
Sudah satu hari ini lea melamun di saat jam kerjanya, dia teringat dengan ucapan acha waktu itu.
Bahwasanya raka kini sedang sakit, "kenapa tidak ada yang beri tahu aku kalau mas raka sakit? lirih lea
Ia kembali membaca laporan keuangan perusahaan ini, namun lea tidak konsen lagi dengan kerjaan nya itu.
Dia memijit-mijit pelipis nya, lalu merebahkan tubuhnya ke sandaran kursi.
"Ayo dong lea fokus saja sama pekerjaan kamu, nggak usah mikirin dia lagi! lirih lea menyemangati dirinya
"Kalau seperti ini terus kamu kapan move on nya? gumam lea
Tok...tok...tok...
Ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan lea, dengan suara lemas lea menyuruh orang itu masuk.
"Iya masuk! ujar lea
"Permisi ibu, bukanya hari ini ibu ada meeting dengan perusahaan mahendra company? tanya sekretaris lea
"Oh, astaga untung kamu ingatkan saya, hampir saja saya lupa! ujar lea
Saking stres nya dia memikirkan raka, ia sampai lupa kalau hari ini dia ada meeting dengan perusahaan mahendra company.
"Apa berkas yang saya suruh sudah kamu siapkan? tanya lea ke sekretaris nya itu
"Semua nya sudah beres yang telah ibu minta tadi! ujar sekretaris itu.
Kini lea menuju ke ruangan meeting, di ujung lorong ia melihat sosok yang sangat mirip dengan raka.
"Mas raka! gumam lea memperhatikan sosok itu yang berjalan menuju ruangan meeting itu.
"Aaah, bayangan apa ini? lirih lea membuang jauh-jauh pikiran nya itu.
"Itu hanya mirip saja, bukan dia!
"Puufff....kenapa aku bisa-bisa nya memikirkan dia lagi? ujar lea menarik nafas nya.
Sesampai di depan pintu ruangan meeting itu, lea sedikit nerfes, "yok kamu bisa lea, ini bukan meeting yang pertama kali kamu pimpin, tapi sudah banyak kali!
"Lagi pula kamu sudah banyak mendapatkan ilmu dari raka! ujar lea menyemangati dirinya.
Lagi-lagi lea memikirkan raka, mulutnya itu tidak pernah berhenti menyebut nama mantan suami nya itu.
Ceklekk
Lea membuka pintu ruangan meeting itu, hal pertama yang ia lihat adalah wajah yang sangat mirip dengan raka.
"Mas raka?, tidak dia bukan mas raka, dia kan lagi sakit mana mungkin dia bisa ke sini, astagfirullah ini kan kak riki
"Bisa-bisa nya aku salah orang saking teringat dengan mas raka, padahal yang ada di sini kak Riki! batin lea
"Bisa kita mulai? tanya riki
Lea masih berdiri di ambang pintu, lalu ia tersentak dari lamunannya, ia lalu duduk di kursi paling ujung.
"Akhirnya aku bisa menemukan keberadaan lea, setelah meeting ini aku akan bicara sama dia! batin riki
__ADS_1
"Mohon maaf sebelumnya, saya sedikit telat karena tadi ada masalah sedikit! ujar lea
Kini semua orang yang ada di dalam ruangan meeting itu lagi memperhatikan lea yang menjelaskan kontrak kerja sama nya dengan perusahaan mahendra company.
Setelah lama mereka meeting, akhirnya meeting selesai juga.
lea masih di dalam ruangan itu, ia mengulang membaca kontrak kerja sama itu lagi, sementara klien yang lain sudah pergi.
"Maaf bu hari ini ibu ada meeting lagi di jam 2 siang nanti! ujar sekretaris lea.
"Oke, nanti kamu ingatkan saya lagi, saya takut lupa lagi! ujar lea masih membaca berkas tadi.
Kini lea kembali ke ruangan kerjanya, di depan ruangan itu lea melihat riki yang lagi menunggu lea.
"Ada apa kak riki di ruangan ku? gumam lea
Lea menghampiri riki, "ada hal yang perlu kakak katakan tentang kontrak kerja tadi? tanya lea
"Oh, bukan itu, apa kita bisa bicara empat mata saja! ujar riki, karena di sana banyak orang yang lalu lalang.
"Oh, begitu, mari masuk ke ruangan aku kak! ajak lea
Kini mereka duduk di sofa ruangan itu, "akhirnya kakak bisa menemukan kamu lea! ujar riki
Lea hanya tersenyum saja, "kakak apa kabar?, mami, papi dan yang lain apa kabar kak? tanya lea basa-basi saja.
"Kami baik-baik saja! ujar riki
"Oh iya, kakak mau bicara apa? tanya lea
"Berhubung kita bertemu di sini, kakak mau kasih kabar buruk ke kamu! ujar riki
Lalu riki mengangguk kecil dengan raut wajah sedih.
"Raka sangat membutuhkan bantuan kamu dan anak-anak nya! ujar riki
"Bantuan apa maksud kakak? tanya lea
"Hanya kamu yang bisa menyembuhkan nya dari penyakit nya itu, bukan kamu saja zio, zia, ia juga sangat butuh bantuan dari anaknya juga! ujar riki
Wajah lea seketika berubah menjadi sedih, "kenapa harus aku kak? tanya lea
"Karena kamu merupakan salah satu wanita yang sangat di cintai oleh adik, aku! ujar riki
"Kalau memang benar aku wanita ia cintai, terus kenapa dia menghianati aku? ujar lea
"Mungkin dia khilaf le, semua orang pasti punya salah! ujar riki
Lea hanya diam saja, "kamu mau kan bantuin raka, supaya dia bisa pulih kembali? ujar
"Nggak tau lah kak! ujar lea
"Tolong bantu raka, hanya kamu dan anak-anak kamu yang bisa menyembuhkan nya, apa kamu tega dengan raka?
"Dia histeris terus semenjak kamu mengugat cerai nya, apa lagi dia sedih waktu itu kamu membawa anak-anak tanpa kamu kasih tau dia dulu!
"Apa lagi kamu pergi tanpa ada orang yang tau kamu dimana waktu itu!
__ADS_1
"Sehari setelah perceraian kalian, raka sangat terpukul dia tidak tentu arah, saya sebagai kakaknya tentu sedih melihat nya!
"Bukanya saya egois, tidak lea, kakak hanya ingin melihat kembaran kakak pulih kembali! ujar riki
"Aku bukanya tidak mau membantu dia kak, tapi apa kakak tidak memikirkan hati aku, bagaimana aku hancur dulu kak! ujar lea
"Kakak paham itu lea, kakak tau kamu sangat hancur waktu itu, tapi tidak kah kamu ada rasa iba sedikit buat raka?
"Biar bagaimanapun raka dulunya bagian dari hidup kamu! ujar Riki
"Sudah lah kak, kakak jangan paksa aku, aku butuh waktu sendiri, sekarang kakak pergi saja!
"Sulit buat aku kak untuk melupakan rasa sakit ini! ujar lea
"Tapi tolong bantu raka sekali ini saja! ujar riki
"Maaf kak aku tidak bisa! ujar lea
"Tolong tinggalkan aku sendiri! ujar lea lalu dia mempersilakan Riki untuk keluar.
Namun Riki masih tetap di situ, ia masih menunggu bantuan dari lea.
"Tolong sekali ini saja lea, ini demi anak-anak kamu juga! ujar Riki
"Maaf kak aku belum bisa! ujar lea.
"Baik kakak akan pergi, tapi tolong pertimbangan kan lagi, ini demi anak-anak kalian, jangan egois lea! ujar Riki lalu ia bergegas pergi dari tempat itu.
Kini lea sedang termenung dia menangis dalam diam.
"Hikss...hikss...kenapa aku jahat sekali sama dia, sementara dia lagi membutuhkan aku! lirih lea di sela-sela tangis nya
"Apa aku harus kembali lagi ke Indonesia?, tapi hati aku masih sakit!
"Aku harus apa?, kenapa hati aku bimbang seperti ini?
"Bukanya aku pengen menemui dia?, tapi kenapa lagi dengan hati aku?
Tubuh lea bergetar karena isak dari tangisan nya itu.
...
bersambung...
Alur cerita yang author buat kok bisa gini ya?, rasanya author tidak tega memisahkan lea dengan raka, mereka itu tidak bisa di pisahkan karena mereka saling mencintai satu sama lain.
Jadi kalau mereka bersatu kembali ada yang setuju tidak?
Menurut author sendiri lebih seru lagi kalau mereka bersatu kembali!
Kalau setuju komen ya, jangan ada yang mem bullying author, karena cerita ini hanya fiktif belaka saja!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π