
Setelah menjahili istrinya, Raka pergi ke bawah untuk sarapan pagi.
Hari ini ia sarapan nya agak telat dan pergi ke kantor nya pun juga telat, Lea sudah berada di meja makan, ia menyiapkan makanan untuk suaminya itu.
Dari tadi Raka makan sarapan nya melihat-lihat terus sambil tersenyum ke istrinya itu.
Lea yang dilihat jadi canggung karena dilihat suaminya sendiri.
"Hekhem....!
Supaya tidak canggung dengan suaminya itu Lea berdehem kecil untuk mencairkan suasana canggung ini.
Raka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
Kini Raka sudah sampai di kantor nya, di kantor ia sudah di tunggu oleh siska di dalam ruangan nya.
"Honey kenapa kamu lama sekali? tanya Siska bergelayut manja di tangan Raka.
"Maaf sayang tadi ada kendala sedikit? ujar Raka
"Aku pikir kamu lagi bermesra-mesraan dengan istri kamu di rumah! ujar Siska
Raka tertawa kecil lalu membelai rambut Siska, "Haha, tidak lah sayang! ujar Raka
Mereka di dalam ruangan itu lagi bermesra-mesraan, sudah lama juga Siska di ruangan itu, lalu Raka menyuruh Siska untuk keluar.
"Sekarang kamu keluar ya! ujar Raka ke Siska
Siska yang semula bergelayut manja di tangan Raka langsung melepaskan nya, dia masang wajah cemberut.
"Kamu usir aku? tanya Siska
"Bukan begitu sayang, nanti Hexzel atau karyawan lain masuk ke sini bisa bahaya, kamu mau ketahuan? ujar Raka menjelaskan ke Siska
"Hmm... oke, aku akan keluar, tapi kamu janji ya nanti siang makan bareng dengan aku! ujar Siska
"Okee...apa sih yang nggak buat kamu! ujar Raka, lalu Siska keluar dari ruangan itu.
Kini seperti biasa Siska berada di luar ruangan raka, mejanya terletak di dekat ruangan Raka itu.
Tidak berselang lama Hexzel masuk ke dalam ruangan Raka, ia mau menyerahkan berkas yang harus di tanda tangani oleh Raka.
"Permisi tuan ini ada berkas yang harus anda tanda tangani! ujar Hexzel menaruh berkas itu di meja Raka.
"Cuma ini aja? tanya Raka
"Iya tuan, yang lainnya sudah saya kerjakan! ujar Hexzel
"Oh, begitu sekarang kamu balik ke ruangan kamu, nanti kalau saya butuh bantuan kamu akan saya panggil kembali! ujar Raka.
"Baik tuan! ujar Hexzel sambil membungkukan badannya.
Kini Raka sedang sibuk dengan berkas yang di berikan oleh Hexzel tadi.
...
Di rumah sekarang ini Lea lagi di sibukkan dengan anaknya yang entah kenapa rewel.
"Huaa... mommy! tangis kedua bocah kembar itu.
__ADS_1
"Iya, kalian kenapa rewel gini sih! ujar Lea menenangkan kedua anaknya itu
Apa lagi sekarang bik iin tidak berada di rumah, ia hanya bertiga dengan anaknya itu, tadi bik iin pamit ke Lea, ia mau ke rumah saudara nya yang lagi sakit.
"Hiks... mommy! keduanya saling menangis
Lea jadi pusing oleh tangisan anaknya itu, ia sendiri tidak tau harus buat apa-apa.
"Kalian mau apa? tanya Lea
"Hikss...hiks.... mommy! tangis keduanya
Kedua bocah kembar itu tidak menjawab pertanyaan dari mommy nya itu, malahan tagisan mereka tambah kenceng.
Sampai-sampai Lea tidak bisa masak siang gara-gara anaknya itu tidak berhenti menangis, semua pekerjaan rumah belum beres sama sekali karena Lea mengurus anaknya dulu.
"Ada apa dengan kalian ini! lirih Lea
"Hiks... mommy! keduanya masih terisak kecil
"Kalian mau bobok? tanya Lea, kedua bocah kembar itu menganggukan kepalanya.
Sudah terlalu lama menangis bocah kembar itu ingin tidur siang.
Lea membawa kedua anaknya itu ke dalam kamar, lea menidurkan kedua anaknya itu, ia bernyanyi-nyanyi kecil untuk menidurkan anaknya itu.
Tidak berselang lama kedua bocah itu sudah terlelap.
Barulah Lea bisa mengerjakan pekerjaan rumah sepenuhnya, karena kedua anaknya sudah tertidur.
"Huff....lelah sekali! keluh Lea sambil mencuci piring kotor yang sudah menumpuk.
...
Jam menunjukkan pukul 18. 30 wib, tapi suaminya belum kunjung pulang.
Sudah dari tadi Lea menunggu kepulangan suaminya itu, tapi dia belum juga pulang.
Kini di rumah hanya Lea bersama anak-anaknya saja, sedangkan bik iin masih di rumah saudaranya.
Bik iin nginap di sana selama saudaranya itu sembuh.
"Mas Raka kemana sih? lirih Lea, sambil memegang hpnya.
Dari tadi Lea mengirim pesan ke suaminya itu, tapi tak juga di balas.
"Sebenarnya mas Raka kemana sih? gumam Lea
Lea masih terus menunggu kedatangan suaminya itu.
Detik berganti menit, menit berganti jam, kini jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tapi Raka tidak bisa di hubungi.
Lea takut terjadi sesuatu dengan suaminya itu, ia takut kejadian yang pernah menimpa suaminya itu terjadi lagi dengan suaminya itu.
"Mas kamu dimana sih? lirih Lea sambil menelepon suaminya itu.
Tidak bisa di hubungi Lea beralih menghubungi nomor Hexzel, biasanya Hexzel tau dimana keberadaan Raka.
"Kak!, mas Raka bersama kakak tidak? tanya lea lewat telepon.
__ADS_1
'Maaf nyonya tuan Raka dari sore tadi pulang! ujar Hexzel di seberang sana
"Apa? dari tadi!, tapi kenapa dia belum sampai rumah, kemana kamu sebenarnya mas?
"Apa kakak tau dimana dia?, atau sekarang dia ada meeting diluar gitu? tanya Lea lagi
'Hari ini tuan Raka tidak ada jadwal meeting nyonya! ujar Hexzel
"Terus dia kemana kak?, aku takut terjadi sesuatu lagi sama dia! ujar Lea
'Tuan Raka belum pulang juga nya? tanya Hexzel
"Belum kak, apa kak Hexzel bisa tolong cariin dimana dia sekarang! ujar Lea
'Baik nya! ujar Hexzel
Panggilan telepon pun berakhir, kini Hexzel mencari keberadaan tuannya itu.
Hexzel mencoba menghubungi nomor tuanya itu, tapi nihil tidak bisa tersambung.
Hexzel juga sudah menyebarkan seluruh anak buahnya untuk mencari Raka.
Dan sampailah di sebuah c*l*b m***m, Hexzel tidak menyangka kalau dia melihat tuannya itu berada di tempat kotor ini.
"Astaga tuan! ujar Hexzel membantu Raka berdiri, ia sudah terlalu banyak minum dan sekarang ia tidak sadarkan diri.
"Siska juga ada di sini! gumam Hexzel
"Honey bersenang-senang lah dengan ku, tinggalkan istrimu yang tidak berguna itu! racau Siska yang sedang tidak sadar juga.
Hexzel menggeleng-geleng tidak percaya apa yang dia lihat dan dia dengar.
"Sungguh tidak menyangka apa yang aku dengar, jadi selama ini tuan Raka bermain api di belakang nyonya Lea, kasihan sekali nyonya lea, dia sering di sakiti oleh tuan Raka.
"Apa kata nyonya Lea nantinya, kalau ia tau suaminya selingkuh dengan sekretaris nya.
"Dan semenjak kapan tuan memiliki hubungan dengan Siska ini? batin Hexzel
Kini Hexzel membantu Raka untuk pulang ke rumahnya.
"Apa yang harus aku katakan ke nyonya nantinya?, tidak mungkin aku memberi tahu nyonya Lea, yang ada dia malah sedih! batin Hexzel.
Hexzel merasa sedih dengan nyonya itu, sering kali Raka menyakiti hati istrinya itu.
...
bersambung....
...----------------...
Sabar nanti ada saatnya Lea tau dengan kebusukan suaminya itu!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π