyimpan nya untuk cucu mami! ujar mami yulie
"Tapi sangat di sayangkan baju kembaran nya hilang ntah kemana, baju yang hilang itu baju milik riki kecil dulu! ujar mami yulie
"Simpan ya untuk cucu mami! ujar mami yulie seraya tersenyum sambil memegang tangan lea.
"Tapi baju ini nggak muat untuk zio mami! ujar lea
Lea tersenyum kikuk, "hmm...mami bisa aja! ujar lea
Kini lea kembali ke kamarnya sambil membawa baju kecil pemberian mami yulie tadi, lea menyimpan baju itu di lemari pakaian.
Lalu lea melihat raka menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkacak pinggang, "belum bangun juga! gumam lea
Lalu lea menyibak selimut raka, "astagfirullah...nggak ada suami pemalas gini, cuma kamu aja yang seperti ini, pemalas sangat! ujar lea
"Malu sama matahari yang sudah bersinar menerangi bumi! ujar lea
"Huanyamnyam... apa sih ngangguin aku aja! oceh raka menutup telinga nya dengan bantal.
Lea mengambil bantal guling lalu memukul raka mengunakan bantal itu, "oooh, gitu nanti nggak dapat jatah sarapan pagi baru tau rasa! ujar lea
"Bisa beli di Gofood! ujar raka
Sekali lagi lea memukul raka dengan bantal, "malu sama tetangga sebelah mas, mereka pada joging berduaan! ujar lea cemberut
Raka menyipitkan matanya melihat lea, ia tergelak melihat mulut lea yang maju sesenti.
"Malu apa iri sama mereka? bilang aja kamu pengen joging sama aku! ujar raka
"Auuah...!
Lea masih cemberut sambil melipat tangannya ke dada. Raka duduk dan menarik tangan lea, sehingga lea terduduk di sisi ranjang.
"Morning kiss dulu baru kita joging! ujar raka
Lea menepis tangan raka, ia membelakangi raka sambil cemberut seperti anak kecil yang lagi merajuk.
"Nggak mau! ujar lea
"Oke, kita nggak jadi joging berdua, aku tidur lagi! ujar raka
__ADS_1
"Ya udah aku bisa joging bareng zio zia! ujar lea
Raka langsung berlari ke kamar mandi, lea mengerutkan keningnya melihat raka lari ke kamar mandi, "dia kenapa? gumam lea
Tidak lama raka keluar dari kamar mandi, rambutnya sudah basah sehabis mandi, lea melirik raka yang mengambil baju olahraga nya.
"Jadikan joging nya? tanya raka sudah siap memasang baju.
Lea tersenyum lalu mengangguk, kini lea menukar bajunya dengan baju olahraga yang juga mirip dengan baju raka.
Mereka sudah sampai di luar rumah, kini mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu, selesai pemanasan mereka langsung berlari-lari kecil mengelilingi kompleks perumahan elit itu.
"Ciee... mbak lea joging bareng suami! ujar tetangga sebelah
Lea melemparkan senyum nya ke tetangga nya itu.
"Gandeng terus mbak jangan sampai kendor lagi, awas di luaran sana banyak pelakor! ujar tetangga itu
"Aman mbak...nggak akan ke ulang lagi! ujar lea melotot ke raka, raka susah payah menelan saliva nya karena tatapan tajam lea.
Kini mereka melanjutkan joging nya, lea melirik terus ke raka, "jaga mata buaya kamu itu! ujar lea memukul raka
"Iya, iya...ini mata aku hanya liat kamu aja! ujar raka
"Jangan iya iya aja! ujar lea
"Iya cerewet banget kayak mak lampir deh! ujar rak
Lea langsung berhenti ia mengambil ranting kayu dan memukul raka, "aaauww...sakit mommy! ujar raka
"Aku cantik bukan mak lampir! ujar lea ingin memukul raka lagi, dengan sigap raka mengambil ranting itu dan membuangnya.
"Muach!
Raka tersenyum lalu kembali mengecup singkat pipi lea, "iiiih...malu sama orang-orang! ujar lea
"Sama istri sendiri apa salahnya, biar orang iri liat kemesraan kita! ujar raka
Melihat kemesraan mereka berdua orang-orang pada iri, yang jomblo tambah meronta-ronta pengen dapat pasangan.
Kini mereka melanjutkan joging nya.
Banyak orang yang lagi joging juga, raka melirik lea yang sudah lelah berlari, "ayok sayang, malah berhenti! ujar raka
"Capek! ujar lea terduduk lemas di pinggir jalan, raka juga ikut duduk ia menghapus keringat di pipi lea.
"Masa baru sebentar sudah capek aja! ujar raka
"Udah lama mas, udah berapa kali kita keliling komplek ini! ujar lea, raka tertawa kecil lalu menghapus keringat lea lagi.
"Aku juga capek! ujar raka
"Lapar!
"Makan bubur ayam kang bubur yuk! ajak lea
Raka mengerutkan keningnya, pasalnya ia tidak paham dengan ucapan lea, "kang bubur? tanya raka
Lea mengangguk-anggukkan, "iya... kak bubur sebuah untuk tukang bubur! ujar lea
Raka membulatkan mulutnya seperti huruf o.
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π