Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 91. Tidak Akan Menyakiti Kamu Lagi


__ADS_3

Lea mengantarkan raka ke luar rumah, banyak perubahan dari sikap raka yang semulanya caper ke lea, kini ia cuek ke lea.


Tapi berbeda dengan lea, malahan sebaliknya, yang semula cuek kini sudah memberi perhatian kecil.


Biasanya raka yang membawa tas kerjanya sendiri ke luar, tapi kini lea yang membawakan nya.


"Hati-hati di jalan ya, jangan ngebut! ujar lea lalu memberikan tas kerja itu ke raka, raka mengangguk kecil saja pertanda mengiyakan ucapan lea.


Kini lea yang mengambil tangan raka untuk di salami nya, biasanya raka yang selalu kekeuh yang menyodorkan tangannya ke lea.


"Aku berangkat dulu! ujar raka masih cemberut, lea menahan tangan raka


Lalu lea menunjuk keningnya, raka menautkan alisnya, sekali lagi Lea memberi kode ke raka, tapi raka tak paham-paham juga.


Lea menghela nafas lalu ia menyuruh raka untuk pergi, karena raka tidak paham kode keras dari lea.


"Nggak jadi! ujar lea


Lalu lea masuk ke dalam rumah, raka masih berdiri di depan pintu mobilnya, lea menoleh ke belakang, "pasti mas raka tungguin anak-anak nya, hingga dia nggak mau pergi! lirih lea


Kedua anak-anak nya masih belum selesai sarapan maka nya kedua bocah itu tidak menemui daddy nya.


Lea kembali ke tempat raka, "nungguin anak-anak ya? tanya lea


Raka mengangguk kecil, "mereka belum selesai sarapan mas, lebih baik kamu pergi ke kantor dari pada telat! ujar lea


Tapi raka menggeleng-nggelengkan kepalanya, "panggil aja sebentar! titah raka


Lea menghela nafas panjang, lalu ia masuk ke dalam rumah, dan ternyata kedua anaknya sudah sampai di ambang pintu.


"Mommy... daddy mana? tanya zia


"Daddy mana mommy? tanya zio


Terus lea menunjuk raka yang berdiri di dekat mobil nya, "daddy belum pergi kok! ujar raka, lalu raka memanggil kedua anaknya itu supaya mereka mendekat ke raka.


"Daddy... nanti pulang beliin adek coklat ya! ujar zia


"Kakak mau mainan aja, nggak mau coklat nanti gigi kakak bisa bolong-bolong! oceh zio yang ucapan nya masih tersendat-sendat, sama juga seperti zia yang intonasi ucapan nya masih belum lancar.


"Bagus kakak! ujar raka menggusar-gusar rambut zio, sementara zia memajukan bibirnya sesenti.


"Adek nggak boleh makan coklat, nanti giginya bisa bolong lho! ujar raka mengelus pipi zia


"Nanti daddy beliin adek boneka panda! ujar raka


"Nggak mau, adek maunya coklat! ujar zia


Lea hanya mendengarkan ucapan dari mereka, lea geleng-geleng kepala saat zia meminta coklat.


"Benar kata kakak tadi zia, zia nggak boleh makan coklat! ujar lea

__ADS_1


"Nggak pokonya adek mau coklat! ujar zia cemberut.


"Iya...nanti daddy beliin coklat! ujar raka


Lalu raka berpamitan dengan kedua anaknya itu, "ingat pesan daddy, jangan nakal! ujar raka


"Siap daddy! ujar keduanya, raka tersenyum manis memperlihatkan lesung pipi nya.


Kini raka sudah pergi, tumben-tumbenan nya lea melihat raka pergi, sampai mobil raka benar-benar menghilang barulah lea masuk ke dalam rumah.


"Sama aku dia cemberut, coba sama anak-anak dia full senyum, nyebelin nggak tuh? ujar lea menutup pintu utama secara kasar.


"Bau-bau nya lagi ngambekan nih? ujar mami yulie


Lea kaget saat mami yulie sudah berdiri di belakang nya, "eeh...ada mami! ujar lea sedikit malu


"Kenapa lagi dengan raka? tanya mami yulie


"Nggak kenapa-napa kok mi, mami tenang saja, masih aman kok! ujar lea


Mami yulie menganggukkan kepalanya, "syukurlah kalian nggak bertengkar lagi! ujar mami yulie


...


Sore harinya lea sedang di kamar aura, lea melihat keponakan nya yang baru berumur 2 bulan itu di kamar aura.


"Aaatutut.... keponakan onty ganteng banget! ujar lea mencium abizar


Lea tertawa kecil, "hahaha, mbak aura bisa aja, bukti nya mas raka nggak ganteng tuh! ujar lea


Aura tersenyum dengan ucapan lea itu, "kok gitu, raka ganteng kok, sama kayak mas riki! ujar aura


"Nggak menurut aku mbak, mas raka sekarang aja mirip buaya darat cap kadal! ujar lea


Tawa aura langsung tersambur saat lea bilang kalau raka mirip buaya darat cap kadal, "ha-ha-ha... ha-ha-ha... ada-ada aja kamu lea! tawa aura


"Emang kenyataan mbak, bukan neko-neko lagi! ujar lea juga ikut tertawa.


"Para ibu-ibu lagi gibahin kembaran aku! ujar riki yang baru masuk ke dalam kamar.


"Emang benar ya raka itu mirip buaya darat cap kadal? tanya riki


"Ya iya lah kak, buaya darat cap kadal emang pantas julukan dia, apa lagi tampang nya itu, nyebelin! ujar lea


"Ha-ha-ha...! riki tertawa terbahak-bahak


Lalu mereka diam sejenak, "aku keluar dulu nggak enak gangguin kalian! ujar lea lalu lea keluar dari kamar aura.


...


Sore berubah jadi malam kini lea sedang duduk di sofa ruang tamu, semua orang sudah ke kamar nya masing-masing, tapi ia tetap duduk di sana.

__ADS_1


"Tumben jam segini dia belum pulang juga? gumam lea melihat jam di hp nya.


Lea mulai gelisah tidak mengetahui kabar nya sekarang ini, di telepon juga tidak aktif, ia sangat khawatir dengan raka.


"Apa dia lembur? kalau lembur setidaknya dia beri kabar orang rumah kalau dia lembur! gumam lea


Kini lea sedang mengintip di gorden rumah, ia melihat keluar rumah, "aah...dia kemana sih? lirih lea


Lea kembali duduk di sofa ruang tamu, ia tidak tenang saat duduk pikiran buruk sudah menghantui nya.


"Jangan bilang kalau dia bermain api lagi di belakang aku! ujar lea.


Lea mondar-mandir di dekat sofa itu, ia tidak mau tenang, kini lea mengintip di sebalik gorden lagi.


"Tidak ada tanda-tanda kedatangan nya! gumam lea, lalu lea menutup gorden itu lagi.


Kini ia duduk di sofa lagi, ia masih memegang hp miliknya, tidak lama dari itu deruan mobil terdengar di depan rumah.


Lea buru-buru membuka pintu utama, raka sudah berdiri di depan pintu, bajunya yang semula rapi sudah berantakan, begitu juga dengan rambutnya yang sudah berantakan.


Lea menatap suaminya itu dari atas sampai bawah, lalu raka menaikan sebelah alisnya, seolah-olah menanyakan sesuatu ke lea.


"Dari mana? tanya lea sambil memangku tangannya ke dada.


"Lembur! jawab raka


Lea tidak percaya dengan ucapan raka, karena penampilan raka yang sangat kusut dan berantakan ini.


Lea mengangguk sebagai jawaban nya, saat raka masuk ke dalam rumah lea mencekal tangan raka, "jawab jujur, jangan berbohong lagi! ujar lea


"Jujur apa? tanya raka


"Kamu takut kalau aku bermain api lagi? jawaban nya tidak sayang, penampilan berantakan seperti ini kamu tidak percaya dengan aku? tanya raka menautkan kedua alisnya.


"Kalau iya gimana? ujar lea


Lalu raka mengelus pipi lea, "aku sudah bilang aku berjanji tidak akan menyakiti hati kamu lagi! ujar raka


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2