
Hari-hari terus berlalu kini hubungan lea dengan raka sudah sangat membaik, raka kembali bucin ke lea.
Kini mereka lagi jalan-jalan dengan keluarga kecilnya, mereka pergi ke kebun binatang.
"Mommy... mommy...adek pengen liat gajah! oceh zia ingin melihat gajah
"Elephant? ujar lea
"Iya mommy, elephant! ujar zia menarik-narik tangan lea.
"Nggak mau kakak nggak suka elephant, kakak suka liat giraffe yang lehernya panjang! ujar zio
"Nggak aku mau liat elephant! ujar zia
Mereka berdua adu argumen di depan mommy dan daddy nya, lea geleng-geleng kepala liat anaknya yang bersih tegang dengan pilihan mereka sendiri-sendiri.
"Kalian nggak malu sama pengunjung yang lain? ujar raka jongkok menyamai tinggi anak-anak nya.
Mereka berdua saling cemberut, zio melipat kedua tangannya ke dada, zia pun juga begitu, mereka berdua saling membelakangi.
"Heran sama kalian, kembar tapi sering bertengkar! ujar raka
"Hiks..hiks.. mommy adek mau liat elephant! rengek zia menghampiri lea, lea mengelus kepala zia.
"Iya...kita liat elephant nya! kakak sama daddy ya liat jerapah nya! ujar lea
"Nggak mau...akak pengen sama Mommy dan daddy juga! rengek zio
Zio mendekati lea, ia menarik-narik ujung jilbab lea, "huff...iya...kita liat gajah dulu baru jerapah! ujar lea menjadi penengah untuk anak-anak nya.
"Jerapah dulu baru gajah! ujar zio
"Gajah dulu! ujar zia
Raka mengaruk-garuk kepalanya melihat anak kembarnya lagi bertengkar, "besok-besok daddy nggak akan ajak kalian ke sini lagi! ujar raka
"Daddy...! ujar mereka berdua
"Gajah dulu baru jerapah, karena adek yang duluan minta liat gajah, jangan ada yang membatah ucapan mommy! ujar lea
Mereka berdua saling memajukan bibirnya sesenti, "ayok kita liat gajah dulu! ujar lea menggandeng tangan kedua anaknya, sementara raka jalan di belakang mereka.
"Yang di belakang tolong matanya di jaga! sindir lea, raka hanya tersenyum saja, lalu raka juga mengandeng tangan zio.
"Zio sama daddy aja! ujar raka
Lalu lea melepaskan tangan zio, kini zio di gandeng oleh raka, kini mereka sudah melihat gajah.
"Waah... elephant nya besar banget! oceh zia menganga lebar, lea tertawa kecil melihat zia, sementara zio cemberut saja, karena ia tidak suka melihat gajah.
"Gajah jelek, gendut lagi! oceh zio
Raka tergelak dengan ungkapan zio, "anak daddy ada-ada aja! ujar raka mengusar-gusar rambut zio.
"Mommy...kenapa gajah hidung nya panjang? tanya zia
Lea tersenyum lalu mencolek hidung zia, "pertanyaan yang bagus, kenapa belalai gajah panjang?
"Belalai panjang itu berguna untuk mengambil makanannya yang berada di pohon tinggi! ujar lea menjelaskan ke zia
"Ooooo...! ujar ziq mengangguk-angguk mulutnya seperti huruf o
"Kenapa zio nggak suka gajah? tanya lea mencolek hidung zio yang sedang cemberut sambil memegang tangan daddy-nya.
"Karena gajah gendut, zio nggak suka! ujar zio
__ADS_1
Lea mengangguk-anggukkan kepalanya, setelah melihat gajah kini mereka melanjutkan ke tempat jerapah.
"Yey.... jerapah...! oceh zio
Zio sangat senang melihat jerapah itu, zia juga ikut senang namun ia cemberut dengan kakak nya.
Mereka sangat puas berkeliling melihat binatang-binatang di kebun binatang itu, hari sudah mulai sore mereka baru balik dari sana.
"Kalau kalian bertengkar kayak tadi lagi, besok-besok daddy tidak akan ajak kalian lagi, daddy hanya pergi berdua sama mommy!
"Ya nggak mommy! ujar lea
Lea mengangguk kecil seraya memegang tangan raka, "besok hanya mommy sama daddy yang pergi! ujar lea
Mereka berdua saling cemberut duduk di jok belakang, zio duduk di sebelah kiri sementara zia duduk di sebelah kanan, mereka duduknya saling berjauhan.
Kedua-duanya sama memangku tangannya ke dada, mereka memajukan bibirnya, "apa liat-liat! ujar zia saat zio tidak sengaja melihat adeknya itu.
"Apan sih kamu jelek! ujar zio
"Kamu jelek kayak jerapah tadi! ujar zia
Lea menggeleng-gelengkan kepalanya saat anaknya itu beradu mulut lagi, "kamu jelek kayak gajah! ujar zio
"Hiks...hiks..hiks... mommy...kakak jahat...! zia mengeluarkan senjata nya, senjata yang paling ampuh bagi dia yaitu menangis ini
"Kamu penangis sangat! ledek zio
"Hiks...hiks... daddy kakak jahat! adu zia, raka hanya garuk-garuk kepala saja.
Lalu raka memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, raka dan lea dari tadi hanya melihat anak-anak nya itu.
"Sudah bertengkar nya? tanya lea
"Haruskah daddy duduk di tengah-tengah kalian? ujar raka
"Penangis! ledek zio walaupun dia cemberut tapi dia sangat jahil dengan adeknya itu.
"Kakak...udah ah nggak boleh begitu! ujar lea dengan lembutnya
"Zia tuh mommy penangis, dikit-dikit nangis! kakak nggak suka cewek lemah! ujar zio
Raka menatap lea lalu ia melihat zio, seolah-olah omongan zio lagi menyindir, lea tersenyum kecil.
"Sini sayang...! ujar lea menjulurkan tangannya ke zia, lalu zia di pindahkan ke depan.
Lea memangku zia sambil menghapus sisa-sisa air mata anaknya itu, "zia mau apa nak? tanya lea
"Mommyyyy... zio di abaikan? ujar zio meronta-ronta tidak terima.
"Mommy pilih kasih, adek selalu di belain! ujar zio tambah cemberut.
"Kalau kalian duduk berdua lagi, pasti kalian bertengkar lagi, lebih baik kalian pisah duduk! ujar raka
"Tapi mommy pilih kasih daddy! ujar zio
"Udah...! zio pengen mommy pangku juga? tanya lea
Zio mengangguk kecil, "janji kalian nggak akan bertengkar lagi? ujar lea
"Janji! ujar zio
Lalu zio juga pindah ke depan, kini lea lagi memangku kedua anaknya itu, mereka berdua tidak bertengkar lagi.
"Mommy adek ngantuk! ujar zia
__ADS_1
"Bobok aja di sini! ujar lea
Mereka berdua saling tertidur di pangkuan lea, lea mengelus-elus rambut keduanya, "bobok yang nyenyak ya anak-anak mommy! lirih lea
Raka tersenyum melihat kedua anaknya itu yang lagi tertidur, "Kaki kamu nggak sakit pangku mereka dari tadi? tanya raka
"Sedikit, tapi tidak apa-apa! ujar lea
"Kalau nambah lagi gimana? kamu setuju nggak? tanya raka menaikan sebelah alisnya, lea mengerutkan keningnya.
"Nambah maksudnya? tanya lea tidak paham
"Anak! ujar raka tersenyum menyeringai
Lea tersenyum kecil, "nanti aja pikirin itu, ini aja berdua udah bikin repot apa lagi ada si bayi, tambah repot mas! ujar lea
"Nantinya kapan? tanya raka
Lea menggeleng-gelengkan kepalanya, "secepatnya ya, aku pengen bayi kecil lagi! ujar raka
"Repot mas...emang kamu mau aku kerepotan mengurus anak-anak? tanya lea
"Aku kan ada, jadi kita yang mengurus berdua! ujar raka
"Nggak ah, aku malas dua aja udah repot, apa lagi tiga! ujar lea
"Aku berencana punya anak 5 lho nggak 3! ujar raka
Lea menganga lebar sambil membayangkan punya anak lima, "nggak mas, aku nggak sanggup! ujar lea
"Lima pokoknya! ujar raka
"Dua aja! ujar lea
"Lima nggak ada membantah ucapan aku, lima harus lima nggak boleh kurang! ujar raka
Lea mengusar-gusar wajahnya, "aaa...nggak kebayang gimana repot nya aku! gumam lea.
Sementara raka tersenyum puas, "lima ya sayang! ujar raka sekali lagi, lea menggeleng-nggelengkan kepalanya.
"Sayang lima! ujar raka menunjukkan jarinya ke lima-limanya.
"Enggak! ujar lea
"Sayang lima ya lima ya sayang! ujar raka
Lea merengek karena raka yang terus memaksa mempunyai anak harus lima.
"Terserah kamu mas! ujar lea
"Yess....limaa...! teriak raka dengan senangnya.
...
bersambung..
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π