Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 79. (POV Twins) Bertemu Daddy Bagian 2


__ADS_3

Raka menatap putri kecilnya itu yang sedang menangis di gendongan lea.


"Hiks...hiks...hiks... mommy, adek nggak mau bertemu dia, dia bukan daddy adek! tangis zia memeluk erat lea


"Itu daddy sayang! ujar lea


"Hiks...nggak, itu bukan daddy!


"Adek mau daddy tapi bukan orang itu! ujar zia


"Ziaa...hey liat mommy dulu! ujar lea


Lalu zia melihat mommy nya itu, isakan kecil masih terdengar dari zia.


"Coba liat daddy itu dulu! ujar lea menunjuk raka yang sudah berdiri dekat dengan nya.


"Dia bukan daddy zia mommy! ujar zia


"Zia...!


"Anak ku, kamu zia, anak ku! ujar raka ingin mengambil zia dari gendongan lea.


Namun zia meronta-ronta saat di ambil oleh raka, "nggak mau, dia bukan daddy zia! ujar zia pengen di lepaskan dari raka.


"Zia anak ku, kamu zia kan! ujar raka mencium-cium pipi zia, zia selalu menghindar saat daddy nya itu hendak mencium zia.


"Huaa.... mommy....! tangis zia semakin kencang


"Mas, ke sini-in zia, dia takut sama kamu! ujar lea


"Tidak ini anak ku, zia ini daddy! ujar raka menepis tangan lea.


"Huaa... mommy...zia takut...huaa... mommy...! tangis zia meronta-ronta dalam gendongan raka.


"Mas, zia takut sama kamu, sini-in dulu! ujar lea.


"Daddy, turunin adek dulu! ujar zio


"Nggak, dia putri ku! ujar raka


"Nggak mau kamu bukan daddy aku! ujar zia memukul-mukul raka.


Dokter itu mengambil paksa zia dari gendongan raka, "anda tidak boleh kasar dengan anak kecil, jadi saya ambil anak ini dulu ya! ujar dokter itu, lalu raka memberikan zia ke dokter itu.


Kini zia di gendong oleh lea kembali, lea mengelus-elus lembut punggung anaknya itu.


"Kenapa zia seperti itu?, itu daddy lho, tapi kamu kangen sama daddy, kini daddy sudah di depan kita lho! ujar lea


"Dia bukan daddy zia mommy!


"Dia dekil, kurus, jelek! ujar zia


"Daddy yang asli ganteng, badannya bagus, putih juga, rambut daddy juga bagus, kalau ini rambut nya panjang, daddy zia rambutnya pendek! ujar zia.


"Itu daddy nak, daddy sekarang lagi sakit, maka nya seperti itu! ujar lea

__ADS_1


"Kamu ingat tidak, kalau daddy punya lesung pipi, kayak kakak kamu! ujar lea


"Ingat, tapi itu bukan daddy zia mommy! ujar zia


Lea sudah berusaha membujuk zia tapi zia tetap juga tidak mengakui itu daddy nya, dia malah sembunyi di belakang lea, raka menatap putri kecil nya itu.


"Zia ini daddy! ujar raka


"Tidak! ujar zia


Zia masih sembunyi di belakang lea sambil menyembunyikan wajahnya di baju gamis lea itu.


"Nanti saja mas, zia masih takut! ujar lea


"Tapi dia anakku! ujar raka


"Iya dia anak kita, tapi zia masih takut sama kamu, nanti saja kamu bertemu dengan dia lagi, aku akan bujuk dia! ujar lea.


Kini lea bersama kedua anaknya itu sudah keluar dari bilik kecil itu, dokter pun juga ikut keluar bersama lea tadi.


Dari tadi mami yulie bersama papi mahendra tidak masuk ke dalam bilik itu, karena mereka mau memberi waktu untuk lea dan anaknya saja untuk bertemu raka.


"Kenapa begitu cepat, apa raka tidur? tanya mami yulie


"Mas raka nggak tidur kok mi, tapi zia takut dengan mas raka, kata zia itu bukan daddy nya! ujar lea


"Kok bisa? tanya papi mahendra


"Ya, kata zia daddy nya ganteng tidak dekil seperti itu dan rambut daddy nya juga pendek waktu dulu, tapi sekarang ia melihat rambut mas raka sudah gondrong, ya jadinya zia tidak percaya kalau itu daddy nya! ujar lea


"Iya opa, daddy zia dulu nya ganteng tidak dekil seperti itu! ujar zia


"Tapi itu daddy dek! ujar zio


"Tidak kak, itu bukan daddy kita! ujar zia bersih keras


Kini mami yulie yang membujuk zia, mami yulie jongkok menyamai tingginya dengan zia.


"Itu daddy zia, itu putra oma, dadd-nya zia, sekarang daddy zia lagi sakit, maka nya daddy zia seperti itu, nanti kalau sudah sembuh dan normal kembali daddy zia pasti akan seperti dulu lagi! ujar mami yulie bicara lemah lembut.


"Kalau tidak percaya, ayo kita temui daddy lagi, biar oma yang temani zia ke dalam! ujar mami yulie


"Tapi itu bukan daddy adek oma! ujar zia


"Adek nggak percayaan, jelas-jelas itu daddy! ujar zio ngegas


"Mommy! ujar zia melihat mommy itu, lalu lea mengangguk-anggukkan kepalanya, kini mami yulie bersama zia yang menemui raka, masih di temani oleh dokter itu.


"Raka, ini mami nak! ujar mami yulie


"Ma-mami! lirih raka melihat mami yulie dari atas sampai bawah.


"Ma-mami nya aku? tanya raka.


Mami yulie tak kuasa menahan air matanya, air mata itu tumpah begitu saja, saat raka menyebut mami ke mami yulie, lalu mami yulie menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Iya ini mami nak! ujar mami yulie menjangkau tangan raka, ia tidak menolak jangkauan tangan mami nya itu.


"Mami kenapa menangis? tanya raka menghapus air mata mami nya itu, mami yulie sangat terharu saat raka menghapus air mata nya.


"Omaa...! ujar zia menarik-narik tangan oma nya itu, lalu mami yulie tersenyum ke zia.


"Daddy! lirih zia


"Iya itu daddy kamu, jadi zia percaya kan kalau dia daddy zia? tanya mami yulie


Zia sedikit mengangguk, tapi anggukan kepala nya itu sedikit ragu.


"Oma, nanti dia bukan dadd-nya zia gimana? tanya zia


"Itu memang daddy zia, jadi ayo zia dekat sama daddy zia! ujar mami yulie


Zia lalu mendekat perlahan-lahan ke arah raka, kini raka sedikit tersenyum.


"Daddy, zia kangen daddy! ujar zia memeluk kaki raka.


Raka meneteskan air matanya, melihat putri nya itu yang sedang memeluk kakinya, dokter yang biasa menangani raka jadi ikut terharu melihat kedekatan antara putri dan ayah nya itu.


Setelah lama di ruangan itu akhirnya mereka kembali lagi ke luar, kini dokter tersebut sedang membicarakan kondisi raka.


"Saya juga ikut terharu melihat kedekatan antara anak-anak anda dengan ayah nya, ikatan batin mereka sangat kuat, saya yakin tidak akan lama lagi pasien akan kembali normal!


"Menang firasat saya mengatakan bahwa pasien akan bisa pulih dengan ada bantuan dari anak dan istrinya, ini sangat efektif sekali menurut saya!


"Saya sarankan bagi keluarga pasien ke sini harus sering, dan ajak juga pasien untuk bicara hal-hal yang dulu pernah anda lalui bersama nya dan anak-anak anda! ujar dokter itu


"Baik dokter kami akan selalu sering ke sini dan membawa cucu-cucu kami ke sini, agar raka cepat pulih! ujar papi mahendra


"Kalau tidak ada yang di bicarakan saya pergi dulu, karena saya harus memeriksa pasien yang lain juga! ujar dokter itu


"Silahkan dok, kami sebentar lagi akan balik juga! ujar papi mahendra


Kini lea baru bisa tersenyum saat mendengar ucapan dokter tentang perkembangan raka yang sudah berangsur membaik.


"Cepat sembuh mas, supaya kamu bisa bermain dengan anak-anak lagi, aku berjanji akan membantu kamu untuk sembuh dan kembali normal lagi! batin lea.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2