Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 48. Ada Apa Sebenarnya?


__ADS_3

Malam harinya badan Lea sudah mulai enakan, tapi dia masih berbaring di atas ranjang nya.


Raka masih setia menemani istrinya yang istirahat itu.


Lea menghadap ke belakang dan yang ia dapati, wajah damai suaminya yang juga ikut tertidur.


"Ternyata mas Raka nungguin aku dari tadi! lirih Lea


Lea turun dari ranjangnya secara pelan-pelan, dia tidak mau menganggu suaminya yang lagi pulas tertidur.


Dia pergi ke luar kamar untuk menengok anak kembarnya, Lea mencari bocah kembar itu ke dalam kamar anaknya.


Ternyata mereka sudah tidur juga, bik iin yang lagi nungguin si kembar jadi kaget karena Lea.


"Eh nyonya! ujar bik iin


"Bibik istirahat saja, biar aku yang jagain mereka! ujar Lea


"Baik nya!, bik Iin pergi ke luar kamar.


Lea mendekati anaknya, dia mencium pipi gembul anaknya secara satu persatu.


"Hanya kalian penyemangat hidup mommy nak, jangan tinggalkan mommy! lirih Lea, dia ikut berbaring di samping anaknya.


Raka menggeliat, lalu meraba-raba kasur di sebelah nya, tapi dia tidak merasakan istrinya ada di samping nya.


Ia membuka matanya, benar saja Lea sudah tidak ada di samping nya.


"Lea kemana? gumam Raka


Dia mengecek kamar mandi barang kali Lea ke kama mandi, tapi Raka juga tidak menemukan keberadaan Lea di sana.


"Kemana istriku? gumam Raka, dia melihat layar hp nya ternyata jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Aku ketiduran lagi! lirih Raka.


Hp yang di pegang Raka tadi berdering ternyata yang menelepon nya itu Siska.


'Kenapa tidak angkat telepon dari aku? ujar Siska di seberang sana


'Terlalu asik banget sama istri kamu, sampai lupa sama aku! ujar Siska marah


"Iya, iya, maaf aku ketiduran, istri aku lagi sakit makanya aku urus dia dulu! ujar Raka


'Aku tidak mau denger alasan dari kamu lagi! ujar Siska di seberang sana, lalu ia mematikan panggilan telepon itu.


"Untuk sekarang aku harus fokus dengan istri aku dulu, soal Siska nanti saja aku bujuk dia! gumam Raka, mencari istrinya.


Raka mencari istrinya itu di kamar anak-anaknya, dia menemukan Lea yang sudah tertidur dengan anak-anaknya.


"Hufff....disini kamu rupanya! lirih Raka


Raka menyelimuti anak dan istrinya itu, lalu Raka juga ikut tidur di kamar itu, ia tidur di lantai yang beralasan karpet bulu.


"Huaa... huuu...omy...! isak tangis Zia


"Omy...huuaaa...! tangis Zia semakin kencang, Lea terbangun karena Zia menangis, ia lalu turun dari ranjang itu, sekarang posisi Zia paling sudut, makanya Lea turun dari ranjang itu dulu.


Pada saat lea turun ia di kagetkan oleh Raka yang tidur di lantai, untung saja Lea tidak menginjak tubuh suaminya itu.


"Hampir saja keinjak! gumam Lea


"Huuaa...omy...! tangis Zia


Lea mendekati anaknya yang nangis itu, "ssttt...ssttt...Zia kenapa nak? ujar Lea mengendong Zia

__ADS_1


"huuu...omy...huaaa...! Isak Zia


"Mommy di sini nak, udah ya jangan nangis terus, nanti daddy sama kakak juga ikut bangun lho! ujar Lea menenangkan Zia.


Baru saja Lea bilang jangan nangis lagi, eh Raka ke bangun oleh tangisan Zia.


"Kenapa Zia sayang? tanya Raka ke Lea


Lea tidak menjawab nya, dia masih menenangkan Zia yang lagi menangis itu.


Hati nya masih di landa kecurigaan dengan suaminya itu, makanya dia tidak mau bicara, rasa sakit hati di bohongi itu melebihi rasanya sakit hati nya dulu.


Entah lah dia juga tidak tau ada apa dengan hatinya sekarang ini!


"Hikss...hikss...hiks...! Zia masih saja menangis.


"Udah dong Zia mommy capek! bentak Lea ke anaknya itu.


Lalu Lea menurunkan anaknya itu dari gendongan nya, alhasil Zia tambah meraung keras.


"Huaa...omy...huuuaaa....! raungan nya, Zia merentangkan tangannya dia mau minta di gendong kembali oleh mommy nya, tapi Lea mengabaikan anaknya itu.


"Sayang Zia mau di gendong sama kamu lho! ujar Raka mengambil Zia dan mengendong nya.


"Kamu aja yang tenangin nya aku capek! ujar Lea marah.


Lea marah-marah tanpa sebab, mungkin hatinya lagi sakit, makanya emosinya meluap-luap.


Sampai-sampai dia meluapkan emosinya itu ke anaknya sendiri.


"Kamu kok jadi gini sih? ujar Raka memarahi Lea


"Aku capek, capek! ujar Lea meninggikan suaranya.


Bik iin ke bangun oleh suara gaduh di dalam kamar si kembar, lalu bik Iin tergopoh-gopoh menyamperi ke kamar itu.


Bik iin selain jadi art di rumah ini, tapi beliau sudah di anggap seperti orang tua sendiri oleh keluarga ini.


"Bik ambil zia, tenangin dia, kepala aku sakit! ujar lea, dia keluar dari kamar itu, Raka mengikuti istrinya itu.


"Tunggu Lea! titah Raka, tapi Lea tidak menghiraukan nya.


"Tunggu! ujar Raka sedikit membentak


Lea berhenti lalu dia menatap suaminya itu penuh dengan emosi.


"Aku bilang aku capek, pengen istirahat! ujar Lea, sedikit melunak


"Kalau kamu masih marah sama mas, oke, wajar kamu marah sama mas! ujar raka


"Tapi kamu jangan memarahi anak-anak juga dong! ujar Raka


"Jangan bahas sekarang aku capek pengen istirahat! ujar Lea


"Kamu kenapa sih? berubah gini! ujar Raka


Lea membuang nafas kasar, dia menutup matanya lalu membuka kembali.


"Aku bilang aku capekkk....! ujar Lea


"Bisa nggak sih kamu kasih aku waktu istirahat? ujar Lea lagi, lalu dia pergi ke kamar tamu, dia tidak mau hari ini se kamar dengan Raka.


Dia langsung mengunci pintu kamar itu, dia duduk tersandar di balik pintu yang sudah ia kunci tadi.


"Hikss... ada apa sebenarnya dengan aku? Isak Lea lagi

__ADS_1


"Maafin mommy sayang, maaf! lirih Lea


"Hiks...hiks...mass...Lea capek mas capek! lirih Lea


"Aku tidak tau kenapa aku bisa begini, rasanya hati aku ini sakit mass...! lirih Lea


Sudah lama menangis akhirnya Lea tertidur lagi, dia tidur di balik pintu sambil menyenderkan tubuhnya ke pintu kamar tersebut.


Dia tersentak pas azan subuh berkumandang dengan merdunya.


"Huamm...! sambil menggeliat, dia meraba matanya, ada rasa sakit di matanya ini, mungkin ini efek dari menangis semalam.


Lea bangkit dari duduknya, lalu ia ke kamar mandi, setelah itu ia melaksanakan shalat subuh.


Selesai sholat Lea duduk termenung di atas sajadah merah nya.


Air matanya kembali mengalir karena ia teringat dengan semalam, tidak seharusnya dia memarahi anaknya.


Lea mengecek anaknya di dalam kamar, tapi ia hanya menemui Zio yang masih tidur.


"Zia kemana? gumam Lea, lalu Lea menuruni anak tangga, dia pergi ke kamar bik iin yang terletak di dekat dapur.


Sampai di pintu kamar bik iin Lea mengetuk pintu itu.


tok...tok..tok...


"Bik!


"Bibik bersama Zia? tanya lea


Bik Iin membuka pintu kamar nya, "iya nya, non Zia tidur di kamar bibik semalaman! ujar bik iin


"Aku masuk ya bik! ujar Lea


"Silahkan nya! ujar bik iin


Lea mendekati Zia yang masih tertidur, bocah yang berumur tiga tahun itu tidur dengan nyenyak nya.


Lea mengusap lembut wajah anaknya itu, Zia menggeliat perlahan-lahan ia membuka matanya.


"Agi omy! celoteh Zia


"Pagi juga sayang! ujar Lea mencium pipi gembul Zia.


"Akak mana mommy? tanya Zia


"Kakak masih tidur sayang! ujar Lea


"Nyenyak nggak tidurnya? tanya Lea ke anaknya itu, Zia mengangguk-angguk, dia mengusap-usap matanya.


Lea menatap wajah anaknya itu penuh dengan kasih sayang.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2