Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 47. Menaruh Kecurigaan


__ADS_3

Raka melihat wajah cantik istrinya itu ternyata memang benar Lea sudah menangis.


"Ada apa? ha? tolong bicara sayang! jangan bikin mas khawatir gini! ujar Raka


"Sakit! ujar Lea


"hiks...hiks...hiks... kepala aku sakit mas! ujar Lea


"Kamu lagi sakit? tanya Raka


Lea mengangguk kecil, kini Raka bernafas lega dia berpikiran kalau Lea tau semuanya.


Raka mengambil kompresan untuk Lea, kemaren Zio yang sakit sekarang Lea yang sakit lagi.


"Aku nggak suka di kompres! ujar Lea membuang handuk kecil di jidatnya itu


"Jangan di buang, ini untuk membantu menurunkan panas kamu sayang! ujar Raka kembali menempelkan handuk kecil itu ke jidat Lea


"Nggak mau! ujar Lea membuang handuk kecil untuk mengompres jidatnya itu.


"Kamu mau sakit atau mau gimana sih? ujar Raka membentak Lea


Deg


Jantung Lea berdetak kencang, baru sekali ini suaminya membentaknya waktu sakit gini


"Ya udah nggak usah maksa aku! ujar Lea juga ikut membentak Raka


Lea memegang dadanya yang sempat sesak oleh bentakan Raka tadi.


Raka pergi keluar kamar meninggalkan Lea yang sudah di bentaknya tadi.


"Kenapa mas Raka tega membentak aku yang lagi sakit gini?


Lea menangis dalam diam dia tidak mau anak-anaknya tau kalau dia menangis.


"Omy akit? tanya Zio


Lea berusaha duduk dia menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang.


"Iya! ujar Lea berusaha tidak menangis di depan anak-anaknya


"Kemalen akak akit, sekalang omy! ujar Zia


kedua bocah kembar itu duduk di sebelah mommy nya.


"Mommy tidak apa-apa sayang mommy cuma kecapekan sedikit kok! ujar lea


"Omy angis ya! celoteh Zia


"Nggak kok mata mommy perih kena debu, jadinya berair gini! ujar Lea.


"Daddy kalian tadi kemana? tanya Lea


Semenjak Raka membentak Lea tadi, Raka tidak lagi menemuinya.


Kedua bocah itu menggelengkan kepalanya, "Daddy pasti malahin omy! ujar Zio


Lea tidak bisa lagi membendung air matanya ini, air matanya mengalir begitu saja.


"Kata siapa? tanya Lea


"Jangan bohongi Zio omy, Zio dengal sendili tadi! ujar Zio


Tenggorokan Lea rasanya tercekik karena menahan tangis ini, tapi apa lah daya ia juga tidak bisa menahan air mata ini.

__ADS_1


"Zio, Zia kalian cari daddy kalian! titah Lea


Kedua anaknya mengangguk serentak, lalu bocah kembar itu turun dari atas ranjang.


"Kak daddy dimana? tanya Zia


"Hmmm...!


Zio mengetuk-ngetuk dagunya sambil memikirkan sesuatu.


"Ikut akak! ajak Zio


Zio mengajak Zia ke ruangan kerja daddy nya, seperti yang di bilang Zio.


Benar sekali daddy-nya berada di ruangan kerja nya.


"Daddy! ujar Zia mendekati dadd-nya yang lagi berkutik dengan laptopnya.


"Ehh putri sama putra daddy! ujar Raka


Mereka berdua duduk di pangkuan Raka, "mommy akit daddy! celoteh Zia


"Daddy kenapa malahin mommy tadi? tanya Zio


Raka terdiam dia tidak menjawab pertanyaan dari anaknya itu.


"Sekarang kita ketempat mommy yuk! ujar Raka


Raka mengendong kedua anaknya menuju kamarnya.


"Mommy ini daddy! ujar Zio


Lea dengan cepat menghapus jejak air matanya, dia mengusahakan senyumnya, walaupun hati dia terasa sakit, akan bentakan dari Raka tadi.


"Kalian berdua keluar dulu ya!, mommy mau bicara dulu sama daddy kalian! ujar Lea, suaranya sudah parau karena terlalu lama menangis.


Kedua anaknya keluar dari kamar mommy nya


"Sayang! ujar Raka, mengusap-usap lembut pipi istrinya itu yang sudah memerah karena menangis.


"Maafin mas ya! ujar Raka meminta maaf


Lea hanya diam saja, dia kembali menitikkan air matanya, berusaha Lea menghapus air mata itu.


Lea menggeleng, "Sakit mas! ujar Lea menunjuk-nunjuk dirinya


"Apa yang aku lakukan kepada istri aku sendiri?, kamu b**oh Raka!


"Mas salah, mas minta maaf! ujar Raka memeluk Lea


Lea menolak pelukan dari suaminya itu, "Lea tidak suka di bentak! ujar Lea.


Kalau Lea sudah menyebut dirinya dengan sebutan nama nya sendiri, berarti dia sangat kecewa dengan Raka.


Tanpa aba-aba Raka langsung memeluk istrinya itu, walaupun Lea menolaknya, tapi tetap saja Raka kekeuh untuk memeluknya.


"Jangan pernah kamu menyebut nama kamu di depan mas! ujar Raka


"Mas tau kalau kamu sudah menyebut nama kamu sendiri di hadapan mas, itu berarti nya kamu kecewa sama mas! ujar Raka


"Lea sakit hati! ujar lea


"Maaf sayang, mas tidak bermaksud membentak kamu! ujar raka


"Kamu sudah banyak menyakiti aku! ujar Lea, dia mendorong tubuh Raka, tapi tetap saja kekuatan Lea tidak bisa mendorong tubuh kekar itu.

__ADS_1


"maaf Lea mas terlalu banyak menyakiti hati kamu!


"kenapa bohongi aku? tanya Lea ke suaminya itu


"Mas bohong apa sama kamu? Raka balik bertanya


"Kenapa kamu pura-pura ke kantor, padahal hari ini tanggal merah? tanya Lea


"Dan kenapa kamu tidak membaca pesan yang aku kirim ke kamu? tanya Lea


Raka tampak gelagapan saat mendengar pertanyaan dari istrinya itu.


"Mas meeting sayang! ujar Raka


Jantung Raka sudang dang ding dung, dia takut kalau Lea sudah mengetahui semua kebusukan nya, yang selama ini dia tutup-tutupi.


"Ooh meeting ya! ujar lea, dia berusaha kuat walaupun kepalanya ini sudah mau pecah karena sakit.


Lea sudah mulai curiga dengan sikap suaminya itu, yang kadang kala berubah-ubah.


"Maaf mas aku menaruh kecurigaan pada diri kamu, hati aku berkata lain untuk kamu mas!


"Meeting dengan siapa? tanya Lea


"Sama klien penting! ujar Raka


Lea mengangguk, sebenarnya dia tidak percaya dengan kata-kata suaminya itu.


"Maafin aku sayang, kamu sakit gini aku membentak kamu, kamu mau kan maafin aku! ujar Raka mengecup tangan istrinya.


Lea hanya diam, sambil memicingkan matanya, air mata itu menetes kembali, Lea menghapus air matanya.


"Aku mau istirahat, jangan nganggu aku dulu! ujar Lea, dia kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Raka menyelimuti tubuh istrinya, lalu dia mengecup singkat kening Lea.


"Cepat sembuh sayang, mas cinta kamu! ujar Raka


Raka masih duduk di sebelah Lea yang terbaring lemas, sekali-kali Lea meracau tidak jelas


"jangan tinggalkan aku! racauan Lea


Raka mengusap-usap pipi istrinya, "Mas di sini sayang! ujar Raka.


"Aku tidak tau mas, hati aku ini sakit sekali saat kamu bohongi aku, bohong kamu kali ini rasanya sangat beda dari biasanya, ada sesuatu yang besar tersirat di hati aku ini, tapi aku tidak tau itu apa?.


"Setelah aku sembuh nanti aku akan, mempertanyakan kembali ke kamu, meeting penting apa yang ada di hari libur ini!


"Aku akan mempertanyakan itu!


....


bersambung...


...----------------...


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

__ADS_1


__ADS_2