
Lalu raka mengelus pipi lea, "aku sudah bilang aku berjanji tidak akan menyakiti hati kamu lagi! ujar raka
Lea hanya diam saja, kini mereka menuju kamarnya masing-masing, lea masih enggan tidur sekamar dengan raka.
Raka menuju kamarnya lalu raka membersihkan badannya terlebih dahulu, setelah bersih ia menuju kamar lea.
cklekk
Sontak saja lea kaget dengan pintu kamar nya ada yang buka, sementara ia menggunakan baju tidur yang sedikit terbuka.
"Mau ngapain? tanya lea, raka sudah masuk dan mengunci pintu kamar
"Ya tidur lah, emang mau ngapain? tanya raka
"Tidur di kamar masing-masing aja mas! ujar lea
Namun raka menggeleng-gelengkan kepalanya, ia langsung tidur di atas kasur dan menyelimuti seluruh tubuh nya.
Lea geram dengan raka, lalu ia hendak menukar bajunya lagi, raka melihat lea yang sedang membuka lemari pakaian, lalu lea mengambil baju tidur yang panjang nya.
"Kenapa di tukar? tanya raka
"Nggak papa jaga-jaga aja, di sini kan ada buaya darat, takutnya di apa-apain lagi! ujar lea lalu ia pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju nya.
"Yah...gagal lagi! gumam raka memukul kasur.
Setelah itu lea keluar sudah menggunakan baju tidur yang panjang nya, "kenapa liatin aku seperti itu? tanya lea
Raka dari tadi memperhatikan lea, "kenapa? gagal malam pertama yang kamu inginkan? tanya lea tersenyum mengejek
Raka memutar bola matanya malas, ia mengangguk kecil, lalu raka kembali tidur dan menyelimuti seluruh badannya.
Kini lea tidur di samping raka, lea memberi pembatas bantal guling di tengah-tengah nya.
"Kalau kamu melewati pembatas ini berarti kamu berniatan macam-macam dengan aku! ujar lea
"Kalau kamu melewati nya sendiri gimana? tanya raka
"Berarti aku nggak sengaja! jawab lea
Lalu lea tidur dan menyelimuti tubuh nya sampai leher, raka masih duduk dan memperhatikan lea, "sama saja! ujar raka
"Beda! ujar lea
Lalu raka kembali tidur, mereka berdua sudah terlelap tidur, lalu kaki lea mulai meresahkan, kakinya sudah berada di atas bantal guling, tidak lama ia membuang batal guling itu di sembarang tempat.
Kini lea sudah berada tepat di samping raka, lalu tangannya sudah berada di atas dada raka.
Raka kaget tiba-tiba tangan lea ada di dadanya, lalu raka tersenyum kecil, "tukan kamu sendiri yang mulai! gumam raka
Raka membuang tangan lea yang ada di dadanya itu, tidak lama tangan nya kembali di letakkan di dada raka bukan cuma tangan sekarang kakinya juga sudah di letakkan di perut raka.
Raka mengusar-gusar wajahnya, "bukan aku yang salah sayang tapi kamu sendiri yang memulai nya! ujar raka
__ADS_1
Kini raka juga ikut memeluk lea, dan raka menyelimuti tubuh mereka berdua.
...
Lea terbangun karena ia merasa haus betapa stoknya dia kalau raka sudah ada di samping nya.
"Dasar buaya darat...! umpat lea
"Bantal guling tadi di buang, emang dasar mencari kesempatan dalam tidur aku, maksudnya apa coba dekat-dekat dengan aku! lea ngedumel sendiri sambil mendorong tubuh raka sampai jatuh ke lantai.
"Aaakh...aduh...sakit...! rintih raka
Lea hanya cemberut saja saat raka berdiri, raka memegang pinggang nya yang sakit terbentur, "aduh... pinggang ku...! rintih raka
"Rasain buaya darat seperti kamu itu emang pantas dapat bagiannya! ujar lea
Lalu raka kembali naik ke atas tempat tidur ia masih memegangi pinggang nya.
"Kenapa kamu dorong aku sampai jatuh? tanya raka mengurut pinggang nya.
"Iya..., kenapa kamu peluk-peluk aku? dan kenapa juga bantal guling jadi pembatas kita jadi terbuang ke lantai?
"Ini pasti kerjaan kamu! ujar lea menunjuk raka
Raka menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengangkat tangannya ke udara.
"Enak aja tuduh aku sembarangan, yang ada kamu tuh yang mulai! ujar raka
Lalu raka menjitak kepala lea, "raka brengsek sakit tau! ujar lea
"Nuduh orang tanpa bukti! yang ada kamu mulai duluan, kamu peluk-peluk aku dulu, udah susah-susah aku nyingkirin tangan sama kaki kamu eh malah kamu peluk lagi, malah pelukannya bikin aku sesak lagi! ujar raka
Lea mengaruk-garuk kepalanya, "emang iya ya? tanya lea
"Iya...! ujar raka masih mengurut pinggang nya yang sakit akibat terbentur tadi.
Lea pergi ke luar kamar lalu ia menuju dapur untuk mengambil segelas air putih.
Glek...glek...glek...
Lea meminum air segelas itu, setelah ia minum ia masih duduk di meja makan itu.
Ia merasa bersalah karena sudah mendorong raka sampai jatuh, apa lagi pinggang raka juga sakit karena ulah lea.
"Kok bisa aku dekat-dekat sama mas raka ya? gumam lea
"Malah aku tuduh dia yang enggak-nggak lagi, kasihan juga sama dia, udah aku dorong sampai jatuh, eh pinggang nya juga sakit! gumam lea
Sudah lama ia duduk di sana ia kembali ke kamarnya, raka masih merintih kesakitan, sambil mengurut pinggang nya.
Lea yang melihat raka merintih kesakitan itu jadi ikut menahan sakit juga, "hmm...masih sakit ya? tanya lea
Raka mengangguk kecil, tangannya masih mengurut pinggang nya, lea membawa obat urut tapi ia gengsi memberikan obat itu ke raka!
__ADS_1
"Kalau aku kasih obat urut ini ke raka tapi aku gengsi, nanti aku di bilang perhatian lagi sama dia, tapi...kalau aku nggak kasih obat ini, bakalan lama sakit pinggang nya! batin lea
Lea masih menyembunyikan obat urut itu di belakang nya, tangannya pengen memberi obat itu ke raka, tapi gengsinya juga tidak bisa di tahanan nya.
"Hmm...aku bantu ya, urut pinggang kamu! ujar lea
Lalu raka membelakangi lea, lea masih berdiri di sana, "ayok kok malah berdiri aja, katanya mau urutin pinggang aku! ujar raka melihat lea.
Lea mengangguk kecil lalu ia duduk di belakang raka, lea menyibak baju raka sedikit, lea kaget melihat pinggang raka yang lebam.
"Lebam mas! ujar lea
"Pantesan saja sakit! ujar raka
Lalu lea membuka laci nakas, ia mengambil salep untuk lebam raka, lea mengoleskan salep itu ke lebam raka.
"Tindakan kdrt kamu! ujar raka
"Nggak...kdrt bukan gitu! ujar lea membantah
"Terus apa? kalau bukan kdrt? tanya raka
Lea menggeleng-gelengkan kepalanya, "tidur lagi aja mas, katanya pinggang kamu sakit! ujar lea lalu ia duluan tidurnya dari raka.
Sekedar membaringkan tubuhnya raka masih merintih kesakitan, "aaakh...sakit...sayang! panggil raka ke lea
Lea bangun lagi lalu ia duduk, "apa kenapa mas? tanya lea sedikit khawatir
"Sakit...gimana nih cara aku tidur! ujar raka
"Telungkup aja gimana mas, biar nggak sakit! ujar lea memberikan ide
Lalu raka tidur telungkup, tapi ia duduk lagi Lea masih belum tidur, "kenapa lagi? tanya lea
"Nggak nyaman tidur kayak gini! ujar raka
Lalu lea menyuruh raka tidur di paha nya, raka menurut saja, lea mengelus-elus rambut raka tidak lama ia tertidur, "alasan kamu aja mas, nyatanya kamu bisa tidur! ujar lea tersenyum
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1