
"kamu tau tadi anak-anak kita menanyai kamu mas! aku tidak tau harus kasih alasan apa lagi ke anak-anak! ucap lea sedih menatap nanar
"haha seperti nya aku sudah kehabisan alasan mas! kalau boleh kamu kasih saran ke aku mas supaya aku tidak pusing memikirkan alasan apa yang harus aku kasih ke anak-anak, kalau mereka menanyai kamu lagi!
Lea bicara sendiri terawat sendiri seperti orang depresi, tawa nya itu adalah tawa kesedihan.
"tidak perlu memikirkan alasan apapun lagi!
mematung bagaikan tersambar petir Lea kaget bukan kepalang mendengar suara yang sangat ia rindukan.
Mata yang semula kering kini mulai basah kembali bagaimana tidak orang yang selama tujuh hari tujuh malam hanya tertidur kini sudah bangun kembali dengan segala usaha dan ikhtiar akhirnya menambakan hasil.
"assalamualaikum sayangku, bidadariku, apa kabar? ucap Raka dengan suara bergetar
Lea tidak bisa berkata apa-apa selain diam mematung melihat ke arah suaminya yang masih terbaring lemah dengan membuka matanya.
"hiks...hiks...hiks...mas...!" memeluk tubuh yang sangat ia rindukan, isak tangis nya pecah begitu saja dalam pelukan suaminya itu.
"aku tidak bermimpi kan? tanya Lea yang sudah melepaskan pelukannya
Raka tersenyum melihat wajah istrinya itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lemah.
masih menangis memegang tangan suaminya itu, "hiks...a..aku nggak salah liat kan mas kamu sudah bangun? tanya lea
"haha sayang kamu tidak salah liat aku udah bangun! tawa Raka walaupun suaranya masih terdengar lemas
Lea memeluk suaminya itu lagi kali ini Lea menangis sejadi-jadinya di pelukan suaminya itu, sedangkan Raka hanya tersenyum lalu mengelus-ngelus punggung istrinya itu.
"Lea yang aku kenal tidak pernah secengeng ini! ledek suaminya itu
"hiks... bagaimana tidak aku secengeng ini sedangkan suami aku sendiri hampir saja kehilangan nyawa nya! ucap lea
"ussstt...ussstt...ussstt...udah tidak apa-apa bukti nya aku masih ada di samping kamu! ucap Raka menenangkan istrinya
Lea tidak bisa membendung air matanya seakan-akan air matanya ini menandakan bahwa kesenangan nya atas kesadaran suaminya ini.
"udah jangan nangis lagi malu sama anak-anak! ledek Raka supaya istrinya tidak cengeng lagi
Lea memukul lengan suaminya itu, "jahat! kenapa kamu tidur begitu lama? tanya lea
"haha aku juga tidak tau sayang, tapi sekarang aku kan sudah bangun! ucap Raka
Mereka berdua saling tatap menatap, "kangen ya sama aku? goda raka
"banget!
Lea memperhatikan suaminya itu dengan tatapan menyelidik, "sejak kapan kamu sadar mas? tanya lea
"hmm...sejak kapan ya? ucap Raka pura-pura lupa
__ADS_1
"ya ampun mas kamu amnesia? tanya Lea polos
"kata siapa aku amnesia? aku sadar sejak tadi siang! ucap Raka
"Apa? mulut Lea menganga lebar karena dia baru tau suaminya sudah sadar dari tadi
"kenapa sayang kok kaget gitu? bukannya senang malah kaget! tanya raka curiga
"jadi kamu denger dong apa yang aku bilang tadi, nangis-nangis kayak orang gila, ngomong sendirian kayak orang gila juga? tanya Lea malu wajah nya sudah memerah
Raka mengangguk tersenyum, "kamu lucu tau kalau nangis seperti itu! ucap Raka terkekeh
'hiks...hiks...hiks...aku kangen sama kamu mas, kangen ketawa sama kamu, kangen bermain sama anak-anak, pokoknya aku kangen semuanya mas!', Raka menirukan ucapan Lea tadi sambil tertawa
Alhasil wajah Lea bersemu merah karena di ledek oleh suaminya sendiri.
"udah ih mas, aku malu! ucap Lea malu-malu
Lea tidak bisa melihat wajah suaminya secara langsung lagi karena sudah menanggung malu
...----------------...
Tiga hari kemudian...
Dalam waktu tiga hari ini akhirnya Raka sudah mulai pulih, setelah di periksa oleh dokter Raka dinyatakan sudah boleh pulang tapi masih dalam pengawasan dokter.
"pasien sudah boleh pulang hari ini, tapi pasien masih dalam pengawasan kami! ucap dokter
"iya akhirnya aku bisa bertemu dengan anak-anak! ucap raka
"pesan kami pasien harus istirahat total di rumah, pasien tidak boleh melakukan pekerjaan berat terlebih dahulu! pesan dokter tersebut.
"baik dokter! ucap Lea tersenyum ramah
siang ini Lea yang menjaga suaminya itu sedangkan mami yulie di rumah menjaga si kembar, kalau papi Mahendra lagi mengurus pekerjaan di luar kota.
"mami sama papi tidak menjemput aku sayang? tanya Raka memegang tangan istrinya
Lea menggeleng-gelengkan kepalanya, "mami lagi jaga anak-anak di rumah mas, kalau papi di luar kota mengurus proyek yang kamu kerjakan waktu itu! Lea mencoba mengasih pengertian ke suaminya itu
"ooh gitu! ucap Raka
Lea mendorong kursi roda yang di naiki oleh suaminya itu.
supir membantu Raka untuk masuk ke dalam mobil, sekarang mobil itu sudah melaju dengan kecepatan sedang.
"maafin aku ya selalu merepotkan kamu! ucap Raka
"kata siapa kamu merepotin aku? ini kan sudah tugas aku sebagai istri kamu! ucap lea mencium tangan suaminya
__ADS_1
"sekarang aku tidak bisa jalan lagi, aku merasa aku tidak ada gunanya lagi! ucap Raka sedih
Ya akibat kecelakaan itu kaki Raka mengalami kelumpuhan sementara, "ussstt...Lea meletakkan jari telunjuk ke bibir raka, kamu jangan bilang seperti itu, jangan beranggapan kalau kamu tidak ada gunanya lagi, buktinya aku masih membutuhkan kamu, anak-anak masih membutuhkan daddy nya! ucap Lea matanya sudah berkaca-kaca
"tapi aku sudah tidak bisa jalan lagi sayang, untuk apa aku hidup yang selalu menyusahkan orang lain! ucap Raka putus asa dengan keadaan nya sekarang
"hiks...hiks... sudah cukup mas aku tidak suka kalau kamu ngomong itu lagi! bentak Lea terisak-isak.
Mobil yang mereka naiki sudah sampai di pekarangan rumah, mami yulie yang sedang bermain bersama si kembar jadi tersenyum melihat kedatangan Raka.
"Zio Zia kalian tidak ingin menyambut kedatangan daddy kalian? ucap Omanya itu
"daddy! teriak keduanya
mereka berdua mendekat ke arah daddy-nya yang sudah duduk di kursi roda sedangkan Lea hanya bisa tersenyum menyaksikan kedua anaknya itu memeluk daddy nya.
"daddy jahat! ucap Zia cemberut
"loh kok daddy jahat sih? tanya daddy nya itu.
Mereka berdua masih belum sadar kalau daddy nya duduk di kursi roda.
"daddy pelgi ke lual kota tidak kasih tau adek dulu! oceh zia
"haha maafin daddy ya bikin kalian cemas sama daddy! ucap Raka mencium pipi Zio dan Zia
"kenapa daddy duduk di kulsi loda? tanya Zio
Zio baru menyadari kalau daddy nya duduk di kursi roda.
"oh ini kaki daddy lagi sakit sayang jadi daddy harus duduk di kursi roda ini dulu! timpal lea
"ooh sakit! ucap Zia
mungkin mereka masih anak kecil gampang di bohongi oleh orang di sekitarnya, mereka berdua tidak memikirkan persoalan itu.
Sekarang Raka sudah istirahat di kamar nya, saat ini kamar mereka pindah sementara di bawah karena tidak memungkinkan Raka untuk menaiki anak tangga.
"kamu istirahat ya! titah lea
"iya, tapi temani aku tidur ya? permintaan raka
Lea tersenyum mengangguk, "aku akan selalu di sisi kamu mas! lirih Lea, masih di dengar oleh raka, "jangan pernah meninggalkan mas lagi! membalas ucapan Lea.
mereka berdua istirahat berdua di kamar nya.
....
bersambung...
__ADS_1
...----------------...
terima kasih atas dukungan nya 🙏