
Siang harinya Raka bersama keluarga Lea bersiap-siap untuk pergi ke Jakarta, Lea bersama kedua anaknya pergi menggunakan mobil Raka, sedangkan orang tua Lea pergi menggunakan mobil ega, kebetulan ega siang ini pergi ke Jakarta juga.
"semuanya sudah siap? tanya raka
"sudah kita tinggal berangkat aja lagi! jawab bunda inka.
"lea, nanti kalau kamu kecapekan jangan lupa istirahat dulu ya, kasihan anak-anak kamu! ingat bunda inka
"iya bunda! ucap lea
"jangan iya, iya aja! oh iya kamu ka jangan ngebut-ngebut bawa mobil nya kasihan baby kamu dan istri kamu! peringat ayah arka
"siap yah!
mereka sekarang sudah melajukan mobilnya, Raka bersama Lea sudah duluan perginya dari orang tua Lea
Di dalam mobil Lea hanya diam dan melirik kesamping saja.
"sayang...
"hmm...
"nggak capek apa liat ke samping mulu? tanya raka
"Alhamdulillah nggak tuh! jawab lea ketus
Raka kelihatan kesal karena Lea melirik ke samping mulu.
"kalau suami ngomong liat kesini! ucap Raka jengkel
Lea melihat ke arah Raka dengan wajah malas
"iya ada apa? tanya lea
"kita berhenti sebentar dulu ya, kasihan anak-anak! ucap Raka
"hmm... iya mas, aku juga capek gendong mereka berdua! keluh lea.
Raka menepikan mobilnya, mereka berdua merilekskan tubuh nya yang sudah lelah.
Seketika bayi kembarnya menangis
"owek...owek...owek...
"kenapa anak mommy haus? ucap Lea, Lea mengeluarkan dot bayi yang sudah terisi sama ASI dari dalam tasnya.
"sini daddy yang gendong Zia! ucap Raka, Lea memberikan Zia ke raka.
Sudah lama mereka istirahat lalu Raka melanjutkan perjalanan nya.
Dalam perjalanan Lea banyak diamnya ketimbang bicara, sampai-sampai dia lapar tapi Lea tidak memberi tahu raka kalau dia lapar, Lea memegang perutnya saking lapar nya.
Raka yang melihat Lea memegang perutnya jadi heran.
"kenapa? tanya Raka melihat lea, lalu fokus lagi mengemudi
"nggak papa! jawab lea
"terus kenapa pegang perut kayak gitu? tanya raka
"hmm...nggak papa kok mas! jawab Lea
Lea malu memberitahu Raka kalau dia kelaparan.
"kriuuk....
"kriuuk...
"kriuuk...
perut Lea berbunyi pertanda kalau perutnya benar-benar mau mintak di isi
"aduhhh perut bisa kompromi nggak, aku malu! batin Lea
Raka mendengar bunyi perut Lea yang bergemuruh karena lapar, Raka senyum-senyum melihat Lea.
melihat Raka senyum-senyum Lea jadi malu, terpaksa Lea mengaku kalau dia lapar
"mas lapar! ucap Lea malu
"kenapa nggak bilang dari tadi? tanya raka
__ADS_1
Lea hanya menunduk malu.
"kamu mau apa? tanya raka
"nasi Padang aja mas! ucap Lea matanya yang sudah berbinar-binar
"oke kita cari dulu warung nasinya! ucap Raka tersenyum.
tidak lama dari itu mereka menemukan warung nasi padang. "kamu tunggu di sini sama anak-anak biar mas aja yang belikan! ucap raka.
Lea mengangguk, Raka turun dari mobil untuk membeli makanan, kira-kira dua puluh menit Raka kembali lagi membawa dua bungkus nasi Padang dan air mineral.
"makasih mas! ucap lea
"kayak siapa saja mintak terima kasih aku ini suami mu! ucap raka
"hehe iya!
"kamu makan duluan biar anak-anak aku yang gendong!
Lea mengangguk, setelah itu Lea memakan makanannya sambil melirik raka, setelah selesai makan Lea mengambil Zio sama Zia dari gendongan Raka.
sekarang giliran Raka yang makan selesai makan Raka melanjutkan perjalanan nya lagi.
"oh iya orang tadi siapa? tanya raka
"siapa? Lea balik bertanya
"itu yang tadi, yang sama ayah dan bunda! ucap Raka.
"ooh itu! Lea tidak melanjutkan ucapannya
Raka menantikan jawaban dari Lea, tapi Lea malah menjeda ucapan nya. Raka jadi jengkel karena Lea tak kunjung memberi jawaban
"oh itu apa sayang? tanya Raka jengkel
"apa? Lea pura-pura lupa tentang topik pembicaraan nya tadi.
"ck! decak Raka, jangan pura-pura lupa tentang apa yang kita bahas ya! ucap raka
Lea menahan tawanya, tapi Raka masih dapat melihat kalau Lea sedang menahan tawanya
"nggak usah ketawa! ucap Raka kesal
Raka hanya diam saja, "itu aja udah ngambek! ejek lea
"dia itu teman seperjuangan aku mas! ucap lea
"teman apa teman? tanya Raka lagi
"serius teman aku, teman pas waktu sama-sama masuk kerja di kantor kamu, waktu itu aku lulus dianya nggak! ucap Lea panjang lebar.
"lega! ucap Raka
Lea menautkan kedua alisnya.
"cemburu bilang aja kali mas! goda lea
"aku nggak cemburu ya! pungkas raka
"masa sih? Lea masih saja menggoda raka
Raka tidak lagi meladeni ucapan lea, sudah lima jam mereka menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Raka.
sedangkan ayah arka dan bunda inka sudah sampai duluan dari raka.
Lea masih di dalam mobil, dia termenung melihat rumah itu lagi, dimana rumah ini menjadi kebahagiaan yang tercipta dulu.
Mami yulie bersama papi Mahendra sudah menyambut kedatangan Lea dan keluarga nya.
nampak mami Yulie memeluk bunda inka.
"buk inka apa kabar? tanya mami yulie
"Alhamdulillah saya sehat buk!
"saya minta maaf atas kesalahan anak saya yang telah perbuat ke lea! ucap mami yulie
"saya sudah memaafkan nya buk, saya anggap ini pelajaran bagi Raka maupun lea!
"iya terima kasih telah memaafkan anak saya buk!
__ADS_1
bunda inka menganggukkan kepalanya
Lea masih di dalam mobil dia masih mengingat kenangan indah bersama Raka dulu di rumah ini.
Raka membuyarkan lamunan lea
"sayang ayo turun! mami pasti udah kangen sama kamu dan kedua cucunya ini! ucap Raka
Lea membuang nafas panjang
"huff.... bismillah
Lea turun dari mobil sambil menggendong Zia sedangkan Zio digendong oleh Raka.
"assalamualaikum mami.... tak terasa air matanya sudah menetes
"wa'alaikumussalam Lea....
"selamat datang kembali di rumah ini nak, semoga kamu betah tinggal di sini dan tidak berfikir untuk pergi lagi! ucap mami yulie memeluk lea.
Lea hanya diam sambil terisak dalam pelukan mami yulie.
"cucu mami sehat? tanya mami yulie
"Alhamdulillah sehat mi, ini yang Lea gendongan Zia dan di gendong mas Raka Zio! ucap Lea memperkenalkan nama anak-anaknya ke mami Yulie
mami yulie menangis bahagia melihat kedua cucunya.
"boleh mami gendong?
Lea mengangguk lalu mami Yulie mengambil Zia dari gendongan lea.
"cucu Oma cantik ya kayak mamanya!, semua yang melihat hanya tersenyum bahagia, papi Mahendra mendekati raka.
"jangan ulangi kesalahan kamu lagi, kalau kamu mengulangi nya lagi siap-siap saja mendapatkan resiko yang lebih dari ini! tekan papi Mahendra
Raka langsung mematung mendengar ucapan papi Mahendra yang penuh penekanan itu.
"Raka janji tidak akan mengulangi lagi papi! ucap Raka sungguh-sungguh
sekarang mereka sudah masuk ke dalam rumah, sedangkan Ega sudah pergi.
"lebih baik sekarang kalian istirahat, kasihan juga si kembar! ucap mami yulie
"oh iya buk inka sama pak arka lebih baik istirahat juga, kalian pasti capek juga! ucap mami yulie.
"mari saya antar tuan nyonya! ucap bik iin
mereka semua istirahat di kamarnya masing-masing.
"mami senang Pi akhirnya Lea kembali lagi ke sini!
"iya papi juga senang mi, kalau gitu papi ke ruang kerja papi dulu!.
"iya Pi
Lea masih ingat terakhir kali dia menginjakkan kaki di kamar ini, pas waktu dia mengalami pendarahan.
"kenapa melamun ayo masuk! ucap Raka membuyarkan lamunan lea.
"iya mas! pertama kali yang Lea lihat di dalam kamar ini adalah foto pernikahannya dengan raka yang sangat jelas di dinding kamar.
"welcome to sayang di kamar kita! ucap Raka
Lea tersenyum.
"tidak ada yang berubah di kamar ini, masih sama persis waktu pertama kali aku memasuki kamar ini! ucap lea
"tentu tidak ada yang berubah, kan ini semua permintaan dari kamu, aku tidak mau merubahnya.
Lea tersenyum lalu dengan refleks nya mencium pipi raka.
....
bersambung....
...----------------...
author terus terang aja ya kalau kalian nggak suka sama cerita author lebih baik skip aja!!!
I don't like being offended, got it!!!
__ADS_1
don't like skip it!!!