Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 54. Tidak Percaya


__ADS_3

Kini Lea sudah masuk ke dalam rumah, sementara Raka masih di pintu ia sedang mengambil belanjaan yang di jatuhkan oleh Lea tadi.


"Ada apa sama Lea?, kok dia mendiami aku lagi? lirih Raka


"Atau Lea tau kalau aku selingkuh? batin Raka


Raka membawa belanjaan itu ke dapur, dan dia juga memasukkan belanjaan itu ke dalam kulkas.


Sementara di ruang keluarga Lea bersama anak-anaknya lagi ketawa ngakak, menceritakan hal bodoh yang di lakukan Zio tadi di taman.


"Mommy sampai sakit perut lho liat Zio tadi! ujar Lea ke Zia


"Iya omy, adek uga ketawa! ujar Zia


Sedangkan Zio jadi malu karena mommy dan adeknya menertawai nya.


Bagaimana tidak, tadi di taman masa Zio salah orang, orang lain dikirain mommy nya, karena baju yang di pakai Lea sama dengan orang itu.


Malahan Zio memeluk orang itu tadi.


...


Flashback on


Di taman, Lea lagi duduk di kursi taman, sedangkan anak-anak nya lagi bermain.


Zio yang pengen mengajak mommy ikut bermain, lalu Zio memeluk mommy nya dari belakang.


Ternyata yang di peluk bukan mommy nya.


"Eeh, kamu siapa dek? tanya orang itu


Dengan sangat terkejut Zio melihat mommy nya, dan ternyata orang itu bukan mommy nya.


Zio cengengesan sambil garuk-garuk kepalanya.


Lea yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala, sambil tertawa.


"Hey mommy kamu disini! panggil Lea


Sekali lagi Zio melihat orang itu, "Maafin Zio tante! ujar Zio


"Tidak masalah, lain kali liat-liat dulu ya sayang! ujar orang itu sambil mencubit gemes pipi gembul Zio.


Lalu Zio berlari ke tempat mommy nya, ia tertawa kecil memeluk mommy nya itu.


"Zio salah olang omy! ujarnya cengengesan


"Hahaha anak mommy bisa-bisanya salah orang! ujar Lea tertawa


"Lagian akak nggak liat-liat dulu! celoteh Zia


"Iya, maaf! ujar Zio


...


Mereka bertiga masih tertawa ngakak, lalu Raka juga ikut gabung dengan mereka.


"Wah lagi ketawain apa?, daddy boleh tau nggak ceritanya? tanya Raka yang sudah duduk di dekat Lea.


Lea yang semulanya tertawa, jadi langsung diam saat Raka datang dari dapur.

__ADS_1


"Akak tadi salah olang daddy! ujar Zia


"Oh ya, kenapa bisa? tanya Raka ke putrinya itu.


"Masa akak peluk olang lain, di kila olang itu omy! celoteh Zia menceritakan ke daddy nya.


"Oh, benarkah begitu Zio? tanya Raka ke putra nya, lalu Zio mengangguk sambil cengengesan.


Lalu Raka melihat istrinya itu hanya diam, Lea membuang wajah ke tempat lain, ia tidak mau melihat Raka sekali pun.


"Sayang! panggil Raka


Namun Lea tidak menghiraukan panggilan suaminya itu, malahan Lea beranjak pergi.


"Kalian main aja di sini! titah Lea ke anaknya itu.


Kini Lea menaiki anak tangga satu persatu, Raka hanya melihat kepergian istrinya itu, lalu Raka juga ikut mengejar Lea.


"Ada apa dengan Lea, kenapa dia diam lagi, apa aku ada salah lagi sama dia, perasaan aku tidak membentak dia deh! batin Raka.


Di dalam kamar Lea melempar tas selempang nya itu ke bawah.


"Kamu b*j*ng** mas, kamu tega sama aku dan anak-anak, kamu tidak memikirkan anak dan istri kamu! batin Lea menangis


"Hiks...hiks...hiks...! Isak Lea di kamar, dari tadi ia pengen menangis tapi tidak bisa, karena dia dari tadi selalu dengan anaknya, tidak mungkin ia menangis di depan anaknya.


Raka membuka pintu kamar, ia melihat Lea yang lagi bersimpuh di lantai sambil menangis terisak-isak.


Pelan-pelan Raka mendekati Lea yang lagi terisak, tubuh Lea bergetar karena Isak tangisnya itu.


"Ayah....! dalam isaknya itu ia memanggil ayahnya.


Deg


"Kenapa? lirih Raka juga ikut bersimpuh di samping Lea.


Lea yang mendapatkan suaminya sudah di sampingnya itu langsung menghapus air matanya.


Isak-an kecil masih terdengar dari Lea, ia mendorong tubuh Raka, sampai-sampai tubuh Raka terjungkal.


"KAMU, JANGAN DEKAT-DEKAT DENGAN SAYA! ujar Lea marah ia langsung berdiri, air matanya mengalir dengan sendirinya.


"Sayang! lirih Raka masih bingung


"Jangan panggil saya sayang dengan mulut kotor mu itu! ujar Lea menunjuk-nunjuk Raka


"Kamu kenapa sayang! ujar Raka mendekati Lea.


"STOP! ujar Lea meninggikan suaranya, sambil mengangkat tangannya ke Raka.


"Hiks...hiks...hiks...! Lea tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya bisa menangis karena hatinya sudah begitu hancur.


Raka mendekat perlahan-lahan ke Lea, tapi Lea semakin mundur.


"RAKA PUTRA MAHENDRA GENTALA! teriak Lea menunjuk suaminya itu.


Raka menggeleng-nggelengkan kepalanya, dia begitu syok saat dia menyaksikan sendiri kemarahan besar dari istrinya itu.


"Ya Allah, apa Lea sudah mengetahui nya? batin Raka


"Kamu kenapa gini, tolong ceritakan ke mas sebenarnya ada apa?

__ADS_1


"Apa karena tadi malam?, kamu melihat mas tidak sadarkan diri karena terlalu banyak minum!


"Kalau iya karena itu kamu marah sama mas, mas minta maaf!


"Mas tidak bermaksud pergi ke tempat itu tadi, karena mas banyak masalah di kantor, lalu mas melampiaskan kemara--! ujar raka


Omongan raka di potong langsung oleh Lea.


Emosi Lea masih meluap-luap, tapi kini Lea merendahkan volume suara nya, supaya kedua anaknya tidak mendengar Lea yang lagi marah besar.


"Melampiaskan kemarahan kamu dengan cara meminum, minuman haram itu, dan bermain dengan wanita lain di luaran sana! ujar Lea


"Apa maksud kamu bicara seperti itu, mas tidak selingkuh! ujar Raka.


Lea diam sejenak mencerna omongan raka yang tidak masuk dalam topik pembicaraan nya.


"Apa maksud mas Raka, selingkuh?, apa dia benar-benar selingkuh dari aku?, ya Allah kalau memang benar suami hamba selingkuh, hamba tidak kuat ya Allah! batin Lea.


Lea bertepuk-tepuk tangan, "Oh, oh, oh, padahal aku tidak menuduh kamu selingkuh lho! ujar Lea


"Kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak selingkuh, itu berarti kamu selingkuh di belakang aku! ujar Lea tertawa sinis


"Mas tidak selingkuh sayang! ujar Raka berbohong.


Namu Lea tidak mudah percaya begitu saja dengan omongan suaminya itu.


"Aku tidak mudah percaya lagi sama kamu mas, sudah sering kamu menyakiti hati aku! batin Lea


"Mas banyak masalah di kantor sayang, makanya mas melampiaskan kemarahan mas dengan cara minum!


"Mas khilaf sayang! ujar Raka lagi.


"Kalau kamu memang banyak masalah, apa salahnya kamu cerita masalah kamu itu ke aku! ujar Lea


"Mas takut cerita sama kamu sayang, mas tidak mau kamu terlibat dalam masalah mas! ujar Raka


"Apa sebesar itu masalah yang kamu hadapi, sehingga kamu tidak mau aku terlibat dalam masalah omong kosong kamu itu! ujar Lea, ia tidak bisa percaya dengan semua ucapan suaminya itu lagi.


"Serius sayang mas tidak bohong! ujar Raka meyakini istrinya itu.


Lea menggeleng-gelengkan kepalanya, "mas jangan bohongi aku, aku tau kamu itu bohong, aku bukan anak kecil lagi! ujar Lea.


"Mas tidak bohong sayang! ujar Raka


"Aku tidak percaya mas, aku sangat-sangat tidak percaya sama kamu! batin Lea.


...


bersambung...


...----------------...


Komen sesuai dengan yang ingin kalian ucapkan, asalkan tidak mematahkan semangat author saja.


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2