
Lagi-lagi hari berlanjut dengan cepatnya, siang ini lea bermaksud ingin pergi menemui raka kembali.
Sebelum menemui raka di RSJ, lea bersama anak-anaknya singgah sebentar di rumah lama nya dulu.
Ia pergi ke rumah lama nya itu hanya bertiga saja, saat ini ia sudah sampai di depan gerbang rumah nya itu.
Lea bersama kedua anaknya itu masih di dalam mobil, rumah itu sudah terbengkalai, rumput-rumput liar sudah menjalar ke mana-mana, rumah itu sudah seperti rumah angker saja, bagaimana tidak, rumah ini sudah hampir tujuh bulan di tinggalkan.
Ia menatap rumah mewah itu, ada raut wajah sedih yang di perlihatkan oleh lea, "rumah kita dulu sudah seperti rumah angker saja! lirih lea
"Mommy itu rumah kita! ujar zio melihat dari kaca jendela mobil
"Iya, rumah kita kenapa seperti rumah hantu yang sering zia liat di film! celoteh zia
"Iya itu memang rumah kita dulu, rumah itu tidak pernah di tinggalkan lagi, karena itu bukan rumah kita lagi! ujar lea
"Kenapa itu bukan rumah kita lagi mommy? tanya zio
"Karena rumah itu bukan milik kita, rumah itu milik daddy kalian! lirih lea, tapi tidak di dengar oleh anaknya itu.
"Mommy kenapa rumah itu bukan rumah kita? tanya zio lagi
"Jangan di bahas, kita ke tempat daddy yuk! ujar lea, lalu ia melanjutkan perjalanan nya, kini mereka meninggalkan rumah itu.
Berkali-kali lea membuang nafas kasar, ia masih teringat dengan rumah nya dulu itu.
"Rumah impian kita terbengkalai begitu saja mas, belum genap satu tahun kita tempati rumah itu, tapi keluarga kita sudah terpecah belah! batin lea
kini lea dan anaknya itu sudah sampai di parkiran mobil, ia hendak turun tapi lea melihat ada ega yang akan mau masuk ke dalam rumah sakit jiwa itu.
"Bukanya itu ega? gumam lea
"Mau apa dia ke sini? apa ada kerabat atau keluarga nya yang juga di rawat di sini? batin lea
"Mommy ayo kita turun! ajak zia
Lea masih memperhatikan gerak-gerik ega yang sedikit aneh
"Mommy! ujar zio
Lea sedikit kaget dengan panggilan dari anaknya itu.
"Ayo mommy! ujar zio
"Ha iya, ayo kita turun! ujar lea
Mereka menuju pintu masuk rumah sakit itu, sementara ega masih di sana.
"Ega! panggil lea
Ega yang membelakangi mereka jadi kaget dengan kedatangan lea, lalu ega memutar tubuhnya.
"Ngapain kamu ke sini? tanya lea
"Ah..anu...itu tadi, aku bertemu teman aku! ujar ega
"Udah dulu ya, aku balik duluan! ujar ega lalu ia pergi terburu-buru.
__ADS_1
"Itu siapa mommy? tanya zio
"Paman ega, dia teman mommy! ujar lea
Anaknya mengangguk kecil, lalu mereka menuju ruangan tempat raka di rawat, kini raka di rawat di tempat biasa, ia telah di pindahkan dari ruangan PICU itu, karena kondisi raka yang sudah mulai membaik.
"Daddy! teriak zia saat sampai di depan pintu ruangan itu.
"Daddy kita kangen! ujar zio
Sementara raka hanya menundukkan kepalanya, biasanya kalau anak-anak nya yang datang, ia akan sangat gembira sekali, tapi kali ini ia hanya menundukkan kepalanya saja.
"Mas! ujar lea
Tapi panggilan dari mereka bertiga tidak di respon oleh raka, lea menautkan alisnya, kenapa raka bisa diam begini lagi!
Lalu lea memanggil dokter untuk memeriksa raka.
"Kenapa mas raka hanya diam saja dok, saat saya memanggil dia, apa dia tadi histeris lagi? tanya lea
"Hmm... tadi itu pasien sempat teriak, saat ada orang yang menjenguk nya, saya tidak memperhatikan betul orang itu siapa! ujar dokter itu
"Jadi tadi ada orang yang melihat mas raka? tanya lea
Dokter tersebut menganggukkan kepalanya, "kini pasien seperti nya terpukul dengan kata-kata orang tadi! ujar dokter itu
"Kata-kata apa maksud dokter? tanya lea
"Tadi orang tersebut menyebutkan bahwa ia akan menikahi anda, saya tidak dengar betul pembicaraan orang tadi! ujar dokter itu
"Apa saya bisa bicara dengan mas raka dok? tanya lea
"Mungkin bisa, tapi anda harus mengalihkan pembicaraan nya, dan jangan anda bicara soal tadi!
"Sebaik mungkin anda harus bisa melupakan nya dengan ucapan orang tadi! ujar dokter itu
"Baik saya akan lakukan dengan sebaik mungkin! ujar lea.
Kini lea dan juga anak-anak nya masuk ke dalam ruangan itu, dokter juga mengawasi mereka.
"Daddy! ujar zio mendekati dadd-nya itu, sementara zia hanya diam saja.
"Mas raka aku kembali! ujar lea, namu tetap saja raka diam, malahan lea mendengar isakan kecil raka.
"Mommy, daddy menangis! ujar zia
Lea dengan ragu-ragu mengulurkan tangannya ke raka, tapi ia tidak jadi mengulurkan tangannya itu.
"Kenapa sangat sulit sekali aku memegang mas raka, setiap aku pegang dia di sana lah bayangan dia bermesraan dengan siska kembali lagi! batin lea
"Kalian lebih baik pergi saja, saya bukan siapa-siapa kalian lagi! ujar raka mengusir mereka semua.
"Daddy kenapa mengusir kami? tanya zio sedikit tidak suka dengan ucapan daddy nya itu
"Pergilah kalian, saya bukan siapa-siapa kalian! ujar raka
"Zio, zia kalian pergi lah bawa mommy kalian dari sini, daddy tidak membutuhkan kalian lagi! ujar raka
__ADS_1
Lea mengerutkan keningnya, lalu ia lebih mendekat lagi ke raka, kini lea jongkok ia melihat wajah raka yang sedang sedih itu.
"Apa maksud kamu bicara seperti itu? tanya lea
"Aku bukan bermaksud apa-apa, kita memang bukan suami istri lagi, kamu berhak menentukan pilihan kamu dengan laki-laki lain selain aku, kamu berhak bahagia lea!
"Jika dengan aku kamu selalu tersakiti, mungkin dengan laki-laki lain kamu bisa bahagia!
"Aku sudah merelakan kamu dengan laki-laki yang bernama ega itu, dia pantas dengan kamu, dia laki-laki baik! ujar raka
"Apa ega? ujar lea sedikit terkejut, lalu lea mengingat sesuatu tentang ega tadi.
"Jadi laki-laki yang menemui kamu itu ega! ujar lea
Raka mengangguk kecil, "pergilah lea, aku tidak membutuhkan kamu lagi! ujar raka menghindar dari lea
"Daddy...! rengek kedua anaknya
"Zio, zia daddy kan sudah bilang, bawa mommy kalian dari sini! ujar raka
"Hiks...hiks... daddy...! tangis mereka berdua
Raka menghampiri kedua anaknya itu, lalu ia mengusap air matanya itu, "kalian tidak boleh nangis, jadilah anak yang baik untuk kedepannya, kalian anak pintar, kalian juga anak daddy, kalau kalian sayang sama daddy pergilah dari sini, sebelum daddy berbuat yang tidak-tidak dengan mommy kalian!
"Jadi tolong bawa mommy kalian dari sini! ujar raka
Kedua anaknya itu masih menangis, raka tidak tega melihat anaknya itu menangis, tapi apa boleh buat!
"Pergi...! bentak raka
Semua orang yang ada di sana kaget dengan bentakan raka.
"Mas...! lirih lea
"Tidak lea, tolong pergi dari sini, aku sudah sembuh jadi jangan pernah kembali lagi!
"Terima kasih sudah membantu aku sembuh lea, pergilah yang jauh, aku tidak mau melihat kalian lagi! ujar raka
"Pergi...! bentak raka sekali lagi
Kini mereka semua keluar dari ruangan itu, lea menatap mantan suami nya itu dengan tatapan sedih.
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1