Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 95. (POV Raka) Dari Lahir Emang Baik


__ADS_3

Siang harinya raka bersama lea pergi ke kantor nya, seperti dulu lagi Lea menjadi asisten pribadi raka sekaligus istri raka.


"Kenapa kamu mau kembali lagi jadi asisten aku? tanya raka


Lea mengerutkan keningnya, "supaya kamu tidak bisa selingkuh lagi, ya...aku harus hati-hati sama buaya darat seperti kamu itu! ujar lea


Raka tersenyum seraya mengelus kepala lea, "baik nyonya lea aku tidak akan berbuat macam-macam lagi! ujar raka


Lea menjulurkan lidahnya seperti tidak percaya dan bercemooh, "liat aja dulu, mulut berkata manis eh nyatanya di dalam hati berkata lain juga! ujar lea


"Oke, buktikan aja nanti! ujar raka


Kini mereka berdua lagi mengerjakan pekerjaan yang baru, mereka akan membangun proyek baru di kota lain.


"Menurut kamu di sini apa strategis tempat nya? tanya raka


"Hmm... seperti nya sih kurang deh, kamu tau aja kan proyek yang kita bangun itu tempat nya agak terlalu jauh dari perkotaan! ujar lea


"Tapi lahan yang strategis hanya tempat ini, selebihnya masih jauh jangkauan nya! ujar raka


Lea mengetuk-ngetuk jarinya ke meja, ia sedang mencari ide untuk proyek baru ini, "kalau proyek ini kita pindahkan ke kota B gimana? tanya lea


"Nggak bisa gitu sayang, kita sudah susah payah lho mendapatkan lahan ini dengan harga yang murah! ujar raka


"Kita lagi di kantor dan bekerja, jadi nggak boleh panggil aku dengan kata sayang, baik aku maupun kamu! ujar lea


"Kerja itu harus profesional! ujar lea


Raka mengangguk kecil seraya mencium pipi lea, "nah apa lagi ini, harus di hindari! ujar lea geram memukul raka.


"Kita lagi di ruangan kita sendiri, jadi kita bebas mau apa saja! ujar raka


"Mau di ruangan sendiri, mau di ruangan meeting, intinya kita sekarang lagi kerja, have to focus! ujar lea


"okay, I'm focused! ujar raka


Mereka berdua sudah selesai meeting nya, kini raka menanda tangani berkas yang menumpuk di mejanya, sementara lea mengulang mempelajari berkas dan dokumen yang pernah ia tekuni dulu.


"Mas ini maksud nya apa ya? aku nggak ngerti! ujar lea memperlihatkan berkas yang ia pelajari tadi ke raka.


Raka membaca berkas itu lalu ia melihat map nya, ia tersenyum kecil, "yang ini nggak usah di pelajari! ujar raka


Lea mengerutkan keningnya, "kenapa? bukanya ini penting juga? tanya lea


"Iya, penting tapi berkas ini udah lama, liat aja tahun nya! ujar raka, lea melihat secara seksama ternyata tahun nya sudah lama sekali.


Lea kembali mempelajari lebih lanjut berkas yang ada di depannya itu, sekaligus raka jadi pemandu buat lea.

__ADS_1


Raka memperhatikan wajah lea yang lagi fokus itu, bagaimana tidak kini lea duduk sangat berhadapan dengan raka, hanya meja yang menjadi pembatas mereka berdua.


Ia senyum-senyum sambil memangku dagu nya, lea tau kalau raka memperhatikan nya, tapi ia berpura-pura tidak tau saja.


Lama-lama di perhatikan seperti itu membuat lea jadi salting juga, lea mulai tersenyum dan menyipitkan matanya, supaya ia tidak melihat senyum manis raka itu.


Tapi usaha dia cuma-cuma saja, ia tidak bisa menghindari senyuman raka itu.


Lea mengangkat map sebelah tangannya untuk menyembunyikan wajahnya yang merah merona karena malu itu.


Raka menyibak map itu ia pengen melihat wajah lea, tatapan mereka saling beradu, lea tersenyum malu saat raka mengedipkan sebelah matanya.


"Menyebalkan! umpat lea


Raka menautkan kedua alisnya, "menyebalkan apa? apa aku menyebalkan bagi kamu? tanya raka


Lea memutar kursinya dan membelakangi raka, sikap lea yang seperti ini tambah semangat raka ingin menganggu dia.


"Can you focus? ujar lea masih membelakangi raka, ia masih mempelajari berkas itu, sementara raka selalu mencolek-colek punggung lea.


"Makan siang yuk! ajak raka


Ya sekarang ini jam istirahat, lea masih fokus dengan pekerjaan nya, sementara raka dari tadi sudah menyelesaikan pekerjaan nya.


"Hmm...boleh kita makan di kantin sini saja ya! ujar lea


"Terserah aja yang terpenting perut aku terisi! ujar raka


Acha melihat lea sahabat nya itu dengan tersenyum, "welcome back mrs lea! ujar acha


"Iyaa...acha, kita makan siang bareng yuk! ajak lea


Acha melirik raka, raka hanya bersikap biasa-biasa saja, "gue takut sama pak bos! ujar acha berbisik di telinga lea.


"Nggak papa kok, gue males berduaan! ujar lea


"Buruan sayang aku udah lapar banget nih! ujar raka, lea melirik raka lalu ia melihat kembali acha.


"Gue nggak bisa, lo berdua aja ya! ujar acha buru-buru pergi dari sana


"Cha...!


Acha menggeleng-nggelengkan kepalanya, "sayang buruan! ujar raka menarik tangan lea


Mereka sudah sampai di kantin kantor dan mereka sudah memesan makanan nya juga, raka memegang tangan lea. Semua karyawan kantor sana senang melihat lea kembali.


"Ada yang aneh ya sama penampilan aku? tanya lea, raka menggeleng, ia dari tadi melihat lea terus, matanya itu tidak mau lepas menatap lea.

__ADS_1


"Cantik, berlian yang pernah aku sia-siakan kan dulu kembali lagi sama aku, mungkin di dunia ini aku laki-laki yang paling bodoh! ujar raka menggenggam kuat tangan lea


Lea tersenyum kecut, "jangan bahas yang itu lagi, kita harus fokus dengan lembaran baru kita! ujar lea


Raka mengangguk kecil, "terima kasih! ujar raka


Makanan yang mereka telah sampai, kini mereka menyantap makanan nya itu, raka menyuapi lea, tapi lea malu di lihat oleh karyawan lain.


"Aaak...ayo..aak..buka mulutnya! titah raka menyodorkan makanan itu ke lea, terpaksa lea membuka mulutnya.


"Pintar! ujar raka


Wajah lea sudah merah padam karena malu di liatin sama karyawan kantor, "aku bisa makan sendiri! ujar lea


Lalu raka berdiri ia memukul-mukul gelas menggunakan sendok.


teng...teng...teng...


Semua karyawan kantor memperhatikan raka, lea juga bingung dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu.


"OKE, MUMPUNG HARI INI SAYA LAGI BERBAIK HATI, SAYA AKAN MENERAKTIR KALIAN, PILIH SAJA MAKANAN YANG KALIAN SUKA, NANTI SAYA YANG BAYAR!


Pengumuman dari raka membuat karyawan kantor itu jadi senang, mereka memesan makanan yang ada di sana.


"Bos makasih traktir nya!


Raka mengacungkan jempol nya ke udara seraya tersenyum.


"Tumben baik? tanya lea


"Aku dari lahir emang baik lho, kamu aja yang baru tau sekarang! ujar raka


"Iya baik! ujar lea


Selesai makan lea bersama raka kembali lagi ke ruangan nya, tangan raka tidak lepas menggenggam tangan lea dari tadi, sampai-sampai tangan lea jadi kebas.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

__ADS_1


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2