Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 80. (POV Lea) Aku Tidak Akan Meninggalkan Kamu


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu, setelah pulang dari kerjanya ia akan selalu mampir ke RSJ, mau setiap hari ia pergi ke RSJ ini, tanpa lelah ia akan selalu mengajak raka bicara.


Seiring berjalannya waktu keadaan raka sudah mulai membaik, ia sadar kalau sekarang ini lea bukanlah istri nya lagi.


Terkadang ia menangis saat lea datang menemui nya, kini raka sedang termenung melihat di sekeliling nya.


Dokter yang biasa menemani raka yang sedang duduk di taman RSJ ini, banyak pasien RSJ ini yang lagi bermain di taman ini, mereka dalam pengawasan perawat RSJ ini.


"Apa yang anda lamunkan? tanya dokter itu


"Tidak, saya hanya teringat dengan istri saya! ujar raka


"Bukan nya anda sudah bertemu dengan dia kemaren?, mungkin sebentar lagi istri anda akan ke sini! ujar dokter itu


"Saya begitu jahat dok, saya tega dengan istri saya, sekarang dia bukan milik saya lagi, ia sudah menceraikan saya! ujar raka dengan raut wajah sedih


"Anda tidak jahat sama sekali, jika dia bukan milik anda, lantas mengapa ia ke sini mau terus-menerus menemani anda! ujar dokter itu


"Mungkin ia hanya kasihan dengan saya! ujar raka


Mereka berdua terus saja bicara, sekali-kali raka menyeka air matanya.


Ternyata dari tadi lea mendengarkan pembicaraan raka dengan dokter itu, ada rasa iba yang di rasakan oleh lea.


Lalu lea menghampiri mereka yang masih bicara itu.


"Hai, boleh saya bergabung! ujar lea dengan suara khas orang menangis.


"Ya, silahkan, kalau begitu saya permisi dulu! ujar dokter tersebut, lalu dokter itu pergi meninggalkan mereka berdua.


Kini lea duduk di sebelah kanan raka, lalu lea menatap wajah raka yang sudah tumbuh berewokan yang sangat lebat dan panjang.


"Assalamualaikum mas! ujar lea mengambil tangan raka kan menyalami nya.


Raka hanya diam saja saat lea menyalami tangan nya, air matanya itu menetes kembali.


"Kamu baik-baik saja kan? tanya lea, lalu raka mengangguk kecil.


"Kamu nggak tanya aku gitu, dari mana saja aku! ujar lea memancing-mancing raka agar dia bicara.


"Mas, kok diam saja! ujar lea mengeluarkan sebuah benda lalu memberikan ke tangan raka.


Benda tersebut adalah gantungan kunci, "gantungan kunci ini kamu simpan ya, aku juga ada!


"Aku simpan warna biru ini kesukaan kamu dan kamu menyimpan warna hijau warna kesukaan aku! ujar lea


Lalu raka menggenggam gantungan kunci itu, raka tidak bicara sama sekali, hanya lea saja yang berceloteh dari tadi.


"Mas, kenapa diam sih? aku kangen dengan suara kamu! ujar lea menggoyang-goyangkan tangan raka.


Tetap saja raka tidak mau bicara, ia hanya menatap lurus ke depan saja.


"Kamu kangen anak-anak kita?, kalau iya aku akan suruh orang rumah untuk bawa mereka ke sini! ujar lea


Namun raka tetap saja diam, kini lea cemberut ke raka, lalu ia membelakangi raka.


"Mas raka gitu! ujar lea masih cemberut

__ADS_1


Lalu raka berdehem sedikit, deheman nya itu membuat lea tersenyum.


"kamu bukan istri aku lagi, kamu bukan milik aku lagi, jadi untuk apa kamu menemui aku? tanya raka


lalu lea menghadap ke raka lagi, "kamu milik aku, aku milik kamu! ujar lea


"Jangan berbohong aku tau, kamu sudah menceraikan aku! ujar raka


"Jangan bilang seperti itu mas, walaupun aku bukan jadi istri kamu lagi, tapi aku tetap sayang dan mencintai kamu seperti dulu! ujar lea memegang tangan raka


"Lebih baik kamu pergi, saya mau sendiri, besok jangan lagi ke sini! ujar raka, lalu ia bangkit dari duduknya itu dan pergi meninggalkan lea, yang sedang termenung dengan kata-kata raka tadi


Air matanya berderai kembali, "hiks...hiks...tapi kamu milik aku mas raka, aku salah sepatutnya aku tidak membuat kamu jadi begini, aku juga tidak bisa mengelak takdir yang di berikan oleh Allah! ujar lea


...


Sampai di rumah lea memasang wajah lesu, langkah kakinya lunglai saat memasuki rumah itu.


Lea langsung di sambut oleh kedua anaknya, dengan melihat wajah mommy nya yang lesu itu, anak-anak nya berinisiatif untuk menghibur mommy nya.


"Mommy sayang, kakak mau minta di cium! ujar zio dengan menarik-narik ujung jilbab mommy nya itu, sementara zia memeluk kaki mommy nya.


Tingkah mereka sungguh lucu membuat lea jadi terkekeh kecil.


"Hihi, anak mommy tumben-tumbenan manja seperti ini! ujar lea


"Iya, habisan mommy pulang-pulang cemberut aja, kan kami nggak enak liat nya! ujar zio


"Mommy cemberut seperti ini gara-gara capek, tapi mommy tidak cemberut lagi, karena kalian berdua sudah berhasil menghibur mommy! ujar lea mencubit gemes pipi kedua anaknya itu.


"Mommy, apa daddy belum bisa pulang? tanya zio


Lea hanya tersenyum menanggapi ucapan anaknya itu, dia sendiri juga tidak tau kapan raka akan pulang ke rumah ini.


"Hmm... do'akan saja semoga daddy cepat pulang! ujar lea


"Yaahh... daddy...! ujar zio cemberut, zia juga ikut cemberut.


"Lebih baik kita main dulu! ajak lea untuk menghibur anak nya itu.


Kini mereka bertiga sedang berkumpul di ruang keluarga, dimana semua orang juga sudah ada di sana.


"Gimana lea, apa sudah ada perkembangan dari raka? tanya riki


"Sudah kak, hanya saja mas raka sudah tau kalau aku ini bukan istrinya lagi! ujar lea


"Tidak apa-apa dia mengetahui nya, mungkin ini salah satu perkembangan untuk dia mulai normal kembali! ujar riki


"Dia tidak histeris seperti dulu lagi kan? tanya aura


"Sudah nggak mbak, mas raka sikapnya sudah baik-baik saja! ujar lea


"Tapi kak, mas raka mengusir aku tadi! ujar lea


"Kenapa bisa begitu? tanya papi mahendra yang baru datang di ruang keluarga ini, mami yulie juga baru sampai.


"Apa raka histeris seperti kemaren lagi? tanya mami yulie sedikit cemas

__ADS_1


"Mas raka mengusir aku, katanya aku ini bukan milik dia lagi, terus dia bilang kalau aku sudah menceraikan nya pi mi! ujar lea


"Terus raka tidak apa-apain kamu kan? tanya papi mahendra


"Nggak pi, setelah dia bicara seperti itu, dia langsung meninggalkan aku! ujar lea


"Mami bagaimana ini, nanti raka tambah depresi lagi gimana? tanya papi mahendra


"Insyaallah nggak pi, mungkin ini perkembangan untuk dia mulai mengingat lagi! ujar mami yulie


Wajah lea kembali bersedih lagi, karena ia kembali mengingat kata-kata raka tadi.


"Mas aku tidak akan meninggalkan kamu begitu saja! batin lea


...


jam telah menunjukkan pukul sepuluh malam, lea masih belum tidur ia kini sedang menelpon ayah arka.


'Cucu-cucu ayah di sana baik-baik saja kan?


"Mereka baik-baik saja yah, ayah sama bunda dan lain juga sehat-sehat kan? tanya lea lewat sambungan telepon itu.


'Kami di sini baik-baik saja, oh iya bagaimana keadaan raka?, apa dia sudah kembali normal lagi?


"Belum ayah, mas raka tadi menjauhi aku, kalau kemaren mas raka mau-mau saja bicara dengan aku, tapi sekarang dia tidak mau menemui aku!


'Kenapa bisa begitu?, apa depresi nya kambuh lagi atau hal yang lainnya yang membuat dia menjauhi kamu?


"Mas raka tau kalau aku ini bukan milik dia lagi, dan dia tadi mengusir aku yah! ujar lea menangis saat mengadu ke ayahnya itu


"Hiks...hiks...lea mau mas raka kembali normal lagi yah, lea harus bagaimana ayah! tangis lea


'Coba kamu ngomong baik-baik sama dia, mungkin dia tadi merasa kecewa saat dia mengetahui yang sebenarnya!


"Akan lea coba ayah, sudah dulu yah, bunda jaga kesehatan ya, ayah juga, dan yang lain aku titip salam yah! ujar lea


'Nanti ayah sampaikan salam kamu!


'Jaga juga cucu-cucu bunda ya nak! ujar bunda inka saat telepon mau di putuskan


"Iya bunda! ujar lea


Kini lea sedang berdiri di depan kaca jendela kamar itu, air matanya menetas kembali.


"Mas raka aku tidak akan meninggalkan kamu, aku akan merawat kamu seperti kamu lumpuh dulu! lirih lea menyeka air matanya


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

__ADS_1


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2