
Sudah tiga hari pasca kejadian itu, semua orang yang berada di rumah itu tidak ada yang mau menyapa Raka, bahkan mereka semua hanya mendiami Raka.
Kini Lea sedang duduk termenung di kamar anaknya, sementara si kembar lagi bermain bersama Humaira.
Lea melamun sambil menyeka air matanya yang sempat mengalir.
"Hancur sudah harapan ku untuk bahagia selamanya dengan orang yang sangat aku cintai! lirih Lea
"Dulu aku sangat mencintai suami aku, tapi sekarang rasa cinta itu sudah tergantikan dengan rasa kebencian!
"Hati aku hancur sangat hancur saat melihat suami aku sendiri bermesraan dengan perempuan lain!
"Hiksss....hiksss...hiksss....
"Kenapa mas, kenapa kamu tega menghancurkan kepercayaan aku untuk kamu, kenapa kamu lebih memilih wanita lain di bandingkan aku!
"Apa kurangnya aku mas? lirih Lea di sela-sela tangisannya.
"Kamu tega dengan aku dan anak-anak kita, dulu aku berjuang sendirian tanpa ada kamu di samping aku, tapi kini kamu malah menghancurkan keluarga kamu sendiri!
"Kamu brengsek mas!
"Aaaaa..... teriak lea memukul-mukul dinding kamar
Semua orang terkejut mendengar ada suara teriakan dari kamar twins.
"Mami bukankah itu suara lea! ujar aura
"Iya itu suara lea, ada apa dengan dia? ujar mami yulie, beranjak pergi menuju kamar si kembar.
"Aaahhkk....raka brengsek kamu! teriak Lea sekali lagi memukul-mukul dinding, sehingga membuat tangannya berdarah.
Mami Yulie bersama aura membuka pintu kamar itu, mereka melihat Lea yang sedang menangis sangat hancur.
"Astagfirullah alhazim....! ujar mami yulie mengejar Lea.
"Sudah nak, jangan menyiksa diri kamu begini! ujar mami yulie juga ikut menangis.
Aura juga ikut memeluk Lea, "sudah Lea, jangan seperti ini, kamu yang kuat Lea, ingat masih ada anak-anak kamu Lee! ujar aura
"Hikss...aku nggak kuat, aku sudah tidak sanggup lagi! tangis Lea
"Kami ada di sini nak, kami yang akan mensuport kamu! ujar mami yulie
Dengan teriakan Lea yang sangat keras tadi, membuat Raka juga ikut terkejut.
Ia ingin melihat istrinya itu, tapi ia juga takut kalau Lea akan memarahinya.
"Sayanggg...! lirih Raka di kamar nya
Dengan sangat penasaran Raka nekat untuk melihat istrinya itu.
"Sayang! ujar Raka juga ikut mendekat
"Kamu ngapain kamu ke sini! ujar mami yulie memarahi Raka
__ADS_1
"Aku ingin melihat istri aku mi! ujar Raka
"Jangan kamu panggil saya dengan kata sayang dengan mulut kotor kamu itu! ujar Lea
Lalu Lea berdiri, ia menatap Raka walaupun air matanya masih mengalir deras.
"Sudah saya katakan berulang-ulang kali, jangan pernah menyebut saya dengan kata sayang! ujar Lea
"Plakk
Satu tamparan keras melayang mengenai pipi sebelah kanan Raka.
"Saya hancur gara-gara anda! tunjuk Lea ke Raka.
"Anda mau apa lagi dari saya ha?, mau membunuh saya?, iya itu yang anda inginkan? ujar Lea menampar pipi Raka lagi.
"Sudah cukup anda membuat saya hancur begini! ujar Lea mendorong tubuh Raka.
Raka tidak ada perlawanan sedikitpun, ia hanya diam menatap istrinya yang lagi marah ke dia.
"Ceraikan saya Raka! ujar Lea
Namun Raka menggeleng-nggelengkan kepalanya, mami yulie berserta aura hanya diam melihat pertengkaran Lea dan Raka.
"Kamu pantas mendapatkan hukuman yang lebih lagi Raka! mami Yulie angkat bicara.
"Aku tidak akan menceraikan kamu! ujar Raka
"Terus kamu mau menyiksa saya, dengan cara keji itu! ujar Lea
"Kamu tidak pantas mendapat kata maaf dari saya! ujar Lea
Lalu dengan brutalnya Lea memukul-mukul dada bidang suaminya itu.
Seperti biasa tidak ada perlawanan sedikitpun dari Raka, Raka hanya diam saja malahan dia tambah merentangkan tangannya.
"Aku benci orang penghianat seperti kamu! ujar Lea
"Hikss...hiks...hiks...!, lalu Lea berhenti memukul-mukul Raka.
"Pergi dari sini! bentak Lea menunjuk ke arah pintu.
Tapi Raka masih saja diam di tempat nya, "aku tidak akan pergi sebelum kamu mau maafin aku! ujar Raka
Lea tertawa kecil walaupun air matanya masih membasahi pipinya, "mau nangis darah pun sekalian aku tidak akan memaafkan laki-laki brengsek seperti kamu! ujar Lea
"Laki-laki seperti kamu itu tidak ada gunanya di maafkan lagi, aku, aku tidak mau mempunyai suami bejat seperti kamu! caci maki Lea.
"Cukup! bentak Raka
"Apa?, kamu mau apa? ujar Lea
"Aku tau aku memang laki-laki baji**an, tapi aku tidak suka kalau kamu mencaci suami kamu sendiri! ujar Raka
"Apa aku salah?, aku tidak salah yang salah itu kamu, andai saja kamu tidak selingkuh di belakang aku, aku tidak akan berubah jadi gini!
__ADS_1
"Karena hati aku sudah terlalu hancur, emosi ini telah memenuhi jiwa aku ini, jadi kalau anda melihat saya seperti ini tolong introspeksi diri anda dulu!
"Saya tidak akan berubah jadi jahat gini kalau bukan gara-gara anda, saya bukan Lea yang dulu, Lea dulu sangatlah lemah, tapi Lea yang sekarang adalah yang kuat! ujar Lea.
Raka menggeleng-nggelengkan kepalanya, "tidak kah kamu mengingat kebahagiaan kita dulu dengan anak-anak kita! ujar Raka
"Ha-ha-ha, kenangan dulu tidak ada artinya untuk saya! ujar Lea sambil tertawa.
"Cukup! bentak mami yulie
"Kamu Raka, jangan membahas kenangan indah dulu, kamu yang salah kamu telah menghancurkan kebahagiaan kamu sendiri! ujar mami yulie
"Saya tidak pernah mempunyai anak seperti kamu! ujar mami yulie, lalu mami yulie beranjak dari sana.
Kini tinggal Lea dan Raka di kamar itu, "mami jangan hukum aku seperti ini mami, aku memang salah mi! lirih Raka
Lalu Raka menatap Lea dengan tatapan iba, "beri aku kesempatan lagi sayang! ujar Raka
"Nggak ada kesempatan ke-3 untuk laki-laki seperti kamu ini! ujar Lea, lalu Lea pergi dari kamar itu.
"Enak saja kamu dapat kesempatan lagi mas, aku yang selalu kamu sakiti, dan aku sudah muak dengan kamu! gumam Lea menghapus jejak air matanya.
"Aku memang salah Lea, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku lagi, sudah cukup waktu itu kamu pergi dari hidup aku! batin Raka
Kini Lea pergi ke kamar Humaira untuk melihat anaknya.
"Hai mommy boleh gabung? tanya Lea
"Boleh kak, masuk saja! ujar Humaira
Lalu Lea duduk lesehan bersama dengan anak-anaknya itu, "kalian pada main apa? tanya Lea
"Main boneka sama mobil-mobilan omy! ujar Zio
Humaira menatap kakak iparnya itu dengan tatapan sedih, "maafin kakak aku ya kak! ujar Humaira
Lea hanya tersenyum kecil, "tidak usah bahas itu uma! ujar Lea
"Aku tidak akan mau memaafkan kamu Raka, sudah cukup hati ini terluka untuk yang kedua kalinya! batin Lea
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update, kini author tidak enak badan, maka nya author jarang update
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π