Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 65. Rumah Sakit Jiwa


__ADS_3

Setelah kembali ke rumah lea mencari bunda inka dan ayahnya, sementara kedua bocah tadi pergi bermain dengan kakek buyutnya


"Kalian suka tidak dengan taman Atlanta Botanical Garden? tanya bunda inka


"Suka bun, tadi saja anak-anak senang, mereka juga gembira! ujar lea


"Syukurlah kalian betah di sini, ayah pikir kalian tidak akan betah, apa lagi si kembar mereka masih baru di sini!


"Mereka juga tidak tau tempat-tempat sini! ujar ayah arka


"Lea juga beranggapan gitu juga yah, lea takutnya mereka minta pulang! ujar lea


"Nanti biar ayah yang bujuk mereka supaya mereka lupa, dan tidak ingin kembali lagi! ujar ayah arka


"Susah yah, mereka tidak akan bisa kita bujuk tadi saja mereka meronta-ronta kembali, mereka sangat merindukan mas Raka yah! ujar lea


"Ayah tidak akan mengizinkan kalian untuk kembali ke Indonesia lagi, biarkan raka tau rasa gimana sakit yang kamu alami!


"Semoga dia mendapatkan karma yang setimpal, yang telah apa dia perbuat! ujar ayah arka


"Ayah jangan terlalu begitu menyumpahi raka, bunda tau kok kalau ayah marah sama raka tapi ayah jangan begitu juga! ujar bunda inka ke ayah arka


"Bunda tidak usah membela laki-laki brengsek seperti dia! ujar ayah arka


"Bunda tidak membela dia yah! ujar bunda inka


"Lea pusing sama anak-anak yah, bun, mereka berdua selalu menanyakan daddy nya, lea harus beri alasan apa lagi yah kalau mereka tanya lagi tentang daddy nya? ujar lea


"Memang alasan yang kemaren sudah tidak bisa lagi? tanya bunda inka


"Mereka nggak percaya lagi bunda! ujar lea


"Nanti kita cari solusinya sama-sama, sekarang ayah mau tanya sama kamu! ujar ayah arka


"Ayah mau tanya apa? tanya lea


"Kamu masih punya perasaan untuk dia? tanya ayah arka


Lea menatap ayahnya dengan tatapan bingung, dia tidak tau harus menjawab apa, jujur saja untuk sekarang ini perasaan nya untuk raka masih sama seperti dulu, ia sudah berusaha untuk melupakan nya tapi ia gagal.


"Jujur yah, bun! ujar lea menekuk wajahnya ia tidak berani melihat ayahnya pas lagi marah


"Jujur apa? tanya ayah arka suaranya sudah marah


"Lea masih mencintai laki-laki itu! ujar lea meneteskan air matanya


"Buang perasaan itu secepatnya! ujar ayah arka dengan tegas


"Kamu serius nak?, sudah berkali-kali dia menyakitimu tapi perasaan kamu ke dia masih ada? tanya bunda inka tidak percaya dan juga syok


"Bunda, ayah lea tidak salah, dia berusaha menyingkirkan perasaan itu, tapi dia tidak bisa, suatu proses itu tidak akan berjalan dengan baik jika kita tidak membantu dia keluar dari situasi itu! ujar azkara

__ADS_1


"Yang di bilang sama aska itu benar yah, bun, yana liat sendiri kok kalau lea itu selalu berusaha melupakan raka, buktinya saja dia selalu mencari ke sibuka sendiri untuk bisa melupakan laki-laki itu! ujar yana


"Tapi ini sudah lama, masa iya kamu masih belum bisa melupakan laki-laki ba**ng** itu! ujar ayah arka


"Lea sudah berusaha yah tapi lea selalu tidak bisa, lea sendiri kadang kecewa sama diri lea yah! ujar lea masih menangis


"Ayah tidak mau mendengar alasan lagi kalau kamu masih mencintainya! ujar ayah arka lalu pergi dari ruang keluarga itu.


Dari kejauhan kakek harto mendengar pembicaraan mereka, kakek harto menghentakkan tongkat nya saking geramnya dengan ucapan cucunya itu


"Untuk apa mencintai laki-laki busuk itu, jelas-jelas dia sudah menyakiti kita! ujar kakek harto mengertakan giginya


"Raka.... kamu akan mendapatkan karma nya, sekarang kamu sudah mulai gila kan dengan keserakahan kamu terhadap wanita! ujar kakek harto


"Anggap saja itu karma untuk laki-laki brengsek seperti kamu, saya berdo'a agar penyakit depresi kamu itu semakin parah dan tidak bisa di sembuhkan! ujar kakek harto saking geramnya


...


Mami yulie membawa raka ke rumah sakit jiwa untuk memeriksa psikis nya, mereka pergi tidak berdua saja, papi mahenda dan Riki juga ikut.


"Mami yakin bawa raka ke sini? tanya riki


"Mami yakin sangat yakin ki, kamu liat saja raka mental nya sudah tidak baik-baik saja, mami tau mana yang baik dan mana yang tidak! ujar mami yulie menatap raka yang lagi termenung itu.


"Kamu liat aja dia! gimana tatapan nya yang kosong itu, itu menandakan kalau kejiwaan adek kamu itu sudah kena! ujar mami yulie


"Iya ki, kamu liat saja perubahan sikap raka, papi juga menghawatirkan dia! ujar papi mahendra


Sebenarnya riki sangat kasihan dengan kembaran nya itu.


"Mami itu lea sama anak-anak aku! ujar raka hendak membuka pintu mobil yang sedang berjalan.


Mami yulie langsung menarik tangan raka yang hendak membuka pintu itu, "jangan ka, berbahaya nanti kamu bisa celaka! ujar mami yulie langsung memeluk raka.


"Tapi itu lea sama anak-anak aku mi! ujar Raka menunjuk ke luar


Riki melihat arah tunjuk raka tapi tidak ada siapa-siapa di sana.


"Nggak ada kak, lo salah liat kali! ujar riki yang sedang menyetir mobil.


"Mata lo buta apa gimana?, jelas-jelas gue liat anak dan istri gue! ujar raka


"Mana? nggak ada! ujar riki berhenti sejenak


"Tadi mereka di sini, lea melambaikan tangan nya ke gue, anak-anak gue senyum liat gue! ujar raka


"Mami benar yang mami ucapkan, riki setuju dengan keputusan kalian untuk membawa raka ke rumah sakit jiwa! ujar riki


"Sekarang kamu percaya kan sama ucapan mami, mami sangat menghawatirkan raka! ujar mami yulie


Kini riki melajukan mobilnya kembali, raka masih melihat ke arah belakang sampai mobil berbelok pun raka masih menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Sayang kembali lah, aku merindukan kamu dan anak-anak! lirih raka


Hati mami yulie rasanya teriris-iris mendengar ucapan raka.


"Papi kenapa anak kita seperti ini?, apa ini karma yang di beri Allah pi? tanya mami yulie


"Papi juga tidak tau mi, mungkin inilah karma yang di dapatkan oleh laki-laki bejat seperti raka! ujar papi mahendra


"Tapi kenapa seperti ini karmanya pi, mami sedih liat raka pi! ujar mami yulie


Kini mereka sudah sampai di rumah sakit yang mereka tuju, mami yulie memegang tangan raka seperti anak kecil yang di bimbing oleh ibunya.


"Kenapa raka di bawa ke sini mi?, raka tidak gila mi! ujar raka menghentikan langkahnya.


"Emang cuma orang gila saja yang boleh ke sini? tanya mami yulie


"Tapi ini rumah sakit jiwa mi, raka tidak gila! ujar raka bersih keras dengan keyakinan nya.


"Iya kamu tidak gila, tapi temani mami ke dokter psikolog! ujar mami yulie membujuk raka supaya dia mau masuk.


"Kenapa harus raka mi?, kak riki ada, papi juga ada! ujar raka


"Mami maunya sama kamu! ujar mami yulie


"Oke raka temani, tapi sebentar aja ya mi, raka takut lama-lama di sini! ujar raka tambah mempererat pengangan tangannya ke mami yulie


Mereka berdua masuk ke ruang psikolog itu, mami yulie menyuruh raka untuk duduk menghadap dokter tersebut.


"Mami mau keluar sebentar kamu boleh ngobrol dengan dokter ini! ujar mami yulie


"Kenapa tidak mami saja, bukanya mami yang mau bertemu! ujar raka


"Sebentar saja, nanti mami ke sini lagi! ujar mami yulie membujuk raka


Raka mengangguk seraya melihat mami nya, kini tinggal raka dan dokter psikolog tersebut.


Raka hanya diam dia melamun lagi dengan ekspresi wajah sedih.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2